NovelToon NovelToon
Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut

Status: tamat
Genre:Romantis / CEO / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ananda Putri Sarna

Yuk Lanjut!!!

follow IG author lebih dulu ya.
@chitanda_nnd

Kamu baru baca karya aku? Uhuy Aku saranin baca Ketos Dingin Ku Sama Masa Putih Abu-Abu supaya kamu ngerti jalan cerita novel Kita Masih Lanjut 😙


Apakah cinta akan tumbuh di tengah-tengah kehidupan Valen dan juga Rifal? Bagaimana juga kisah Kayla setelah menikah dengan Elga? Duh!!! Author bakalan ceritain di sini yah.


Valen memalingkan wajahnya ke samping, karna malu kepada Rifal. Rifal memegang dagu milik Valen, sehingga mereka berdua saling bertatapan, dengan jarak yang sangat dekat.

"Apa lo rindu sama sentuhan bibir gue," kata Rifal dengan senyuman jenaka di wajahnya.

Yah, tak di pungkiri ciuman singkat Rifal tadi, mampu membuat Valen merasakan kasih sayang, setelah empat tahun tidak melakukan kontak fisik dengan Rifal.

Drt....

Handpone milik Rifal berbunyi, sehingga pria itu memundurkan langkahnya sedikit menjauh dari Valen, untuk mengangkat telfonnya.

"Saya akan segera ke sana," jawab Rifa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Putri Sarna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Papah kenapa?

Dua hari sejak peninjauan kesehatan Adelia yang dilakukan oleh Nathan dan juga Valen. Dan dua hari itu pula mereka tidak mendapatkan perubahan dalam diri Adelia.

Sudah dua hari pula Farel berada di Jakarta, dia tinggal bersama dengan Nathan di apartemen, jika pagi hari dia akan kerumah Frezan sampai sore untuk bermain dengan Tegar dan juga Hasya.

Seperti sekarang ini Frezan dan Nathan sedang berada di salah satu cafe yang terkenal di Jakarta. Mereka berdua memesan makanan.

Sembari menunggu pesanan mereka datang, mereka berdua mengobrol ringan. Hingga suara handpone Nathan berbunyi membuatnya berhenti berbicara.

Nathan melirik handponenya melihat nama dilayar handpone, tertuliskan nama bibi yang merupakan ART di rumah papahnya.

"Halo, Bi." sapa Nathan diseberang telfon setelah menggeser tombol hijau.

Nathan terdiam sejenak, saat mendapatkan balasan dari salah satu art di rumah papahnya.

Nathan langsung mematikan handponenya, dengan wajah sedikit panik setelah mendapatkan telfon dari art.

"Kenapa?" tanya Frezan karna melihat raut wajah Nathan yang berubah.

"Kita Ke Bandung," ucap Nathan kepada Frezan," Papah drop," sambungnya membuat Frezan terdiam juga.

Mereka berdua keluar dari cafe dengan buru-buru karna mereka akan ke Bandung sekarang juga. Salah satu karyawan yang melihat kepergian Frezan dan Nathan yang membawa nampan berisi makanan dan cofe pesanan mereka.

Pelayan cafe itu melirik meja tempat Nathan dan Frezan. Ternyata mereka meninggalkan uang karna tidak jadi makan dan meminum cofe padahal pesanan mereka sudah siap.

Rara hanya membawa tas kecil berisi ATM dan juga handponenya, karna mereka buru-buru untuk segera ke Bandung saat mendapatkan telfon jika Alex drop.

Baju Hasya dan juga Tegar telah di siapkan oleh salah satu art yang akan ikut juga ke Bandung, tidak mungkinkan jika Rara bisa mengurus tiga anak kecil didalam mobil.

Sementara Nathan dan juga Frezan sedang sibuk di lantai bawah menunggu Rara. Nathan masih setia menelfon orang di Bandung menanyakan keadaan Alex.

