NovelToon NovelToon
Rekah Hati

Rekah Hati

Status: tamat
Genre:Single Mom / Janda / Hamil di luar nikah / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:211.5k
Nilai: 5
Nama Author: skavivi selfish

Kendranata harusnya dipanggil ’Om’ oleh anak kembarannya. Hetty pun tak ingin benar-benar digenapi setelah pesona Pranata membawa cintanya pada hitam putih kehidupan yang menikam emosi.

Di antara harapan yang meninggi, resah yang enggan pergi, dan tanggung jawab yang melilit kalbu. Kendranata dan Hetty seakan tengah berdansa di atas bara api yang menawarkan drama-drama pelik yang menjadi konflik.

Tak sekedar benturan-benturan untuk mencapai titik pemahaman, ada Sanya yang menjadi cinta sejati Kendranata dan Sugandi yang menjadi pelabuhan terakhir si janda badung, Hetty.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon skavivi selfish, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menggenapi Resah

Tenggelamnya matahari yang beristirahat di kaki langit. Mengantarkan pula Sanya ke stasiun kereta api Lempuyangan.

Sanya memonyongkan bibirnya setelah mengeluarkan kantong bakpia dan sekantong oleh-oleh yang mereka beli di jalan Malioboro.

Berjalan beriringan ke bawah gedung peninggalan zaman Belanda, di tengah manusia yang berlalu lalang silih berganti dan kesibukan yang terlihat di sana sini, Kendranata yang membawa serta Bramasta tersenyum.

“Aku pulang besok sore dan langsung ke tempatmu.” janjinya dengan suara lembut.

Untuk kesekian kalinya Sanya memonyongkan bibir. “Aku sebenarnya nggak butuh janjimu mas, lebih dari itu aku maunya.” Sanya menatap Hetty sekilas, lalu menatap lamat-lamat Kendranata yang wajahnya sekali dua kali tersentuh tangan Bramasta. ”Sorry, ya. Janji doang nggak mempan buat aku sekarang.”

Hetty yang mendengarnya kontan menghela napas tak tenang. Sanya seolah tahu niat hatinya sedang menyusun apa.

Kendranata setuju, perjalanan ini seolah menjanjikan banyak hal. Semua kerumitan. Yang ia takutkan akan menjadi konflik-konflik yang menuntut jalan keluar.

“Terus mempan pakai apa biar kamu bahagia dan tenang?” tanya Kendranata membuat wajah Sanya semasam duku muda yang bergetah tapi setelah berpikir alot selama lima menit diiringi Sanya yang berdehem-dehem sembari menunjukkan jemarinya di depan mukanya, Kendranata

menyerahnya Bramasta tiba-tiba ke Hetty yang melamun.

”Aku ingat, momen ini yang kami tunggu-tunggu selama ini.” Kendranata berkata mantap. Mengeluarkan ponsel dan mencari fitur kamera, Kendranata menyerahkan ponselnya ke satpam stasiun yang kebetulan lewat.

“Saya mau melamar Sanya, mas. Tolong videokan.” Kendranata berkata santun.

Cengiran bapak berkumis yang memakai sepatu boot hitam yang mendekap betisnya erat itu membuat Sanya malu sendiri. Terlebih setelah melakukan persiapan batin dan mengatur napas, Kendranata langsung berlutut di depannya seraya membuka kotak cincin.

“Sanya, bidadariku bermata indah dan bermulut comel, berhati sabar dan berwajah cantik. Menikahlah denganku dan jangan sedikit pun memiliki pikiran untuk menolaknya.” Kendranata bersungguh-sungguh, tak peduli dengan tatapan banyak orang yang melihatnya dan bergosip sambil lalu.

Sanya yang ingin membungkam harapan Hetty secara terang-terangan bahwa Kendranata adalah miliknya dan sampai kapan pun akan menjadi miliknya meski ia harus menjadi bapak pura-pura Bramasta menyerahkan jemarinya tepat di depan wajah Kendranata.

