Berawal dari sakit hati dan dendam, seorang gadis cantik yang ramah dan periang berubah menjadi gadis yang dingin juga angkuh ketika dewasa. Namun, pertemuan nya dengan seorang CEO perusahan ternama membuat kehidupan nya jungkir balik.
Alexander Kim yang mencintai Go Hera pada pandangan pertama terus berusaha untuk melelehkan es yang ada pada hati Go Hera.
Akan kah Hera membuka hatinya untuk Alexander?..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pangeran Untuk Angela
Alex semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Hera, semakin dekat dan Alex mulai sedikit memiringkan kepalanya, bibir Hera dan Alex hanya berjarak beberapa senti meter saja sekarang.
Hera berusaha untuk menahan nafasnya. Namun, Hembusan nafas Alex terasa sangat panas di pipinya, membuat Hera merasakan gelenyar aneh di sekujur tubuhnya saat ini. Wajah Hera semakin panas ketika Alex semakin mendekatkan wajahnya. Hera membeku. Namun, seperkian detik kemudian....
Brughhhhh... Alex terjatuh dengan pantat yang lebih dulu mendarat di atas lantai. Hera, orang yang mendorongnya hanya terpaku menatap Alex yang sedang meringis sambil mengusap kasar pantatnya.
Alex melongo melihat Hera meninggalkannya begitu saja. Sungguh wanita aneh, yang entah kenapa, Alex malah semakin di buat jatuh cinta dengan kegugupan yang Hera tunjukan saat ini.
Hera buru-buru masuk ke kamarnya , dia membanting pintu dengan keras membuat Alex terperanjat kaget. Alex memandang ke arah pintu kamar Hera, Laki-laki itu berdiri dari duduknya kemudian berjalan ke arah kamar Hera, dan menempelkan punggungnya di sana.
"Hera!!.. Hera!!... Buka pintunya!!. Bukankah kau bilang akan membuatkanku ramyeon, aku sangat lapar Hera.
"Astaga, o*rang gila itu bertingkah seolah olah tidak terjadi apa-apa.. Ya T*uhan.. laki-laki macam apa dia," gumam Hera dalam hati.
"Kau buatlah sendiri!" pekik Hera , masa bodoh dengan status Alex yang memang atasannya di kantor, tidak memanggilnya dengan panggilan yang formal bukan sebuah dosa bukan. Hera bertekad tidak akan pernah menghormati Alex kecuali saat mereka sedang ada di kantor mulai sekarang.
"Baiklah," ucap Alex di balik pintu.
"Kamu mau gak? biar sekalian aku buatkan."
"Tidak, aku sudah makan."
Hera yang masih menempel di pintu kamarnya bisa mendengar suara langkah kaki Alex yang kian menjauh.
"Cihh dasar bos gak jelas," umpat Hera yang kemudian berjalan menuju ranjang. Hera menjatuhkan dirinya dan berbaring di sana. Hera menatap langit-langit kamarnya, lama dalam posisi tersebut membuat Hera berfikir.
"Takdir seperti apa yang akan menghampiriku selanjutnya?" gumam Hera sebelum dia memejamkan matanya.
anggap aja kamar Hera...
***********
Di sisi lain, Angela yang sedang ada di sebuah klub malam sedang asik berjoget meliuk liukan tubuhnya di sana.
Dia bersama dengan teman-teman baiknya. Angela sebenarnya sangat jarang datang ke tempat seperti ini. Namun, karna hari ini ada seorang temannya yang sedang berulang tahun, dia mengajak Angela dan yang lain untuk bersenang senang.
Angela mendekatkan bibirnya ke telinga sahabatnya Zhao .
"Aku ke toilet sebentar," Angela berbicara agak keras karna memang di sana sangat berisik, suara musik yang terdengar benar-benar bisa membuat orang budek.
Teman Angela terlihat mengangguk anggukkan kepalanya.
Angela langsung melesat pergi ke arah toilet clubs itu.
Setelah beberapa menit, barulah Angela keluar dengan sedikit merapikan pakaian yang di kenakannya.
Angela mengenakan dres hitam tanpa lengan di atas lutut, sangat cantik , sangat pas di tubuhnya yang tinggi dan ramping. Siapapun laki-laki yang melihat nya hari ini pasti akan sangat tergoda.
Angela hendak kembali kepada teman-temannya, namun, saat dia sedang berjalan tiba tiba seseorang menarik tangannya dan menyeretnya ke Lorong KTV .
Angela terkejut. Dia menatap laki-laki yang baru saja memojokkannya ke dinding. Wajah laki-laki itu terlihat biasa saja, namun dengan perawakan nya yang tinggi besar membuat Angela sulit untuk menjauhkan diri dari laki-laki tersebut. Angela benar-benar tidak mengerti siapa laki-laki brengs** yang berani memperlakukannya seperti ini. Jika saja Alex tau, pasti Alex akan menghabisinya saat ini juga.
Angela berusaha melepaskan tubuhnya dari kurungan laki-laki itu, namun tubuhnya makin di himpit dengan tubuh besar laki-laki brengs** itu. Angela terlihat sedikit takut, dia menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri berusaha untuk menghindari ciu man dari laki-laki yang tidak di kenalnya ini.
