NovelToon NovelToon
I Love You Tuan Muda

I Love You Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Balas Dendam / Detektif / Rumah Tangga-Anak Genius / Tamat
Popularitas:894.6k
Nilai: 4.5
Nama Author: Ayla Noona

Takdir Aqilla itu rumit.

Hidup Aqilla terasa monoton sekali. Namun, hadirnya si kembar membawa warna baru di hidup Aqilla.

Walaupun terbebani rasa bersalah yang membuncah, Aqilla tetap bertahan demi sang buah hati. Si kembar-lah alasan terbesar Aqilla untuk terus berjuang.

Ditambah kehadiran daddy kandung si kembar membuat hidup Aqilla sedikit banyak mengalami perubahan. Tawaran pernikahan beralasan si kembar sudah lelaki itu berikan. Namun, Aqilla ragu karena dia sering melihat rumah tangga tanpa cinta selalu berakhir perpisahan. Ditambah lagi, ada sosok lain yang menentang keras hubungan keduanya.

Haruskah dia menerima tawaran itu?

“Kamu bukan tidak mencintaiku. Kamu hanya belum mencintaiku, Aqilla.”
–Rayhan Albar Refalino–

“Aku tidak tau harus menjawab apa. Bukan karena aku tidak mau mencoba mencintaimu. Tapi, aku punya alasan lain kenapa aku takut mencintaimu.”
–Alzena Aqilla Jonesa–

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayla Noona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21 | Ingin Bertemu

“Di mana daddy kami, Mom?” tanya Jovan memberanikan diri.

Deg!

Aqilla membeku. Akhirnya pertanyaan ini muncul juga..

“Mom?” Jovan menyentuh lengan Aqilla, menyadarkan wanita itu dari lamunannya. “Mommy baik-baik aja, kan?” tanyanya khawatir.

Aqilla mengukir senyum sebisanya. “Mommy baik, Boy.”

Jovan menghela napas panjang. “Maaf kalo pertanyaan Jovan bikin Mommy sedih. Jovan nggak jadi nanya, kok,” katanya pasrah karena tidak mau Aqilla mengalami perubahan suasana hati.

Hening sesaat. Aqilla dan Jovan sama-sama larut dengan pikiran masing-masing. Jika Jovan dengan rasa bersalahnya karena sudah menyinggung sang mommy, Aqilla dengan pikiran kalutnya.

Ini adalah salahnya karena tidak pernah menjelaskan. Kedua anaknya pasti ingin tahu siapa daddy mereka. Tetapi, hanya karena kejadian hari itu membuat Aqilla memilih bungkam dan menjadikan kedua anaknya korban.

Aqilla menghembuskan napasnya sebelum membalas kalimat Jovan. “Kenapa tiba-tiba kamu tanya soal daddy, Boy?” tanyanya ingin tahu.

Jovan melirik ke sana ke sini, mengalihkan pandangannya dari paras mommy-nya yang begitu intens menatap Jovan. Ia pun memilih untuk duduk di tepi ranjang dengan kaki yang menjuntai ke lantai, kepalanya tertunduk ke bawah. “Karena Jovin, Mom.”

“Jovin? Maksud kamu, Jovin yang nyuruh kamu buat nanya ke Mommy?”

Buru-buru Jovan menggeleng tegas. “Bukan, Mom, bukan gitu.”

“Terus?”

“Tadi di sekolah, Selsy bilang ke Mike kalo kami ini anak haram.”

Lagi dan lagi, Aqilla dibuat kesal dengan anak yang bernama Selsy itu. Tidak ibunya, tidak anaknya, dua-duanya sama saja. Mereka cuma bisa mengandalkan omongan yang berseliweran di masyarakat tanpa tahu kebenarannya.

“Habis itu... Selsy dijemput sama papanya, Mom. Jovin langsung murung waktu liat mereka. Kayaknya..” Jovan mendongak, menatap Aqilla yang hanya diam, menunggunya meneruskan ucapan. “Dia iri,” lanjutnya pelan.

Aqilla tertegun. Dadanya terasa sesak merasakan kepedihan yang ternyata selalu dipendam oleh kedua anaknya. Mereka menginginkan sosok daddy seperti yang lain. Tapi, dengan bodohnya, Aqilla malah memisahkan mereka.

Apa lebih baik aku pertemukan mereka aja?

Aqilla mengacak rambutnya frustrasi, kepalanya mendadak pening karena dipaksa memilih keputusan yang sama-sama akan mempengaruhi kehidupannya. Hanya saja, Aqilla tetap harus memilih satu di antara keduanya. Dia tidak bisa membiarkan kedua anaknya seperti ini terus.

“Mom, are you okay?” tanya Jovan cemas. Hati kecilnya yang begitu polos benar-benar bergetar karena takut. Dia pernah berjanji pada dirinya sendiri akan berusaha melindungi sang mommy juga adik, tidak akan merelakan setetes air mata pun dari Aqilla jatuh.

