NovelToon NovelToon
Cinta Suamiku Bukan Untukku

Cinta Suamiku Bukan Untukku

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Anak Yatim Piatu / Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:576.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: ummi asya

Laras adalah gadis yang di besarkan di panti asuhan, dia anak yatim piatu dan sejak masih kecil sampai dewasa di asuh oleh ibu Ramona. Ibu pemilik panti asuhan di mana dia bernaung.
Hingga dewasa, dia di paksa untuk menikah dengan anaknya bernama Danu yang bekerja di sebuah bank ternama. Itu permintaan terakhir ibu asuhnya. Karena pernikahan terpaksa itu, Laras harus menerima kesepakatan dengan Danu kalau pernikahan mereka hanya satu tahun saja, karena Danu sudah punya kekasih seorang gadis SMA. Danu meminta pada Laras, kalau di luar rumah mereka tidak saling mengenal, apa lagi mengaku sebagai suami istri.
Bagaimana Laras menghadapi pernikahan dengan Danu? Apakah Danu akan mencintai Laras?
Simak ya kisahnya...😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummi asya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Telepon

Satu bulan lebih Laras menjalankan toko onlinenya, membuat kue dengan cara menyimpan lebih dulu. Di buat setelah ada pemesanan, lumayan untuk membuang rasa sepi dan juga rasa sedihnya karena tidak di anggap oleh suaminya Danu.

Danu sendiri semakin hari sepertinya semakin tidak peduli dengan apa yang di lakukan oleh Laras. Dia hanya menunggu kelulusan Jasmin dua minggu lagi, karena ujian nasional telah usai. Jadi dia hanya menyiapkan untuk pernikahannya dengan Jasmin dua bulan setelah lulus.

Ibu dan ayah Jasmin setuju, karena mereka senang anaknya sudah mendapatkan jodoh. Apa lagi seorang direktur bank dan terlebih seorang anak tunggal yang punya kekayaan banyak dari orang tuanya yang sudah meninggal dunia.

Laras sendiri terbiasa hidup mandiri dan tidak mengandalkan orang lain untuk menopang hidupnya. Dia berjualan kue secara online karena saran dari Astri, pegawai di kedai kopi milik Andre.

Sedang asyik membuat kue, ponsel Laras berbunyi. Dia melihat nama ibu Rima di sana. Laras pun mengambilnya dan menjawab telepon ibu Rima.

"Assalamu alaikum, bu Rima." jawab Laras sopan.

"Wa alaikum salam, Laras. Kamu apa kabar?" tanya ibu Rima.

"Alhamdulillah baik, bu. Ibu bagaimana? Maaf Laras belum ke panti lagi." kata Laras.

"Iya, ibu baik. Itu yang mau ibu tanyakan, kenapa kamu tidak ke panti lagi?"

"Iya bu, Laras sedang buka bisnis baru. Jadi cukup menyita waktu Laras, maaf ya bu. Emm, hari Jum'at besok Laras main ke panti bu." kata Laras lagi.

Dia memang tidak enak hati pada ibu Rima, setelah menikah dengan Danu dia jarang sekali datang kesana.

"Oh ya, ibu tunggu ya. Ada yang ingin ibu tanyakan sama kamu." kata ibu Rima.

"Tentang apa bu?"

"Nanti setelah kamu ke panti saja, kalau sekarang ibu kasih tahu, kamu tidak datang ke panti Laras." kata ibu Rima, Laras tersenyum saja.

"Baiklah bu, hari Jum'at siang Laras ke panti. Maaf kalau Laras ada salah." kata Laras merasa tidak enak pada ibu panti asuhan tempat dulu bernaung itu.

"Kamu bicara apa, ya sudah. Ibu tutup dulu ya, Laras. Assalamu alaikum."

"Wa alaikum salam waroh matullah."

Klik!

Sambungan telepon terputus, Laras menatap ponselnya. Sudah dua bulan dia tidak datang ke panti asuhan sejak dia pindah kost Anisa. Dia sibuk dengan toko onlinenya yang mulai berjalan dari satu bulan lalu, meski hanya beberapa pemesan saja.

Baru juga menaruh ponselnya beberapa menit, benda itu berbunyi lagi. Laras melihat siapa yang meneleponnya.

Nita

Dahinya mengerenyit, dia pegawai perpustakaan dulu. Dan baru meneleponnnya, ada apa?

"Assalamu alaikum, Nita."

"Wa alaikum salam, Laras. Apa kabar Ras?" tanya Nita.

"Baik Nit, ada apa? Tumben telepon aku. Heheh." kata Laras.

"Oh ya, aku ingin tahu kabar kamu. Dan juga di suruh sama pak Robi untuk menghubungimu. Katanya kamu di suruh datang ke perpustakaan." kata Nita di seberang sana.

"Mau apa? Kan aku sudah tidak kerja di perpustakaan itu lagi." kata Laras.

Meskipun dulu dia di skors tidak boleh kerja di perpustakaan selama sebulan, tapi Laras memutuskan keluar dari perpustakaan itu. Rasanya jika bergantung di sana akan jadi bulan-bulanan Danu saja. Lagi pula, dia juga sudah tidak menginginkan kerja di perpustakaan meskipun dia senang kerja di sana.

"Aku tidak tahu Laras, katanya kalau bisa hari ini kamu datang. Atau besok juga tidak apa." kata Nita lagi.

