NovelToon NovelToon
Suami Tangan Satuku

Suami Tangan Satuku

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Pengantin Pengganti Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Terpaksa Menikahi Suami Cacat
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rumaika

Amadea Kasea yang terlilit utang karena suami baru alias ayah tirinya menipu ibunya dibuat stress. Teror penagih membuatnya ingin menangis saja setiap hari. Ditambah lagi boss di tempat kerjanya yang baru membuatnya makin tertekan.

Siapa sangka boss galak yang sering ia sumpahi dalam hati diam-diam karena jengkel itu menjadi penyelamat masalahnya.

Boss tampan yang gagal menikah karena tunangannya mencampakannya akibat kecelakaan membuatnya kehilangan satu tangan itu menawarinya menjadi pengantin pengganti.

Bagaimana lika-liku Amadea dan Mandala Barata si boss kaya berparas tampan tapi berhati keras itu? Pria itu mungkin kehilangan satu tangan, tapi rasa cinta tersembunyi di hatinya masih penuh.

Apakah pernikahan kontrak itu membuat mereka jatuh cinta sungguhan? Ataukah akhirnya rasa di antara mereka kandas karena kisah lama yang belum usai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rumaika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan Memalukan

Daftar kejutan yang dimaksud Vina itu sedang dibaca ulang laporannya oleh Mandala.

Pria itu tertawa dengan wajah tersipu. Ia tidak menertawakan nominal milyaran yang harus ia bayar untuk isi wardrobe Amadea itu. Tidak! Ia menertawakan daftar belanjaan yang dibuat Vina.

Soal baju, tas, sepatu, jam tangan, perhiasan, dan lain-lain adalah hal mendasar yang ingin Mandala cukupi untuk calon istri kontraknya itu. Ia mau Amadea memakai barang-barang yang lebih mahal dari gaya sehari-hari Meirika. Tapi ada daftar khusus yang Vina usulkan di laporan pembelian itu yaitu : lingerie.

"Oh astaga!" Mandala berseru pelan saat menekan link katalog pakaian menggoda itu. Dengan cepat ia segera menutupnya kembali karena merasa malu sendiri melihat deretan pakaian menggoda itu.

Sebuah suara tawa pelan mengiringi senyum tipis Mandala Barata.

"Astaga Vina! Dea mungkin kesal saat tahu pakaian-pakaian seksi ini memenuhi isi lemarinya. Anak itu begitu polos. Aku bahkan tidak bisa membayangkan dia memakai...

Ah, tapi Dea cantik dan tubuhnya proporsional. Dia pasti akan cocok memakai... Astaga Mandala! Bersihkan pikiranmu yang kotor itu!" Mandala meneriaki dirinya sendiri dalam hati.

Untung saja tamu dari tim majalah bisnis yang hendak mewawancarainya itu segera datang ke ruangannya, jadi pikiran liar Mandala terhenti.

***

Sementara itu Dea yang tadinya hendak merebahkan diri di kasur empuk itu mengurungkan niatnya begitu ia membaca pesan kejutan dari Vina.

"Kejutan apa sih? Ada-ada aja." Dea tertawa lagi lalu mendadak merasa bersemangat untuk mencari kejutan yang dimaksud temannya itu.

Oh, mereka memang pantas disebut 'teman' walau Dea baru mengenal beberapa bulan saja. Vina dan Adit bisa dibilang teman dekatnya di kantor.

Bisa Dea ingat betapa anak-anak sekantor menatapnya dengan aneh begitu gosip pernikahannya dengan Mandala tersiar secara internal. Semua orang menatap sungkan bercampur merendahkan; kecuali Karen, Adit, dan Vina.

Ya, anak baru yang cengeng dan hobi menangis saat diomeli Pak Mandala itu akan menikahi Pak Mandala? Mereka jelas kaget.

