Apakah yang harus Risya lakukan ketika dia mengetahui suaminya telah bertunangan dengan wanita yang di jodohkan oleh kedua orang tua sang suami? Sementara dirinya sedang mengandung benih alvin, atasannya di kantor sekaligus lelaki yang dia nikahi atas fitnah sang ayah tiri yang hampir saja merenggut kehormatannya pada saat Ibunya meninggal di desa kelahirannya.
Pada saat Risya memutuskan untuk meninggalkan suaminya, demia bakti sang suami pada kedua orang tuanya. Ternyata Risya mengetahui kalau tunangan suaminya itu bekerja sama dengan musuh suaminya untuk menghancurkan hidup suaminya.
Dilema cinta di hadapi oleh Risya saat itu. Apakah dia akan mengalah ataukah memperjuangkan kebahagiaannya sendiri bersama anak dan suami yang telah membuat dirinya kembali merasakan cinta setelah patah hati gara-gara Abid, sang mantan kekasih di masa lalu.
Yuk baca selengkapnya dan jangan lupa favorit, like, vote, gift nya ya, thanks you. Love sekebon tetangga buat kalian semua para reader tercinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur hapidoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Alvin meminta kepada Risya untuk segera pindah ke apartemen miliknya. Akan tetapi Risya tidak mau melakukan itu karena dia tidak ingin mencari masalah dengan keluarga Alvin.
" Ya sudah!! Kalau kamu tidak mau pindah ke apartemenku, itu artinya aku yang akan pindah ke apartemen kamu." Alvin kemudian bangkit dari kursi kebesarannya dan mendekat ke arah Risya.
Risya langsung mundur, saat Alvin semakin dekat dengan dirinya. " Anda mau apa Tuan Alvin?? Jangan macam-macam, Tuan! Kini ini di kantor sekarang!" ucap Risya sudah memasang kewaspadaan tingkat dewa kepada Alvin yang sejak tadi terus saja menatap dirinya dengan mata berkabut.
Selama sebulan menjalani pernikahan rahasia dengan Alvin dia cukup memahami tatapan seperti itu yang diberikan Alvin kepadanya.
" Kenapa?? Apa kau takut denganku? Aku ini suamimu, sayang. Apa kau lupa?" tanya Alvin yang langsung memeluk pinggang Risya.
Risya kesulitan menelan salivanya sendiri mendapatkan perlakuan seperti itu dari Alvin saat di kantor. Sungguh, Risya paling tidak mampu melawan Alvin. Apalagi kalau sudah menjurus ke hal-hal berbau ranjang. 'Oh Tuhan! Kenapa aku jadi berotak ngeres begini sejak menikah dengan dia?' bathin Risya berusaha untuk melepaskan diri dari Alvin.
" Ingatlah, Tuan Alvin! Kalau kita saat ini berada di kantor. Kita terikat perjanjian. Kalau kau tidak akan macam-macam kepadaku selama kita berada di kantor." Risya gemetar dan ketakutan melihat Alvin yang seperti siap menerkam dirinya.
Tok tok tok
Tiba-tiba terdengar suara pintu ruangan yang diketuk dari luar. Risya menggunakan kesempatan itu untuk segera melepaskan diri dari Alvin ketika Alvin sedang lengah.
Risya kemudian membuka pintu ruangan Alvin. Risya terperanjat ketika mendapatkan Abid berdiri di depannya dengan senyum merekah.
" Abid? Kau mau ngapain datang kemari?" tanya Risya gugup pasalnya Abid mengetahui perihal pernikahannya dengan Alvin di kampung halaman ibunya.
Abid tersenyum miring melihat Risya yang sudah ketakutan saat menatap wajahnya.
" Aku mau menemui sahabatku. Apakah tidak boleh? Kamu udah lupa ya? Kalau aku adalah sahabat Alvin, suami kamu!" Bisik Abid di telinga Risya.
Risya auto merinding mendengarkan apa yang dikatakan oleh Abid di telinganya. Alvin yang melihat Abid begitu dekat dengan Risya langsung menarik tangan istrinya untuk menjauh dari Abid yang sangat terlihat masih mencintai istrinya.
" Mau apa kamu?" tanya Alvin mulai merasa tidak tenang dengan kehadiran Abid yang sudah begitu lancang mendekati istrinya.
Alvin tahu kalau mereka dulu pernah berhubungan sebagai pasang kekasih yang cukup lama. Hal itulah yang membuat Alvin merasa terancam dan tidak senang sahabatnya mendekati istrinya.
Alvin ingat ketika dirinya berada di luar negeri, Abid sering menceritakan tentang Risya kepadanya. Abid sering memuji dan mengatakan betapa Dia sangat mencintai Risya yang amat sulit dia dapatkan. Hal itulah yang membuat Alvin sudah mengagumi sosok Risa walaupun tidak pernah bertemu dengannya sebelum pada hari kedatangan dirinya ke kantor sang ayah untuk menggantikan posisinya di perusahaan milik keluarga Cipto.