“Aku menerimamu mas Kendra, daridulu sampai nanti kita jadi simbah buyut.” Sanya tersenyum, bahagia dia bisa melihat Hetty yang tidak begitu semangat melihat percakapan dan pertunangan mereka.

Kenapa harus sekarang? Kenapa tunangan nggak di rumah saja, di depan orang tua. Pamer terus, nggak punya malu.

Sambil menatap dan memperhatikan satu sama lain untuk meyakinkan diri bahwa inilah awal dari perjalanan cinta mereka yang pernah berada di semenanjung asa dan terkatung berhari-hari di tengah samudra lepas, cincin pertunangan tersemat. Keduanya resmi bertunangan meski sedikit niat dari bersatunya hati mereka adalah mengusir harapan Hetty yang tak benar-benar diinginkan kehadirannya.

“Makasih mas, cantik banget ini.” puji Sanya sembari memperhatikan cincin dengan permata kecil yang mengelilingi palladium hitam yang di pilih Kendranata.

“Aku memang sangat mengerti seleramu, Sya.” Kendranata menyentuh kepala Sanya yang tertutup kerudung putih sambil tersenyum. “Percaya sama aku, seluruh kesedihan yang menyergap kita pasti lenyap pada waktunya dan akan mekar pada waktunya juga.”

Hetty mendengus. Sementara satpam yang masih merekam keduanya meringis lebar sambil membatin.

Masih sayang-sayangan, belum tahu bayar listrik, beli popok, beli kebutuhan dapur setiap hari, nyumbang sana-sini, uang rokok, arisan, belum bayar pajak. Beh... mumet sampean mas, mbak.

Sanya menyentuh lengan Kendranata karena tak berani memeluknya. “Aku pulang, ya. Aku tunggu di rumah. Jangan bohong.”

Hetty mencebikkan bibir meski ia hanya diam memperhatikan kemesraan pasangan itu.

Kelihatannya kalem ternyata, mainnya di rumah. Privasi terjaga, mirip Pranata.

Sanya menoleh, ia tersenyum pada anak yang mungkin akan berada di kehidupan rumah tangganya nanti..

”Tante Anya mau naik kereta api, Bama mau ikut?” guraunya sambil menjulurkan kedua tangannya seakan-akan hendak menggendongnya.

Bramasta yang mudah berbaur seperti ibunya sontak menginginkan di gendong Sanya, tetapi wanita yang hanya berniat menggoda itu berbalik dan berlari cepat ke pintu registrasi setelah menyahut oleh-olehnya di lantai.

Sanya terkekeh berbarengan Kendranata dan Hetty meneriaki namanya saat Bramasta menangis.

“Pengacau.” gumam Hetty.

”Saya mendengarnya.” balas Kendranata seraya mengambil alih Bramasta untuk ditenangkan. Langkahnya bergerak menuju tempat tanpa atap dan pagar pembatas yang tidak menghalangi pemandangan Bramasta pada jalur kereta.

“Bunda Sanya atau mama Hetty?” Iseng Kendranata bertanya.

“Apa-apaan kamu, Ken?” sergah Hetty sembari mengulurkan ponselnya yang di kembalikan satpam. “Aku ibu satu-satunya Bramasta sekalipun kamu nikah sama Sanya!” katanya galak dengan sorot mata tajam.

“Begitu ya?” Tak menanggapi serius, Kendranata tersenyum. “Kalau begitu jangan anggap saya ayah pengganti anak ini, anggap saya omnya saja biar Sanya menjadi tantenya!”

Kereta api Gajayana lewat, menghentikan sejenak tangis Bramasta dan menulikan kuping Kendranata dari racauan mulut Hetty yang tidak terima dengan permintaannya.

Tak lama berselang, krl yang ditumpangi Sanya dan mengangkut penumpang dari stasiun Tugu dan Lempuyangan pun melaju. Meninggalkan perdebatan sengit yang terjadi antara Kendranata dan Hetty.