Kedua tangan Angela di cekal dan di tarik ke atas kepalanya, membuat tubuh laki-laki itu menempel dengan sempurna di da da Angela. Angela mulai merasakan sesak di dadanya, matanya sangat panas saat ini, sungguh, Angela tidak ingin berakhir seperti ini, ini sangat memalukan.
Saat Laki-laki itu sibuk mengendus dan men ciu mi leher putih mulus Angela. Angela secara tidak sadar menitikkan air matanya , dia takut saat ini, sangat takut.
Namun saat kepala laki-laki itu semakin turun ingin men ciu m da da Angela tiba-tiba..
Bughhhhhh,
Seorang laki-laki lain menendang tubuh orang yang sedang meleceh kan Angela.
Laki-laki yang tadi sempat tersungkur ke lantai bangkit dengan keadaan limbung karna tubuhnya masih di pengaruhi alkohol. Laki-laki itu Hendak memukul orang yang baru saja menendangnya.. Namun, dengan gerakan yang sigap orang yang menolong Angela kembali melayangkan pukulan ke wajah laki-laki bejat itu .
Bughhh... Bughhh.. Pahlawan yang baru saja menolong Angela meninju wajah laki-laki tersebut berulang kali sampai laki-laki itu lemas dan tidak sadarkan diri.
Dia berjalan ke arah Angela yang masih mematung di tempatnya. Laki-laki itu melepas jas yang di kenakannya lalu memakaikannya ke tubuh Angela. Angela memandang wajah orang yang telah menyelamatkannya.
Wajah nya sangat tampan, bahkan saat pria ini tidak tersenyumpun benar-benar sangat tampan. Wajah dingin tanpa ekspresi seperti ini benar-benar membuat Angela sedikit oleng.
"Kau baik-baik saja?" tanya laki-laki itu.
Angela menganggukkan kepalanya masih enggan mengalihkan pandangannya dari wajah laki-laki di hadapannya.
Laki-laki itu hendak bertanya dengan siapa Angela datang ke tempat ini, namun tiba-tiba..
"Angela...Angela sayang, pekik sahabatnya Zhao dan Yeri.
Mereka memeluk Angela dan mulai menelisik menggoyangkan Angela ke kanan dan ke kiri.
"Kau baik-baik saja?" tanya Zhao.. Yeri hanya fokus memperhatikan Angela.
Angela menghela nafasnya kasar," aku baik-baik saja," ucapnya tersenyum.
"Syukurlah," ucap Zhao merasa lega.
"Ayo kita pulang," ajak Yeri hendak memapah Angela untuk pergi dari sana.
"Tunggu!" ucap Angela menahan langkahnya dan mulai celingukan mencari laki-laki yang baru saja menolongnya.
"kenapa?" tanya Zhao menatap Angela.
Angela menggelengkan kepalanya ketika melihat laki-laki yang baru saja menolongnya sudah tidak ada di sana.
🍓🍓🍓
Alex memakan ramyeon yang baru saja di buatnya, setelah itu dia mencuci kembali peralatan makan yang baru saja dia gunakan.
Ketika semuanya sudah selesai, Alex mengelap tangannya dengan handuk kecil yang ada di sana. Alex berjalan ke arah pintu kamar Hera.
"Hera!" Alex mengetuk pintu kamar itu.
"Hera! " Alek mengetuk untuk yang kedua kalinya.
Alex mencoba menggerakkan handle pintu kamar Hera.
cklek...
"Tidak di kunci," batin Alex.
Alex berjalan memasuki kamar Hera yang tidak terlalu luas jika di banding kan dengan kamarnya, Kamar Hera sangat kecil namun sangat hangat. Alex melihat Hera yang tertidur dengan kaki yang menjuntai ke lantai, hanya setengah tubuhnya yang berada di atas kasur.
"Sungguh gadis yang jorok," ucap Alex melihat Hera yang tertidur masih lengkap dengan pakaian yang tadi di kenakannya.
Alex melepas sandal rumah yang di kenakan Hera, kemudian Alex menaikan satu lututnya ke atas ranjang, menelusupkan tangan kanannya ke bawah leher Hera dan satunya ke belakang lutut Hera. Alex sedikit mengangkat tubuh Hera untuk membenarkan posisi tidurnya. Laki-laki itu mengambil selimut di bawah kaki Hera dan menutupi tubuh Hera sampai ke dada.
Matanya menatap lekat wajah damai Hera yang sedang terlelap . Laki-laki itu berjongkok di samping ranjang, kemudian tangannya bergerak untuk menyingkirkan anak-anak rambut yang menutupi wajah Hera. Alex tersenyum. Dia melihat Hera memiringkan tubuhnya mencari posisi ternyaman, membuat wajahnya kini ter pang-pang jelas di depan wajah Alex.
Alex yang melihat itu semakin tak kuasa menahan dorongan yang ada di dalam dirinya untuk mengecup bibir Hera, hingga pada akhirnya.....
Cup...
To Be Continued ....
Hai readers.. Jangan lupa Like, Koment, Vote sama Hadiahnya ya.. Jangan lupa Novel nya di Favoritkan...
Thank You...😘😘😘