NovelToon NovelToon
Setelah Terlahir Kembali, Aku Menikahi Jenderal Perang

Setelah Terlahir Kembali, Aku Menikahi Jenderal Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:29k
Nilai: 5
Nama Author: AnaDww

Dinginnya malam di puncak musim dingin menampar Gu Mingyue dengan kenyataan yang kejam. Alih-alih kehangatan, sang suami justru menyuguhkan cawan berisi racun demi bisa bersanding dengan perempuan lain. Di ambang kematiannya yang tragis, Mingyue menyadari bahwa ketulusannya selama ini hanyalah sebuah kesia-siaan.

Kini, takdir memberinya kesempatan kedua. Terlahir kembali di masa lalu, Gu Mingyue bersumpah demi sisa napasnya: ia tidak akan pernah lagi menjadi istri penurut yang mencintai Adipati Yu'an, Zhao Yuchen.

Langkahnya kali ini membawa Mingyue bertemu dengan Shen Mufeng—Jenderal Perang Penakluk Utara yang terkenal dingin, tegas, tajam, dan anti-wanita. Menolak mengulang tragedi yang sama, Gu Mingyue membulatkan tekad: ia akan menikahi sang Jenderal Agung dan membiarkan mantan suaminya hancur dalam penyesalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnaDww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TigaEmpat—Kilau Hadiah Para Menantu

Kehadiran Shen Mufeng benar-benar mengubah atmosfer di dalam ruangan dalam sekejap. Mereka yang awalnya memandang Gu Mingyue dengan tatapan picik dan merendahkan, kini mendadak tegang dan terpaksa memasang raut wajah sehangat mungkin demi menutupi kepanikan. Selir Lin bahkan terpaksa mengembangkan senyumnya, meski terlihat sangat kaku dan dipaksakan.

"Salam, Ayah Mertua," ucap Shen Mufeng sembari memberikan hormat dengan khidmat.

Sikapnya sangat kontras dengan Zhao Yuchen. Tubuh pria itu berdiri tegak, memancarkan kegagahan alami seorang panglima perang yang biasa memimpin ribuan pasukan. Setelah memberi hormat pada Jenderal Gu, sepasang mata gelapnya yang setajam elang langsung beralih, menatap lurus ke arah Selir Lin dengan sorot mengintimidasi yang sarat akan tekanan.

"Sa... Salam, Jenderal Shen," ucap Selir Lin terbata-bata, nyalinya seketika menciut begitu mendapati dirinya menjadi target tatapan dingin sang Jenderal Agung.

"Apakah ada kekurangan dari hadiah yang dibawa oleh Kediaman Shen?" tanya Shen Mufeng dengan nada suara yang pelan namun sarat akan penekanan yang berbahaya.

Selir Lin buru-buru menggelengkan kepalanya dengan gugup. "Ten... tentu saja tidak ada, Jenderal Agung. Daging babi panggangnya begitu sempurna, utuh tanpa cacat sedikit pun."

Shen Mufeng tersenyum samar, sebuah kilatan kepuasan melintas di matanya. Tanpa melepaskan pandangannya dari mereka, ia perlahan meraih tangan istrinya, menggenggamnya erat lalu mengelus punggung tangan itu dengan teramat lembut. Tatapan matanya yang semula sedingin es seketika melunak hangat saat jatuh ke sepasang mata Gu Mingyue yang tengah mendongak menatapnya.

"Tentu saja harus sempurna. Bagaimanapun juga, istriku adalah sosok yang sangat kuhargai dan kuhormati," ujar Shen Mufeng tegas, sengaja mengeraskan suaranya agar terdengar oleh seluruh orang di aula.

Ucapan penuh pengakuan itu seketika membuat Gu Lian meneguk ludahnya dengan susah payah. Wajah adik tirinya itu berubah pias, sebelum akhirnya sepasang matanya menyorotkan kedengkian dan rasa iri yang teramat pekat menyaksikan kemesraan serta perlakuan istimewa yang diterima Mingyue.

Merasa atmosfer di aula depan sudah semakin menyudutkan posisi mereka, Selir Lin bergegas menengahi demi menyelamatkan muka keluarganya. "K-kurasa, sebaiknya kita semua pindah ke ruang tengah terlebih dahulu untuk menikmati teh hangat."

