NovelToon NovelToon
Dalam Derasnya Hujan

Dalam Derasnya Hujan

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Duda / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:101.4k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Gemintang Dahayu mampu bertahan menghadapi gosip. Ia mampu bertahan menghadapi kematian suaminya, Guntur Rimba Buana, orang paling kaya di daerahnya yang Tiga Puluh tahun lebih tua darinya. Tapi ia takut dan tidak akan sanggup menghadapi Raden Matahari Terbit Buana, putra suaminya.

Bertahun-tahun sebelum ia menikah, ketika ia dan Raden masih remaja dalam derai hujan pria itu memperkenalkan Gemintang pada cinta pertama yang menggetarkan. Lalu pria itu pergi, membuat hatinya hancur.

Tapi sekarang Raden kembali…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

Milk shake cokelat. Jelas, itu tawaran persahabatan sebagai tanda berdamai. Sepanjang sore Gemintang berada di pabrik, ia bilang akan menyelesaikan urusan administrasi, tetapi ternyata Gemintang lebih banyak berlutut di samping Raden dan menanyakan apa yang bisa ia lakukan untuk membantunya, atau apakah ada yang bisa diambilkannya. Bak seorang perawat yang membantu dokter bedah, Gemintang segera memberikan perkakas kepada Raden tiap kali Raden menjulurkan tangan.

Mereka mengobrol tentang hal-hal yang tidak penting, mereka bicara soal keluarga.

“Kau melihat Laura hari ini?” tanya Gemintang.

“Tidak. Kau lihat?”

“Tidak. Kemarin ia kelihatan agak pusing sekali. Aku takut gara-gara ia tahu keadaan daddynya yang memburuk.”

“Mungkin. Tetapi bisa saja karena Adit."

“Mengapa kau bilang begitu?”

“Tolong berikan obeng itu lagi.”

“Yang gagang merah atau kuning?”

“Merah. Karena pagi tadi, ketika Adit mengeluarkan kuda untukku, Adit kelihatan pendiam sekali.”

“Mungkin karena kau mengintimidasinya.”

“Aku tidak melakukan apa-apa, aku hanya berkuda,” ucap Raden, Gemintang tidak memberi komentar.

Lantai pabrik sangat berdebu, Gemintang duduk di bangku dekat Raden. Meskipun kepala Raden ada di kolong mesin, meskipun tidak langsung melihat wajah Gemintang, ia tetap menyadari keberadaan Gemintang. Aroma tubuh Gemintang seperti memenuhi seluruh ruangan.

Di balik pakaiannya, butir-butir keringat mengucur deras dari tubuh Raden, namun ketika tangannya bersentuhan dengan tangan Gemintang, rasanya sejuk, ingin sekali Raden menempelkan tangannya ke wajah Gemintang.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Dalam perjalanan pulang, Gemintang banyak bicara dan lagi-lagi membicarakan hal yang tidak penting. Ketika mereka hampir tiba di pintu gerbang, Gemintang menoleh ke arah Raden dan berkata, “Silakan mandi berlama-lama. Aku akan minta Heny menunda makan malam supaya kau sempat menyegarkan badan dan beristirahat sejenak. Kusiapkan minuman untukmu. Kau mau minum apa?”

Yang diinginkannya dari Gemintang saat itu adalah penjelasan mengapa mendadak ia bersikap ramah padanya? Apakah Guntur memintanya melakukan hal itu? Atau ini memang idenya? Mengapa tiba-tiba Gemintang bersikap seperti ibu tiri yang berusaha mengambil hati anak tirinya?

Hmmm, apa pun siasatnya, ia tidak akan berhasil, batin Raden sambil melangkah ke kamarnya. Ia tidak akan pernah menganggap Gemintang sebagai ibu tirinya. Apa Gemintang tak ingat kedekatannya dulu? padahal kedekatannya dulu dengan Gemintang membuat jantungnya berdebar-debar.

