NovelToon NovelToon
Road To Jogja

Road To Jogja

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:170.7k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Biantara Imam Wijaya, seorang ketua genk motor The Moge yang melakukan perjalanan menuju kota Yogyakarta untuk mencari Fahri, bendahara keuangan The Moge yang membawa kabur uang senilai ratusan juta rupiah.

Dalam perjalanannya menuju mencari Fahri, ia di pertemukan dengan seorang gadis cantik yang bernama Annisa, yang merupakan seorang guru ngaji di kampungnya. Mampukah Bian menaklukan hati Annisa? dan mampukah Bian menemukan Fahri?

Cerita selengkapnya ada di Ride to Jogja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

Minggu pagi, selepas shalat subuh Bian sudah sibuk di dapur. Sesuai saran Widya, ia membuatkan soto special untuk Annisa lengkap dengan tempe, tahu, dan telur bacem, tidak lupa ia pun membuat tempe mendoan.

Tak hanya membuatkan makanan berat, Bian pun membuatkan puding coklat yang di hiasi oleh Strawberry Jepang di atasnya. "Wihhh keliatannya enak tuh pak," entah untuk keberapa kalinya Widya selalu datang mengagetkan Bian.

"Enak dong, buatanku pasti enak," jawab Bian dengan kesal karena Widya sudah mengagetkannya. "Tapi tidak ada untukmu," ucap Bian seolah ia tahu isi kepala wanita itu.

"Diih pelit banget sih jadi orang."

"Yang ada cuma sisa kuah soto di panci, kalau mau kau habis kan saja, sekalian kau cuci pancinya." Bian tertawa sembari menata semua makanan yang ia buat ke dalam tote bag besar.

"Enak saja," gerutu Widya. "Harusnya aku di beri makanan enak, karena pak Bian sudah mengganggu minggu pagiku."

Kalau bukan karena Bian menyuruhnya membelikan selimut dan buket bunga mawar untuk Annisa, Widya tentu saat ini masih berbaring di ranjang kostannya yang nyaman.

"Makananmu ada di meja makan, kau makanlah aku mau berangkat. Helikopterku sudah siap kan?" Bian beraih buket bunga dan paper bag yang di bawakan oleh Widya.

"Sudah, pak. Mang Ujang pun sudah siap menunggu bapak di depan."

"Ya sudah aku pergi keJogja dulu, jangan lupa kau cuci piring sebelum pulang. Asiste rumah tanggaku sedang arisan." Bian melangkah pergi meninggalkan Widya yang tengah mengomel di kediamannya.

"Bos macam apa dia? Asisten rumah tangganya libur, aku yang di suruh mencuci piring," gerutunya, kemudian ia berjalan menghampiri meja makan. Ia terkejut ketika membuka tudung saji, ternyata terdapat banyak makanan. "Wow, ternyata ketua gangster pandai memasak," ia menarik kursi dan duduk dengan tenang. Tanpa malu dan ragu Widya menyantap makanan yang di buat oleh Bian, saking lahapnya sampai-sampai ia kuah soto yang di lahapnya menetes di blazer putihnya. "Yah... Kotor deh bajuku," gumam Widya. Karena melihat kondisi rumah yang sepi, ia pun membuka blazernya, ia menghabiskan sisa makanannya dan kemudian mencuci piring hanya dengan menggunakan blus tanpa tangan, dan celana panjang hitamnya.

Setelah semuanya bersih, ia bergegas keluar dari kediaman Bian. Rasanya tak nyaman mengenakan blus tanpa tangan di rumah orang, ia khawatir tiba-tiba saja security atau sopir Bian masuk dan melihatnya mengenakan pakaian yang terbuka.

Begitu Widya membuka pintu depan, ia justru berpapasan dengan Caroline. Gadis itu melihat Widya dengan tatapan sinis dari ujung kepala ke ujung kaki. "Ooh jadi kamu yang sudah merebut Bian dariku," tuduhnya. "Dasar babu murahan," hardiknya.

Widya terdiam sesaat, ia berpikir sebenarnya lebih baik seperti ini. Caroline menganggapnya sebagai orang yang telah merebut Bian, dari pada Caroline mencari tahu siapa wanita yang sedang di dekati bosnya itu. 'Bisa-bisa, ukhi-ukhti itu di serang ulat keket,' batin Widya.

