NovelToon NovelToon
Amazing Boyfriend

Amazing Boyfriend

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Misteri / Romansa Fantasi-Non-Human / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:63.7k
Nilai: 5
Nama Author: Saae

Judul sebelumnya "Pacar Halu Aesthetic"

Alina dikirim oleh ibunya ke desa Eyangnya yang jauh dari kota karena sebuah kesalahan yang tak di sengaja. Banyak hal yang tak terduga terjadi disana.

Di sana dia bertemu dengan Jordan yang kebetulan sedang shooting sebuah Film di desa itu.

Yang lebih menariknya, Alina yang notabenenya seorang penulis novel menemukan sebuah komputer di ruang bawah tanah, Saat ia gunakan komputer itu untuk menulis novelnya hal aneh pun terjadi.

Dimana peran pria dalam novelnya yang bernama Luhan datang menemuinya setiap malam dalam wujud nyata. Dan Luhan akan menghilang saat pagi datang.

Tanpa sadar Alina jatuh cinta pada Luhan. Sementara itu disisi lain Jordan mulai menyukai Alina.

Bagaimana kisah mereka,? Ikuti terus kisah mereka. Jangan lupa beri dukungan kalian..




Dan tanpa sadar Alina jatuh cinta dengan karakter yang di buatnya sendiri.

Bagaimana kisah cinta mereka,? Yuk mulai baca...

Yuk dukung karya Author dengan memberi like, komentar, vote serta tambahkan ke daftar favorit kalian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PHA Eps. 20

Alina sudah memposisikan duduknya dengan nyaman di dahan pohon. Dia mulai mengeluarkan ponselnya, dan mengotak-atik benda pipih itu.

" Hei," teriak Jordan dari bawah merasa diacuhkan.

Alina menghentikan sesaat aktifitasnya, dia pun melirik ke bawah.

" Ayo naik ke atas sini, kau akan tau betapa ajaibnya pohon ini," seru Alina.

Jordan mengusap belakang kepalanya. Dia bingung sendiri dengan apa yang dilakukannya saat ini. Tapi karena penasaran akhirnya dia juga ikut memanjat. Jordan duduk di dahan pohon yang berseberangan dengan Alina.

" Aku pikir kau tak akan naik," ujar Alina tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.

" Cepatlah, apa yang ingin kau tunjukan. Aku merasa seperti orang bodoh mengikuti mu naik ke atas sini." sarkas Jordan.

" Baiklah ini dia," Alina memperlihatkan ponselnya pada Jordan.

Mata Jordan menyipit memperhatikan layar ponsel Alina.

" Ini Instagram siapa?" tanya Jordan.

" Ya punya aku lah,"

" Apa kau seorang penulis?" tanya Jordan setelah memperhatikan dengan seksama. Alina mengangguk bangga.

" Alinea itu nama penamu,?"tanya Jordan. Alina kembali mengangguk dan tersenyum.

" Bagaimana? Aku menang kan?" ucapnya.

" Menang apanya, bahkan tak ada satupun foto mu disana, kalau mereka tau wujud aslimu, aku tak yakin pengikut mu akan sebanyak itu," ujar Jordan mencibir.

Wajah Alina berubah sendu. Meskipun dia sadar dia bukan wanita cantik tapi dia juga tak sejelek itu juga. Melihat perubahan mimik wajah Alina, Jordan merasa bersalah dengan ucapannya.

" Maksudku kau tak seburuk itu, aku hanya bicara asal, jangan dimasukan ke dalam hati,"

" Aku tau, tak perlu merasa bersalah, karena aku sadar diri," lirih Alina.

Suasana mendadak berubah menjadi suram. Alina memasukan ponselnya kembali ke dalam saku celananya. Gadis itu diam tertunduk, sudah dua kali dia mendengar ucapan Jordan yang menyakitkan hatinya.

" Baiklah, kau menang, jadi kau mau aku melakukan apa?" ujar Jordan berusaha mencairkan suasana.

Alina diam tak bergeming, membuat Jordan jadi serba salah.

" Hem, jadi apa ajaibnya pohon ini,?" tanya Jordan seraya menepuk dahan yang didudukinya.

Jordan mendesah karena Alina masih saja diam dan mengacuhkannya.

" Hei, kenapa kau menjadi melow begitu, aku minta maaf kalau kata - kataku kurang berkenan di hatimu," ujar Jordan meraih tangan Alina.

Alina tersadar, dia mengangkat wajahnya lalu menepis pelan tangan Jordan.

" Aku sudah memenuhi janjiku, sekarang aku mau pulang," ujar Alina.

" Tunggu dulu, aku masih belum mengerti kenapa kau mengajakku ke sini," tanya Jordan.

