NovelToon NovelToon
Meretas Rasa

Meretas Rasa

Status: tamat
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Dunia Lain / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:24k
Nilai: 5
Nama Author: meli meilia

~NOVEL KE 6~
Aku mengalami kecelakaan di saat kehamilan Laila, istri yang kucintai, menginjak usia enam bulan.
Aku dipaksa takdir untuk menerima kematian ku sendiri.
Namun kemudian aku terbangun kembali dalam tubuh seorang bodyguard di dunia yang lain dari dunia asal ku berada.
Perkenalan ku dengan Karina, janda beranak satu, kembali mengantarkan ku kembali pada keluarga lama ku.
Ternyata waktu telah berlalu dua puluh tahun lebih kemudian, sejak hari kematian ku terjadi.
Dan tak ada satu pun dari keluarga ku yang mengenali ku dalam tubuh ku yang baru kini.
Segalanya semakin rumit, di saat Nila, putri ku sendiri menyatakan cinta nya kepada ku!
Sementara hati ku masih menasbihkan satu nama yang sama sedari dulu.
Laila..Laila..Laila..
Orang pertama yang menemani ku dalam meretas rasa Cinta yang bagiku terasa sempurna.
...
Kembali, Mel sertakan beberapa soundtrack dalam novel ke 6 Mel, kali ini.
soundtrack 1: "Tak Sempat" di eps. 1
soundtrack 2: "Malam Panjang" di eps. 2

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meli meilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiba di Rumah Mark

Keesokan sore nya, Lala akhirnya benar-benar pulang. Aku agak memaksa nya untuk menumpang dengan mobil Mark. Karena sore itu pun aku juga berpamitan kepada Nila untuk pergi mengikut Mark keluar kota.

Aku akan mulai bekerja di kantor Mark di kota yang lain.

Nila masih memasang wajah sedih manakala kami bertiga pergi pada akhirnya. Aku tahu, mungkin kepergian kami segera setelah Laila meninggal, akan membuat Nila kesulitan untuk beradaptasi dengan kesepian yang akan dihadapi nya di rumah itu nanti.

Tapi setidak nya, masih ada Bik Tum dan juga Pak Kus yang akan menemani dan menjaga Nila di rumah itu. Jadi aku tak terlalu merasa khawatir.

Aku bahkan sengaja mengajak bincang Pak Kus berdua saja di belakang rumah. Kepada nya, aku menitipkan Nila untuk dijaga. Syukurlah, Pak Kus mau menyanggupi permintaan ku itu.

Sebelum kami benar-benar pergi, ku dengar teriakan Nila yang berdiri di teras rumah. Ia meneriakkan kalimat berikut.

"Ingat lah! Tiga minggu lagi, kalian harus pulang ya! Kita akan merayakan ulang tahun kita bersama, Mark! Kamu sudah janji kepada ku!" Teriak Nila.

"Ya. Ya. Ya. Nanti ingatkan saja aku di hari sebelum nya ya, Nil!" Balas Mark berteriak.

"Tidak! Aku tak mau hanya mengingatkan mu sehari sebelum nya! Aku pasti akan sering-sering mengingatkan mu, Kak! Setiap hari mungkin?" Ucap Nila seraya terkekeh pelan.

"Hahaha! Dasar bocah! Kita ini sudah umur 25 tahun, Nil. Kamu sibuk sekali menantikan perayaan ultah kita seperti anak TK menantikan ulang tahun nya!" Ledek Mark.

"Hey!" Nila memelototi Mark dari kejauhan.

"Ya sudah! Nil, kita pulang dulu ya! Baik-baik lah jaga kesehatan mu, ok. Jangan sampai adik ku yang gemuk ini mengurus saat aku kembali ke sini lagi nanti!" Pesan Mark mengingatkan Nila.

"Ya! Pergilah sana! Kamu memang sungguh menyebalkan sekali, Mark!" Gerutu Nila yang sebal karena dibilang gemuk.

Brak.

Mark menutup pintu mobil nya dengan kencang. Dan aku pun kemudian kembali berpamitan pada Nila dari jok di samping Mark. Sementara Lala duduk manis di jok belakang kami.

"Kami pergi ya, Nil! Jaga dirimu baik-baik!" Teriakku lantang.

Mobil yang membawa kami pun kemudian mulai melaju. Namun sebelum kami bergerak menjauh, aku sempat menangkap pemandangan Nila mengusap sebelah pipi dengan tangan nya.

Kurasa, Nila baru saja menangis di teras sana.

***

Setelah melewati perjalanan sekitar satu jam lebih, kami akhirnya tiba juga di kota tempat Mark dan juga Lala tinggal. Terlebih dulu Mark mengantarkan Lala pulang ke apartemen nya. Baru kemudian Mark mengajak ku pulang ke rumah nya.

