Mencintai pria yang sudah matang tak pernah terpikirkan oleh Sandra Larissa. Namun, nyatanya ia sudah terpesona oleh seorang duda yang sudah mempunyai anak. Bahkan anak dari duda tersebut adalah sahabatnya.
"Aku mencintaimu Om! Aku tak tahu kenapa rasa cinta ini hadir begitu saja, saat kamu menatapku dengan mata elangmu itu."
~Sandra~
"Bagaimana bisa aku juga mencintaimu sedang usia kita tarlampau sangat jauh? Aku ingin menjauh. Namun, cinta yang ku rasakan semakin kuat. Maafkan aku jika akhirnya aku memilih bertahan dan tetap mencintaimu walau usia kita berbeda 20 tahun."
~Alex~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafitri wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kamu milikku
Happy reading
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Pagi-pagi sekali keluarga kecil Alex sudah sibuk dengan keberangkatan mereka ke Bandung. Alex memasuki barang mereka ke bagasi mobil, sebelum berangkat ke Bandung, Alex mengantarkan Tasya ke rumah Teman Alex yang bernama Arga. Arga adalah adik junior Alex waktu mereka masih duduk di perkuliahan dan sampai sekarang mereka menjadi sahabat yang sangat dekat. Sedari tadi Tasya tak mau lepas dari pelukan Sandra.
"Sudah semua sayang?"
"Sudah mas, tinggal berangkat aja."
"Yaudah ayo masuk mobil, Tasya lepasin dulu pelukan kamu." ucap Alex tegas yang membuat Tasya mengerucutkan bibirnya sebal
"Ma, jangan lama perginya ya."
"Iya sayang, mama usahakan cepat pulang oke."
"Sayang kamu duduk depan temenin mas." ucap Alex saat Sandra hendak membuka pintu penumpang bagian belakang.
"Iya mas, Tasya ayo masuk."
Tasya mengangguk, ada sebagian hatinya tak rela akan di tinggal kedua orang tuanya selama dua minggu lebih. Tetapi ia tak boleh egois karena sang papa pasti sangat membutuhkan mamanya di sana, di tambah acara honeymoon mereka yang belum pernah terlaksana saat Sandra dan Alex baru pertama menikah.
Alex melajukan mobilnya membelah jalanan ibukota yang tampak lenggang, satu tangannya ia biarkan menggenggam tangan Sandra dengan erat seakan menyalurkan rasa hangat sangat dinginnya angin pagi menyapa.
"Teman mas tinggal di mana?"
"Masih di Jakarta juga sayang, dia sudah menunggu kedatangan kita."ucap Alex serius dengan mata yang sesekali tertuju lada Sandra yang berada di sebelahnya. Sedangkan Tasya sedari tadi hanya duduk gelisah. Ia tampak ragu harus serumah dengan orang asing yang sama sekali belum ia kenal, entah apa yang membuatnya papanya sangat mempercayai temannya itu sehingga mamanya juga setuju jika ia di titipkan.
"Kalau masih ngantuk tidur aja sayang, nanti mama bangunin."
"Iya ma." Tasya berharap waktu tidak akan cepat berlalu saat ini.
Sandra melihat ke arah belakang ia tersenyum melihat Tasya yang sudah tertidur. Kembali Sandra bersandar di bahu Alex dengan manjanya.
"Kenapa hmm? Kok manja banget hari ini sama mas."
"Emang gak boleh manja sama suami sendiri?"
"Hahaha boleh sayang, boleh banget malah, mas suka kamu manja sama mas." jelas Alex sambil mencium puncak kepala Sandra dengan mesra.
"Mas, peluk Sandra lebih erat lagi. Wangi tubuh mas buat Sandra nyaman banget."
Alex mengeryit heran, tak biasanya Sandra sangat manja padanya. Membuat Alex tersenyum bahagia karena ia sangat di butuhkan oleh Sandra.
