NovelToon NovelToon
IKHLASKAN AKU PERGI SUAMIKU

IKHLASKAN AKU PERGI SUAMIKU

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Cerai / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:259.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sutihat Basti Wibowo

Pernikahan yang bahagia adalah impian setiap rumah tangga. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Andhira, gadis berusia 21 tahun yang dipaksa menikah oleh keluarganya dengan seorang lelaki bernama Daffa, yang ternyata adalah seorang lelaki yang keras dan kasar terhadap Andhira.

Perlakuan Daffa yang kian hari semakin menjadi membuat Andhira mengalami depresi dan kondisi kesehatan jiwa yang buruk hingga dia divonis mengidap bipolar. Rumah tangga yang bagai neraka itu membuat Andhira mengguggat cerai suami jahatnya tersebut.

Akankah Andhira terbebas dari pernikahan yang penuh siksa itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sutihat Basti Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21 Tidak Bisa Ditebak

Daffa terdiam seribu bahasa. Lalu, dia tersadar akan sesuatu. "Kenapa rambutnya sekarang pendek? Bisiknya dalam hati seraya mengerutkan dahi.

Andhira melangkah hendak menuju ke pintu kamar. Dia bepikir untuk pergi saja dari rumah itu. Namun, tanpa diduga Daffa mencegahnya dengan memegangi pergelanan tangan Andhira.

Adhira menghela napasnya dalam, lantas menoleh ke arah Daffa. "Lepaskan," ronta Andhira.

"Kamu mau kemana?" tanya Daffa kali ini dengan suara pelan.

"Apa begitu penting bagimu mengetahui kemana aku akan pergi?" balas Andhira balik bertanya.

"Tentu saja, kita suami istri 'kan?" ucap Daffa menatap penuh harap kepada Andhira.

Andhira tersenyum getir. "Suami istri macam apa yang tidak punya kasih sayang dalam rumah tangganya?" tutur Andhira menampar Daffa dengan kata-katanya.

"Baiklah, Dhira. Aku minta maaf atas kekhilafanku selama ini," akui Daffa.

"Maaf? Aku bisa saja memaafkanmu atas kesalahan yang kamu lakukan berulang-ulang itu. Akan tetapi, tidak mudah bagiku untuk melupakannya," papar Andhira dengan mata berkaca-kaca menahan perih yang menjalar di dalam hatinya.

"Oke, aku mengaku salah. Aku minta maaf sudah membuatmu kecewa dan merusak suasana hatimu," imbuh Daffa lagi.

"Bukan hanya merusak suasana hatiku, tapi juga seluruh kepercayaanku padamu!" tandas Andhira.

Daffa tertegun seperti merenungi kalimat yang baru saja Andhira utarakan. Lalu, dia meluruh di lantai sambil bersimpuh di kaki Andhira. "Tolong beri aku kesempatan untuk memperbaikinya, Dhira," ucap Daffa memohon.

"Apa yang kamu lakukan? Jangan merendahkan harga dirimu di hadapanku yang bahkan, tidak pernah pernah penting dalam hidupmu!" sarkas Andhira sembari mundur beberapa langkah dari tempatnya berdiri semula.

Namun, Daffa tidak menyerah begitu saja. Dia bangkit dan langsung memeluk Andhira. "Kamu boleh memakiku sesuka hatimu, tapi tolong jangan pergi," ujar Daffa dengan sungguh.

Kala itu perasaan Andhira menjadi semakin bingung dibuatnya. Dia tidak tahu apa yang dia lakukan sudah benar, atau belum? Tapi, akhirnya Andhira membuat sebuah keputusan. "Baiklah, aku tidak akan pergi," ucap Andhira dengan nada datar.

Daffa menangkup kedua belah pipi Andhira. Lantas, dia menatap Andhira dengan sorot mata berbinar. Seolah ada perasaan cinta di sana. "Terima kasih, Dhira." Daffa melabuhkan ciuman di kening Andhira dengan waktu yang lama seakan sangat meresapinya.

Dalam hati Andhira berkata 'apakah dia harus bersikap berani dan memberontak dulu, barulah Daffa bisa bersikap baik padanya?'. Sungguh, perubahan sikap Daffa yang sangat sulit ditebak membuat Andhira sangat keheranan. Andhira juga bertanya-tanya 'perlukah dia memperecayai Daffa lagi, atau sebaiknya jangan?'. Semua yang terjadi di hadapan Andhira, membuatnya berpikir keras.

"Kamu memotong rambutmu?" tanya Daffa lirih. Andhira hanya mengangguk malas.

"Tidak apa-apa. Kemarilah, biar aku rapikan," ajak Daffa menuntun tangan Andhira. Dia membawa Wanita yang sedang tidak karuan itu ke depan cermin besar yang sebelumnya digunakan oleh Andhira.

Andhira menatap ragu pada Daffa. Namun, Daffa membalas tatapan Andhira dengan lembut dan merekahkan senyuman di bibirnya. Rasanya, itu senyuman terbaik dari Daffa yang pernah Andhira terima.