Raden memaki dirinya. Dua belas tahun setelah kedekatannya dengan Gemintang, Raden masih saja memiliki perasaan yang sama. Hei, Raden, laki‐laki yang patah hati. Laki-laki yang tidak pernah pusing menghadapi perempuan, namun merasakan gelauan teramat dalam ketika melepas Gemintang.

Saat tidak bersama Gemintang, ia ingin waktu cepat berputar agar ia bisa segera bersamanya, namun saat bersama Gemintang, saat yang sangat dinikmatinya setiap detiknya, ia berharap waktu tidak cepat berlalu agar ia tidak berpisah darinya.

Raden frustrasi karena tidak bisa mengajak Gemintang pergi, karena saat itu Gemintang masih di bawah umur, ia tak mau terlibat masalah hukum atas tuduhan penculikan. Sepanjang waktu Raden merindukan Gemintang, ia mengalami perdebatan batin yang hebat, namun ia tidak bisa memiliki perempuan itu.

Di setiap Raden menunggu Gemintang di pinggir hutan, Raden merasa cemas kalau-kalau Gemintang tidak muncul. Kecemasannya tidak hilang, sampai ia melihat Gemintang berdiri di antara pepohonan yang bermandikan cahaya matahari.

Namun suatu hari, di hari terakhir pertemuannya dengan Gemintang kala itu, matahari tidak bersinar. Hari itu turun hujan…

Flashback on

Hari itu, bahkan lebih dari hari-hari sebelumnya, ia sangat ingin berjumpa dengan Gemintang. Ia dan ayahnya bertengkar hebat pagi harinya. Guntur mengubah peraturan sistem pembelian yang ada di pabriknya. Meski tak melanggar hukum, Raden kurang setuju dengan rencana ayahnya, ia pun mencoba membari masukan kepada ayahnya, namun Guntur marah sekali.

"Berani-beraninya anak yang masih ingusan, yang tak punya pengalaman bekerja, memberi nasihat bagaimana ia harus menjalankan bisnis dan mengatur hidupnya?"

Raden muak melihat apa yang terjadi, tetapi ia tidak punya kekuataan untuk menentangnya. Ia merasa harus mencurahkan pertengkaran dengan ayahnya kepada Gemintang.

Gemintang sudah menunggunya di sana, duduk di bawah pohon sambil melipat kaki. Wajahnya terangkat ketika melihat Raden bergegas mendekatinya. Tanpa sepatah kata pun Raden berlutut di hadapan Gemintang, memegang kedua pipinya lalu mencium bibirnya. Lidahnya dijulurkan masuk ke dalam mulut Gemintang, menyesapi rasa manis lidah Gemintang, yang sangat berbeda dari kepahitan yang baru dialaminya bersama ayahnya. Ciuman Gemintang selalu melayang jauh dari kesedihan yang menyelimuti rumahnya yang cantik.

Ketika pada akhirnya ia melepaskan bibir Gemintang, ia bergumam, " Betapa senangnya bisa bertemu denganmu.” Kemudian kembali ia mendaratkan bibirnya di bibir Gemintang. Perlahan-lahan, tanpa basa-basi, ia merebahkan Gemintang ke tanah, di atas rumpunan lembut tanaman pakis dan lumut. Tanpa melawan, Gemintang berbaring dan Raden ikut di sampingnya, menyilangkan salah satu pahanya ke tubuh Gemintang.

Raden mengangkat kepala dan memandangi Gemintang. Mata Gemintang memancarkan keteduhan di balik bulu matanya. Bibirnya basah dan memesona, rambutnya dibiarkan tergerai di belakang kepalanya seperti untaian benang sutra yang terhampar di padang hijau. Angin yang bertiup menerpa pipinya dengan lembut.

“Kau cantik sekali,” bisik Raden. Ia membungkuk dan mencium kelopak mata Gemintang.

“Kau juga tampan.”

