NovelToon NovelToon
GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Tamat
Popularitas:229.5k
Nilai: 5
Nama Author: yanktie ino

Perceraian Radite Alkav dan Adinda Suryani meninggalkan duka teramat dalam pada Adit.


Terutama karena Adinda pergi meninggalkan dirinya dengan membawa serta kedua putra kembar mereka Ghifari dan Ghibran.


Adit harus tertatih memimpin perusahaan yang biasa kendalinya dipegang oleh Adinda. Adit juga terbeban karena semua kepemilikan saham milik kedua putranya, dia takut perusahaan ambruk ditangannya yang tak biasa memimpin perusahaan.


Mampukan Adit bertahan? Apakah cinta mereka akan bisa bersatu kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yanktie ino, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TAK TEGA MEMISAHKAN

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.

JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA.

Dinda keluar dari ruangan itu dan mencari di mana keberadaan Adit serta putranya, dia mendengar lamat-lamat Ghibran berteriak tertawa Dinda menghampiri mereka di halaman teduh

 Ghibran dan Ghifari sedang bermain bola dengan ayahnya. Dinda merasakan kebahagiaan kedua putranya.

‘*Bagaimana Bunda tega memisahkan kalian dengan ayah Nak*?’

“Ayo ya pulang Yah,” ajak Dinda.

“Kok lama Bun?” tanya Adit mendengar suara istrinya.

“Ibu yayasannya banyak minta perubahan, lalu aku juga revisi berapa bagian. Jadi ya cukup lama lah,” kata Dinda santai.

“Oh iya Yah, kunci mobilmu kasih ke drivernya Bagas aja karena nggak mungkin anak-anak aku pisahin sama kamu. Mereka pasti akan histeris kalau dipaksa sekarang,” Dinda berbisik pada Adit. Tak ingin didengar bu Tari. Bu Tari memang setia menemani kedua anak majikannya.

“Bagas bahwa sopir?” tanya Adit.

“Ya selalu seperti itu bila dia pergi jauh. Bagas itu paling malas nyetir jadi selalu bawa sopir, entah itu adiknya, tetangganya atau sepupunya. Dia lebih senang jadi penumpang. Aku hafal itu sejak lama,” kata Adinda.

“Oke baik akan Ayah kasihkan. Ayah juga pikir akan temani anak-anak, tapi nggak mikir kita satu mobil,” jawab Adit.

“Lalu kalau enggak satu mobil anak-anak ikut mobil siapa? Pasti mereka enggak mau kalau kamu enggak satu mobil. Mana mereka ngerti kalau kita bilang Ayah ikutin mobil Bunda?” jawab Dinda santai.

Adit lalu memberikan kunci mobil pada sepupunya Bagas yang sedang tertidur di mobilnya.

“Nanti biar Bagas yang atur, kamu atau Bagas yang antar mobil itu sampai ke kantor saya,” kata Adit.

“Baik Pak,” jawab sepupunya Bagas.

Adit kembali mendekati mobilnya Dinda, sejak tadi tentu kedua putranya tetap berada dalam gendongannya. Mereka persis seperti anak kanguru yang tak mau keluar dari kantung induknya.

\*\*\*

“Ayah yang jadi penumpang aja enggak mungkin Ayah jadi sopir karena anak-anak enggak bisa dipangku Bunda. Mereka enggak akan mau kalau aku yang pangku sedang ayah yang nyetir,” kata Dinda.

“Bu Tari, ini Ayahnya anak-anak,” ujar Dinda pada Bu Tari.

“Iya Bu, saya tahu beberapa kali saya lihat di televisinya anak-anak,” jawab bu Tari.

‘*Jadi Dinda rutin memutar video aku dan papa agar anak-anak tak kehilangan sosok lelaki dewasa dalam hidup mereka*?’ batin Adit mendengar kataa-kata bu Tari.

