NovelToon NovelToon
Dear Sang Mantan

Dear Sang Mantan

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Selingkuh / Tamat
Popularitas:108.5k
Nilai: 5
Nama Author: Zandzana

Hidupku yang semula tenang dan damai dengan keluarga kecilku tiba-tiba berubah ketika aku bertemu dengan cinta pertamaku

Benar kata orang cinta pertama tak bisa dilupakan, dan cinta pertama bisa jadi bukan pacar pertama

Tapi ini adalah cinta pertama sekaligus pacar pertamaku. Kehadirannya dalam diriku kembali yang tak disangka-sangka mampu membuat duniaku jungkir balik 360 derajat

Semua cinta dan khayalan kami dulu serasa bermunculan kembali dan aku makin sulit bergerak dalam lingkaran perasaan yang tak bisa aku hindari

Tuhan.... tolong aku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zandzana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan Ayahnya Mirna

Kembali aku masuk dan duduk di dekat bu kades. Ada banyak pria yang sudah dewasa dan berumur yang masuk bersama ayahnya Mirna

Aku melirik kearah Mario yang duduk bersebalahan kursi denganku, wajah Mario tampak serius yang membuatku yakin jika kedatangan para lelaki kerumah pak kades ini tentulah bukan hanya sekedar bertamu biasa

Kemudian pak kades menanyakan maksud dan tujuan rombongan para lelaki itu kerumahnya, lalu perwakilan dari rombongan tersebut bersuara yang akhirnya harus membuatku menarik nafas panjang

"Bagaimana bu, apakah ada yang ingin ibu sampaikan?"

Kembali aku menarik nafas panjang

"Kalau boleh jujur pak kades, tidak ada istri yang mau membagi suaminya dengan perempuan lain, begitupun dengan saya, saya tidak ikhlas membagi mas Arif dengan selingkuhannya"

Mulailah ruang tamu rumah pak kades ramai dengan suara kasak kusuk, dan kembali bu kades mengelus punggungku

"Terus bagaimana dengan anak saya bu, tidak akan ada lagi lelaki yang mau menikahinya?"

Aku hanya menatap kosong pada ayahnya Mirna

"Kan bapak sudah tahu jika mas Arif beristri, terus kenapa malah bapak sebagai orang tuanya tidak menasehati anak bapak untuk menjauhi suami saya?"

Pria paruh baya itu diam dan menunduk

"Bukankah pertama kali kita ketemu di kebun bapak mas Arif sudah bilang jika saya istrinya, itu artinya mas Arif sudah berkeluarga, harusnya saat itu bapak melarang anak bapak untuk menggoda suami saya"

Para lelaki yang tadi kasak-kusuk begitu mendengar penjelasanku terdiam

"Jadi bapak sebenarnya sudah tahu jika pak Arif ada istri?" tanya mereka

Ayahnya Mirna diam dan aku tersenyum sinis

"Bahkan saat itu kami bertemu dengan bapak, saya membawa kedua anak saya" tambahku lagi

"Jadi jika bapak menganggap mas Arif menjebak atau membohongi kalian itu semua salah, karena sebenarnya baik ayahnya maupun Mirna sudah tahu jika mas Arif sudah berkeluarga, sudaj punya anak dan istri"

Ayahnya Mirna makin menunduk dalam

"Terus bagaimana ini?, tidak mungkin mereka tidak kita nikahkan?, orang satu desa sudah tahu semua kejadian semalam bahkan seluruh dunia juga sudah tahu karena sudah menyebar di sosial media"

"Kalau itu kalian bicarakan dengan mas Arif, kan yang merusak Mirna mas Arif" jawabku santai

"Jika nanti pak Arif tidak mau menikahi anak saya bagaimana bu?" suara ayahnya Mirna melemah

"Itu bukan urusan saya pak, urusan saya sudah selesai. Saya telah melaporkan mereka berdua dengan pasal perzinahan dan saya yakin mereka berdua akan dihukum"

Kembali terdengar suara kasak kusuk setelah aku mengatakan kalimat tersebut

"Saya rasa tidak ada lagi yang perlu saya jelaskan disini, semuanya sudah cukup jelas" tambahku

"Tolong bu, kami orang biasa, orang susah, kami tidak mengerti apa-apa, tolonglah bu jangan penjarakan anak saya"

Aku bergeming menatap kearah ayahnya Mirna yang sekarang wajahnya memucat dan tampak sekali kesedihan di wajah itu

"Saya hanya mengikuti prosedur pak, untuk dipenjara atau tidak itu bukan kuasa saya, sudah ada pasal dan aturan yang mengaturnya, tugas saya hanya melaporkan tindakan salah mereka berdua"