"Diamlah, aku akan memotong sisa rambut yang belum rapi," titah Daffa. Andhira pun patuh padanya.

Laki -laki itu mulai melakukan guntingan pada rambut Andhira. Harus diakui, kala itu dia melakukannya dengan sangat hati-hati. Meskipun semua itu masih menjadi misteri. Apakah Daffa berbuat demikian karena benar-benar telah menysal? Atau mungkin hanya untuk membuat Andhira melupakan kesalahan yang telah dia lakukan, dan sifatnya sementara saja? Tidak ada yang benar-benar mengetahui.

Tidak sampai di situ saja. Daffa juga mengoleskan krim obat pada luka memar yang ada di tubuh Andhira seluruhnya. "Apa rasanya sangat sakit?" tanya Daffa seraya menatapi Andhira dengan lekat.

"Aku harus menjawab apa? Jika aku mengatakan itu tidak sakit, bukankah aku telah berbohong? Lalu, jika aku mengakui bahwa itu rasanya sangat sakit, apa kamu juga akan percaya?" urai Andhira.

Daffa menghela napas panjang dan membuangnya perlahan. "Baiklah, aku tidak akan bertanya lagi," ucap Daffa.

Laki-laki itu masih saja melakukan sesuatu yang malah membuat Andhira semakain merasa aneh. Dia mengangkat tubuh Andhira dan membawanya ke atas kasur. Lalu, direbahkannya tubuh Wanita yang kini berambut pendek itu dengan hati-hati. Andhira hanya bisa pasrah, tapi di dalam pikirannya gencar bertanya-tanya.

"Istirahatlah! Aku akan memasak makanan untuk kita," titah Daffa.

"Apa?" sentak Andhira yang kala itu langsung duduk terbangun.

"Tenang saja, aku tidak akan mmasukkan racun atau obat apa pun di dalam masakanya," terang Daffa.

Andhira hanya menunduk dengan alis yang dicekungkan. Lalu, tangan Daffa mengangkat dagu Andhira dengan sangat perlahan, hingga tatapan mata Andhira sejajar dengannya. Dan sebuah sapuan yang sangat lembut dari lidah Daffa, menjamah bibir Andhira yang masih tampak pucat.

Bersambung ....

Cieee Cieeee pada deg-degan cieeee .... Wkwkwk!

DUKUNGANYA JANGAN LUPA, YE! LOPE-LOPE. ❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤

1
falea sezi
true kah
Safa Almira
sukaA
Perempuan Terindah: terima kasih, Kak ❤
total 1 replies
id IG: sabia.sky
adhira temennya author?
Perempuan Terindah: begitulah, Kak. 🙂
total 1 replies
Pucca Riana
Bagus ceritanya thor, smg semakin ramai yg baca
Perempuan Terindah: terima kasih, Kak. 🤗❤
total 1 replies
Hotma Gajah
ceritanya sungguh membagongkan🤣
Perempuan Terindah: Huum, kek komentarnya. 🤣🔥
total 1 replies
Hotma Gajah
cerita jadi aneh jgn lari dari koridor🤣🤣🤣
Perempuan Terindah: Iyaaa. Seaneh komentarnya. 😆
total 1 replies
Hotma Gajah
Dira bodoh nggak up date kali ya nggak tau kdrt oneng
Perempuan Terindah: Huum, Kak. Silakan baca bab selanjutnya. ❤
total 1 replies
Hotma Gajah
wsnita lemah bodoh wajar di tindas lanjutkan ampe modar😏
Perempuan Terindah: Sungguh teganya. 🤣
total 1 replies
Hotma Gajah
jgn pernah buat cerita wanita yg gampang di tindas buatlah cerira wsnita kuat cerdas dan tangguh buat motivasi bagi wanita"yg kurang beruntung ok.
Perempuan Terindah: Oke, Kak. Jangan tersinggung. Meski diangkat dari kisah nyata, semoga bukan ini kisah Kakak. ❤
total 1 replies
Evy
selain kasar pelit pula.
Perempuan Terindah: Valid. 🍃
total 1 replies
Nismawati
good
Perempuan Terindah: 🌹🌹🌹🍃🍃🍃
total 1 replies
Yuantusha
apa ada udang dibalik bakwan
Perempuan Terindah: Hai, Kak, terima kasih sudah baca. Semoga suka. ❤❤
total 1 replies
Yuantusha
kabur trs cerai
Yuantusha
50 untuk 3 hri mana cukup
bùat sehri aj g kañ çùkup
Perempuan Terindah: Betul, Kak.
total 1 replies
Yuantusha
apapun alasannya g hŕus kasar gitu kli
Yuantusha
daffa itu manusia ap iblis ci
Yuantusha
apa sebenere maya udah tau sifat dava sebelumnya
Yuantusha
seharusx gak usah dimasakin
Yuantusha
pengen remes remes otaknya dafa
Yuantusha
sakitnya hatiku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!