NovelToon NovelToon
Om Doni, I Love You

Om Doni, I Love You

Status: tamat
Genre:CEO / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:243.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Merpati_Manis

Ditengah kemeriahan pesta perjamuan makan malam yang diadakan keluarga Sanjaya dalam rangka penobatan putra bungsunya, Doni Sanjaya, menjadi Chief Executive Officer di PT. Sanjaya Group, tiba-tiba seorang gadis belia datang menghampiri Doni dengan membawa setangkai bunga yang baru saja dia petik dari salah satu vas di tempat tersebut.

"Om Doni, I love you." Gadis tersebut tanpa basa-basi menyodorkan setangkai mawar merah kepada Doni, dengan senyumnya yang mengembang sangat manis.

"Hah, tidak salah? Gadis ingusan ini, nembak aku?" Doni sangat terkejut, mendapati kenyataan bahwa yang menembaknya adalah gadis belia yang merupakan putri seorang pengusaha terkenal, dimana perusahaan keduanya menjalin kerjasama bisnis sejak lama.

Sementara ayah si gadis, menepuk jidatnya dengan keras mendapati ulah salah satu putri kembarnya itu. "Lili... apa yang kamu lakukan nak? Dia bahkan lebih pantas kamu panggil om!" gerutu om Devan dengan kesal.

Bisakah Doni melupakan masa lalunya dan membuka hati untuk gadis belia tesebut?

Akankah kisah cinta mereka berlanjut dan berhasil mendapatkan restu dari orang tua si gadis?

Nantikan terus kisah mereka berdua, hanya di :
Om Doni, I Love You.


🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa masukkan favorit yah/ klik tombol hati, karena aku menuliskannya dengan sepenuh hati 🥰🥰

Biasakan pula jempol kalian untuk klik : like, kasih komentar dan juga hadiah... yang banyak ya bestie 🤗😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Merpati_Manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan yang Aneh

Lili masih terus merajuk, mengharap pada sang papa agar memberikan restunya untuk Doni, pemuda dewasa yang telah membuat Lili jatuh cinta pada pandangan pertama.

Namun sepertinya usaha Lili, yang dibantu oleh saudari kembarnya dan juga sang mama, belum juga berhasil karena sang papa masih kekeuh dengan pendirian yang belum bisa menerima kenyataan bahwa pemuda dewasa seusia Doni lah yang datang meminang sang putri bungsu.

"Pa, masak hanya karena faktor usia, Om Doni enggak dikasih restu, sih?" protes Lili pada sang papa, sambil mengerucutkan bibir.

"Lili Sayang, ini bukan hanya sekedar faktor usia, Nak? Tetapi karena usia kalian terpautnya terlalu jauh?" Om Devan menatap sang putri dengan dalam, untuk meminta pengertian dari si bungsu tersebut.

"Asal kamu tahu, Nak .... " Perkataan om Devan menggantung di udara.

"Ah, Papa enggak asyik! Lili marah sama, Papa!" sergah Lili sambil berlari menaiki anak tangga untuk menuju ke kamarnya di lantai dua, setelah cukup lama merayu sang papa namun belum berhasil juga.

"Lah, orang marah kok ngomong?" Om Devan terkekeh pelan, melihat sikap putri bungsunya.

"Papa?" protes Lila dan sang mama bersamaan.

"Ma, Lila naik dulu, ya? Takut ada apa-apa sama, Lili," pamit Lila pada sang mama.

Tante Lusi mengangguk, "hibur adikmu ya, Kak. Urusan Papa, biar mama yang handle," titah tante Lusi.

Lila segera berlari menaiki anak tangga, mengejar saudari kembarnya yang sedang galau karena sang papa enggan memberikan restu untuk sang pujaan hati.

Om Devan mengernyitkan kening, "handle gimana, maksud Mama? Mama mau merayu papa, seperti bisanya?" goda om Devan seraya mengerling, sebab itulah kebiasaan tante Lusi jika meminta sesuatu, yaitu dengan merayu sang suami.

Maka setelah itu, bisa dipastikan om Devan akan menuruti semua keinginan istri tercinta.

Tante Lusi menggeleng, "enggak, mama enggak akan merayu Papa," balas tante Lusi.

"Lantas?" kejar om Devan.

"Mulai malam ini, mama akan tidur di kamar adik," jawab tante Lusi dengan santai, namun bagi om Devan hal itu merupakan sebuah ancaman besar.

