NovelToon NovelToon
Because I Love You

Because I Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Eka July

"Baiklah saya langsung saja, saya Dean D, umur sembilan belasa tahun saya cerdas dan cantik, saya juga orang yang setia." gadis itu memperkenalkan dirinya sambil tersenyum lembut dan suarah yang mantap, Hermawan mengangguk sembil menahan senyumnya karena gadis itu sangat percaya diri.

'Apa hubungannya denganku?' pikir Hermawan, mencoba bersikap biasa saja, walau sebenarnya dirinya ingin tertawa sekeras-kerasanya, gadis kecil itu sangat mengemaskan.

"Saya datang kesini untuk melamar anda Hermawan untuk menjadi suami saya." gadis itu tersenyum setelah mengatakan hal itu senyum yang sangat lembut.

Hening sesaat.

'Apa aku di lamar gadis ini?' Hermawan melongo sesaat kemudian tertawa lepas. "Hahahah, anda salah orang nona, saya tidak mengenal anda dan saya tidak tertarik pada anda." Jawab Hermawan sambil tertawa bahkan memengangi perutnya, yang mulai terasa sakit, beberapa cairan keristal mulai muncul di sudut mata Hermawan, laki-laki itu tertawa sambil mengelap air matanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka July, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21 Kampus

“Nyaman,” Dean bergumam di dalam bekas mobil barunya karena Mercedes Benz ini sekarang jadi milik Hermawan. Mereka sampai di sebuah kampus swasta yang di pilih Dean.

“Aku akan mengantarkanmu sampai ke kelas,” Hermawan membukakan pintu untuk istrinya, membuat Dean tersenyum, tiba-tiba mukanya memerah.

“Kenapa mukamu merah?” Hermawan menyelidik.

“Tidak, aku hanya membayangkan sebuah adegan film, sang laki-laki membukakan pintu mobil untuk wanita yang ia cintai.” Dean kemudian melangkakan kakinya. Laki-laki itu hanya mengangguk sesaat, tidak menangapi apa yang Dean ucapkan.

“Masukla, belajarlah yang rajin, aku akan selalu banga pada pilihanmu, ingat aku selalu mendukungmu.” bisik Hermawan sambil mengelus rambut istrinya.

“Kamu merusak rambutku!” Dean berteriak sambil membenahi rambutnya yang berantakan, sebenarnya bukan itu alasanya ia hanya mengalihkan kegugupanya, karena jangtungnya berdekat cepat saat Wawan melakukan itu tadi, bahkan Hermawan terus mengawasinya saat Dean berbalik sambil berdiri di depan pintu, Dean bisa melihat sebuah senyum tulus dari sudut bibir Hermawan, sekali lagi Hermawan mampu membuat Dean merasa sangat gugup.

Dean hanya bisa membalas senyuma itu dengan senyuman lembut, sebelum mengerakan kedua tanganya seakan mengusir Hermawan agar menjahu darinya, laki-laki itu kembali tersenyum lalu mulutnya membentuk sebuah kata.

Dean terkekeh palan lalu mengaguk dua kali menangapi kata itu, yang di ucapkan Hermawan, kata ‘Semangat.’

***

Dean melangkahkan kakinya saat membuka ruang kelas, segera setelah Hermawan meninggalkannya.

“Permisi.” sapa Dean pada seorang dosen yang tampak sedang mengoreskan spidol hitam di papan tulis, ia menatap Dean dengan tatapan bertanya, tapi sesaat kemudian dosen tersebut tersenyum ia ingat bahwa akan kedatangan murid baru hari ini.

“Silakan, perkenalkan diri anda,” Jawab sang dosen yang berdiri di samping Dean, dosen itu cukup mudah berumur sekitar tiga puluh lima tahun, ia juga cukup tampan putih dengan muka oriental.

“Selamat pagi semuanya, saya Dean D, saya siswa baru disini.” Ucap Dean sambil tersenyum lembut pada semua mahasiswa yang duduk menatapnya dengan penuh minat.

Dean sudah tertinggal selama satu bulan pelajaran, karena kelasnya sudah dimulai sejak sebulan yang lalu, pihak kampus menerimanya melihat riwayat pendidikan yang Dean miliki, tentu saja pihak kampus sangat senang mendapat murid sepintar Dean.

“Chef,” seorang laki-laki mengangkat tangannya, wajahnya lumayan tampan dengan model rambut yang di buat berdiri seperti landak, hidungnya mancung dan matanya hitam pekat, bibirnya merah dan kulitnya putih bersih.