Namun, jika hari ini Aqilla menangis karena ulahnya, bukankah itu sama saja dengan Jovan yang mengingkari janji yang telah dibuatnya sendiri?

“Jawab Mommy, Boy. Apa kamu ingin bertemu dengan daddy-mu?” tanya Aqilla dengan mimik serius.

Jovan yang dibuat bungkam sekarang. Lelaki kecil itu melirik sekitar dengan raut gelisah. “Jo–Jovan hanya ingin membantu adik, Mom. Dia—”

“Apa kamu ingin bertemu dengan daddy-mu, Boy?” Aqilla mengulang pertanyaan sekali lagi, bahkan setiap katanya ditekankan dengan kuat. Ia tahu, putranya ini tidak mau mengakui.

Pada akhirnya, Jovan menunduk. Kepalanya mengangguk pelan, mengiyakan pertanyaan mommy-nya. Bagaimanapun dia tetap seorang anak kecil yang butuh kedua orang tuanya. Jovan ingin punya keluarga lengkap seperti teman-temannya yang lain.

Ia tidak mengaku karena takut semakin membebani Aqilla. Namun, kalau wanita itu sudah setegas tadi, mana bisa ia mengelak lagi.

Jawaban Jovan membuat Aqilla melengkungkan bibirnya. Entah kenapa, ekspresi putranya ini terlihat sedikit lucu. “Baiklah, ini udah malem. Sekarang kamu tidur, kita akan bahas ini besok.”

Jovan mendongak dan tersenyum tipis. “Iya, Mom.”

“Sekarang cuci tangan dan kaki, sikat gigi, lalu tidur. Mommy ke kamar dulu, oke?”

“Iya, Mom.”

Aqilla menepuk kepala Jovan gemas. Lelaki kecil ini biasanya sangat cerewet dan suka berbuat jail. Tapi, lihatlah sekarang. Dia seperti anak singa yang baru saja sukses dijinakkan.

Cup!

Satu kecupan mendarat sempurna di kening Jovan. Putra sulung Aqilla itu sampai melotot kaget karena tidak menyangka sang mommy akan menciumnya. Barusan adalah hal yang sangat jarang terjadi. Makanya, dia terkejut.

“Good night, Boy. Have a nice dream.”

...👑👑👑...

Ceklekk..

Aqilla sedikit menyembulkan kepalanya di celah pintu yang terbuka. Wanita itu mengulum bibir melihat putrinya telah tertidur dengan boneka beruang di pelukan. Lantas Aqilla membuka bingkai lebih lebar dan melangkah lebih dalam.

Aqilla duduk di tepi ranjang, fokus mengusap kepala Jovin yang sama sekali tidak terganggu lelapnya. “Anak Mommy ingin bertemu daddy, ya,” lirih Aqilla sendu.

Hembusan napas berat terdengar. Wanita itu sudah memutuskan sesuatu yang pasti akan menimbulkan risiko besar di masa depan. Sayangnya, jika ini menyangkut kedua anaknya, Aqilla rela, kok, menanggung semuanya.

“Mommy janji, kamu akan segera ketemu sama daddy-mu itu, Girl.”

Cup!

Satu kecupan mendarat sempurna di kening. Jovin menggeliat pelan, tanpa sadar bibirnya melengkung tipis. Aqilla sukses dibuat terkekeh pelan.

Kayaknya dia lagi mimpi indah, deh..

Aqilla bangkit dari simpuhannya, lanjut bergegas memasuki kamarnya sendiri dan menyalakan komputer kesayangan. “Oke, kita mulai rencananya.”

Beberapa menit berlalu, Aqilla masih fokus menatapi layar komputernya. Dengan teliti, wanita itu membaca artikel-artikel yang membahas apa pun mengenai Rayhan.

Sebelum aku ke Indonesia, aku harus pastiin dulu apa tuan muda udah menikah apa belum. Kalo udah, kan, bisa makin repot urusannya.

Aqilla kadang menggeleng kecil, lalu manggut-manggut ketika membaca artikel yang dibuka. “Tuan muda belum menikah ternyata. Tapi, kenapa, ya? Masa iya gara-gara...”

Plak!

Aqilla menepuk pipinya lumayan kencang. “Masa iya gara-gara malam itu? Nggak mungkin, lah.”

Layar komputer terus digulir. Dari satu artikel berpindah ke artikel lain. Kebanyakan membahas prestasi Rayhan yang melejit sebagai pengusaha muda berjaya. Tiba di satu artikel, mata Aqilla membola sewaktu membaca isinya. “Tuan muda mandul?!” pekiknya tak percaya.

Dada Aqilla bergemuruh kencang. Ia menggebrak meja kesal. “Bego banget yang nyebarin! Kalo iya dia mandul, terus anak-anakku itu dari mana asalnya?! Kecebong?! Ckckck, aku pastiin orang yang nyebarin ini bakalan kena pasal-pasal hukuman nanti.”

“Enak aja dibilang mandul! Aku picek-picek dia jadi sambal penyet, huh!” gerutu Aqilla.

