NovelToon NovelToon
Sistem : Menjadi Yang Terkuat

Sistem : Menjadi Yang Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / System / Sistem
Popularitas:215.7k
Nilai: 5
Nama Author: Deva Pratama

DING!!!

Tiba-tiba sebuah panel mengambang muncul di depan mataku. Awalnya aku tak tahu, apakah ini mimpi atau kematian. Setelah aku mencari tahu, layar apa yang berada di hadapanku ini.

Ternyata itu adalah Sistem, sama seperti cerita komik. Aku diberikan Sistem ntah siapa yang memberikan sistem ini. Namun, aku diajari untuk menjadi petarung yang hebat. Seiring berjalannya waktu, aku diajari cara bertahan hidup di jalanan.

Tak hanya itu saja, setiap aku melihat seseorang yang memakai bela diri. Aku dengan mudah mengikuti bela diri yang dipakai oleh orang itu. Seperti aku memiliki bakat peniru bela diri.

Namun itu semua malah mengundang diriku ke dunia perkelahian. Yang dimana aku harus berkelahi dengan para gangster dan berusaha untuk mendamaikan kotaku.

Meski aku adalah seorang pecundang, aku akan selalu berusaha berlatih dan menjadi yang terkuat. Karena aku adalah "PETARUNG TUNGGAL".

~~~~~

Langsung dibaca ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deva Pratama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21 - Solo Fighter

Episode 21 - Pekerjaan dari CEO

Keesokan harinya, Dafa memakai seragam sekolah SMP 32 karena akan mengerjakan misi dari seorang pria tua yang awalnya Dafa mengira dia adalah mafia. Tapi ternyata pria tua itu adalah seorang CEO dari sebuah perusahaan yang cukup ternama di kota tersebut.

Dafa keluar dari bilik kamarnya dan berpapasan langsung dengan Angelina yang keluar dari kamarnya juga. Mereka berdua saling bertatapan dan Angelina memasang wajah yang heran.

"Kak, kamu pindah sekolah apa?" tanya Angelina sembari mengerutkan dahi.

"Eh … nggak kok!" sahut Dafa yang kaget.

"Terus itu kenapa pakai baju anak 32?" tanya Angelina lagi.

"Ah … anu, pokoknya ada deh!" seru Dafa, ia tak ingin memberitahukan pekerjaannya saat ini.

Biarpun begitu, uang yang ia dapatkan kemarin, tak langsung ia pakai. Ia menyimpannya karena sewaktu-waktu jika ia tak sanggup mengerjakan misi yang diberikan, Dafa akan mengembalikan uangnya.

Dafa segera masuk kembali ke dalam dan mengambil tasnya. Lalu Dafa keluar dari kamarnya dengan cepat, kemudian memakai sepasang sepatu dan pamit kepada Angelina.

"Angelina! Aku pergi dulu, jangan lupa kunci pintu, tutup jendela, matiin keran, cabut kabel rice cooker, matiin lampu …," ucap Dafa yang perlahan-lahan suaranya mulai menghilang.

"Huft! Punya saudara kandung yang aneh itu cukup membuat kepala pusing," ucap Angelina lalu melakukan apa yang Dafa katakan.

Dafa sedang berlari untuk mengejar bus yang akan menuju ke sekolah yang akan ia tuju. Ia malah terpikir jika pekerjaannya akan selesai dengan mudah, dilihat dari kemampuan Dafa yang sekarang. Mungkin Dafa bisa menyelesaikan masalah hanya dalam kurun waktu satu hari.

...~...

Flashback ketika Dafa berbicara dengan pria tua di cafe.

Terlihat seorang pria tua dengan Dafa yang di hadapannya saling bertatapan. Di samping kanan pria tua itu, berdiri seorang laki-laki asing yang membawa Dafa ke tempat tersebut.

