NovelToon NovelToon
The CEO'S Secret Architect

The CEO'S Secret Architect

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Blaze Onyx

Aureline Vance mengira pernikahan kontrak dua tahun dengan Zayyan El-Ghazali—sang CEO berdarah dingin penguasa imperium bisnis terbesar—hanya sekadar transaksi demi keselamatan diri. Namun, yang tidak diketahui dunia adalah kehadiran Xavi, putra rahasia mereka yang berusia tujuh tahun dengan kecerdasan siber tingkat genius.
Saat ancaman dari kartel informasi global, *Valerius Syndicate*, dan intrik pengkhianatan dalam keluarga El-Ghazali mulai membidik Xavi sebagai target eliminasi, Zayyan dan Olin terpaksa meruntuhkan dinding pembatas di antara mereka. Di tengah desing peluru dan konspirasi tingkat tinggi, kertas kontrak dua tahun itu akhirnya dibakar menjadi abu. Kini, tidak ada lagi jalan mundur. Zayyan siap mengerahkan seluruh kekuatan imperiumnya demi melindungi takhta, wanita yang dicintainya, dan sang pewaris rahasia yang tak tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blaze Onyx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29: Bayang-Bayang di Balik Kabut

Kabut putih yang merayap turun dari puncak perbukitan kini telah sepenuhnya menelan pilar-pilar beton di pelataran tengah. Dari balik dinding kaca paviliun barat, jendela-jendela ruang kerja Zayyan di sayap timur hanya tampak seperti kotak-kotak pudar yang memancarkan pendar kuning buram. Olin masih berdiri bersandar pada pinggiran meja kayu ek, merasakan dinginnya kayu menjalar menembus kain blus katun kasualnya.

Suara denting sendok yang beradu dengan mangkuk porselen dari arah ruang makan kecil menandakan Xavi sedang menyelesaikan sarapannya yang terlambat. Bocah itu tidak mengeluh tentang kegaduhan rekonstruksi di lantai bawah; baginya, deru mesin bor hidrolik mungkin tak lebih dari sekadar derau latar belakang yang tidak mengganggu alur algoritma di kepalanya.

Olin mengalihkan pandangannya pada buku sketsa hitam yang tergeletak pasrah di dekat bekas tempat map kulit Malikh tadi. Dia membukanya kembali lamat-lamat. Goresan pensil arang yang menggambarkan rahang tegas Zayyan seolah menatapnya balik dengan keangkuhan yang sama dengan pria aslinya. Dengan gerakan perlahan, Olin mengambil penghapus karet, lalu menekan ujungnya pada coretan tebal yang melenceng di sudut gambar. Serbuk karet hitam berjatuhan di atas meja saat dia merapikan garis tersebut, mencoba mengembalikan presisi sketsa itu dengan sisa-sisa fokus yang dia miliki.

"Mommy," suara cicitan Xavi terdengar lebih dekat. Bocah itu berjalan lambat memasuki ruang tengah, menyeka sudut bibirnya dengan selembar tisu dapur. Langkah kaki telanjangnya tidak bersuara di atas karpet wol kelabu. "Malikh baru saja mengirimkan manifes digital untuk menu makan malam besok ke peladen paviliun kita. Ada sup sirip hiu alternatif dan kalkun panggang madu. Tapi ada satu hal yang janggal."

Olin meletakkan penghapus karetnya, membalikkan tubuh menghadap sang putra. "Apa yang janggal, Jagoan?"

Xavi memanjat kursi kerja ek, lalu menarik gawai portabel kunonya dari saku celana piama yang belum sempat dia ganti. Layar kecil itu memantulkan pendar biru di balik lensa kacamata bundarnya. "Ukuran berkas manifes itu terlalu besar untuk sebuah daftar makanan formal. Dua puluh empat megabita. Setelah kuurai lapisannya, di balik daftar menu itu ada skrip enkripsi tersembunyi yang mendata riwayat medis dan cetak sidik jari digital kita berdua."

Olin merasakan ulu hatinya kembali berdenyut kaku. "Kakek Albert?"

"Bukan," Xavi menggeleng, jemari mungilnya mengetuk tepi gawai dengan ritme yang konstan. "Tanda digital pembuat skrip ini menggunakan protokol Azure Investigations. Itu agensi intelijen privat yang basis datanya berada di bawah kendali langsung divisi kepatuhan internal yang dipimpin oleh... Tuan CEO sendiri."

Olin tertegun. Genggaman tangannya pada tepi meja kayu ek mengencang hingga urat-urat halus di punggung tangannya menyembul ke permukaan. Zayyan. Pria itu tidak hanya meminta Malikh mengantarkan berkas pemisahan aset fisik untuk menidurkan kewaspadaannya; di saat yang sama, dia sedang mempreteli sisa-sisa privasi Olin dan Xavi melalui jalur belakang manifes makan malam.

"Bisa kau hapus data itu dari sistem mereka, Xavi?" tanya Olin, suaranya merosot menjadi bisikan yang sarat akan ketegasan yang tertahan.

"Aku bisa menggantinya dengan data tiruan dari peladen rumah sakit di pinggiran kota, Mommy," sahut Xavi datar, wajahnya tetap sedatar dinding semen di lantai bawah. "Jika mereka memindai sidik jariku besok di gerbang utama kediaman lama, sistem mereka hanya akan membaca profil seorang anak biasa dengan riwayat alergi kacang tanah. Aku tidak suka mereka memiliki kode genetika digital kita."

Olin melangkah mendekat, lalu mendekap kepala kecil putranya ke dadanya. Bau sisa sabun pinus dari rambut Xavi memberikan sedikit rasa aman di tengah kepungan konspirasi yang kian merapat. Zayyan telah melanggar batas perimeter yang baru saja mereka sepakati di atas kertas bertanda tangan tinta digital hitam itu.

Dari lantai bawah, deru mesin bor kembali berdengung pendek, disusul oleh getaran halus yang merambat naik melalui kaki-kaki meja kayu ek. Rekonstruksi laboratorium siber itu terus berjalan, seolah menegaskan bahwa pelarian Olin telah sepenuhnya usai. Kini, dia harus bersiap menghadapi makan malam di kediaman utama bukan lagi sebagai kelinci percobaan faksi Albert, melainkan sebagai bidak catur yang harus belajar memotong pergerakan rajanya sendiri di atas papan yang retak.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!