Aqilla terus membaca sambil menahan emosinya sendiri. Sebenarnya ia berniat meretas data keluarga Refalino untuk mengetahui informasi lebih detail, namun karena jaraknya terlampau jauh, Aqilla merasa cukup kesulitan. Jadi, ia memutuskan untuk melakukannya nanti, sewaktu mereka tiba di Indonesia.

Pergerakan tangan Aqilla berhenti kala layar komputernya menampilkan sebuah foto. Di dalamnya ada Robert, Reva, Rayhan, dan Jessie. Jika diperhatikan, sepertinya foto itu diambil sewaktu dalam acara pesta. Pakaian mereka formal sekali.

Aqilla tersenyum tipis. Jemarinya kembali bergerak—mengunduh foto itu, lalu mencetaknya menggunakan alat printer yang dia punya.

Dua foto keluarga Refalino lengkap ada di tangan Aqilla sekarang.

“Pasti Jovan sama Jovin akan senang banget kalo aku kasih foto ini ke mereka besok.”

^^^To be continue...^^^

1
Qaisaa Nazarudin
MENURUT KU ALASAN KENZIE MEMUSUHI RAYHAN ITU GAK LOGIS,HANYA KARENA AQILLA HAMIL,ITU JUGA BUKAN KESALAHAN RAY DOANG KAN,TERUS NGAPAIN JUGA NYALAHIN RAY..ANAK AQILLA JUGA UDAH LAHIR DAN GEDE SEKARANG,MASIH AJA GAK OUAS HATI,CKK ALASANNYA, GAK MASUK AKAL MAKIN KESINI..🙄
Qaisaa Nazarudin
TAPI CANTIK DAN IMUT BANGET LHO AY,AKU SUKA,SESUAI UMUR SI JOVIN LHO..🥰🥰🥰
Qaisaa Nazarudin
Cucu2 oma lagi sholat tuh..
Qaisaa Nazarudin
Waahh udah disiapkan aja..Emang niang banget ya ninggalin anaknya disana..
Qaisaa Nazarudin
Waahh Handsome boy..😍😍😍🥰🥰🥰
Qaisaa Nazarudin
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
SEPERTI NYA KEKUASAAN KELUARGA REY GAK BERGUNA,MENDING KELUARGA MAFIA,SETEBAL APAPUN BENTENGNYA ORANG YG MAU DI CARI,PASTI AKAN DIDAPATKAN SELAMBAT2 NYA DLM WAKTU 1 MINGGU,SI MAFIA NYA BAKALAN BISA MENYUAP PIHAK DLM DEMI MENDAPATKAN DATA ORANG YG DI TARGET,.LHA INI MALAH BERTAHUN2 MASIH AJA GAK BISA TEMBUS..😂
Qaisaa Nazarudin
Gumusshh banget aku dengan si kembar💋💋💋💋💋💋
Qaisaa Nazarudin
Untung nya Aqilla udah ceritain semuanya ke si kembar,Jadi gak bakal ada kesalahpahaman lagi nantinya..
Qaisaa Nazarudin
Berarti diagnosa DOKTER nya yg gak becus,darimana DOKTER mendiagnosa Rey mandul? Noh si kembar aja udah gede gaban kayak gitu..
Qaisaa Nazarudin
Cepat banget putus asa nya..harusnya kamu cari tau ttg Aqilla dan si kembar,Anggap aja Allah ngasih kamu peluang kedua untuk mendapatkan Qilla,ogeb..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Baguslah karena mmg Rey ditakdirkan untuk jadi bapak nya di kembar doang..
Qaisaa Nazarudin
Lho thor cepat banget?? Kenapa gak dipertemukan Jovin dan Jovan dengan bapaknya cepat?? sampai 5 tahun masih belum dipertemukan mereka? ckk ketetlaluan Aqilla..
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣🤣MENURUN BAR-BAR MOMMY NYA SEMUA..
Qaisaa Nazarudin
Muslim,Tapi kenapa anaknya semua bule..Nama indo banyak lho yg keren2 tapi pastikan gabungkan sekalian nama keluarga bapaknya..
Qaisaa Nazarudin
Sekarang baru ku tau umur Aqilla itu berapa,Aku pikir umurnya udah 26-27 gitu,aku sebenarnya kurang suka baca alur yg peran ceweknya umur di atas 20an apalagi udah 25+ kayak udah tua banget,Kecuali alurnya bagus..
Qaisaa Nazarudin
Waaahh kembar sepasang😍😍😍
Qaisaa Nazarudin
Ngerti banget thor,aku udah ngelahirin 4X juga,jadi tau banget gimana rasanya..😁
Qaisaa Nazarudin
Waahh outhor mah curang,Kenapa aku gak dapat feelnya Aqilla hamil dan melahirkan ya?? 😭😭
Qaisaa Nazarudin
Apa selama Qilla hamil Rey tidak mengalami hamil simpatik gitu,Atau merasa apalah gitu..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!