Hari harusnya menjadi hari bahagia tiba-tiba berubah menjadi hari duka. Pernikahan yang sudah berada di depan mata harus terkubur untuk selama-lamanya.
Tepat di hari pernikahannya Yudha mengalami sebuah kecelakaan dan tidak bisa terselamatkan. Namun, sebelum Yudha menghembuskan nafas terakhirnya dia berpesan kepada Huda, sang adik untuk menggantikan dirinya menikahi calon istrinya.
Huda yang terkenal playboy tidak bisa berbuat apa-apa. Dengan berat hati dia pun menyanggupi permintaan terakhir sang kakak. Mampukah Huda menjadi pengganti kakaknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teh ijo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menikahi Calon Ipar ~ 21
Karena terjebak hujan, Huda harus terlambat pulang ke rumah. Terlebih dia juga baru saja bertemu dengan Starla. Tetapi setidaknya dia sudah merasa lega karena sudah melepaskan salah satu pacarnya.
Helaan napas panjang terdengar begitu kasar saat Huda hendak masuk kedalam rumah. Mendadak terbesit dalam benaknya dia bukanlah orang baik untuk istrinya. Bagaimana jika Husna sampai tau jika dia masih punya pacar lagi yang belum dia putuskan.
"Assalamualaikum." Salam Huda kembali menggema di ruangan, akan tetapi lagi-lagi Huda mendengar jawaban salam dari istrinya.
Langkahnya semakin dipercepat ke kamar untuk memastikan apakah istrinya ada di kamar atau tidak.
"Mbak Husna ... " panggil Huda saat membuka pintu kamarnya.
Huda bernafas lega ketika melihat sosok yang dicarinya saat ini sedang berada di atas tempat tidur. Mungkin karena hujan sehingga Husna untuk menarik selimutnya.
"Gue pikir diculik bu RT lagi."
Karena sang istri sedang tidur, Huda langsung ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya tapi lebih karena tubuhnya sudah basah akibat air yang disiramkan oleh Starla dan juga sisa air hujan yang dia terjang.
Samar-samar Husna mendengar langkah kaki yang berjalan mendekat. Perlahan Husna langsung membuka mata dengan pelan. Dan saat menoleh ke samping mata Huda langsung melotot dengan lebar.
"Astaghfirullahaladzim ... Huda!" pekik Husna yang langsung menutupi kedua matanya dengan telapak tangan.
"Apa sih, Mbak!" Huda terlihat santai dengan handuk yang melilit di pinggang tanpa baju.
"Kamu ngapain gak pakai baju?"
"Lha ini baru dicari, Mbak."
Meskipun Husna sudah pernah melihat tubuh Huda sebelumnya, tetap saja dia masih merasa malu jika melihat Huda tanpa baju.
"Mbak Husna ngapain sih tutup mata segala Kan kita berdua juga udah sering liat-liatan. Bahkan sering gituan. Masa masih malu sih?" lanjut Huda lagi yang kini sudah memakai baju dan celananya.
Pipi Husna langsung bersemu. Susah payah Husna menelan kasar salivanya dengan degup jantung yang semakin berdebar.
"Mbak Husna udah sholat Ashar?" tanya Huda yang kini telah mengambil sajadah untuk digelar.
"Udah."
"Ya udah, aku sholat dulu. Abis sholat kita jalan-jalan ya, Mbak. Bosen di rumah aja. Ya itung-itung mumpung belum punya anak. Besok kalau udah punya anak gak bisa kemana-mana," ujar Huda.
"Tapi masih gerimis, Hud."
"Kan kita jalan-jalannya ke Mall, enggak ke lapangan."
Husna pun mengangguk dengan pelan. "Terserah kamu aja."
***
Disisi lain tiga orang wanita yang baru saja diputuskan oleh Huda sedang duduk dalam satu meja. Mereka bertiga tidak saling mengetahui jika ketiganya adalah mantan Huda yang diputuskan secara bertahap.
Miya, Keisha adalah mahasiswi populer di kampusnya. Sedangkan Starla adalah mahasiswi dari universitas lain. Meskipun tidak berada dalam satu universitas, tetapi tak membuat Hubungan hubungan ketiganya merenggang.
Karena ketiganya sedang patah hati secara bersamaan, mereka pun memutuskan untuk bertemu.
"Nyesel banget gue ketemu buaya kayak dia!" ujar Starla yang masih merasa kesal dengan Huda.
"Aku juga nyesel, ternyata pacarku itu udah punya istri. Sumpah pengen aku giling tuh anak. Mukanya aja yang sok imut, tapi ternyata lakik orang," timpal Keisha.
"Aku sebenarnya juga nyesel sama dia yang terkenal playboy darat, tapi masih aja aku menerima cintanya. Abisnya dia tuh ganteng dan royal. Semua keinginanku dibelikan. Harusnya aku tuh tau konsekuensinya kalau pacaran sama playboy." Miya ikut mengeluarkan unek-unek dalam hatinya.
"Nasib kita kok sama ya, diputusin cowok kita. Terlebih aku sama Keisha tuh sama. Sama-sama pacaran sama lakik orang!" celetuk Starla yang merasa miris dengan nasib percintaan mereka bertiga. Bisa-bisanya satu circle diputuskan hampir secara bersamaan.
"Hah? Serius, Star? Pacar kamu ternyata juga lakik orang. Jangan-jangan pacar kita emang satu orang," tebak Keisha secara asal-asalan.
"Gak mungkin, Kei! Gak mungkin pacar kita satu orang. Emangnya laki-laki di dunia ini cuma dia aja!" Strarla menepis tebakan Keisha.
"Ya bisa aja, Star! Pacar kamu kuliah dimana?" tanya Miya.
"Di kampus kalian."
Keisha dan Miya langsung terkesima dengan pengakuan Starla yang mengatakan jika pacarnya kuliah di kampusnya.
"Serius, Star? Kok kamu gak ada cerita sama kita, sih? Siapa dia? Anak jurusan apa?" tanya Keisha dengan ras penasarannya.
"Gak tau jurusan apa, karena gue nggak sampai tanya ke situ. Kita tuh lagi jadian 2 bulan yang lalu. Jalan aja masih empat kali Terus tadi dia mengajak ketemuan, ternyata cuma ngajak putus. Emang bang*sat tuh anak!" geram Starla yang masih menyimpan rasa kesal lada Huda.
"Astaga ... tragis banget nasib kamu, Star! Gak beda jauh dari aku. Aku baru pacaran tiga bulan, dan doi minta putus gara-gara aku pergokin dia jalan sama istrinya. Asal kalian tau, istrinya tuh udah tante-tante. Masih jauh lebih cantik aku. Emang mata Huda katarak!" umpat Keisha yang mengingat kejadian malam itu.
Mendengar nama Huda disebut oleh Keisha, sontak membuat Miya dan Strala melebarkan bola matanya kearah Kisha.
"Huda?!" ucap dua orang itu secara bersamaan.
...***...
segala sesuatu memang harus dibiasakan kok
kak author beneran nih ditamatin,,,,,,,
astagfiruloh
torrr ini beneran tamat