"Oh iya dong, aku memang cantik dan menggoda," ucap Widya dengan penuh percaya diri sembari menyingkirkan Caroline dari hadapannya.

Caroline yang tak terima dengan ucapan dan perbuatan Widya, menarik rambutnya dari belakang. "Babu tidak tahu diri," teriaknya.

"Lepaskan!" Widya berusaha melepakan tangan Caroline dari rambutnya, setelah itu ia mendorong wanita itu hingga hampir saja terjungkal ke belakang. Widya yang takut di serang oleh amukan Caroline langsung berlari, masuk ke mobilnya.

Caroline mengejar Widya, "Keluar kau babu sialan!!" ia memukul-mukul kaca pintu mobil Widya, namun Widya tak menghiraukannya, ia malah menginjak gas dan melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi meninggalkan Caroline yang semakin berteriak dengan kencang. "Dasar ulat keket, beraninya menjambak rambut indahku," gerutunya.

...****************....

Sementara itu di tempat berbeda, Bian mendaratkan helikopternya di rooftop rumah sakit, ia beruntung Annisa di rawat di rumah sakit yang memiliki landasan helikopter, sehingga ia tak perlu melakukan perjalanan darat.

Setelah mematikan mesin helikopternya, Bian turun dari rooftop dan bergegas menuju ruang rawat inap Annisa. Sebetulnya Bian ingin datang hari sabtu kemarin, namun ia harus menemani ayahnya melakukan pemeriksaan lanjutan untuk organ dalam yang sudah terserang virus HIV, sehingga Bian terpaksa menunda keberangkatannya ke Jogja.

Jantung Bian berdegup kencang ketika ia tiba di depan pintu ruang rawat inap Annisa, ia mengampit buket bunga di ketiaknya yang sudah ia pastikan wangi, kemudian ia mengetuk, lalu membuka pintu. "Assalamualaikum," ucapnya ketika ia melangkah ke dalam.

"Walaikumsalam," jawab Fahri serempak bersamaan dengan keluarganya. Fahri menyambut kedatangan Bian dengan hangat dan menyuruhnya masuk. "Loe repot-repot banget sih, Bi," ucap Fahri ketika Bian memberikan bungkusan yang berisi makanan, kemudian Bian menyapa dan menyalami bu Sekar.

"Apa kabar, bu?"

"Alhamdulillah, ibu sudah lumayan enakan, eh malah gantian Nissa yang kena asam lambung karena susah makan, itu aja dari rumah sakit cuma di makan sesuap." Sekar menunjuk ke arah nampan yang berisi makanan rumah sakit, makanan itu nampak tak tersentuh, satu mangkuk sup masih di bungkus plastik wrap.

Bian beralih mendekat ke arah Nissa, ia menyapa Nissa sembari memberikan buket bunga dan paper bag berisi selimut. Alasan Bian memberikan selimut kepada Annisa, agar selimut itu bisa menghangatkan tubuh Annisa sebelum tubuhnya sendiri-lah yang menghangatkan tubuh Annisa secara langsung, alasan yang sebenarnya merupakan gagasan dari Widya.

"Terima kasih mas Imam." Mata Annisa berbinar-binar melihat Bian berada di dekatnya, ia tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.

"Apa kau mau makan soto? Aku bawakan soto dan mendoan untukmu?" tanya Bian.

Annisa mengangguk.

"Tunggu sebentar ya."

Dengan di bantu Fahri, Bian menghangatkan soto dan yang lainnya di Microwave sementara untuk puding ia taruh dikulkas.

"Loe beli di mana ni soto?" tanya Fahri ketika ia mencicipi soto yang baru saja ia panaskan.

"Gue bikin, tadi subuh," jawab Bian.

Fahri tercengang, ia sama sekali tak percaya jika Bian bisa membuat soto seenak itu. "Ah, bohong aja loe!"

"Kalau tidak percaya tanya aja Nissa."

Fahri berbalik ke arah adiknya, dan Annisa mengangguk. "Mas Imam pernah membantuku saat berjualan soto," ucap Annisa.

