NovelToon NovelToon
Bodyguard Cool Rasa Pacar

Bodyguard Cool Rasa Pacar

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Teen School/College / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:74.3k
Nilai: 5
Nama Author: Me Akikaze

Cantik paripurna dan terlahir dari keluarga kaya raya. Siapa yang tidak kenal Biru, sang gadis impian banyak kaum adam. Tabiatnya yang agak "berandal" membuat keluarganya pusing menghadapinya. Biru sudah menentukan kekasih hatinya dan siapapun tak bisa menentangnya. Karena perangainya yang kurang tertata, Biru banyak menghadapi banyak masalah di hidupnya. Hingga akhirnya keluarga memutuskan untuk menyewa seorang bodyguard untuk Biru. Awalnya Biru menolak karena dia merasa tidak akan sebebas dulu. Hanya saja akhirnya dia sedikit melunak dan mengajukan syarat, yaitu bodyguardnya tidak boleh tampan karena suatu alasan. Lantas bagaimana pertemuan Biru dengan bodyguard pilihan keluarga? lalu bagaimana kebebasannya setelah mendapatkan bodyguard?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me Akikaze, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makin Oleng

“Kamu kerja buat saya, jadi tolong kita hargai kontrak kita, Biru adik saya, tapi saya mempekerjakanmu karena saya menyayangi dia, jadi tolong mari kita bekerja sama dengan baik,” kalimat itu masih terngiang di telinga dan ingatan Dipa dengan baik. Setelah dia membalut lukanya, dia segera masuk ke dalam untuk memantau keberadaan Biru. Memastikan jika sepanjang pesta gadis itu akan baik-baik saja.

“Undangannya mana,?” tanya seorang security saat Dipa hendak masuk ke dalam.

Dipa mengambil sesuatu dari dalam sakunya, rupanya Kawa sudah mempersiapkan semuanya, bahkan kartu khusus yang menyatakan dia adalah bagian dari Biru benar-benar ampuh menjadikannya sebagai kartu akses masuk di manapun.

“Oh, silahkan,” ujar security tersebut.

“Ini rahasia,” gumamnya pada security tersebut, tangan Dipa menepuk bahu security yang nampak tunduk padanya.

Dipa bergabung dengan banyak tamu yang lain, tidak akan kentara jika dia adalah orang asing di sana. Dipa mencari-cari di mana Biru berada.

“Lo berani nggak,?” tanya seorang laki-laki pada seorang yang dia kenal, wajahnya tak asing. Dia adalah Mario yang sedang ngobrol dengan laki-laki itu.

Dipa mengambil minuman yang disodorkan oleh pelayan, lalu mencari tempat duduk yang dekat dengan Mario tanpa Mario harus mengenalinya.

“Lo berani nggak,?” ujar laki-laki itu lagi pada Mario. “Nih gue kasih,”

Mata Dipa langsung menangkap sebuah bingkisan kecil yang diserahkan oleh Sean kepada Mario.

“Percuma kan pacaran mulu tapi nggak dapat apa-apa,” tantangnya sambil tergelak, nampak wajah Mario yang seolah merasa diremehkan oleh Sean. Dia menerima bingkisan tersebut. Terbesit ide, dia mengambil dua gelas minuman, satunya lagi dia bubuhi bubuk yang diberikan oleh Sean. Sean nampak tersenyum puas.

“Nahhh gitu donk, noh kamar banyak yang kosong, khusus buat elo,” teriaknya, Mario bergegas meninggalkan Sean tanpa berkata satu kata pun. Dipa meletakkan gelas minumannya di sebuah meja, lalu berjalan membuntuti Mario di tengah kerumunan manusia yang sedang asyik ngobrol, ada yang mengikuti alunan dentuman musik.

Dipa memperhatikan dari jarak aman, Mario mendekati Biru yang sedang duduk, nampaknya gadis itu memang menunggu kehadiran Mario, wajahnya nampak senang saat melihat Mario tiba.

Mario menyerahkan minuman itu untuk Biru. Mario yang menyadari ini akan menjadi musibah, segera mendekat dan dengan akalnya dia menabrak Biru hingga gelas tersebut terjatuh sebelum Biru meminumnya.