" Ya ampun Alvin! Apa kamu sudah lupa kalau aku ini sahabatmu? Tentu saja aku ingin bertemu denganmu karena aku merindukanmu." Abid terlihat meringis sambil melirik kepada Risya yang sampai saat ini masih digenggam telapak tangannya oleh Alvin.
Alvin seakan sedang menunjukkan kekuasaan dan hak kepemilikannya atas diri Risya yang selama ini dicintai oleh Abid dengan penuh.
Walaupun Abid seorang playboy. Tetapi dia tetap mengutamakan Risya sebagai kekasihnya. Selama kebersamaan Abid dan Risya, Abid tidak pernah memiliki pacar lainnya. Walaupun kadang dia suka iseng melakukan one night stand dengan wanita yang dia temui di club malam langganan dia.
Saat terlihat begitu tegangnya di dalam ruangan Alvin, terlihat Sheilla langsung masuk dengan damai sentosa dan menerobos ke dalam ruangan milik Alvin yang tidak suka dengan apa yang dia lakukan sekarang kepadanya.
" Apa yang kau lakukan ini Sheilla?? Main nyelonong aja masuk ke dalam ruangan orang. Gak sopan!" tegur Alvin kepada Sheila yang menurutnya sudah sangat lancang Karena melakukan hal itu.
Sheilla tidak mengindahkan protes ataupun teguran dari Alvin Tetapi dia langsung mendekati Abid yang sudah duduk di sofa yang ada di ruangan Alvin.
" Abid, apa kabarmu? Lama kita tidak bertemu. Terakhir Aku dengar saat reuni SMA kita, kamu katanya sudah punya pacar kan? Kenalin aku dong! Siapa tahu aku pernah bertemu dengan pacarmu." Sheilla bermanja kepada Abid di depan Alvin.
Sheilla seperti sedang memanasi Alvin dengan tingkah lakunya. Ya!! Dulu Sheilla selalu seperti itu kalau sedang bermasalah dengan Alvin. Hal demikian memang biasa dilakukan oleh Sheilla untuk menyakiti Alvin yang dulu amat mencintainya.
Tapi perasaan Alvin sudah berubah semenjak dia memergoki Sheilla bercinta dengan Abid di apartemen Abid. Sheilla itu sejak SMA memang sudah biasa bersedekah kepada laki-laki yang menurut dia tampan dan menarik.
Hal itulah yang membuat Alvin kemudian sedikit demi sedikit memudar perasaan cintanya terhadap wanita itu.
" Memangnya kenapa kalau aku sudah punya pacar? Apa kamu cemburu?" tanya Abid yang menjawil dagu Sheilla seakan sedang menggoda Sheilla.
Kalau zaman dahulu, melihat kejadian seperti itu Alvin pasti langsung mengamuk pada Abid dan Sheilla. Tapi sekarang Alvin hanya menatap mereka berdua dengan tatapan datar dan acuh.
" Kita keluar makan siang aja!" Alvin langsung menarik telapak tangan resah untuk keluar dan mengikutinya.
Risya berusaha untuk menghindar. Tetapi dia tidak mau ada masalah besar di sana. Apalagi di sana ada Sheilla dan Abid juga. Oleh karena itu Risya tidak banyak protes dan hanya mengikuti Alvin dengan baik dan sepintas selalu dia memperhatikan interaksi antara Sheilla dan Abid yang tampak tidak wajar di matanya.
' Sebenarnya ada apa di antara mereka bertiga? Kenapa seperti ada sebuah jembatan yang sangat panas yang tidak bisa dilalui oleh siapapun? Apakah Sheilla bermain api di antara mereka berdua? Alvin kelihatannya begitu acuh dan cuek dengan calon istrinya sendiri. Ini sungguh aneh sekali!' bathin Risya yang terus melamun bahkan ketika mereka sudah sampai di mobil.
Para karyawan lainnya sudah terbiasa melihat Alvin menarik tangan Risya seperti itu. Jadi mereka tidak terlalu menggubris apapun yang terjadi diantara mereka berdua selama di kantor.
Mereka hanya menganggap Alvin sebagai Bos yang manja yang suka memaksa kehendak kepada Risya sebagai sekretaris CEO manja mereka.
" Eh, kau dari tadi diam saja. Apa kau cemburu melihat Abid dekat dengan Sheilla? Aku sudah terbiasa melihat mereka seperti itu sejak kami masih SMA. Aku dulu malah memergoki mereka sering ngehotel bersama." Risya cukup terkejut mendengar apa yang dikatakan Alvin yang menurutnya terlalu blak-blakan.
" Bukankah Sheilla adalah calon istrimu? Kenapa dia bisa menghotel dengan Abid? Aneh sekali!" Risya semakin tidak mengerti dengan hubungan mereka yang sangat aneh di matanya.
Terlihat Alvin yang tertawa kesal, " Shella itu sudah biasa bersedekah kepada siapapun yang dia anggap tampan. Oleh karena itu aku menolak untuk di jodoh kan dengan dia yang milik umum!" ucapan Alvin terdengar sarkas di telinga Risya.