Naima dan Nayara adalah kaka beradik yatim piatu dua bulan yang lalu ayahnya yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di susul ibunya pergi meninggalkan kedua putri cantiknya yang masik kecil harus berjuang sendiri dalam kehidupan getir di dunia ini.
Bi Ira yang merupakan adik kandung ayah Naima dan Nayara dengan tega menjual kedua keponakannya pada mucikari. Mereka yang tidak tahu sudah di jual oleh bibi Ira tanpa rasa curiga ikut dengan Mucikari.
Tanpa mereka sadari jika mereka sedang di giring masuk dalam penderitaan yang akan mencabik jiwa dan raga.
Naima adalah kakak dari Nayara. Naima berusia 14 tahun sedangkan Nayara berusia 7 tahun saat di jual oleh Ira.
Naima di paksa menjadi pelacur, demi melindungi Nayara ia rela mengorbankan dirinya.
Naima menyuruh Nayara untuk melarikan diri dari tempat jahanam itu.
Nayara berhasil pergi namun Ia tidak tahu harus kemana?
Hingga di pertemukan dengan seorang CEO tampan dan baik hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tuan Baik Hati
Flashback On
Abidzar tidak bisa tenang, sejak ia datang untuk makan malam bersama Jihan, tak sekalipun Ia menatap Jihan gadis cantik dan berkelas pilihan Shofia ibu Abdizar untuk di jodohkan dengannya.
" Abi, kapan kembali ke Jakarta?"
Ucap Jihan yang sejak tadi berbicara namun Abi malah asik dengan ponselnya menanti kabar dari Akbar yang mencari keberadaan Nayara.
" Abi... !" Jihan kesal karena Abi tidak menjawabnya.
" Ah, apa ? Barusan kau mengatakan apa?" Jawab Abi dengan tenang
Mendengar ucapan Abi Jihan hanya bisa menghela nafas, sebenarnya hatinya marah ingin rasanya Ia berteriak di wajah Abidzar namun tidak bisa.
" Kapan kau akan kembali Ke Jakarta." Tanya Jihan kembali.
" Aku_"
Belum sempat menjawab dering ponsel terdengar, dengan cepat Abidzar menjawab teleponnya.
📱Halo, Tuan aku sudah menemukannya.
📱Dimana Dia?
📱Jakarta!
Setelah menerima panggilan dari Akbar , Abidzar bersiap untuk pergi.
" Jihan Maaf, aku harus pergi, ada hal penting yang harus aku selesaikan, dan untuk makan malamnya nanti aku ganti dilain waktu. Secepatnya aku akan mengabarimu. Aku pergi."
Abidzar pergi tanpa menunggu jawaban dari Jihan. Membuat Jihan marah , saking kesalnya Jihan melempar gelas mewah hingga pecah membuat para tamu lainnya menatap Jihan.
Abidzar , Aku setia menunggumu mengapa kau tidak pernah melirik ku. Lihat saja kau akan menjadi milikku.
Ucap batin Jihan, Ia membawa tas mahalnya dan berlalu pergi meninggalkan restoran Mewah di KL yang di pesankan oleh Shofia untuk Putranya.
Langkah besar Abidzar membawanya ke ruangan Presdir , Ia langsung duduk di kursi kerjanya dan mendengarkan laporan dari Akbar mengenai gadis yang membuatnya sulit untuk tidur.
" Tuan, Nayara berasal dari Kota S di Indonesia. anda benar Ia datang ke KL ilegal melalui kapal pengiriman barang, Sebagian para TKW ada yang di perkerjakan sebagai Asisten Rumah Tangga, dan ada juga yang diperkerjakan sebagai wanita penghibur salah satunya adalah Nayara Rahman."
Panjang lebar Akbar menjelaskan Informasi yang Ia sudah kantongi pada Abidzar.
" Lalu dimana Ia berada sekarang."
" Seseorang membawanya pergi kembali Ke Jakarta."
" Jakarta? Apa kau yakin."
" Sangat Yakin , ini!"
Akbar menyerahkan beberpa fhoto Nayara yang duduk tidak sadarkan diri dikursi roda, di dorong oleh Mamih Angel dan Dev di bandara KL.
" Akbar siapkan tiket pesawatku sekarang, Aku akan pulang." Abidzar meninggalkan Ruangannya, bersiap pergi Ke Jakarta.
**
Malang sekali Nayara keluar mulut Singa masuk mulut buaya Mamih Angel membawanya terbang menuju Jakarta, Ia akan di jadikan wanita penghibur sama seperti Yang dilakukan Hendrik pada Naima.
Ya Allah , apakah takdirku akan menjadi wanita penghibur, selama ini kakak menjagaku, haruskah aku menyerah...
tolong bantulah aku yang tidak berdaya ini....
Kemana aku harus mengetuk pintu memohoh pertolongan
Selain padaMu
Bantulah Aku...Ya Rabb.
Nayara tidak sadarkan diri setelah di suntikan obat penenang , agar bisa di bawa mamih Angel menaiki pesawat.
Mamih Angel berpura-pura menjadi ibunya yang hendak membawa putrinya pulang Ke Jakarta setelah berobat di Kuala Lumpur.
**
Dua jam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Jakarta, Abidzar sampai pukul 22.00 malam.
Ia langsung segera menuju tempat dimana Nayara Berada, Abidzar meminta anak buah Akbar untuk mengawasi Mamih Angel kemana membawa Nayara pergi.
" Selamat datang Tuan Abidzar!"