Ya. Ternyata Mark tinggal di sebuah rumah lama yang ia beli sekitar dua tahun silam. Yang paling membuat ku terkejut adalah saat aku menyadari kalau ternyata rumah Mark bersisian dengan rumah orang tua Karina.

Ya. Aku masih mengingat betul bentuk rumah orang tua Karina. Karena itulah tujuan pertama kami, saat kami baru pulang dari Nevarest.

Aku mengantarkan sendiri Karina dan juga putri nya, Rinaya ke rumah ini.

"Abang kenapa? Rumah ku yang ini, Bang!" Tegur Mark yang menatap ku heran.

Aku memang sempat tercenung selama beberapa saat sambil memandang lekat ke rumah di samping rumah Mark.

"Rumah itu.." ucap ku menggantung.

"Itu rumah tetangga ku, Bang. Orang nya baik-baik sih. Tapi Mark dengar, ibu nya lagi sakit gitu. Ah! Masuk saja dulu yuk, Bang! Kita ngadem dulu di dalam!" Ajak Mark sambil mendorong pintu pagar nya hingga menutup kembali.

Aku pun mengikuti langkah Mark memasuki rumah nya.

Begitu masuk ke dalam, aku dibuat heran karena luas rumah ini hampir aerupa dengan rumah ku yang kini ditempati oleh Nila.

"Kamu tinggal sendirian di sini, Mark?" Tanya ku heran.

"Iya, Bang. Gimana? Rumah ku lumayan cozy kan?" Tanya Mark menunggu penilaian ku atas rumah nya ini.

Aku berjalan sebentar sambil melihat ke sekitar.

"Bagus. Tapi, apa rumah ini gak terlalu besar buat mu, Mark? Tadi nya ku pikir kamu tinggal di apartemen gitu," ungkap ku dengan jujur.

"Hahaha! Iya juga sih, Bang. Tapi gak tahu kenapa aku suka banget sama rumah ini, Bang. Mirip kayak rumah Mama di kota X.. Jadi ada perasaan kalau aku berasa tinggal di rumah Mama gitu," jawab Mark sambil tersenyum tipis.

Dan ku nilai betul ucapan Mark tadi. Rumah ini memang memiliki banyak kemiripan dengan rumah ku di kota X. Mulai dari letak pintu dan tata ruang yang hampir serupa. Bahkan ku sadari beberapa furniture nya pun mirip seperti yang ada di rumah.

Ku pandangi Mark dengan tatapan intens. Dna Mark menyadari kalau aku sedang memperhatikan nya. Ia pun menjadi jengah. Dan akhirnya berkomentar.

"Aku memang lumayan melankolis, Bang. Bisa dibilang begitu.." Mark mengaku jujur.

Setelah itu, Mark mengantarkan ku ke sebuah kamar di lantai satu. Kamar nya cukup luas.

"Abang sementara tinggal di sini aja dulu gak apa-apa kan Bang? Kalau semisal Abang nanti mau cari tempat tinggal sendiri juga gak apa-apa. Atau kalau mau tetap tinggal di sini bareng saya juga itu lebih bagus lagi!" Ujar Mark.

"Gimana? Cukup oke kan, Bang?" Tanya Mark harap-harap cemas.

"Yah.. bagus lah. Terima kasih ya, Mark. Sudah mau membiarkan ku menumpang di rumah mu.." ucap ku dengan tulus.

Aku sungguh tak tahu, ke mana aku akan pergi jika saja Mark tak menawarkan ku untuk tinggal di rumah nya ini.

Sementara aku jelas tak mungkin akan tinggal selama nya di rumah ku dan juga Laila di kota X. Karena kini rumah itu sudah ditempati oleh Nila.

Meski aku adalah papa Nila, namun di mata orang-orang yang melihat ku, mereka tak akan menganggap ku seperti itu. Justru keberadaan ku di rumah itu hanya akan memberikan dampak negatif pada reputasi Nila. Dan aku tak ingin bila hal itu sampai terjadi.

"Sama-sama, Bang! Saya juga makasih banget malah, karena Abang sudah mau ikut saya bekerja di perusahaan saya. Saya yakin, dengan semua kecerdasan Abang itu, perusahaan saya akan semakin maju!" Imbuh Mark memuji ku.

"Ah! Jangan berlebihan memuji ku, Mark. Bagaimana pun juga aku masih harus banyak belajar," ucap ku merendah.

"Ya sudah. Kalau gitu, Mark tinggal dulu ya, Bang. Nanti kita order delivery food aja ya. Abang mau makan apa?" Tanya Mark sambil membuka aplikasi di gawai nya.

"Apa aja oke!" Jawab ku santai.

