NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Hot Bodyguard

Terjerat Cinta Hot Bodyguard

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:56.9k
Nilai: 5
Nama Author: GrendysS_08

Geofanny Guwencia Gabriel, seorang sosialita sekaligus putri sulung seorang taipan bisnis, merasa dunianya dijungkirbalikkan. Kebebasannya yang ia agung-agungkan direnggut paksa setelah serangkaian ancaman serius ditujukan kepadanya. Sang ayah pun menyewa seorang pengawal pribadi untuk melindunginya setiap saat.
​Masuklah Eric Abram. Seorang pria yang lebih mirip patung Yunani daripada manusia: tinggi, tegap, dengan wajah dingin dan tatapan setajam elang. Bagi Geofanny, Eric adalah pengganggu nomor satu, seorang "babysitter berotot" yang mengikuti setiap geraknya dan merusak semua rencananya. Geofanny bertekad untuk membuat pria itu tidak betah dan berhenti dari pekerjaannya.
​Namun, semua usahanya sia-sia. Eric adalah seorang profesional sejati yang tak tergoyahkan. Di balik sikapnya yang kaku, Geofanny tanpa sengaja melihat kilasan kerapuhan dan masa lalu kelam yang membentuk pria itu menjadi pelindung yang tangguh.
​Ketika ancaman itu bukan lagi sekadar gertakan dan sebuah serangan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GrendysS_08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 | Memohon bantuan Uncle

...~Happy Reading~...

Gabriel Piala Media...

Fany mengerjakan pekerjaannya dengan tak berkonsentrasi, sebab percakapan Eric dan Ayudia tadi, terus berputar-putar di pikirannya, membuat Fany tak berkonsentrasi dalam bekerja, sehingga pekerjaannya kian menumpuk di meja kerjanya.

"Ayo fokus! lupakan Eric sejenak! " Fany mengacak-acak rambut hingga berantakan, melampiaskan kekesalannya. "Ayo fokus Fan! " Fany mengepalkan tangan dan mengangkatnya tinggi, memberikan kekuatan untuk dirinya, agar kembali bisa fokus dalam bekerja. Senyum mereka terukir di bibirnya, dan memulai untuk kembali mengerjakan pekerjaannya.

Satu, dua berkas sudah ia kerjakan, namun masih saja tak dapat fokus mengerjakan pekerjaannya, dan pada akhirnya Fany menyerah dengan pekerjaannya, ia beranjak membasuh wajahnya, kemudian beranjak duduk di sofa, ia mengambil ponsel dari dalam tasnya, untuk menghubungi seseorang.

"Halo Uncle, Fany bisa ketemu sama Uncle? " Fany langsung berkata pada intinya, ketika Rio mengangkat telfonnya.

"Bisa, kapan? " balas Rio dari balik telfon.

"Hari ini bisa Uncle? " tanya Fany lagi dengan antusias, berharap bila sang paman dapat bertemu, dan bisa membantunya.

"Bisa, kamu kesini aja, Uncle lagi di kantor. " jawab Rio. Mata Fany berbinar mendengar ucapan Rio.

"Baik, Fany akan kesana sekarang! " Fany bersemangat sekali, ia segera pergi meninggalkan perusahaan Gabriel Piala Media, menuju kantor perbankan milik Gabriel grup yang di kelola oleh Rio Pamannya.

Bank Prioritas Asia...

Fany turun dari mobil, lalu melangkah masuk menemui resepsionis untuk mengisi buku tamu, dan menyampaikan tujuannya datang ke Bank tersebut, serta menunjukan bukti pembicaraan yang di berikan Rio kepada resepsionis, kemudian segera berlalu menuju ruang kerja Rio, dengan di antar oleh seorang resepsionis.

"Selamat pagi Uncle." Fany mengetuk pintu yang sudah ia buka sedikit, dan segera masuk setelah di izinkan masuk oleh Rio, kemudian duduk di sofa ruang kerja Rio, untuk menunggu pekerjaan Rio yang hampir selesai.

"Sebentar ya Dan, Uncle sedang memeriksa dua berkas ini." Rio melirik Fany yang sudah duduk tenang di sofa, sambil menunjukan dua berkas yang sedang di kerjakannya.