"Nanti sampai di villa boleh peluk sepuasnya sayang, ini masih di mobil mas susah. Nanti konsentrasi mas buyar karena kamu menggoda mas."
Sandra tampak mengerucutkan bibirnya sebal, tapi ia paham tak baik bagi keselamatan mereka jika ia meminta Alex memeluknya selagi pria itu sedang menyetir.
"Iya deh, masih lama gak sih mas?"
"Gak kok, rumah Arga sudah dekat."
Sandra mengangguk, tangan mungilnya memainkan kancing kemeja Alex dengan gerakan sensual. Membuat Alex menelan ludahnya gugup, tak sanggup mendapat perlakuan yang sangat memancing gairahnya. Alex berjanji tidak akan membuat Sandra bisa keluar dari kamar mereka barang sedetik pun jika mereka sudah sampai di villa. Hembusan nafas teratur yang Alex rasakan pertanda bahwa sang istri sudah tertidur di dada bidangnya, Alex mengurangi kecepatan mobilnya untuk membenarkan posisi tidur Sandra agar istrinya itu nyaman.
Cup.
"Cantik banget istri mas, i love you sayang." bisik Alex lembut mengecup kening dan bibir Sandra secara bergantian.
Tak terasa mobil Alex sudah memasuki kawasan rumah elit, Alex memasuki mobilnya saat gerbang rumah mewah itu di buka.
"Terima kasih pak mamat."
"Sama-sama tuan."
Alex memberhentikan mobilnya, ia melihat ke arah Sandra dan Tasya yang masih tertidur dengan nyenyaknya.
"Sayang bangun, udah sampai di rumah Arga." Sandra menggeliat perlahan ia membuka matanya.
"Tasya udah bangun mas?"
"Belum sayang, kamu bangunin gih. Mas mau nurunin koper Tasya dulu."jelas Alex yang mendapat anggukan dari Sandra.
"Sayang bangun, udah sampai ayo turun."
"Iya ma."
Alex menatap Sandra dari luar "Kamu gak usah turun, di mobil aja biar mas sama Tasya yang turun."ucap Alex tak terbantah. Sandra hanya mengangguk pasrah saat mengetahui bahwa Alex sedang cemburu padanya, tepatnya Alex tak ingin Sandra melihat Arga. Suami yang sangat cemburuan sekali.
Sandra menatap dari dalam mobil interaksi Alex dengan Arga. Pantas saja suaminya tak mengizinkan Sandra turun karena Arga adalah pria bule yang menurut Sandra sangat ganteng sekali. Tapi tetap aja bagaimanapun gantengnya seorang pria tetap saja Sandra sudah sangat mencintai Alex, jadi tidak ada hal yang perlu di takutkan.
Brak.
Pintu mobil tertutup saat Alex kembali masuk ke dalam mobil.
"Tasya gimana mas, dia mau kan di tinggal sama Arga?"
"Mau sayang, ya walaupun ekspresinya sangat terpaksa."
"syukurlah, anak itu pasti mau toh Arga ganteng banget."ucap Sandra keceplosan membuat Alex mendelik tak suka.
"Sayang."geram Alex menahan gemelutuk rahangnya karena amarah.
"Hehe jangan marah, tetap mas yang paling ganteng buat Sandra."
"Kamu milikku."ucap Alex posesif.
"Iya Sandra milik mas, jangan marah lagi."
"Hmmm."
Sandra hanya bisa tersenyum kecil menatap ke arah Alex yang masih sangat terlihat cemburu.
"Jangan marah lagi, Sandra janji sampai di villa. Berapun mas minta, Sandra kasih deh."
Alex menyeringai menatap ke arah Sandra yang terlihat gugup, sepertinya ia salah bicara.
"Berapa pun? Persiapkan dirimu sayang untuk menjerit dan tak bisa jalan karena percintaan panas kita."ucap Alex merasa menang Saat melihat Sandra yang terdiam.