“Heh…brengs*k lo,!” umpat Mario. Biru yang nampak kaget mencoba menenangkan Mario yang marah-marah.

“Sudah beb sudah…nggak apa-apa, itu masih banyak minuman yang lain kok,” Biru mengusap dada Mario dan mencoba menahan Mario yang hampir saja memukul Dipa. Biru pun kaget setengah mati saat tahu jika Dipa ikut masuk ke area party. Benar-benar, dia akan menegurnya setelah ini.

Biru mengajak Mario ke tempat yang lain sambil menunggu party benar-benar dimulai, sedangkan Dipa tidak keluar begitu saja. Dia akan masih terus mengawasi Biru tanpa harus terlihat mencurigakan.

Biru pun celingukan mencari Dipa, setelah Mario tenang dia bergegas pergi ke toilet. Biru mengambil ponselnya yang dia letakkan di saku celana pendeknya. Mencari nomor Dipa, dia benar-benar tidak sabar untuk memaki laki-laki itu.

“Lo di mana,?” teriak Biru terdengar frustasi saat panggilan itu dijawab oleh Dipa.

“Di sini nona,” jawab Dipa, terdengar suara musik yang keras sebagai latar panggilan , itu menandakan Dipa masih berada di area pesta.

“Lo keluar nggak,? Gue nggak nyaman ada lo di sini,” pekik Biru.

“Maaf nona, saya akan tetap berada di sini, dan saya tidak akan terlihat oleh nona,” gumamnya tegas. Biru menghela nafasnya, Dipa benar-benar keras kepala dan tidak mengindahkan perintahnya. Biru mematikan sambungan teleponnya, lalu berjalan keluar ke toilet sambil menjejakkan kakinya lebih keras ke lantai. Wajahnya

bersungut-sungut.

Pesta pun dimulai, meriah sekali. Biru dan kawan-kawannya sedang berjoget ria mengikuti irama musik DJ yang rancak. Benar-benar menikmati “kebebasannya,”

Sementara itu seperti apa yang dikatakan tadi, Dipa tetap berada di tempat yang tidak terlihat oleh Biru. Dia tetap mengawasi gadis itu agar tidak terjadi apa-apa.

Beberapa gelas minuman cap oleng sudah dia teguk, Biru sudah terlihat agak sempoyongan tapi dia masih sadar. Mario yang sedang berjoget ria di depannya nampak senang.

“Party sampai pagiiii,!” teriak Biru sambil mengangkat kedua tangannya.

Dipa menggelengkan kepalanya, si gadis itu. Banyak memiliki sisi kehidupan yang benar-benar tidak bisa ditebak, kemarin berhati malaikat, kini menjadi badung kembali. Dipa menyesap minumannya dan terus mengawasi keberadaan Biru, inilah waktu genting baginya.

Mario tak hentinya memberikan minuman oleng kepada Biru, Dipa tidak bisa berbuat banyak.

Suasana semakin liar, Bira nampak menggeliatkan tubuhnya mengikuti alunan musik yang menghentak. Sesekali dia tertawa terbahak-bahak dan membisikkan kalimat di telinga Mario. Dipa sudah siaga jika terjadi hal-hal yang membahayakan Biru.

“Lo mau nggak nanti kita stay di sini aja,?” bisik Mario pada Biru.

“Hah,?” tanya Biru.

“Lo di sini aja, nggak usah pulang,” Mario mengerlingkan matanya, dia nampak masih bisa menguasai diri dari pengaruh minuman cap oleng.

“Gue harus pulang beb, nanti nyokap gue nyariin,” Biru masih sadar dan bisa menolaknya.

“Ah lo beb, masa gitu aja nggak berani, sekali doang….kangen kamu beb,” Mario masih saja melancarkan jurusnya.

“Lain waktu beb, soalnya udah janji sama nyokap,” Biru memegang kedua pipi Mario, dia mendekat dan mengec*p bibir Mario.

Dipa mengerjab melihat pemandangan itu, hal yang sangat tabu baginya. Tapi tidak aneh di dunia sekarang ini. Dipa menghela nafas, jika ada kesempatan, dia akan membawa Biru keluar dari tempat ini.

“Gue ke belakang bentar beb,” bisik Mario pada Biru.