“Satu hal yang perlu kamu dengar, Hett. Kamu adalah pengacau, nggak cuma mengacaukan hati Rastanty dan membohonginya selama berbulan-bulan, tapi kamu dan Pranata ikut mengacaukan hubunganku dan Sanya!” Kendranata menyerahkan Bramasta.

“Kemasi barang-barangmu dan ikut aku ke Surakarta, lihat langsung perbuatanmu dan Pranata yang tidak hanya merugikanku tapi juga membuatku mati rasa kepadamu!” Kesal Kendranata mendahului Hetty yang tercengang seorang diri di teduhnya langit Lempuyangan yang awan hitam.

1
neur
, 😎🤩
Firan Senja
Sosok kendra di JKK seolah si antagonis yg muncul sebagai destroyer. Bikin hati was was. Tapiiii di RH, mas ken ken muncul dengan karakter yang baru, yg bikin readers ga enak hati udah suudzon sama mas ken. Mungkin ini yang dimaksud kendra kalau dia berbeda dari pranata.. Kendra setia, tak mendua, berani membawa pujaan hati meski tau menurut keluarga mereka tak sekasta.
Aku suka betapa kendra teramat menjaga dirinya dari mantan kembarannya..
Full tanggung jawab meski dengan caranya atas semua warisan masalah yang ditinggalkan pranata. Ikutan ngerasa lelah saat kendra bilang capek. Segitu terbawanya aku sama cerita yang disuguhkan authornya.
Thx atas selipan slice of life yang bermakna di setiap episode nya.
Sukses,.bahagia dan sehat untuk authornya..
Firan Senja
karena kalimat ini aku suka kendra...
anita dyah Juniarti
alur ceritanya beda dr yg lain...Gk gampang tertebak...tp seru..santun bahasanya...sukaaaaa bgt...
anita dyah Juniarti
suka bgt dg ceritanya...alur cerita yg beda dr yg lain...tebakan awal sy, Hetty dg mas Ken-Ken... ternyata terkecoh saya... hehehe
Stlh ttg Mas Domi dan Jogja...sy jd penasaran dg karyamu yg lain...semangat berkarya ya..
Lia Kiftia Usman
hetty... mau gimanapun yg dihadapinya tetap hidup berjalan tanpa menunggu sampai hetty siap... waktu terus berlalu meninggalkan...
Ena Ariani
Luar biasa
nuryani muntarom
wuihhh.. tampangnya judes trnyata bijaksana jg si kendranata ini
nuryani muntarom
keluarga gendeng memang..ternyata se gendeng2nya kendranata dia yg paling bener di kelurganya, wkwkwk
nuryani muntarom
wkwkwk..sebelas dua belas sm pranata
nuryani muntarom
wahh..telak bgt. Sanya pinter jg..
nuryani muntarom
please thor..bikinin sequelnya yg versi POV nya dominic dan pranata. Aq nyesek bgt tau gak thor sm oengkhianatan pranata ke rastanty & Dominic, lagian knpa jg Dominic nya diem wae ditikung sm pranata padahal Dominic kan lbh dulu suka sm rastanty
ig : skavivi_selfish: POV Dominic ada di cerita Jogja, Kamu, dan Kenangan kak. kalau POV pranata belum buat, follow Instagram aja buat tau infonya
total 1 replies
Anggita Sari
Luar biasa
Elisanoor
bikin nagih karya Sist Vivi, pdhl lagi nonton drama korea tapi pengen baca novel2 Sist Vivi 😅
may
Melayang dikit🤣🤣🤣
Widayati Y
Luar biasa. suka karya mb vi
Ray Aza
ratih opo mira thor?
Ray Aza
/Tongue//Tongue//Tongue//Tongue//Tongue/..... syuukaaaaa.... selevel ini sm pasangan icel n paijo. soriii bacanya paijo duluan thor.. tadinya ga minat sm heti tp kepo sm pov ken ken... heheheheee
Ray Aza
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/..... mantaabsss...
Ray Aza
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/.... makjlebbb..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!