Sepanjang jalan karena ada Bu Tari di mobil, maka Dinda dan Adit hanya bercerita dengan anak-anak saja. Dinda dan Adit berinteraksi dengan anak-anak mengajak mereka bicara atau bernyanyi.

\*\*\*

“Ayo masuk Yah,” ajak Dinda saat mereka tiba di ruko.

“Kamu tinggal di sini?” tanya Adit seakan belum pernah tahu kalau dia mengikuti Dinda sampai sini.

“Iya lantai bawah sangat luas itu tempat usaha. Lantai atas dengan luas yang sama itu tempat tinggalku. Ayo kita masuk,” Dinda mengajak Adit ke tangga di belakang.

Adit memperhatikan tempat tinggalnya Dinda.

‘*Ini bukan tempat tinggal ecek-ecek*,’ batin Adit. Lelaki itu menebar pandangan ke sekeliling.

Di lantai atas ada dua kamar tidur sangat besar sama besarnya seperti kamar tidur mereka di rumah Eddy.

 Lalu ada kasur lantai dua buah yang digabung jadi satu jadi sangat lebar. Dekat kasur ada televisi besar di dinding dan banyak bantal di sana. Adit memperhatikan ada lemari khusus mainan juga keranjang mainan anak-anak.

Di tengah ada meja makan dan ada area dapur yang ada pagar sehingga anak-anak tidak bisa masuk. Pagar manis yang memang dibeli khusus untuk pagar anak-anak. Dinda memagari area dapur agar aman.

Adit melihat dua high chair di meja makan. Mungkin Dinda biasa makan bersama anak-anak agar membiasakan diri menikmati kebersamaan makan dalam kehangatan keluarga.

Tak ada tambahan lagi kecuali area untuk pintu ke teras atas.

“Ayo kita ganti baju,” ajak Dinda.

Ghibran langsung menghampiri Adit dan memeluknya. Sejaak tiba di rumah memang Adit menurunkan kedua putranya yaang langsung berlarian bebas di rumah mereka.

“Ha ha ha anak-anak enggak mau nih Yah,” kata Dinda.

“Ha ha ha ha,” Adit ikut tertawa melihat kedua putranya seperti itu.

“Ya sudah ayo ganti baju sama Ayah,” akhirnya Adit membawa kedua putranya ke toilet dan membasuh agar langsung bersih dan segar tidak hanya asal ganti baju.

Saat anak-anak diurus ayahnya, Dinda langsung memanaskan makanan mereka. Biasanya  si kecil sudah makan di mobil lalu langsung tidur, sehingga sampai rumah langsung Dinda baringkan. Tapi karena tadi pulang bersama ayahnya mereka enggak mau tidur jadi baru sekarang akan makan lalu tidur.

“Ayo ini sudah siap,” kata Dinda. Adit membawa kedua putranya ke high chair untuk mereka makan.

“Bismillah dulu ini maemnya kalian,” kata Dinda sambil memandu kedua jagoan melafalkan kata bismillah.

“Anak sekecil ini dibiarkan makan sendiri?” tanya Adit.

“Iya pelajaran mereka seperti itu. Mereka harus mulai bisa makan sendiri. Usia sudah hampir 2 tahun, walau masih berantakan tapi memang harus dilatih gerak motoriknya.”

“Tinggal kita yang atur makanannya masuk apa enggak? Kita awasi jangan sampai mereka kurang makanan yang masuk karena hanya untuk mainan. Jadi kita juga bantu, tidak semuanya kita suapi seperti anak zaman konvensional dulu. Biar mereka mulai makan sendiri,” kata Dinda.

Adit pun setuju dengan Dinda dia memperhatikan kedua putranya makan sesekali Dinda atau Adit membantunya.

Sesudah mereka selesai makan Dinda memberikan air putih untuk mereka minum.

“Ayo kita siap bobo,” kata Dinda sambil mengangkat Ghibran dan Adit mengangkat Ghifari.