Mario meninggalkan Biru sejenak, Biru yang benar-benar menikmati kebebasannya malam ini pun nampak masih berada di tempat tersebut. Mario datang ke arah Lukas dan menanyakan perihal kamar

yang akan digunakan nanti.

“Bereees,” Lukas mengangkat jempolnya. “Berhasil,?” tanya Lukas.

“Boro-boro, ada orang rese di pesta lo,” Mario berdecih.

“Gue? Teman gue? Siapa,?” Lukas mengernyitkan dahi tidak tahu siapa yang dimaksud Mari. Kembali Mario teringat akan ulah orang yang menabrak Biru dan membuat minuman yang sudah dia racik itu tumpah.

“Entahlah, gue juga nggak ingat wajahnya, samar, nggak bisa gue jelasin,” Mari mengibaskan tangan.

“Ya udah, nggak usah lo pikirin, yang penting sekarang Biru lo ajak masuk noh ke kamar khusus, sudah gue pesenin buat lo lo pada buat happy-happy sampai pagi…,” teriak Lukas bahagia.

Biru yang makin menjadi kembali minum, dan akhirnya mabuknya semakin menjadi-jadi. Tubuhnya sudah oleng, bahkan dia yang kesadarannya menipis akhirnya menepi dan duduk di sebuah sofa, kepalanya bersandar karena sudah terlalu berat.

Ada tangan yang merengkuh dirinya, membopongnya dan membawanya berpindah dari tempat ini. Biru pun pasrah tanpa perlawanan.

Please...bantu like ya readers....author akan sangat berterima kasih....

1
Vhee🍃
ada ga sih laki2 modelan kek Dipa gini ? mau satu ya Allah 😭😭😭
Me Akikaze: 😄 hihi mungkin ada kak
total 1 replies
Nur Hidayanto
Luar biasa
Sulaiman Efendy
TERNYATA DIPA KRJA DIPRUSAHAAN SAGA..
Sulaiman Efendy
TRLALU TROBSESI SI AYU..YG MENGKELNYA SI DIPA GK ADA TEGAS2NYA
Sulaiman Efendy
SI DIPA YG GK TEGAS, LO MLH HNCURKN PRASAAN BIRU, LO LBH KEJAM DRI MARIO
Sulaiman Efendy
SKRG DIPA SDH TAU SIAPA INDA..
Sulaiman Efendy
GAK TEGAS BANGET..
Sulaiman Efendy
JGN LO BRJANJI JIKA TK BSA MNEPATI, URUSAN LO SAMA WAHONO BLM KELAR .
Sulaiman Efendy
BERHARAP ADA ADEGAN BAKU HANTAM, MLH GAK ADA.. LEMPEM BANGET CERITANYA
Sulaiman Efendy
LO PECAT SAJA TU RAKA, KLO LO TAU RAKA SDH LECEHKN BIRU, PSTI LO BUNUH TU RAKA
Sulaiman Efendy
KLO SPRTI INI BARU UTINYA JAHAT .
Sulaiman Efendy
PENASARAN NIH DGN JAWABAN DIPA
Sulaiman Efendy
HRSNYA LO REKAM TU OMONGN RAKA, LO LAPORKN KE PAPA LO
Sulaiman Efendy
SEMOGA DIPA MNOLAK, HIDUP KOQ MAU DIATUR ORG LAIN..
Sulaiman Efendy
CARI MATI SI RAKA BRANI NGATAIN ANAK BOS WANITA SIMPANAN
Sulaiman Efendy
MASIH INGAT LO, KMARIN2 KMN LO GK CARI ANAK2 LOO..
Sulaiman Efendy
KLO LO MASH MAU TERIMA MARIO, LO WANITA TERBAHLUL..
Sulaiman Efendy
PASTI SI MARIO TUH
Sulaiman Efendy
PASTI ADA SI SANDRA/INDA TUH BESOK
Sulaiman Efendy
UTI GK JAHAT, SBAGAI IBU DIA SEDIH LIAT ANAK LKI2NYA YG DIRONGRONG ISTRINYA UNTUK KERJA JDI TKW.. KRN SANDRA SI ARHAN JDI MMFORSIR KERJANYA..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!