"Ya udah, besok aja. Emm, di perpustakaan bagaimana? Apa masih tetap ramai?" tanya Laras basa basi.

"Ya, seperti biasanya. Tapi ada yang beda." kata Nita.

"Apa yang beda?"

"Ngga ada kamu, ngga enak Ras."

"Hahah! Bisa aja kamu Nit."

"Nita, kamu sudah menghubungi Laras?" tanya seseorang yang terdengar di seberang telepon sana.

"*Oh, sudah pak. Katanya besok bisa datang."

"Baguslah, saya ingin bicara penting padanya."

"Ras, udah dulu ya. Besok kita sambung setelah ketemu di perpustakaan*." kata Nita.

"Oh ya, makasih ya Nita."

"Ya, sama-sama. Assalamu alaikum"

"Wa alaikum salam."

Klik!

Laras kembali melamun, mau apa pak Robi ingin bicara dengannya. Apakah dia akan di panggil lagi bekerja di perpustakaan itu?

"Aku sudah malas kerja di perpustakaan lagi. Lebih baik aku kembangkan bisnis yang baru aku rintis ini." gumam Laras.

Dia meletakkan ponselnya lagi, memeriksa laptopnya apakah ada pesanan lagi di layanan toko onlinenya itu.

_

Setelah mengantar pesanan ke tempat jasa pengiriman barang, dia mengambil paket kilat sampai di tempat pembeli. Agar kue buatannya itu tidak membusuk di jalan. Meski mahal, tapi itu resikonya jika dia membuka bisnis online dengan berjualan kue-kue.

Tapi dia suka sekali. Dan sekarang dia pulang telat, seusai maghrib dia baru pulang ke rumah suaminya. Dia melihat mobil Danu sudah terparkir di halaman, menghela nafas panjang dan Laras masuk ke dalam rumah.

Danu berdiri di ruang tengah, Laras meliriknya sejenak lalu dia pergi ke dapur. Meletakkan keranjang keranjangnya. Danu memperhatikan apa yang Laras lakukan itu.

"Kamu dari mana?" tanya Danu.

"Keluar aja." jawab Laras.

"Keluar! Tapi jam segini kamu baru pulang?!"

"Maaf." jawab Laras.

"Ck, cepat buatkan aku makanan!"

Laras diam, dia menatap suaminya itu dan menghela nafas panjang.

"Mau di buatkan apa?" tanya Laras mencoba bersabar.

"Apa saja, jangan lupa buatkan kopi juga."

"Ya."

Laras pun bergegas untuk sholat maghrib lebih dulu, lalu setelah selesai langsung memasak makanan untuk suaminya juga dirinya. Karena dia juga sudah lapar sejak tadi.

Hanya memasak tumis kangkung dan juga ayam goreng serta tahu di bumbu kacang. Memang tidak terlalu susah, tapi tidak membutuhkan waktu banyak. Setelah semuanya matang, dia bawa ke meja makan.

Menyajikannya dan di tata semuanya. Lalu pergi ke kamar Danu dan mengetuk pintu kamarnya.

Tok tok tok

"Mas Danu, makanan sudah siap." kata Laras di depan pintu.

Pintu terbuka, tampak Danu terlihat segar karena habis mandi. Dia pun berjalan melewati Laras yang diam di tempatnya, Laras menyusul ke meja makan. Mereka makan malam bersama, tanpa ada percakapan.

Danu malas bicara dengan Laras, pun sebaliknya Laras juga engga bertanya tentang apa pun pada suaminya itu. Makan malam tanpa ada pembicaraan, hanya suara denting sendok beradu dengan piring saja. Setelah selesai, Danu langsung masuk lagi ke dalam kamarnya. Sedangkan Laras merapikan kembali meja makan dan mencuci piring bekas makan malam mereka.

_

_

***************

1
ayu cantik
bagus
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Dewi Dama
ber tele2..bangat...
Dewi Dama
jabatan di rektur bank..tapi bodoh....bisa..di bohonin anak kecil...gk.masuk akal novel ini...
Dewi Dama
si laras..gk.tegas dan tdk berpendirian...gk.punya harga diri
Dewi Dama
Astaqfirullaaahhh....kena batu nya....dani....
Dewi Dama
bukan danu yg jahat kamu nya aja yg gk..tau malu.....
Dewi Dama
si laras malu2in perempuan aja....udah di tolak masih ngeyel....
Dewi Dama
laras gk.punya malu bangat...
Dewi Dama
si laras gk.punya malu...suami nya sudah terang2ngan gk suka masih aja....gk.punya harga diri
Melani Sunardi
laki ga punya hati juga egois susah dan bagusnya ga usah diharapkan lagi Ras..... berbahagialah dengan hidupmu
Melani Sunardi
mana ada detektif ga ngasih laporan
Melani Sunardi
Luar biasa
Ririn Nursisminingsih
ayoo laras jg lemah... jg klah sama nak sma
Ririn Nursisminingsih
ceo kok boding pacaran sama anak sma cuman dimanfaatin doang tuh
Nur Aulia
bayinya pinter nunggu ayahnya DTG baru keluar
Nur Aulia
tunggu lahiran dl baru bisa bercers
Dudeh Hamidah
Luar biasa
meris dawati Sihombing
Danu..Doni..yg bener yg mn?
Ruzita Ismail
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!