Mereka pun jelas tahu tapi tutup mulut soal hubungan dan rencana pernikahan boss besar mereka itu dengan Meirika Jayatri. Makannya ketika gosip pernikahan itu santer terdengar, anak-anak kantor pasti sudah tahu Dea hanya pengantin pengganti.

Entah apa yang mereka gosipkan. Mungkin mereka menduga Dea dibayar. Atau mereka pikir Dea sekretaris baru yang gatal berhasil merebut Mandala yang berhati batu. Atau apalah itu, entahlah pendapat mereka. 

Tatapan itulah yang akhirnya membuat Dea tak protes saat Mandala menyuruhnya resign. Ia merasa seisi kantor sudah tidak bersahabat lagi dengannya.

Adit dan Vina berbeda. Mereka tak menatap Dea dengan merendahkan. Mereka tak pernah bertanya soal gosip itu dan apa alasan Dea mau menikahi Mandala. Tapi mereka tampak senang-senang saja. Mereka pasangan suami istri yang tidak suka menghakimi.

Kalau Karen si sekretaris penggantinya itu memang tak menatapnya dengan tatapan penghakiman. Hanya saja ia lebih cuek dan tak peduli. Ia hanya memikirkan kerja, kerja, dan kerja. Ia tak terlalu peduli urusan orang lain.

Dea menghembuskan napas panjang. Ia penasaran dengan kejutan yang tak kunjung ia temukan itu. Ia pun memasuki pintu ruangan khusus yang Vina tunjukkan di foto tadi.

Klik!

Dan begitu Dea membukanya, ia hanya bisa tercenung  di depan pintu.

Lampu otomatis menyala dan wow... Terpantullah dengan indah lemari kaca berisi barang-barang branded impian para wanita glamour itu menjerit bahagia.

"Astaga! Perlukah semua ini? Ini seperti memindahkan satu toko di mall ke dalam kamar." Dea bergumam lalu menyusuri ruangan bermandikan cahaya lampu terang itu.

Saat meraba baju-baju yang tergantung dengan indah, Dea menemukan satu kertas memo tertempel di sebuah laci agak besar yang tertutup rapat.

"Ah, inikah kejutan yang disebut-sebut Vina itu?" Dea berseru penasaran.

[[  "Dea, aku nggak tahu kamu akan butuh ini atau nggak. Waktu aku masukkan di list belanjaan, Pak Mandala nggak protes atau apa jadi tetap kubelikan untukmu. Bagaimanapun, aku nggak tahu seleramu. Tapi kamu tahu kan aku sudah menikah. Aku tahu apa yang para lelaki sukai. So, semoga kamu suka dengan pilihanku..." ]]

Dea mengernyitkan alisnya dan segera menarik laci itu untuk mencari tahu apa isinya. Kenapa kata-kata Vina begitu membingungkan.

Dan... Srettt!

"Vinaaaaaa!"

Amadea Kasea berteriak tanpa sadar saat tahu laci khusus itu terisi penuh oleh aneka pakaian menggoda yang populer dengan istilah 'baju dinas istri'.

Dea secepat kilat menutup laci itu lagi dengan wajah memerah.

"Dea, kalian cuma menikah bohongan. Kalian bahkan tanda tangan soal aturan pembatasan kontak fisik. Kamu nggak akan pernah pakai baju itu. Jangan membayangkan hal konyol di kepalamu. Enyahkanlah pikiran kotormu itu hey!!!"

Drttt! Drttt!

Dan Dea yang masih ngos-ngosan karena syok sekaligus geli langsung mengalihkan perhatian dengan mengecek notifikasi handphone-nya yang barusan menyala.

Sebuah pesan masuk dari Tante Eva ia buka. Dan dalam lima detik ekspresinya langsung berubah.

Berubah menjadi marah...

***

Tante Eva adalah pensiunan guru yang kini menderita stroke hingga kakinya sulit digerakkan. Walau hanya tetangga saja, tapi Dea mengenalnya sebagai sosok tante baik hati yang selalu memberinya kue buatan rumahan waktu ia kecil.