Raden menggeleng, menyangkal. “Aku bajingan egois. Kau pikir aku ini siapa, datang menemuimu seperti ini, menciumimu, merasa yakin kau bersedia dicium, bahkan tanpa berbasa-basi lebih dulu." Raden meletakkan kepalanya di lekukan bahu Gemintang. Gemintang meletakkan tangannya pada leher Raden. “Aku dan Daddy bertengkar hebat pagi tadi.”

“Coba ceritakan keadaannya padaku.”

“Ia menikah dengan mommy untuk mendapatkan nama baik dan uang mommy. Ia tidak mencintai mommy dan mommy tahu hal itu. Daddyku orang yang harus disalahkan atas ketidakbahagiaan mommy selama hidupnya dan menyebabkan mommy mati muda. Maksudku, mommy meninggal karena sakit hati. Dan daddy tidak menyukai aku karena aku tahu perbuatannya dan ia tidak tahan melihat sikapku. Banyak orang yang berhasil dibodohinya, tetapi ia tidak bisa menipu putranya sendiri dan itulah yang menyulut kemarahannya.”

Jari‐jari Gemintang yang menenangkan itu terus mengelus rambut Raden. “Mungkin kau terlalu menghakiminya. Bagaimanapun dia manusia biasa, Raden, bukan dewa. Ia juga bisa berbuat kekeliruan. Apa orang tua harus tanpa cela?”

Gemintang mengelus bibir Raden dengan ujung jarinya. “Aku sedih mendengar hubunganmu dengan ayahmu tidak harmonis. Seburuk apa pun ayahku, aku tetap menyayanginya. Alasannya adalah karena dia ayahku, aku tak mungkin ada di dunia ini tanpanya.”

Gemintang tersenyum ceria pada Raden. “Bersabarlah, Raden. Bertahun-tahun ayahmu hidup dengan cara begitu. Tidak mudah menerima perubahan.” Mata Gemintang berkaca-kaca. “Tapi aku kagum kau berani mempertahankan prinsipmu, meski sikapmu menyulut kemarahan ayahmu.”

1
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Kok Guntur bgitu yaa..
falea sezi
guntur emang gendeng anak gk di bagi warisan hadehh bapak setan
falea sezi
ne aki aki uda mati masih aja nyusain
falea sezi
ini aku aki g mau ngalah sama anak pdhl. uda mau modarrr
Ersa
jackpot
Ersa
Luar biasa
Ersa
jgn2 Guntur tidak pernah menikahi Gemintang & juga tdk pernah menyentuh Gemintang 🤔
Ersa
mungkinkah Guntur menikahi Gemintang untuk melindungu raden atau Gemintang sendiri?🤔
Evelyne
ini yang selalu gw suka dari Irma... selalu keren kalo bikin cerita dengan alur cerita yang jelas...walau kadang ada alur balik nya...tapi itu tetap jelas agar terbuka latar belakang cerita ini... konflik nya gak di bikin ribet tapi tetap bikin penasaran...ok gw makin suka...👍
Irma: Terima kasih, aku rekomendasiin untuk baca yang Enough sampai selesai karena menurutku ceritanya lebih bagus.😊
total 1 replies
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Wahhh Rendy juga ternyata menaruh hati pada Gemintang😊
Onie Lestary
happy ending ❤
bunda DF 💞
bagus
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
lakukanlah raden karena raden junior ada disana
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
bener gemintang hamil nih
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
mungkinkah akan tumbuh raden junior
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
akhir yang manis untuk Ragem so sweet dah kalian😘😘😘😘
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
uwuuuu manisss sekali semoga bahagia selalu ya 😘😘
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
yuhuuu bener kan akhirnya ragem junior hadir anaknya kira2 dikasih nama siapa ya😄RAGEM aja kali ya 🏃🏃🏃
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ: nah pas kan
kan buat nya bersama2😄
total 2 replies
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
nahloh gemi hamil nih kayaknya kok elus2 perut🙊
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Raden pergi tanpa menyelesaikan masalahnya terlebih dahulu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!