Mereka akhirnya berpindah ke ruang tengah yang jauh lebih luas dan privat. Para orang tua duduk berdampingan di kursi utama, sementara kedua pasangan muda itu duduk saling berhadapan di sisi kiri dan kanan ruangan.

Gu Mingyue duduk dengan sikap santai namun tetap anggun. Di sebelahnya, sang suami duduk bersandar pada sandaran kursi dengan sikap tenang yang berwibawa. Pemandangan itu berbanding terbalik dengan Gu Lian yang tampak gelisah dan duduk merapat di samping suaminya, mencoba meredam kecanggungan.

Demi mengembalikan atensi dan harga diri mereka yang sempat runtuh di aula depan, Gu Lian langsung menegakkan tubuhnya. "Ayah, hari ini Lian membawa beberapa hadiah yang sengaja dipilih khusus sesuai kesukaan Anda," ucapnya dengan nada manja, sembari memberikan lirikan kode ke arah pelayan pribadinya.

Atas perintah tersebut, tiga orang pelayan berjalan masuk secara beriringan. Masing-masing dari mereka membawa sebuah kotak kayu berukir dengan ukuran yang berbeda.

Ketika kotak-kotak itu dibuka di tengah ruangan, isinya segera terlihat: beberapa tael emas batangan yang berkilau, perhiasan dari batu giok murni, serta sebuah botol arak porselen berdesain antik.

"Ayah, ini adalah arak khusus dari wilayah barat, sesuai dengan minuman kesukaan Ayah selama ini," tambah Gu Lian dengan binar bangga di matanya.

Jenderal Gu terkekeh pelan, merasa egonya sebagai penguasa barat terangkat. Ia memberi isyarat kepada pelayan pribadinya untuk membawa botol tersebut mendekat. Setelah mengamati segel dan bentuk botol porselen yang sangat ia kenal itu, sang jenderal tua manggut-manggut puas. "Ini adalah arak dari pembuat legendaris di perbatasan barat. Pasokannya sangat sedikit dan sangat jarang dijual bebas di ibu kota."

"Tentu saja, Ayah. Demi menyenangkan hati Ayah, suamiku sampai harus mencari koneksi khusus ke berbagai pihak agar bisa membelinya," ucap Gu Lian dengan setengah berbisik, namun suaranya sengaja dibuat cukup keras agar bisa terdengar oleh seluruh orang di ruangan tersebut, terutama oleh Gu Mingyue dan Shen Mufeng.

Gu Mingyue tersenyum tipis di tempatnya kala Selir Lin melirik ke arahnya dengan pandangan merendahkan.

"Lalu, Mingyue, hadiah apa lagi yang kau bawa selain babi panggang itu?" tanya Selir Lin dengan nada menyindir.

"Tentu, daging panggang itu sendiri sudah cukup mahal dan langka..." Gu Mingyue menggantung ucapannya sejenak. Ia menyentuh lengan sang Jenderal dengan luwes. "Tapi, suamiku ternyata merasa itu belum cukup, hingga memutuskan untuk memberikan yang lain."

Ia menoleh ke arah pelayan pribadinya. "Li'er, bawa mereka masuk."

"Menarik. Jalur perdagangan di wilayah barat ternyata masih cukup baik," ucap Shen Mufeng menyela, nadanya terdengar santai namun mampu melempar hawa dingin ke penjuru ruangan.

Ia memiringkan kepala, menengok ke arah mertuanya dengan sorot mata yang penuh tekanan. "Aku baru saja ditugaskan ke sana oleh Yang Mulia Kaisar. Kuharap situasi di sana nanti akan setenang dan selancar jalur perdagangannya."

Jenderal Gu seketika mengepalkan tangannya kuat-kuat di bawah meja kayu. Wajah sang jenderal tua langsung mengeras kaku mendengar berita pengambilalihan kekuasaan tersebut. "Apa maksud ucapan Anda, Tuan Shen?" tuntutnya dengan suara rendah yang tertahan.

Namun, alih-alih menjawab pertanyaan penuh tensi itu, atensi seisi ruangan langsung teralih saat Fan Li'er memimpin beberapa pelayan baru masuk ke ruang tengah. Mereka datang membawa deretan peti kayu hitam dan nampan hadiah yang megah.