Amadea Kasea kecil juga sering lari kabur ke rumah Tante Eva ketika ibunya mengomelinya atau memarahinya.

Tante Eva bagaikan ibu peri baginya. Pun hingga sekarang, hubungan Dea dengan wanita tua itu masih erat.

Tante Eva sedang duduk di kursi rodanya di bawah pohon kersen samping rumah saat Dea menelponnya.

"Iya, Dea. Penglihatan Tante masih bagus. Mana mungkin Tante salah lihat. Kalau nggak percaya tanya aja sama Mbok Min. Tadi Mbok Min lagi dorong kursi roda Tante ke halaman samping waktu Tante lihat ayah tiri kamu itu masuk rumah."

Dari seberang panggilan telepon itu Dea terdengar menghela nafas panjang. Setengah menahan jengkel, setengah pasrah.

"Nggak bawa mobil. Naik taksi. Cuma sendirian dan bawa ransel. Kelihatannya kayak buru-buru gitu masuk rumah. Celingak-celinguk juga, mungkin takut ketahuan. Dea masih di kantor?" Tante Eva yang tahu betul masalah keluarga Dea terdengar ikut prihatin.

Ya, setelah tahu mamanya terlilit utang karena ulah ayah tirinya yang ia benci itu, Dea sempat bersimpuh di kaki tante kesayangannya itu karena ia tak tahu mau mengadu atau bercerita pada siapa.

Tante Eva tahu betul bagaimana perjuangan Dea merawat mendiang ayahnya sampai meninggal, lalu setelahnya menggantikan posisi sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah.

Tante Eva tahu betul bagaimana watak ibu Dea alias Riris Sayuti yang gemar foya-foya tapi dengan memeras uang hasil kerja Dea.

Tante Eva hanya tetangga. Yang ia bisa hanya menjadi pendengar yang baik bagi Dea.

"Jangan nangis, Dea Sayang. Mau Tante suruh Mbok Min buat ngecek ke rumah? Apa kamu telpon ibu kamu, deh. Coba cek dia jujur atau nggak soal Om Alik." Tante Eva memenangkan Dea yang menangis dengan sabar.

BERSAMBUNG ...

_____________

1
Audya
udah berapa hari sejak aku terakhir baca ternyata belum up lagi ya???
Audya: masih ada niatan up gak ya kak?
total 10 replies
Audya
semangat nulisnya kak... C U soon...
Audya
semoga Dea milih jujur aja sama Mandala, biar mereka bisa bahas itu bareng-bareng, jadi ketika mereka (skenario terburuk nya) terlanjur percaya, udah dari awal tau dan bisa diperbincangkan dengan jelas, bukannya dadakan di kehidupan pernikahan mereka nantinya dan malah menjadikan Meirika merasa di atas awan...
Audya
kepekaan Mandala kadang emang terlalu luar biasa, wkwkwk...
Audya
aku gak habis heran sama tingkah si (mei)rik ini.
Rumaika Sally: Biar seru, Kak. hehe. Tenang, yang jahat akan dapat karma nantinya
total 1 replies
Rani Harianti
cerita ya bagus
Audya
ada info up aku langsung mampir nih kak, semangat nulisnya ya, aku setia menanti kok, hehe...
Rumaika Sally: makasih kakak. kuusahakan on time ya update -nya
total 1 replies
Audya
kalo pas lagi momen kayak gini up-nya kerasa lama banget deh,,,
Eli Usada
Karena pake bahasa sehari2 aku jadi gampang ngerti! Lanjut thor!
Rumaika Sally
Thankyou yang udah mampir. Jangan lupa LIKE dan komentar ya.
Audya: kakkkkk
total 1 replies
RainbowSweety
Yok bisa crazy up yok!!
Rumaika Sally: hayukkkk😇
total 1 replies
Audya
manis banget gela
Rumaika Sally: Makasih Kak Audya. Aku suka yang manis-manis hehehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!