“Ada apa Max?” jawab sang dosen yang masih setia berdiri di samping Dean.

“Saya hanya ingin bertanya, Dean, apa kamu sudah punya pacar?” Ucap Max membuat gaduh seisi kelas, Dean tersenyum menagapi pertanyaan konyol itu.

“Saya sudah memiliki suami.” jawab Dean cepat, membuat semua orang tercengang sesaat, kemudian kembali tertawa tidak percaya bahkan Dean bersumpah tawa mereka sekarang lebih keras dari pada tadi.

Dean cukup kesal di buatnya, selama ini ia tidak perna menjadi bahan tertawaan di kampusnya yang dulu, mereka semua menghargai Dean, bahkan sebagian takut jika berhadapan dengan Dean mengingat gadis kecil itu cukup berbahaya, ia terlalu pintar untuk di bodohi di tambah lagi kemampuan yang ia miliki membuat siapun engan berhadapan lengsung dengan Dean.

Sebisa mungkin mereka menghindari Dean yang tercatat sebagai mahasiswi termudah semala ia kulia di kampusnya bahkan sampai S2.

“Tenang semuanya, baikla Dean jelaskan pada saya mengapa kamu memilih jurusan kuliner?” tanya sang dosen yang di ketahui bernama Arlan

“Tadinya saya ingin memilih jurusan yang bisa mengajari saya cara menjadi istri yang baik, ternyata tidak ada, jadi saya memilih jurusan ini agar saya bisa memasak untuk suami saya nanti.” Jawab Dean menjelaskan. Semua anak bertepuk tangan mendengarnya walau sambil tertawa.

“Aku mau menjadi suamimu!” teriak seorang anak dari belakang, membuat semua orang tertawa semakin kencang.

***

Arlan kembali menjelaskan kembali pelajarannya setelah kegaduhan yang di tmbulkan Dean mahasisawi barunya, Arland membahas materi yang ia berikan tentang sejarah masakan yang terkenal di dunia.

“Hay Dean,” sapa seorang wanita muda yang duduk di sampingnya wanita itu bermata sipit dan rambutnya lurus berwarnah hitam, ia juga terlihat kurus tapi memiliki senyum yang manis. Dean menoleh dengan malas karena ia sedang fokus pada pelajaran, gadis itu menyodorkan tanganya sambil tersenyum lembut.

“Aku Mimi,”

“Dean,” jawab Dean sambil bersalaman.

“Kamu cantik sekali, bahkan di kampus ini aku baru pertama bertemu gadis secantik kamu.” Bisik Mimi jujur.

Tentu saja Dean sangat cantik, matanya bulat berwarnah coklat terang, rambutnya hitam bergelombang yang sengaja ia uraikan, kulitnya putih, hidung mancung, bibirnya merah dan tidak terlalu tipis, dan wajahnya campuran Prancis Indonesia yang ia dapat dari orang tuanya, tapi Edmon d selalu mengatakan bahwa Dean mirip ibunya, Dean tidak perna marah atau kesal saat Edmon d mengatakan itu, tapi Dean tahu wajah yang ia warisi ini adalah dari Edmon d, mungkin mata dan tinggi tubuhnya saja yang Sifa wariskan untuknya, Dean memang tidak terlalu tinggi sama seperti ibunya, tinggi tubuhnya hanya 160 cm, sebenarnya itu sudah cukup tinggi untuk wanita Indonesia hanya saja, Hemawan yang terlalu tinggi hingga membuatnya terlihat pendek.

“Terimakasih, tapi nanti kita ngobrol lagi, aku sedang belajar.” Dean menjelaskan dengan sopan.

“Mimi-Dean!” suara laki-laki berteriak dengan suara tegas “Coba jelaskan apa yang tadi saya jelaskan!” pintah sang dosen dengan mata menyala tajam.

Dean bersumpa menyesal sempat mengatakan bahwa dosen bernama Arlan itu tampan dan sepertinya pandai pada awal pertemuan tadi, tapi sepertinya Arlan tidak pandai dalam menguasai emosinya, Dean bisa melihat itu dari cara laki-laki itu bicara bahkan dari gerak tubuhnya saat menjelaskan pelajaran tadi.

“Itu, Prancis, masakannya, ciri masakanya..ehm, ciri masakannya,” Mimi terbata-bata.