Rara turun dari tangga dengan buru-buru membuat Frezan refleks menegur Rara.

"Jangan buru-buru, Ra!" tegas Frezan kepada istrinya itu. Bagaimana jika Rara jatuh? Itu akan membuat Frezan lebih kelimpungan lagi.

Mereka ke Bandung dengan Nathan mengendarai mobil. Disamping Nathan ada Frezan dan dibelakang ada Rara, Farel, art Rara yang menjaga Tegar dan juga Hasya di mobil.

"Papah kenapa?"

Sedari tadi Farel bertanya mengenai keadaan papahnya.

"Papah nggak apa-apa," ucap Nathan dengan matanya fokus menyetir mobil.

Anak berusia 9 tahun itu hanya mengangguk mengiyakan ucapan Nathan, meski dalam fikiranya heran karna mereka pulang mendadak.

Nathan tidak membawa mobil terlalu laju, karna dia tau dia membawa tiga anak kecil. Yaitu Farel, Tegar dan juga Hasya.

"Hasya, jangan nangis yah sayang," kata Rara kepada anak bungsunya yang tiba-tiba saja menangis membuat Rara jadi kelimpungan.

Tidak biasanya anak itu menangis.

Art itu menyerahkan Hasya kepada Rara untuk di diamkan, karna tiba-tiba saja dia menangis padahal mereka sedang perjalanan untuk ke Bandung.

Frezan melirik kebelakang melihat istrinya membujuk anak kecil itu agar tidak menangis lagi.

"Hasya kenapa, sayang?" tanya Frezan karna tidak biasanya anak bungsunya itu menangis.

"Nggak tau juga kak Eza, tiba-tiba aja Hasya nangis," balas Rara sembari mencoba mendiamkan anaknya.

"Mungkin Hasya haus," timpal Nathan dengan matanya fokus menyetir.

Sementara Tegar sudah tertidur dalam pangkuan Art yang dibawah oleh Rara untuk ke Bandung. Dia tidak bisa jika hanya sendiri menjaga anak-anak dalam mobil sementara mereka semua masih kecil.

Rara mengambil dot berisi susu untuk Hasya, namun anak itu berusaha menyingkirkanya dengan tangan mungilnya.

"Hasya, diam yah sayang." Rara berusaha mendiamkan anaknya itu, agar Nathan fokus menyetir.

"Hasya kenapa, tante?" Tanya Farel meski dia sudah tau Hasya sedang menangis, namun dia tetap bertanya. Ingatkan, jika dia masih kecil jadi wajar saja.

Frezan membalikkan badannya, melihat ke arah belakang. Dia melihat Hasya dengan air mata mengenang dipilih cabi miliknya.

"Sini sama papah," kata Frezan sembari mengulurkan tangannya mengambil Hasya. Rara dengan hati-hati memberikan Hasya kepada Frezan yang duduk di samping Nathan, yang sedang menyetir.

Frezan memabwa Hasya dalam dekapannya, sembari menghapus air mata anak itu, yang tiba-tiba saja menangis begitu kencang. Untung saja Tegar tidak terganggu dengan suara tangisan milik Rara.

"Anak papah jangan nangis yah sayang." Frezan berkata pelan ditelinga anaknya itu membuat Nathan tersentil dengan perkataan Frezan yang kelewat lembut.

Sepertinya Hasya mengerti dengan perintah yang diberikan Frezan, sehingga anak itu diam dalam dekapan Frezan dengan sisah tangisnya.

Rara bernafas legah, karna akhirnya Hasya diam juga dalam dekapan Frezan.

"Hasya udah tidur? tanya Rara kepada Frezan.

Frezan mengangguk mengiyakan ucapan istrinya itu.

Hening

Tidak ada suara dalam mobil, hanya ada suara mesin halus dari mobil. Tegar tidur dipangkuan art, sementara Farel juga tidur dengan paha Rara sebagai bantal.