Begitu peti-peti itu dibuka serentak, mata setiap orang di sana seketika bersilauan oleh kilau ratusan tael emas dan perak murni yang tertata rapi. Tak hanya itu, deretan perhiasan batu giok kualitas tertinggi serta deretan botol arak porselen berwarna merah darah yang eksotik langsung mendominasi ruangan. Kemewahan ini seketika membuat kotak hadiah milik Gu Lian tampak kehilangan kilaunya.

Mata Jenderal Gu berkilat hebat. Ia meneguk ludahnya dengan susah payah, benar-benar terpesona sekaligus syok oleh kemewahan hadiah dari suami putri sulungnya.

"Bu... Bukankah ini Arak Darah Harimau dari wilayah utara?!" tanyanya dengan suara bergetar kagum saat mengenali botol-botol merah tersebut.

Salah seorang pelayan maju untuk mengantarkan salah satu botol ke hadapan Jenderal Gu. Sang jenderal tua langsung memeriksanya dengan saksama—memastikan segel resmi militer yang menjadi pertanda keaslian mutlak arak legendaris yang hanya dikonsumsi saat merayakan kemenangan besar perang itu.

"Ayah Mertua, begitu aku tahu Anda sangat gemar menikmati arak-arak dari wilayah perbatasan, aku hanya memilih opsi terbaik yang bisa kuberikan," sahut Shen Mufeng tenang.

Ia melirik sekilas, menangkap kilat kepuasan yang mendalam dari wajah Jenderal Gu yang kini terus membelai botol arak tersebut. Bersandar kembali dengan angkuh pada kursinya, Shen Mufeng menambahkan dengan nada datar yang telak, "Aku sengaja mengambilnya langsung dari gudang kediamanku. Ini adalah hadiah tahunan dari wilayah utara sebagai bentuk menghormati perjanjian damai."

...----------------...

1
Arix Zhufa
semangat thor...cerita nya bagus 👍
Ana Dww: Terimakasih udah mampir kak ❣️ Kelanjutannya bakal makin seru deh !
total 1 replies
Markuyappang
kalo aku minta up banyak banyak wajar tidak sih heheheh kepo kelanjutannya gimanaa kek wow ini mah bener bener menumpas habis penghianat dari bawah sampe atas ke akar akarnya kalo bisa
Ana Dww: 😭😭😭 Makasih banyak loh, buat kalian hari ini aku update dua bab sekaligus. Ditunggu yang menyusul yaa
total 3 replies
𝖛𝖎𝖛𝖎𝖆𝖓 𝖓𝖆𝖙𝖆𝖘𝖆🌻
thor semangat nulisnya💪 aku tunggu yaa😍
Ana Dww: Thank you kak ❣️
total 3 replies
Mydar Diamond
up up lanjuutt 💪ya
Ana Dww: Hai kak, makasih udah mampir. Siap deh, ini aku editin bab selanjutnya buat kalian semua ❣️❣️❣️
total 1 replies
Sofian Ramli
mampir Thor....semoga ga lama upny...🙏🙏
Ana Dww: kuusahakan setiap hari update 🦭 Kalau lagi gak sibuk ku up-in dua bab sekaligus buat kalian 🦭
total 1 replies
Arix Zhufa
ipar yg tidak tau diri...kenapa tdk minta ke istrimu?
Ana Dww: 🦭Soalnya lebih kaya raya mingyue kak
total 1 replies
gendhis jawi
aahh zhao iki cen ra mutu tenan...
Ana Dww: @Ide bagus iniii
total 3 replies
Arix Zhufa
semangat up nya 😍
Arix Zhufa
saya maraton baca bab 1 - 33 cerita nya seru..semangat ya author 👍
Ana Dww: Tungguin kelanjutan kisah Mufeng—Mingyue ya ❣️
total 2 replies
Ana Dww
Sengaja Up Dua Bab Sekaligus biar kalian senang ❣️
Arix Zhufa
mampir thor
Ana Dww: Terimakasih udah mampir ❣️ Semoga menghiburmu
total 1 replies
Anna Setyo
semangat up thor yg banyqk
Ana Dww: Siap! Segera Cuss Ku Editin bab selanjutnya
total 1 replies
**Maulina**
lanjut semangat thor 💪
Ana Dww: Siap Kak 🦭 Terimakasih sudah mampir
total 1 replies
Ana Dww
Hai semua, ini adalah karya pertamaku dengan tema pembalasan wanita bergenre Fantasi Kelahiran Kembali.

Iseng aja bikin karena lagi suka nonton drachin 🦭

Semoga kalian menyukainya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!