"Tapi bu, tidakkah ibu kasihan dengan kami, tolonglah bu. Mirna juga korban disini"

Aku tersenyum getir

"Justru yang korban sebenarnya disini adalah saya pak. Anak bapak bukan korban, tapi doyan. Jika dia korban, pasti dia sudah berteriak minta tolong atau dia melapor dengan pemerintah setempat jika dia sudah dilecehkan dengan mas Arif"

"Tapi dia sama sekali tidak melapor, bahkan kepada anda orang tuanya, malah semalam ketika ditanyai oleh polisi anak bapak mengaku, jika hampir setiap malam dia mendatangi rumah dinas mas Arif dan mereka melakukan hubungan terlarang itu, apa itu yang namanya korban?"

"Berdoalah pak semoga mas Arif mau menikahi Mirna" lanjutku

Ayahnya Mirna mengusap wajahnya berkali-kali mendengar jawaban santai ku sedangkan para bapak-bapak yang lain menggeleng-gelengkan kepala mereka

"Ini sudah terlalu siang, saya harus kembali ke rumah, dan saya mohon maaf bapak semua jika saya tidak bisa membantu Mirna, tapi saya harap bapak semua memahami perasaan saya"

Setelah berkata seperti itu aku berdiri lalu mendekap kembali bu kades yang juga telah berdiri di sebelahku. Bersama Mario aku melangkah keluar dari dalam rumah pak kades dan dengan diiringi tatapan mata mereka kami masuk kedalam mobil

Bu kades melambaikan tangannya ketika aku menganggukkan kepalaku kearah mereka semua yang sekarang berdiri di teras

Lalu setelah mobil menjauh aku segera merebahkan kepalaku kesandaran kursi dan mengerjap-ngerjapkan mataku, menahan air mata yang siap tumpah

Tangan Mario terulur kearah kepalaku, lalu dia mengusap-usap kepalaku dengan lembut

"Menangis saja kalau mau menangis"

Aku tak menggubris ucapannya, aku masih menatap lurus ke depan dengan menggigit kuat bibirku menahan air mata yang telah siap tumpah

Hampir dua jam kami perjalanan, di sebuah jalan yang agak jelek dan berlubang aku melihat mobil mertuaku yang berlawanan arah dengan mobil Mario

"Itu mobil mertuaku" tunjukku kearah depan

"Mau berhenti tidak?" tanya Mario sambil menoleh ke arahku

"Tidak usah"

Mario hanya mengangkat bahunya lalu ketika mobil kami saling berpapasan aku hanya menoleh sekilas

Karena kaca mobilnya gelap jadi aku tidak melihat siapa saja yang ada di dalam mobil tersebut, tapi mau siapa saja yang ada di dalam sana bukanlah urusanku, karena aku tidak mau lagi berurusan dengan keluarga mas Arif

Cukuplah kemarin mereka memintaku untuk bersabar, memintaku untuk memaafkan kekhilafan mas Arif, tapi tidak untuk kali ini, kali ini tidak ada kata maaf untuk mas Arif, pengkhianatannya benar-benar nyata kulihat dengan mata kepalaku, dan itu sulit untuk aku memaafkannya

Tiba di kota Mario membelokkan mobilnya kesebuah rumah makan yang ada di kota kecil ini

"Kita butuh makan untuk menghadapi kenyataan" ucapnya sambil melepas safe belt di pinggangku

Aku berusaha tersenyum mendengar ucapan Mario. Lalu secara bersama-sama kami turun dari mobil dan berjalan menuju warung makan tersebut

Aku langsung memilih lauk yang menggugah seleraku ketika memesan makanan begitupun dengan Mario. Cukup lama kami duduk di warung tersebut, sekalian istirahat karena perjalanan kami masih sangat panjang

Empat jam berikutnya, mobil Mario berhenti di halaman rumahku, saat itu hari sudah mulai gelap. Mario turun dan mengekor di belakangku, masuk kedalam rumah

Aku langsung menghidupkan lampu lalu menyiapkan cemilan yang tadi aku beli di jalan dan air teh hangat untuk aku suguhkan pada Mario

"Aku tinggal sebentar ya, aku mau mandi" ucapku pada Mario yang menganggukkan kepalanya

Sepeninggal Intan, Mario mengitari rumah luas ini dengan matanya, berkali-kali dia tersenyum melihat jika kehidupan Intan bahagia bersama dengan mas Arif, hal itu tampak dari bangunan rumah yang cukup besar dan cukup mewah tapi ternyata isi di dalamnya tidaklah secantik dan semewah rumahnya, di dalamnya dipenuhi dengan pengkhianatan dan ketidaksetiaan