"Aku ingin memberimu tawaran pekerjaan sesuai dengan kemampuanmu," ucap pria tua itu.

"Hah?! Tawaran apa?" tanya Dafa yang penasaran.

"Tapi kau harus merahasiakan pembicaraan kita kali ini," ucap pria tua tersebut.

Dafa menganggukkan kepala dengan mulut yang membisu.

"Tawaran untuk membantu anakku keluar dari penindasan di sekolahnya," lanjut pria tua tersebut sembari mengusap kedua air matanya yang tiba-tiba menetes.

"Hah?! Bagaimana bisa anak seorang mafia ditindas? Bukankah nggak masuk akal," ucap Dafa yang terus terang.

Pria tua dan laki-laki asing itu terkejut mendengar ucapan Dafa.

"Siapa yang mengatakan kalau kami ini mafia?" tanya pria tua itu dengan wajah yang menahan tertawa.

"Nggak ada, cuma tampang kalian kayak mafia sih," ucap Dafa yang lugu.

"Bhahahaha … katanya kita kayak mafia," kata pria tua itu kepada laki-laki asing sambil tertawa terbahak-bahak.

Dafa mengerutkan dahinya karena heran dengan mereka berdua.

"Eee … emang salah ya?" tanya Dafa.

"Ti–tidak, kami ini emang mafia kok. Mafia palsu, hahahahahaha…." Pria tua itu tertawa lagi hingga membuat Dafa kesal.

"Ck … malah pada ketawa," gumam Dafa lalu memalingkan wajahnya ke minuman yang ia pesan.

Beberapa menit setelah tertawa pria tua itu reda, ia melanjutkan pembicaraan mereka lagi.

"Baiklah, aku akan jujur. Aku bukan mafia, melainkan CEO dari perusahan…," ucap pria tua itu yang mulai serius.

"Ooo … bilang dari awal dong, pak tua. Jadinya waktu saya terbuang banyak kan," ucap Dafa.

"Maaf, kita lanjutkan pembicaraan kita tadi. Jadi aku akan memberimu pekerjaan untuk melindungi anakku dari perundung di sekolahnya," ucapnya.

"Kenapa bisa dirundung?" tanya Dafa.

"Itu karena masalah keluarga. Aku juga belum bisa menjadi ayah yang baik untuknya," tuturnya.

"Berapa bayaran untuk pekerjaan ini?" tanya Dafa.

"Sepuluh juta, bagaimana?" tawar pria tua tersebut.

"Empat ratus juta, saya akan membasmi para perundung di sekolah itu hingga lenyap," sahut Dafa yang bernegosiasi.

"Empat ratus juta, ya…." Pria tua itu berpikir sejenak dan berunding dengan laki-laki asing yang disampingnya.

Selang beberapa menit, minuman yang dipesan Dafa telah habis. Lalu pria tua itu menghadap ke Dafa kembali karena selesai berunding dengan laki-laki asing tersebut.

"Baiklah, aku terima. Tapi ada syaratnya," ucap pria tua itu.

"Apa itu?" tanya Dafa.

"Selesaikan pekerjaanmu selama seminggu ini. Jika tidak, tawaranmu akan kuambil kembali," ucapnya.

Dafa menghela nafasnya. "Lalu bagaimana saya bisa masuk ke sekolah itu. Mana mungkin saya datang sebagai…." Belum selesai berbicara, laki-laki asing itu mengangkat tangan yang memberi isyarat untuk Dafa diam sejenak.

Laki-laki asing itu lalu mengangkat sebuah tas dan meletakkannya di hadapan Dafa.

"Semua perlengkapan sudah kami siapkan. Baju sekolah beserta atributnya ada di dalam. Uang muka senilai seratus juta juga ada di dalamnya," ucap laki-laki asing itu lalu mundur ke tempatnya kembali.

"Okay … tapi, kalau ditanya bagaimana?" tanya Dafa untuk memastikan.

"Tenang saja, kami sudah mengatur semua itu," ucap pria tua itu lalu berdiri untuk meninggalkan Dafa.