"Nah. Soto Lamongan kayak nya oke ya, Bang?" Tanya Mark lagi.

Dan aku memberinya acungan jempol. Sebagai tanda persetujuan ku atas pilihan makan malam kami nanti.

Setelah itu Mark pamit untuk membersihkan diri. Kamar nya berada di lantai atas.

Ia sempat menawari ku untuk tinggal di kamar kosong lain yang ada di lantai atas. Hanya saja aku menolak nya.

Rasa nya tak enak juga kan bila dua orang pria single tinggal serumah di lantai yang sama? Yah, walaupun aku dan Mark sudah membentuk jalinan bro ship. Tapi tetap saja kan, di mata ornag lain, kami ini hanya dua pria single dengan penampilan yang cukup menarik mata.

Aku tak mau keberadaan ku di rumah ini, malah akan membawa persepsi buruk bagi reputasi putra ku itu. Dan aku masih mengingat janji ku juga kepada Laila. Bahwa sepeninggal nya, aku akan menjaga kedua anak kami dengan sebaik mungkin.

Ya Mark. Dan juga Nila.

***

1
Lina Zascia Amandia
3 like mampir buat Kak Mel, karena melihat karya ini sedang dipajang di fantasi urban.
mom mimu
satu iklan dan setangkai 🌹 buat Babang Erlan dan Rinrin mendarat kak Mell... kasih bonus part pernikahan bang Erlan sama Rinrin dong, kayanya seru deh liat mereka mantenan... 😁😁✌🏻
meli meilia: hee.. insya Allah nanti ya mom.. ini mw nabung bab dulu. jd biar bs update stabil.. sementara mood nulis lg turun akhir2 ni. mata bawaan nya pingin tidur melulu. jd sekarang paling banter bs nulis 2bab stiap malam nya.. kadang malah cuma bs 1..tp itu jg udh alhamdulillah sih.. mom semangat yaa..
total 1 replies
mom mimu
aku cus di Emma deh kak Mell, udah lama juga gak tengokin 😅✌🏻 kemaren sempet aku rekomendasikan sama temen juga loh yg novelnya Emma... mudah2an makin banyak yang baca karya2 keren kak Mell ya, semangat terus kakak ku 😘😘😘💪🏻💪🏻💪🏻 big hug kak Mell 🤗🤗🤗
mom mimu
huaaaa 😭😭😭😭 akhir yg bahagia tapi ko aku malah terharu ya, masih susah move on dari bang Erlan sama lail kak Mell, akhirnya aku bisa tuntasin juga kisah bang Erlan sama Rinrin 😢😢
mom mimu
kayanya ruh Rinrin tadinya mau pulang bang, cuman karena liat bang Erlan nungguin dia terus jadi Rinrin balik lagi deh 😅
mom mimu
nikahin langsung aja deh kalo udah bener2 sembuh 😁😁😅✌🏻
mom mimu
ayo bang... jangan sia2 kan Rinrin ya...
mom mimu
haduh... saking paniknya sampai lupa nanya rumah sakitnya kan bang 🤦🏻‍♀️ kasian Mark pasti kaget banget itu 😅😅
mom mimu
Emang Rinrin bang yg di maksud nila... tuh udah dapet 3 lampu hijau tuh, ayo buruan maju pepetin lagi Rinrin... 😁😁😁
mom mimu
secara gak langsung album itu bikin bang Erlan bercerita tentang dirinya sendiri yang begitu mengenal Lail sama Nunik 😭😭😭😭
mom mimu
kirain bang Erlan mau di temuin sama Darman adiknya lail, ternyata di temuin duluan sama Ustadzah Nunik ya..
mom mimu
apa itu paman Darman Nil???
mom mimu
kan udah di ganti sama kebahagiaan dari Rinrin Bang... ayo akuin aja kalo Abang juga cinta sama Rinrin
mom mimu
makanya jangan suudzon duluan ya bang 😁😅
mom mimu
Nila juga udah waktunya tau bang, kasih penjelasan aja deh biar dia ngerti...
mom mimu
lanjut nyicil kak Mell, semangat ya 💪🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
ayolah bang kejar Rinrin, jangan sampe keduluin kaya dapetin lail dulu sama c Kiyano...
mom mimu
akhirnya Mark mengakui juga bang Erlan papahnya 😭😭😭
mom mimu
Mark kayanya pengen percaya bang, tpi dia masih pusing sendiri buat napsirinnya, soalnya Mark sendiri kan gak pernah liat sosok bang Erlan sejak dia lahir, jadi pasti butuh perjuangan buat Mark yakin kalo Abang babehnya...
mom mimu
intinya .ark aja dukung Abang sama Rinrin tuh, udah maju terus bang, kerjar lagi Rinrin...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!