"Tidak usah gugup gitu, kita sudah sering melakukannya bukan?"ucap Alex tersenyum menggoda ke arah Sandra yang sudah bersemu merah.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Senja telah menyapa, Alex dan Sandra baru saja sampai di villa mereka. Sandra terlihat sangat lelah sekali, namun tidak dengan Alex karena ia mengingat perkataan sang istri di mobil tadi yang membuat lelahnya hilang dalam sekejab di ganti dengan rasa bahagia dan semangat di dalam dirinya. setelah memasukkan koper mereka ke dalam vila Alex langsung menggendong Sandra dengan mesranya menuju kamar mereka yang berada di villa tersebut. Sandra yang memang sudah lelah menerima saja perlakuan Alex padanya, Alex menjatuhkan tubuh Sandra dengan lembut di kasur mereka, ia langsung menindih tubuh mungil Sandra. Membelai wajah Sandra dengan tangan besarnya.
"Aku menginginkanmu sekarang sayang."ucap Alex dengan suara seraknya. Sandra mengangguk walau ia tampak lelah tetapi Sandra ingat tidak boleh menolak suami. Apapun akan ia lakukan agar Alex bahagia bersamanya, rasa lelahnya hilang saat Alex mencium mesra bibirnya, saat tangan Alex menyuntuh setiap inci kulit tubuhnya dengan lembut, Menciptakan rasa ingin lebih di hati Sandra.
"Hari ini kita habiskan untuk kenikmatan berdua sayang."
Sandra selalu terbuai nikmat dengan sentuhan Alex di tubuhnya, menciptakan gelenyar aneh di dalam tubuhnya, rasa yang ingin mendesak keluar. Rasa yang tak bisa ia jabarkan lewat kata-kata. Dia tau ia akan selalu Takluk di bawah kuasa Alex, mata tajam Alex menatapnya dengan kobaran cinta yang sarat akan kenikmatan saat tubuh mereka menyatu dengan sempurna. Erangan demi erangan keluar dari bibir tipis Sandra saat Alex bergerak menggila di atasnya, seakan tak pernah puas akan tubuh mungil istrinya. Nafas Alex terasa sangat panas di lehernya, kecupan-kecupan masih di berikan Alex di lehernya meninggalkan jejak kepemilikan di sana. Membuktikan bahwa Sandra hanya miliknya seorang. Alex menyentakkan miliknya dengan sangat dalam di rahim istrinya, menciptakan rasa hangat di rahim Sandra, nafas mereka tersengal-sengal namun keduanya tersenyum hangat.
"Bagaimana hmm, kau menantang suami perkasamu ini?" ucap Alex yang sudah memeluk Sandra dengan erat. Sandra menenggelamkan wajanya di dada Alex.
"Sandra selalu kalah kalau sudah begini."ucap Sandra yang membuat Alex terkekeh mengelus punggung polos istrinya yang berkeringat karena kegiatan panas mereka ketika senja menyapa.
"Istirahatlah, karena kamu harus mengumpulkan tenaga kembali saat mas minta jatah lagi."
"Hmm mas curang."
"Tidak ada kata curang sayang."kekeh Alex
"Sandra capek."
"Tidur sayang."
"Mau di peluk mas, dan di elusin kepala Sandra."manja Sandra.
"Seperti ini?"
"Iya, hmm nyaman banget. Sandra suka, jangan berhenti sebelum Sandra tertidur!"
"Iya istriku, belahan jiwaku. Tidurlah di pelukan mas sesuka hatimu. Mas milikmu dan kamu milik mas, tak ada yang bisa memisahkan kita. Kecuali Tuhan yang berencana."
Alex memandang wajah damai Sandra yang sudah tertidur dengan nyenyaknya saat elusan dan kecupan ia berikan penuh kasih sayang terhadap Sandra.
"Mas memohon pada Tuhan agar mas bisa terus berada di samping kamu, hingga dunia tau kau hanyalah milik mas sampai kapan pun."
nyimak dulu
sandra sama om Alex