"Oke Uncle! " Fany melihat ruangan itu, ruangan yang berkali-kali lipat lebih rapih dan bersih, ketimbang dengan ruang kerjanya, Fany tersenyum melihat Uncle Rio-nya yang sedang serius dengan pekerjaannya. Di antara ketiga anak Gabriel, Rio Bergara Gabriel lah yang cukup perfeksionis dalam segala hal, hingga sekecil ap pun itu. Hal itu berturun dari sosok Nyonya Gabriel yang begitu perfeksionis dan sangat teliti, dan darah perfeksionis itu mengalir deras dalam darah Rio Bergara Gabriel. Anak bungsu dari Tuan Gabriel dan Nyonya Gabriel.

"Ada apa Fany sayang? " Rio Bergara ikut mendudukkan tubuhnya di sebelah Fany, kemudian mengecup pucuk kepala Fany, yang sudah menjadi kebiasannya dan juga sang adik, Alexander Gabriel.

"Uncle mengenal Ayudia Abram? " Fany memperlihatkan foto Ayudia Abram pada Rio, yang sebelumnya ia ambil secara diam-diam, saat Ayudia Abram berjalan hendak keluar dari ruang kerja nya.

"Siapa dia? " Rio mengerutkan kening, memperhatikan foto perempuan cantik di dalam ponsel Fany dengan seksama, ia berusaha mengingat apakah ia mengenalnya, atau mungkin pernah bertemu dengan perempuan yang berada di dalam foto tersebut.

"Kalau melihat perempuan ini, Uncle tidak merasa pernah bertemu, namun jika nama keluarga Abram, Uncle mengenalnya, sebab Uncle memiliki sahabat yang merupakan anak tunggal dari keluarga Abram. " jelas Rio dengan senyum mengembang, ketika mengingat ia memiliki seorang sahabat, yang memiliki nama Abram di belakang namanya.

Mata Fany berbinar mendengar ucapan Rio, ia makin yakin Rio dapat membantunya untuk mencari informasi lebih lanjut, hubungan Eric dengan perempuan yang bernama Ayudia Abram, dan apa hubungan Eric dengan keluarga yang memiliki nama Abram.

"Ada apa Fany? " mata Rio menatap Fany penuh curiga.

"Apa Uncle bisa menyelidiki identitas lengkap keluarga Abram, serta keturunannya? " Fany bertanya dengan hati-hati, menatap Rio dengan wajah memohon, besar harapan Fany, Rio dapat membantunya.

Rio tersenyum tipis, masih sambil terus memberikan tatapan curiga pada Fany, Rio sejenak menghela nafas, lalu menghembuskannya pelan. "Baiklah, Uncle akan menyelidikinya! " Rio berkata mantap, Fany dapat melihat keseriusan dan kepercayaan diri Rio yang tinggi, dari anggukan kepala semangat Rio.

"Terimakasih Uncle, kalau begitu Fany pamit kembali ke kantor." Fany beranjak dan berpamitan dengan Rio.

"Baiklah, secepatnya akan Uncle beri kabar, kamu hati-hati di jalan, maaf Uncle tidak dapat mengantarmu keluar." Rio mencium lagi pucuk kepala Fany, dan melepaskan Fany yang kembali ke kantor Gabriel Piala Media.

"Akhirnya, aku akan dapat kembali bekerja dengan fokus! " Fany berteriak semangat di dalam mobil, dengan mengemudikan mobil bersemangat menuju kembali ke kantor perusahaan Gabriel Piala Media.

...~To be continue......

...Up tipis-tipis ya, biar nggak begitu berat bacanya, dan kalian nggak bosen baca tulisan segitu banyaknya....

...Besok libur Up dulu....

1
🍒WINA🍒
Bagus eric memberitahukan kpd pemilik kost menolong seorang gadis dijln....
Yati Suryati
ceritanya tersusun menarik
🍒WINA🍒
eric menolong gadis dibawa kekostnya...
🍒WINA🍒
mampir thor kayaknya bagus cerita ini.......tetep semangaf kak
arfan
up bos
Benediktus Grendys Sukresna
Semangat membaca!
vall
mampir ya kakak ... :)
Penelop3
semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!