Dafa membuka tas tersebut untuk melihat isinya dan betapa terkejutnya ia ketika melihat isi tas itu dipenuhi dengan uang berwarna merah.

"Gila! Aku bekerja sama mafia? Mafia bohongan sih," gumam Dafa lalu menutup kembali tas tersebut.

"Tapi, cara bawa tas ini keluar dari sini gimana ya? Nanti dikira lagi bawa bom," batin Dafa yang memikirkan sebuah cara.

[ Tuan bisa menggunakan fitur {Penyimpanan} pada sistem. ]

"Aha! Benar juga," ucap Dafa lalu membuka menu [Penyimpanan].

"Cuma ada 10 slot doang," gumam Dafa. "Tapi cara makainya gimana?" tanya Dafa kepada sistem.

[ Tuan bisa memasukkan langsung barang yang Tuan ingin simpan di {Penyimpanan} ]

Dafa kemudian mengangkat tas itu dan memasukkan langsung ke dalam layar yang menunjukkan 10 slot penyimpanan. Seketika tas itu menghilang dan muncul di layar dengan satu slot yang terisi bergambar sama persis dengan tas yang Dafa masukkan tadi.

"Fitur yang sangat berguna," gumam Dafa lalu keluar dari cafe.

Flashback End

...~~...

Kembali ke Dafa yang sudah menaiki bus untuk berangkat ke sekolah yang ia tuju. Tak disangka, ia duduk bersama dengan anak yang akan ia lindungi. Tentu saja ia berpura-pura tidak mengenalinya dan menjadi murid baru.

Tak berbicara sepatah kata pun, Dafa menjaga imagenya agar tetap tidak terlihat mencolok dengan siswa yang lain. Hingga akhirnya mereka sampai di sekolah dan turun dari bus dengan bergantian.

...### Solo Fighter ###...

1
dhani satria
hmmmmm
One Tea
Biasa
dhani satria
ini
tolol dan betol2 bodoh author yabg bikin cite ni. memang mak bapak dia aje yang baca jangan di masuki kat noveltoood ni tolol..
Andrew Tito Ramos: crita sampah ..gt aja
total 2 replies
Febrianto Kaharu
Luar biasa
Jeck Pram
kasus nya sama kayak aku dulu waktu SMP sering di bully tp aku menguasai beladiri taekwondo sampe rasa sabar ku hilang dan akhirnya semua yg membuly ku aku hajar sampe masuk rumah sakit dan aku di skors 1 Minggu ga boleh sekolah
Jeck Pram
MC nya oon
Gatot Suharyono
kisah adik Dafa bawa/terima paket gak ke cerita lagi !?
Gatot Suharyono
kok jadi konyol ceritanya !?
Gatot Suharyono
MC nya terlalu tel-mi & kepo banget !?
roxy nik
jir, jadi PHS
Gatot Suharyono
awalnya ceritanya cukup menarik, tambah lama kok sekarang jadi gak karuan karena MC nya dibuat blo'on oleh Author nya !?
Gatot Suharyono
Author kok bikin MC nya tambah blo'on gini !?
Gatot Suharyono
MC nya jangan dibikin terlalu blo'on lah, yang agak masuk akal sedikit lah !
Gatot Suharyono
seharusnya jangan pakai latar lokasi +62 !
Muryanto Yanto
ceritanya muter-muter ... tidak jelas alur ceritanya...
dhani satria: twist-mya bagus ko
total 1 replies
Xmolt
kok jd teringat temanku y, d sekolah padahal suka di bully, padahal aslinya dia bisa beladiri, dan parahnya anak d kelasnya g ada yg tau. Malah ak yg tau, tapi gk mau kubocorkan, kali aj dia ad alasan knp diam aj🤣🤣
Don T
mulai aneh.....
Rizky_gendutz82
jangan bilang itu ilhae
Rizky_gendutz82
wait..... topeng kelinci, dan seorang laki-laki berkacamata yang menjual tahanan hmmmm........ don't say ini satu univers ama looskim
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!