“Prancis merupakan kawasan Provence di pengaruhi oleh keadaan iklim dan Geografis dan pengaruh tradisi masakan dari daerah sekitarnya. Cuaca hangat dan letaknya di pesisir laut Mediterania menghasilkan citarasa masakan yang unik dan berbeda dengan masakan Prancis lainnya. Contohnya warga Provence lebih memilih menggunakan saus dari Zaitun dari pada krim atau mentegah, selain itu bahan sayuran, herbal dan masakan laut lebih banyak di gunakan. Kuliner Provance di pengaruhi bangsa Yunani dan masakan Itali sangat berpengaruh di bandingkan daerah lainya. Jenis masakan Provence sangat beragam, namun yang paling di kenal antara lain sup rebusan, masakan laut, dengan bahan ikan, karang tomat, bawang putih, saffron. Anggur dan lain-lain, masakan itu di namakan Bouillabaisse, ada juga masakan lain yang Pistou yang terbuat-”

“Cukup!”Arlan berteriak, semua anak tampak terganggah begitu juga Mimi, yang masih tidak percaya, Dean menjelaskan semuanya, bahkan Dean baru masuk beberapa menit lalu, dan Arlan sudah menjelaskan itu dari setengah jam yang lalu, bagaimana Dean bisa tahu semuanya secara detail?

“Dean kamu sangat pintar,” Mimi memuji saat jam istirahat, “Ini,” Mimi menyodorkan kotak makanan “Ibuku yang membuatnya, ini dari tokohku.”

Mimi menjelaskan bahwa keluarganya mempunyai sebuah tokoh roti kecil-kecilan, karena ingin meneruskan usaha keluarganya, maka dari itu ia masuk kulia jurusan kuliner. ”Aku ingin mengembangkan jenis makanan lain di tokohku nanti.” tambah Mimi.

“Enak,” gumam Dean setelah mengigit roti coklat.

“Terimakasih, aku ingin mengajakmu ke tokohku nanti.” Mimi tampak berbinar.

“Hei itu untukku!” Mimi berteriak keras, saat Max merebut rotinya dengan cepat, tadi Mimi hanya membawa dua roti, Max tidak memperdulikanya, ia terus mengunya roti itu.

“Dean, nanti makan siang bersama ku, aku akan mentraktirmu,” Max tersenyum lembut sambil menatap Dean dengan tatapan memujah dan mulut yang penuh dengan roti coklat.

“Tentu saja kamu juga harus mentraktir Mimi, karena kamu merebut rotinya!” Jawab Dean datar.

“Dia! tidak aku tidak mau mentraktirnya.” Max menunjuk Mimi lalu melemparkan bungkus roti yang telah kosong ke arah Mimi dengan kasar, Mimi menekuk wajahnya dari awal masuk Max selalu bersikap kasar padanya walaupun dia adalah laki-laki populer di kampus ini, karena kaya dan tampan, tetap saja Mimi tidak suka sikapnya.

“Kalau begitu tidak ada makan siang bersama.” Dean menegaskan.

1
Katherina Ajawaila
waaaauuu, kejadian yg aneh aja 🙂
Wahyuni Yuni
Luar biasa
ICA
Menurut aku si hermawan nya ngg SEkejam itu sma si DEANNYA karna dean pun apa apa ngg bisa terkecuali si hermawan ada maki2 si deannya baru itu kejam flasback sma kejadian sebelum nya aja cara mereka ketemu smpai menikah kurasa masij normal aja nma jga orang yg ngg kita kenal tiba ajak nikah gimana perasaan klian ngg mingkin dong langsung akrab gitu aja
Hanifah Henny
paragrafnya buat sakit mata gk ada spasinya
Agle
Luar biasa
PANJUL MAN
suka skali ceritanya walaupun bacanya sambil kesal liat tulisannya tapi bikin penasaran
Nancy Bondan
Luar biasa
Fafaaa
👍🏻👍🏻👍🏻
Gita Risnawati
ko sakit yaa
Gita Risnawati
harus banget kya gitu ya dean??
Gita Risnawati
haduuhhh si wawan
Gita Risnawati
ko mau ya wawan masakin, nikahnya kan d jebak
Gita Risnawati
apa wawan gx penasaran sma dean sebenernya siapa yaa??
Gita Risnawati
gemes banget ama dean
Gita Risnawati
dean dean,...
Gita Risnawati
dean²,....
Gita Risnawati
haduh ada² aja dean
Gita Risnawati
baru baca 1 bab, kayaknya seru, jdi penasaran
FUZEIN
Dah tahu yg dtolong masa lalu...masih juga lupa dengan masa depan...wawannn ni..ishhh
Dewi Kurniawati
bagus walau akhirnya membosankan...🙇‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!