Aku yang masuk kedalam kamar mandi segera menyiram air ketubuhku lalu dengan cepat keluar dari dalam kamar mandi, berganti baju lalu turun kembali menemui Mario yang sedang berdiri melihat-lihat foto yang tergantung di tembok

"Kok nggak dimakan?" tanyaku sambil berdiri di sebelah Mario

Mario menoleh dan melihatku dari atas sampai bawah

"Kamu kok seksi banget sih Ntan...." gumamnya

Aku memundurkan kepalaku mendengar ucapannya, heran

"Seksi dari mana?, orang aku cuma pakai daster"

Mario tersenyum sambil menarik kecil hidungku

"Tapi bagiku itu sangat seksi, benar-benar menunjukkan sosok seorang istri dan ibu yang bersahaja"

Aku terkekeh lalu mendahului Mario duduk di kursi. Mario segera menyeruput teh nya lalu tak lama kemudian dia berpamitan

Sebelum keluar dari rumah, Mario kembali mengusap lembut kepalaku

"Jangan jadikan beban kejadian berat yang menimpa kamu, justru kamu harus kuat karena ini"

Aku mengangguk dan tersenyum pada Mario

"Terima kasih Mario karena telah rela menjemput dan mengantarku" lirihku sambil memandang dalam matanya

"Apapun akan aku lakukan demi kamu Intan....." jawab Mario dengan pelan yang mampu membuat jiwaku melayang terbang tinggi saking bahagianya aku mendengar ucapannya

1
hellena jsn
intan &Arif 2x 5 jak .sama2 murahan Dan selingkuh...bkn contoh yg baik..marahin suami selingkuh to dri sndri pn selingkuh
Wanti Wanti
ko lama ga up mba author q yg cantik
Zandzana: fokus ke yg satunya dl mbak say. 🙏🙏
total 1 replies
Myra Myra
mintk2 indah hamil ank mario
Myra Myra
nk xnk ko kena tandatangan arif bengong...semua slh MU jgn rasa diri to betul pdhl slh...x mlu kew
Myra Myra
PD muka mirna...Arif x ada urt malu ..
Susi Airin: Gak sabar pingin liat mario dan intan hidup bahagia,
total 1 replies
Irma Damayanti
bagus
Zandzana: trima kasih🙏🙏
total 1 replies
Abel Yasmin
good
Wanti Wanti
sangat menarik
Lee Mba Young
jng Lama Lama update nya
Zandzana: In Shaa Alloh
total 1 replies
Lee Mba Young
pancen intan ae seng gk baik sdh mantan msak boleh nginep Gila ae, kcuali mantan blm nikah mntan ae sdh nikah kok mlh suruh nginep.
Wanti Wanti
iiih gemes sama Arif deh ..........
Lee Mba Young
𝒑𝒖𝒏𝒚𝒂 𝒎𝒂𝒏𝒕𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒚𝒂𝒌 𝒈𝒊𝒕𝒖 𝒎𝒂𝒔𝒊𝒉 𝒅𝒊 𝒌𝒂𝒔𝒊𝒉 𝒉𝒂𝒕𝒊 𝒚𝒂 𝒏𝒈𝒍𝒖𝒏𝒋𝒂𝒌 𝒋𝒅 𝒏𝒚𝒂..
Wanti Wanti: iya ikut gemes Aq bacanya
total 1 replies
Lee Mba Young
𝒌𝒂𝒑𝒐𝒌 𝒌𝒂𝒖 𝒅𝒊 𝒖𝒍𝒕𝒊 𝒎𝒂 𝒂𝒏𝒂𝒌 𝒔𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓𝒊
Lee Mba Young
𝒘𝒆𝒔 𝒕𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂𝒍 𝒏𝒊𝒌𝒂𝒉𝒆
Sugianti Sugianti
bagus
Zandzana: Terima kasih🙏🙏
total 1 replies
Wanti Wanti
semangat up nya mba Thor.......makin penasaran deeh
Wanti Wanti
alkhmdulilah up.....
Wanti Wanti: pokoknya mba author harus tetap semangat yah...sama kaya Aq semangat menunggu up nya mba ku sayang
total 2 replies
Wanti Wanti
ko tumben lama ga up mba author ku
Zandzana: malesnya lagi kumat mbak🙏🙏
total 1 replies
watini
udahlah thoor,ga abis" ulah adik lucknut.gulung aja mereka buang hutan buat pakan harimau....
Wanti Wanti: 😀😀 gulung terus di karungin yaah mba .....
total 2 replies
Wanti Wanti
huhhhh makin seru....... semangat up nya mba Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!