Frezan melirik kebelakang, melihat Rara mengusap rambut Farel dengan penuh kasih sayang. Sosok anak cowok yang selalu memanggil Rara dengan sebutan Tante padahal Rara adalah iparnya. Namun tidak masalah bagi Rara.

Hasya menggeliat dalam dekapan Frezan, membuat Frezan mengusap rambut anaknya itu. Frezan menyungkirkan senyum dia merasakan kesempurnaan dalam rumah tangganya dikarunia sepasang anak yang cantik dan juga tampan.

Sekitar empat jam perjalanan dari Jakarta ke Bandung, akhrinya mobil yang dikendarai oleh Nathan telah sampai disalah satu rumah sakit besar di Bandung.

Mereka lama sampai, karna Nathan tidak melajukan mobilnya karna membawa tiga anak kecil.

"Kak Eza, sini Hasya aku gendong," kata Rara setelah Nathan memarkirkan mobilnya di parkiran rumah sakit.

Hasya duduk anteng dipangkuan Frezan. Frezan menyerahkan Hasya kepada Rara. Sementara Tegar juga sudah bangun dan digendong oleh art.

Mereka turun dari mobil, untuk segera masuk kedalam rumah sakit. Nathan menggandeng tangan Farel untuk masuk kedalam rumah sakit.

Mereka berjalan di koridor rumah sakit, dengan Nathan penunjuk jalan. Karna dia yang tau dimana ruangan Alex dirumah sakit ini.

Mereka telah sampai, dan mereka sudah melihat kedua art yang menjaga Alex selama sakit sedang menangis, di kursi

Nathan dan Frezan langsung menghampiri art itu.

Kedua art itu berdiri dari tempat duduknya, saat melihat orang yang sedari tadi dia tunggu telah menampakkan dirinya.

"Tuan Alex baru-baru saja pergi meninggalkan kita semua."

Deg

Jantung Frezan dan Nathan berdetak kencang. Namun, Frezan masih bisa mengatur raut wajahnya beda dengan Nathan yang langsung masuk kedalam ruangan Alex.

Dia masuk dan sudah melihat seorang dokter menutup kain berwarna putih itu diwajah Alex.

Farel langsung menghampiri Frezan.

"Papah kenapa?" tanya Farel mengguncangkan lengan Frezan.

Frezan menundukkan tubuhnya, untuk mensejajarkan tingginya dengan sang adik.

"Tugas papah udah selesai."

1
Novia
up up up up
Novia
yuhuuuu
aini saja
Kecewa
aini saja
Buruk
Kholidah Ummah
Luar biasa
Runi Khotimah
kalo elga diringanin kasian juga agrif uda gak ada ibu ayahnya pun koma .
frezan masak tidak tau orang kepercayaannya suda punya anak
Anonim
Luar biasa
Ari Widaryanti
menarik utk dibaca
Dhyta Dewi
Luar biasa
Dhyta Dewi
Lumayan
Natasya
ig ny GK ketemu thor
Sang Mutiara
Thor tambah part dong 🙏 Elga keluar dari penjara dan kumpul dengan keluarganya pliss 🙏🙏
ig: ananda.putri865: udah ada kak. Bacanya di novel stay with me
total 1 replies
Afni Yenita
ceritabnya bagus, tapi aku kurang suka kalu daniel meninggal maaf ya thor☺☺
MiLa Rossa
kok farel sama tegar cuma beda beberapa bulan thor . kan farell pas lagi hamil frezeen sama rara masih sekolah thorr gumana kok bingung😕
Rasidah Armaini
suka
Srianriani Jaya
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
niraaauci
suka sama ceritanya bikin penasaran seru mengharukan
Bolei Too
menikah dengan paksa wkwkwkwkwkwkwkkkkk......?????
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwk rasain kamu Fal,,🤣🤣🤣🤣Tuh layanii anak kamu dulu, gak rindu sama anak kamu??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!