"Enggak bisa gitu dong, Ma? Ini enggak adil buat papa? Ini 'kan masalah si adik, Ma ... kenapa malah papa yang kena imbasnya, sih?" protes om Devan.

"Papa sih enggak takut, kalau kehilangan saham ataupun kehilangan salah satu cabang perusahaan papa. Tetapi kalau kehilangan pelukan mama meski hanya semalam, papa enggak sanggup, Ma?" rayu om Devan.

"Makanya Papa pikirin dulu, sebelum langsung memutuskan untuk menolak Doni?" balas tante Lusi seraya tersenyum senang, karena ancamannya pasti akan dipertimbangkan oleh sang suami.

Ya, semenjak mengenal istrinya itu, om Devan yang dulu terkenal sebagai playboy langsung berubah menjadi suami yang bucin. Dia menjadi pria yang sangat tergantung pada istri dan tak bisa sedetik saja jauh dari istri cantiknya itu.

"Ayo, kita temui mereka lagi!" ajak tante Lusi pada sang suami.

"Bentar, Mama?" Om Devan menarik tangan sang istri dan mendudukkan kembali istrinya itu tepat di atas pangkuan.

"Ih, Papa? Cari-cari kesempatan aja sih, sukanya?" protes tante Lusi yang ingin melepaskan diri.

"Papa kalau di ajak ngobrol dengan cara seperti ini, baru bisa mikir dengan jernih, Mama?" kilahnya, sambil tersenyum menggoda.

Tante Lusi cemberut, "Pala atas mungkin bisa berpikir dengan jernih, tapi bagaimana dengan pala bawah?" cecar tante Lusi, yang bisa merasakan pala bawah ayah dari ketiga anaknya mulai beraksi.

Om Devan terkekeh senang, "dia pun bisa berpikir jernih, Mama Sayang? Asal kamu yang menuntunnya untuk berpikir," balas om Devan yang semakin ngaco bicaranya.

"Udah, ah! Nanti mama tuntun, sekarang kita temui dulu mereka di depan!" Tante Lusi segera beranjak dari pangkuan sang suami.

"Tapi Papa harus janji, kalaupun belum bisa menerima Doni sekarang, Papa bisa kasih dia waktu untuk meyakinkan Papa. Jangan langsung di tolak, entar Papa nyesel kalau terjadi apa-apa sama adik!" ancam tante Lusi dan om Devan hanya bisa mengangguk.

"Iya, Sayang ... jangan marah-marah gitu, ah? Jadi pengin nyium?" goda om Devan sambil berjalan menuju ruang tamu, mengiringi langkah sang istri.

"Maaf, Om. Mas Doni, jika lama menunggu," ucap tante Lusi dengan sopan, setelah dia duduk bersama sang suami.

Papa Sanjaya yang tadinya ngobrol dengan sang putra langsung diam, setelah melihat tuan rumah sudah keluar kembali.

"Iya, Bu Lusi. Tidak mengapa," balas papa Sanjaya, "lantas, bagaimana dengan permintaan Putra saya tadi, yang ingin meminang putri bungsu Pak Devan dan Bu Lusi?" tanya papa Sanjaya kemudian, seraya menatap om Devan dan tante Lusi bergantian.

Om Devan menghela napas panjang, jujur dia masih sangat keberatan jika sang putri yang sangat disayanginya itu dipinang oleh pria dewasa seperti Doni. Namun, dia pun tidak dapat berkutik jika ternyata sang istri membela Lili dan kemudian mengancamnya.

Sementara Doni menunggu keputusan papa dari gadis belia yang dicintainya dengan berdebar-debar, 'apa benar firasat ku tadi? Kalau pak Devan tidak akan merestui kami?' batin Doni yang tidak berani menatap kearah om Devan.

Doni hanya berani sesekali menatap tante Lusi, yang selalu memberikan senyuman hangat jika pandangan mata mereka beradu.

"Maaf sebelumnya, Om San." Setelah beberapa saat hening, om Devan mulai membuka suara.

"Untuk saat ini, jujur saya belum bisa merestui Mas Doni dan putri saya, Lili," ucap om Devan pelan, namun bagi Doni serasa bagai runtuhan bukit batu yang menimpa kepala dan tubuhnya.

Pening, itulah yang dirasakan Doni. Dada pemuda dewasa itu juga menjadi sesak, dan dia tiba-tiba mengalami kesulitan bernapas.

Berulangkali Doni menarik napas panjang dan kemudian mengeluarkan perlahan, berharap sesak di dadanya yang bagai dihimpit batu basar segera menghilang.