Mereka berdua dibaringkan di kasur lantai tidak di kamar, Adit memperhatikan ruangan ini full AC terutama bagian kasur lantai anak-anak. Dapur memang tidak pakai AC tapi masih terasa dingin karea kena AC dari ruang depan dan tengah.

Adit mengusapkan lembut kedua punggung putranya agar mereka tertidur. Karena sudah lelah dan juga kenyang keduanya akhirnya cepat tidur tanpa rewel.

Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE yok

1
novita setya
dinda..dinda..yg slh sp yg kena sp. si maha benar yg hrs menang. radit jd korban jg ttp disalahkan hadeeeh. kek ga prnh bikin slh aja siii
novita setya
sombongnya dinda. ingat jeng tak ada gading yang tak retak..situ manusia kan nah paham donk manusia tempatnya salah
novita setya
dinda yg ngadi adi dan adit yg ndelalah apes teroos😁
Sri Lesmanawati
Kecewa
Sri Lesmanawati
Buruk
Ita Tomel Ita Tomel
bagus
yanktie ino: terima kasih kak
total 1 replies
titissusilo
end Iki akhre yanktie....
titissusilo: looohhh piye mksde....
total 2 replies
Noor hidayati
sondang hamil,apa kali ini calon baby nya cowok
yanktie ino: ada di bab terakhir
total 1 replies
titissusilo
hamidun mngkn ya....3bln nikah nya loh....cespleng si gultom
titissusilo
duuhhh kok sllu ktmu kta2 ber layar yo yanktie....onok opo Jane😁
Elin Karawang
kecewa sih kalo balikan lg, kasian sondang ...
yanktie ino: dilema memang
total 1 replies
titissusilo
🤣🤣🤣🤣🤣🤣penak ora....pekok pekok
titissusilo
Yo gampang wae Gultom kono ganti wajah karo kelamin beres wes😁😁😁😁😁
titissusilo: /Facepalm/
total 2 replies
titissusilo
seh to awale piye disek kui si Neni nganti ganjen....opo si Gultom trllu menye2 lek ora ngenei angin opo yo ngembus😁
titissusilo: wokey
total 5 replies
Rya Kurniawan
Terimakasih ya Eyank sudah promo novel aku... sehat selalu Eyank.. 🥰
aku kirimin mawar ya Eyank 🌹
Rya Kurniawan: buat Eyank juga ya.. aamiin.. 🥰😘
total 2 replies
titissusilo
hadehhhh wong Lanang ngene Iki kebiri wae....enteng temen....g eleng karma ne....lek tibo neng anak2 e....mongko anak e wedok2
yanktie ino: ditunggu komen bab selanjutnya
total 2 replies
Noor hidayati
sekarang kok jarang crazy up eyang putri
Noor hidayati: semoga cepat sembuh ya,eyang
total 2 replies
titissusilo
oalahhhh ajat2 kasep temen oleh mu curhat kui Farouq anak Lanang loh neng endi2 anak Lanang kui dadi gondelane wongtuwo lah mlah mbok anggep sampah...yowes ngene dadi ne di jaluk seng nduwe Urip Kowe di titipi mlah kyk ngono lek ora Krn Santi g mngkn nyesel...lahhhhh kluarga ne makne Mischa tmbh nemen....kok iso Nemu wedok an persis syaiton ngono jat ajat
yanktie ino: sediiiiiiiiiiiih yo
total 3 replies
Noor hidayati
sedih banget yang semoga itu cuma mimpi santi,karena syok farouq diculik jadi kebawa dalam alam bawah sadarnya,faruoq memang diculik,tapi dia bisa disembuhkan,itu kira² yang ada dalam khayalanku yanktie🙈
yanktie ino: maunya begitu sih
total 1 replies
Mbok'e AHB
sedih eyang 🥲
yanktie ino: sedih buat semua, dan Ajat akhirnya menyesal pernah tak menganggap farouq di awal kehidupan anak itu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!