Ucap Teguh orang kepercayaan Abidzar. Yang handal dalam ilmu bela diri dan pencari informasi mengenai berbagai hal, sebelum bertemu Abidzar , teguh adalah mantan seorang ketua mafia, sehingga sangat mudah baginya untuk mencari tahu keberadaan Nayara.
" Dimana Gadis itu?"
Tanya Abidzar sambil turun dari mobilnya bersama Akbar.
" Gadis itu ada di dalam, Mamih angel sudah menyebarkan fhotonya , banyak para langganan kelas atas mamih Angel yang menginginkannya." Jawab Teguh pada Abidzar.
" Berapa Dia memasang harga utuknya?"
" Gadis itu dinamai putri Tidur, karena sejak dari Ia datang selalu melawan hingga menyebabkan beberapa pengawal Mamih Angel terluka, untuk itu mamih angel memberinya obat tidur."
Mendengar informasi Teguh, Abidzar mengeraskan rahang dan mengepalkan kedua tangannya, ia tidak menyukai seseorang yang menyakiti perempuan.
" Berapa harga yang Ia ajukan untuk Nayara."
Suara Abdzar terdengar marah. Membuat teguh dan Akbar tidak berani menatap mata elang Abidzar.
" 250 juta!"
" Akbar siapkan uangnya."
" Maksudnya , Anda akan membelinya! Tidak bisa! jika orang-orang tahu mereka akan mudah menjatuhkan posisi Tuan sekarang."
Akbar tidak setuju, dengan ide Abidzar
" Aku memperkerjakan kalian untuk bisa menangani masalah ini! " Abi Kesal dengan pendapat Akbar.
" Maaf Tuan apa yang di katakan Akbar benar, ada banyak pengusaha ternama yang hendak memiliki putri tidur, termasuk Kevin Wiliam." Teguh menyela ucapan Abi Ia mendukung dengan yang di sampaikan Akbar.
Kevin Wiliam merupakan Saingan bisnis Abidzar, Setiap kali mereka berlomba untuk mendapatkan Tender besar.
persaingan itu selalu berhasil Abidzar dapatkan membuat Kevin membenci Abidzar hingga berbagai cara Ia berusaha ingin menjatuhkan nama baik Abidzar namun selalu gagal.
Mendengar penjelasan dari Teguh Abidzar nampak berpikir mengenai cara untuk bisa menolong Nayara tanpa diketahui identitasnya.
" Apa Kevin sudah datang?"
" Belum , Sepertinya masih di jalan."
" Bagus, Teguh Cegah Kevin jangan sampai Ia masuk. Dan kau Akbar siapkan uangnya."
" Tuan apa tidak sebaiknya jika aku saja yang masuk untuk menyelamatkan Gadis itu." Teguh memberikan saran.
" Tidak perlu aku sendiri yang akan masuk dan menyelamatkannya. tugasmu awasi kevin jangan sampai Ia masuk."
Abidzar membuka bagasi mobil Ia mengambil satu tas tangan berisi pakaian.
Melihat atasannya yang keras kepala, akbar dan teguh hanya bisa menurut saja.
Abidzar berganti pakaian di toilet, ia mengenakan pakaian hoodie dan menutup wajahnya dengan masker, menyembunyikan identitasnya.
Flashback end
" Tuan __ baik hati!"
Nayara tidak menyangka bisa berjumpa lagi dengan Abidzar.
Ia merasa bersyukur Allah mengabulkan doanya , Ia dipertemukan kembali dengan pria yang pernah membantunya.
" Kau baik-baik saja, Nayara." Abidzar memegang bahu Nayara yang terkulai lemah.
Tubuh Nayara tiba-tiba mengigil kedinginan, terlihat wajahnya memucat.
" Naya, Nayara !" Abidzar menepuk-nepuk pipi putih Nayara yang tidak sadarkan diri.
Ia lalu mengangkat Nayara dan membaringkan tubuhnya di ranjang, setelah itu mengambil ponselnya, untuk menelpon Akbar.
" Akbar panggilkan dokter sekarang, dan belikan pakaian wanita."
Abi menutup telponnya sepihak tanpa menunggu jawaban dari akbar.
" Membeli pakaian , malam -malam ? Ah aku tidak tahu berapa ukuran gadis itu."
Akbar bingung , Ia harus kemana tengah malam mencari pakaian wanita.
Di hotel Abidzar sedang menyiapkan air hangat untuk mengompres tubuh Nayara yang tiba-tiba kedinginan, Ia menyelimuti Nayara dengan tiga lapis selimut.
" Kemana dokternya mengapa belum datang juga." Abidzar mengerutu kesal.
" Kak ima ... Kakak, Naya takut .... Kak tolong naya." Nayara mengigau saay dirinya tak sadarkan diri.
Mendengar nayara memanggil kakaknya Abidzar semakin tidak tega, entah mengapa saat pertama berjumpa dengan Nayara Ia merasakan hal yang berbeda , ada perasaan ingin melindungi Nayara.
" Kemana Akbar , mengapa sulit sekali di hubungi." Abidzar mencoba memanggil Akbar namum ponsel akbar tidak aktif.
Dokter yang dia minta pada Akbar belum datang juga. Abidzar duduk di samping Naya Ia mengusap-ngusap telapak tangan Nayara yang dingin.
Melihat keadaan Nayara yang semakin menurun, Abidzar memasangkan mantelnya pada Nayara, Ia menelpon pelayan hotel untuknmenyiapkan mobilnya.
Tanpa menunggu lagi Abidzar membawa Nayara sendiri ke rumah sakit.
Bersambung
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
yang banyak up nya