Doni bahkan sampai tidak bisa berpikir untuk menanyakan, kenapa papanya Lili tersebut belum bisa memberikan restu?

"Maaf, Pak Devan. Apakah ini ada hubungannya dengan usia Doni?" tanya papa Sanjaya dengan bijak, yang dapat memaklumi jika om Devan menolak Doni sebab alasan tersebut.

Om Devan terdiam, papanya Lili itu tak langsung menjawab karena khawatir jika akan menyinggung perasaan Doni. Karena sang istri tadi sudah mewanti-wanti, agar sang suami tidak berbicara hal yang kurang berkenan bagi Doni.

"Sebelumnya, saya mohon maaf, Om San." Kembali om Devan menghela napas panjang, "jujur, memang benar itu menjadi salah satu faktor .... " Om Devan menjeda sejenak ucapannya.

Tante Lusi terus menatap sang suami, dengan tatapan yang mengintimidasi.

"Aku akan turuti kemauan Mama, tapi setelah ini Mama juga harus menuruti keinginan papa," bisik om Devan tepat di telinga sang istri.

"Tante Lusi megerutkan kening dengan dalam, "menuruti apa?"

"Kita buat adik untuk Lili,' balas Om Devan masih dengan berbisik, seraya tersenyum menggoda.

"Ck ... " mama cantik itu berdecak, "permintaan yang aneh!" kesal tante Lusi, tapi wanita anggun itu mengangguk juga karena tak mau membuat tamu putrinya menunggu dalam ketidakpastian.

tobe continue,,,

🌷🌷🌷🌷🌷

Nitip i'Lan 🥰 mampir yah 🙏🙏

Blurb.

“Buat apa kamu menikahi ku, Mas? Jika ternyata kamu sudah memiliki seorang kekasih?” isak Ana, seraya mengusap kasar air mata yang mengucur deras membasahi riasan di wajah ayunya.

Dinikahi oleh pria tampan dan mapan, nyatanya tak lantas membuat Ana hidup bahagia karena ternyata, Yoga menjerat hati dan menikahi Ana dengan terpaksa.

Cinta Yoga masih terbelenggu pada sang kekasih, yang kini lebih memilih meniti karir sebagai seorang model di Luar Negeri.

Sanggupkah Ana bertahan, ketika kekasih Yoga telah kembali dan mereka secara terang-terangan menjalin hubungan mesra di depan mata Ana?

(only on. f1 zz 0)

1
Linda Liddia
Pendek bgt padahal ceritanya bagus bgt masa gak ada kelanjutan kk author perjalanan rmh tangga lili & doni
Merpati_Manis (Hind Hastry): hehe ... lanjut baca cerita saudara-saudara Lili, ya, Kak... ada kisah si Lila, dan putra dari sahabat² sang papa 🙏
total 1 replies
Linda Liddia
Kakak author thanks ya aku suka cerita yg kayak gini ada lucu2 gak tegang aja kebanyakkan konflik..
Semangat selalu kk author 💪💪💪
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadirnya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
Ade Ira Puspita
Luar biasa
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadir dan apresiasinya, Kak 🥰
total 1 replies
falea sezi
knp dlu doni ma seruni gk di setuju in Thor ma ortu doni apakah karena seruni miskin
Merpati_Manis (Hind Hastry): begitulah, Kak ...
total 1 replies
himmy pratama
ganggu aja sahabat doni dan lili GK perasaan banget dech..oke lanjutkan Don habis kan waktu mu untuk menikmati indah nya malam pertama
himmy pratama
gmn lili ..!! doni tentu kecewa dong Uda ditunggu 2 malam pertama nya gt
himmy pratama
sahabat Devan dan Doni idhem podho somplak semua
himmy pratama
panggah somplak GG tampan ni
himmy pratama
pemuda yg baik
himmy pratama
pada akirnya
himmy pratama
next
himmy pratama
ich.males ya lama bertele2
himmy pratama
lauama
himmy pratama
berdebar 3 lah Doni antara di terima dan tidak ..kasian
himmy pratama
di terima GK ya lamaran di Doni..gmn papa Devan anak mu cinta mati lho sama Doni
himmy pratama
next
himmy pratama
persahabatan sampai tua kompak polll..
himmy pratama
siapa aja yg dibawa opa Alvian
himmy pratama
mimpi indah berdua ya doni
himmy pratama
kamu bener Doni klo LG pacaran org ketiga nya adalah syaitonirrojim
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!