Di sebuah dunia yang elok bernama Netherlands, hidup seorang pemuda yatim piatu yang hidup bersama kedua adiknya, Joana dan Ken. Dia bernama Kelvin.
Kelvin merupakan sosok penebak kayu biasa dan tidak hanya itu, Kelvin juga tidak memiliki energi sihir. Karena hal itu lah membuat dirinya dihina dan dipermainkan oleh para bangsawan yang tidak suka dengan sosok nya.
Sampai suatu ketika, saat Kelvin di fitnah dan dijebloskan kedalam Dungeon yang membuat nya jatuh dalam keputusasaan saat melawan monster.
Dan, saat itu juga ingatan Kelvin yang terkunci tentang dirinya seorang Reincarnator terbuka dan terbuka nya kemampuan dari Kelvin.
Rewrite System.
Inilah kisah seorang Petapa Agung, Kelvin dengan System nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon [ Fx ] Ryz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akademi sihir Utopia | Chapter 21. Klub dan Risa
...Chapter 21. Klub dan Risa....
Sudah seminggu Kelvin menjalani masa sekolah akan tetapi dia tidak menemukan petunjuk apapun tentang kejadian di pasar budak.
Hal itu membuat nya menghela nafas di sisi jendela kelas. "Ahufuu .... pada akhirnya, aku sekolah disini seperti layaknya umum murid."
Ditengah melamun, Kelvin melihat ada banyak beberapa murid sedang mendirikan stand dihalaman sekolah.
"Ada apa ya itu?"
Tidak lama, Rei dan Arthur menghampiri Kelvin.
"Hei, Kelvin. Kamu mau ikut klub apa?" tanya Rei.
Kelvin yang mendengar itu sontak menghadap Rei, "Klub?"
"Iya, jadi kamu bisa mengisi waktu luang dengan aktifitas di Klub," sambung Arthur.
Mendengar penjelasan itu, Kelvin teringat akan sesuatu di dunia sebelum nya. "Ahh, jadi itu seperti kegiatan Ekstrakurikuler," batin Kelvin.
"Aku tidak tahu. Belum terpikir."
"Bagaimana kalau kita bersama ke sana? Mungkin saja ada yang menarik perhatian mu!" ajak Arthur.
"Ayo, aku juga penasaran!" sambung Rei.
Setelah itu Kelvin bersama Rei dan Arthur pergi ke halaman sekolah untuk melihat stand klub. Saat disana, Kelvin dan lainnya berpapasan dengan Mary dan Silvi yang mana mereka pun menjadi jalan bersama-sama.
Kelvin yang melihat itu, dia pun berpikir untuk pisah dari kelompok mereka.
"Tuan Rei, Pangeran dan Nona-nona. Saya permisi dulu ada keperluan yang harus kulakukan."
Rei dan lainnya sontak menghentikan langkah mereka dan menoleh ke Kelvin.
"Oh, Iya. Sampai bertemu dikelas," jawab Rei.
Arthur pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Memahami jawaban itu, Kelvin pun berbalik arah dan berpisah dengan kelompok Rei dan lainnya. Disaat sudah sendiri, Kelvin pun menghela nafas panjang.
"Ahufuu ... akhirnya aku bisa sendiri."
Lalu, Kelvin pun memutuskan untuk kembali ke kelas akan tetapi saat Kelvin melewati salah satu stand, dia melihat ada yang menarik perhatian nya.
Kelvin yang penasaran, dia pun menghampiri stand itu. Lalu, dia melihat spanduk dalam stand itu.
"Pecinta Sihir Zero. Menarik!" gumam Kelvin.
Dan, Kelvin pun menghampiri stand itu yang mana disana tidak ada pengunjung atau pun murid yang tertarik di stand tersebut. Meski begitu, Kelvin tetap mendatangi Stand tersebut. Lalu, disana terlihat lah sosok gadis berbadan kecil dengan rambut bergelombang ungu dan dia sedang tidur di kursi.
"Permisi!" sapa Kelvin.
Mendengar sapaan Kelvin, gadis itu pun membuka mata dan melihat kehadiran Kelvin yang membuat nya terkejut. Dia pun sontak beranjak diri.
"Selamat datang di klub pencinta sihir Zero! Apa kamu tertarik?" ucap gadis berambut ungu.
"Sebelum itu, bolehkah aku bertanya kegiatan dari klub pencinta sihir Zero ini?"
"Kegiatan sederhana, kita hanya membahas dan mencari sihir Zero yang meski beberapa anggota tidak memiliki sihir Zero," ucap gadis berambut ungu.
"Oh, begitu. Lalu, apakah Nona memiliki sihir Zero?"
Gadis bersambut ungu itu sontak bertolak pinggang. "Tentu saja, aku memiliki kemampuan sihir Zero."
Mendengar itu, Kelvin sontak berantusias. "Benar kah, sihir Zero apa?"
"Hohoho ... lihatlah! gadis cantik ini akan menunjukkan nya!"
Lalu, gadis berambut ungu itu meluruskan tangan nya kearah batu yang ada disampingnya.
"Magic Hand."
Sesaat kemudian, muncul tangan transparan yang mampu memanjang hingga batu yang berjarak cukup jauh bisa di jangkau nya. Setelah terjangkau, dia pun menggenggam nya dan di tarik kembali kearah gadis itu lalu, meletakkan pada tangan sang gadis.
"Begitu lah kemampuan ku," ucap bangga gadis berambut ungu.
Melihat itu, Kelvin pun tersenyum senang. "Magic Hand seperti nya itu akan berguna," batin Kelvin.
Lalu, gadis berambut ungu itu teringat sesuatu. "Oh, iya. Saya belum memperkenalkan diri. Saya Risa murid kelas menengah."
Dalam akademi sihir, para murid nya harus melewati tiga tingkatan sampai dirinya dinyatakan lulus diantara nya tingkat rendah, tingkat menengah dan tingkat tinggi.
Selain itu, sistem akademi tidak seperti di bumi yang mana para murid harus menempuh satu tahun pada tiap tingkatan nya. Di Akademi sihir ini akan ada selalu pengujian praktek setiap enam bulan yang mana disana lah pengukuran apakah murid memenuhi syarat untuk naik level ataukah harus mengulang tingkatan.
Mendengar Risa memperkenalkan diri, Kelvin pun tersenyum dan memberikan tangan nya. "Aku Kelvin, salam kenal!"
Risa tersenyum dan menganggukkan kepalanya lalu, menerima tangan Kelvin.
"Iya, sama-sama."
Lalu, sepulang sekolah. Dikamar nya, Kelvin mencoba rewrite skill Magic Hand.
Ding!
[Lapor. Tuan, dalam pembuatan magic hand. Anda akan dikenakan biaya 200 poin. Apakah Tuan akan meneruskan?]
"Terus kan!"
Ding!
[Lapor. Selamat anda berhasil membuat skill Zero Magic Hand!]
Seusai pemberitahuan itu, Kelvin pun mencoba nya dengan menarik meja dari kejauhan dan dia pun berhasil.
"Skill yang menarik. Jadi, aku tidak perlu repot-repot menghampiri benda yang ingin kuambil!"
...# The Great Sage, Kelvin #...
Estimasi Bab ini...
membuat skill Magic Hand, -200 poin.
Risa