"Tuh denger sendirikan?!"

Bian membawa nampan berisi semangkuk nasi, soto dan lauk pauk ke arah Annisa, sembari menawarkan Sekar mencicipi masakannya. Sebetulnya Bian ingin sekali menyuapi Annisa, namun Fahri terus mengawasinya dengan ketat, sehingga Bian membiarkan Annisa makan sendiri.

"Bagaimana? Enak tidak?"

Annisa tersenyum sumringah sembari menganggukan kepalanya. "Lebih dari enak," jawabnya.

Saat itu juga hati Bian bagai melayang ke langit ke tujuh, mendapatkan pujian dari wanita pujaan hatinya. "Mau puding coklat? Aku juga membuatkan puding coklat untukmu." Ia beranjak dari tempat duduknya, untuk mengambil puding di kulkas.

Bian kembali mendapatkan pujian dari Annisa ketika Annisa mencicipi puding buatannya. "Strawberry putih ini manis sekali, aku belum pernah melihat dan mencicipinya."

"Ini Strawberry Jepang. Kalau kamu suka, di kulkas masih banyak, aku membawakannya untukmu," ucap Bian sembari memberikan obat yang jarus Annisa minum.

1
erna erfiana
bagus, recommended buat dibaca
Land19
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Sativa Kyu
👍👍👍
Ai Maswah
Luar biasa
Suyatno Galih
selamat nyut2an bian,
Suyatno Galih
pusing2 km bian lelet amat nginfo ke bini keduluan di labrak mantan, mumet2 bini lu purik
Suyatno Galih
kebumen hadir via palembang
Land19
kok udahan aja sih .
kirain ada kelanjutannya lagi
padahal masih seru ,
pengin tau anak²nya setelah pada dewasa tuh gimana .
tapi best banget , happy ending.
sukses selalu kak author nya
Land19
di bayar 1jt eh digantinya malah mobil , .haduh... makasih loh Widya udah bikin hubungan bi sama an baikan
Land19
rasanya pengin jotos tuh si Fahri berasa jadi orang / Kaka udah baik aja .
haduh.
Land19
najong banget kalo ngomong .
250jt dibilang uang receh
haduh...
receh tuh yg koin² itu Bambang itu mah kertas semua
Nia Budiman
di jogja ngak ada angkot, adanya transjogja
bunda DF 💞
sukaa,, ceritanya ringan,, mantaap
AwanMendung26: Terima kasih bunda. 🌻
total 6 replies
bunda DF 💞
purwakarta,, kampung halaman akuuu
yuni kazandozi
novel yang banyak menceritakan hal hal yang positif,dari kisah bian dan anisa kita bisa ambil hikmahnya yang baik
AwanMendung26: Halo, kak. Jika berkenan mampir di cerita aku juga, yuk! Judulnya Jodoh Untuk Syakayla. 🌻

Terima kasih. 🌻
total 1 replies
yuni kazandozi
laaah sudah tamat az inih
🏡s⃝ᴿ 𝓡⃟⎼ᴠɪᴘDᵉᵉKᵝ⃟ᴸ ¢ᖱ'D⃤
cerita yang sangat menarik, penuh makna, tidak terlalu banyak intrik, dengan bahasa yang sangat mudah dipahami dan enak dibaca...
Banyak pesan juga dari novel ini...👍👍
Terimakasih Ka Irma untuk karyanya...semngat terus untuk karya selanjutnya...
🏡s⃝ᴿ 𝓡⃟⎼ᴠɪᴘDᵉᵉKᵝ⃟ᴸ ¢ᖱ'D⃤
wihhh..dalam 5 tahun udah 3 anak aja i i🤭🤭🤭
🏡s⃝ᴿ 𝓡⃟⎼ᴠɪᴘDᵉᵉKᵝ⃟ᴸ ¢ᖱ'D⃤
wahh..anaknya Bian, pintar hapalannya juga 👍
🏡s⃝ᴿ 𝓡⃟⎼ᴠɪᴘDᵉᵉKᵝ⃟ᴸ ¢ᖱ'D⃤
waahh Mama Claire pasti cantik banget ini..awet muda lagi..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!