" Bukannya kau ingin aku menunjukan seberapa banyak pengemarku, tadi kan sudah aku tunjukan sebanyak apa pengikutku di Instagram,"

" Iya, tapi kenapa mesti di sini,?"

" Karena hanya disini yang ada jaringan internetnya," jawab Alina datar.

Mendengar itu Jordan terkekeh, sampai dahan yang didudukinya bergoyang.

" Astaga, kalau hanya untuk mencari jaringan internet kenapa meski kesini, di belakang Vila tempat kau terjatuh kemarin juga bisa bahkan lebih stabil," ujar Jordan.

" Apa,??" Alina mendelik.

" Aku juga baru tau saat syuting di sana," imbuhnya.

Alina mengerucutkan bibirnya. Dia merasa kesal sendiri.

" Dasar kau ini," Jordan mengusap pucuk kepala Alina. Alina terpaku saat Jordan menyentuh kepalanya. Ada perasaan aneh yang dirasakannya.

" Jadi apa maumu,?" tanya Jordan.

" Hem, aku akan beri tau nanti, jadi bersiap - siaplah dengan apa yang aku minta," jawab Alina.

" Sudahlah, ayo turun, " Jordan pun mengambil ancang - ancang untuk turun.

Saat Jordan sudah sampai di bawah, Alina masih saja duduk di atas sana.

" Hei ,kau tak mau turun,?" teriak Jordan.

Alina kembali menguasai dirinya. Dia baru menyadari kalau Jordan sudah sampai di bawah. Alina pun bergegas turun, namun sayangnya kakinya tergelincir saat menginjak salah satu cabang pohon.

" Alina, awass,"

Bruk...

Alina terjatuh tepat di atas tubuh Jordan. Mata keduanya beradu, pandangan mereka terkunci. Alina merasakan jantungnya berdebar kencang. Entah karena baru saja jatuh atau karena menatap Jordan dari jarak sedekat itu.

" Sampai kapan kau akan di atasku,?" ujar Jordan. Jordan merasakan badannya remuk di timpa tubuh Alina yang padat berisi itu.

Alina dengan cepat menyingkir. Wajahnya bersemu karena malu.

" Ahh, tulang ku rasanya mau patah, aku rasa seperti habis dihimpit anak gajah" Jordan meringis seraya mendudukkan badannya.

" Siapa suruh menangkap ku," sungut Alina.

" Hei, kau harusnya berterima kasih," ketus Jordan.

" Maaf," Alina mengulurkan tangannya membantu Jordan berdiri.

" Apa kau bisa jalan, atau perlu aku panggil bantuan. Lihatlah tulang punggungmu sampai bengkok begini," sindir Alina sembari mengusap punggung Jordan.

" Mana ada tulang punggung yang lurus," sanggah Jordan.

Alina tertawa cekikikan mendengarnya memperlihatkan sederet giginya yang rapi. Tanpa sadar sudut bibir Jordan terangkat. Jordan mengacak rambut Alina merasa gemas dengan gadis itu. Seketika Alina berhenti tertawa. Suasana berubah canggung.

" Ayo kita pulang," Alina langsung mengambil langkah panjang.

Kenapa aku merasa berdebar, tidak ..tidak.. Aku tak mungkin menyukainya. Sadar Alina, bahkan kamu tak terlihat seperti wanita. Batin Alina berkecamuk.

Jordan dengan cepat menyusul dan menyamai langkahnya dengan Alina.

" Kenapa jalanmu cepat sekali, " keluh Jordan.

Melihat Jordan yang kesusahan menyamai langkah dengannya, Alina pun memperlambat jalannya.

" Apa sesakit itu,?" tanya Alina melihat Jordan menggerak gerakan punggungnya.

" Menurutmu,?" Jordan melotot tajam.

" Hehehe, kalau kau mau, kau bisa minta tolong paman Haikal memijitmu," saran Alina.

" Apa dia bisa memijit,?"

" Kalau nggak bisa ngapain aku tawarin,"

" Boleh juga, tapi kenapa pamanmu tampak masih muda,?" tanya Jordan penasaran.

" Bujang lapuk seperti itu di bilang muda," ucap Alina.

" Oh, jadi pamanmu masih Single, pantas saja masih terlihat muda,"

" Ya begitulah,"

Tanpa terasa mereka sudah sampai di pinggir Jalan tempat Jordan memarkir mobilnya.

Jordan pun mengantar Alina sampai ke rumah Eyangnya.

" Ayo turun, aku rasa paman ada di rumah," ujar Alina sembari melepas sabuk pengamannya.

" Nggak jadi deh, aku rasa punggungku baik - baik saja"

" Yakin,?"

" Hem,"

" Baiklah, Aku turun,"

" Tunggu," Jordan menahan tangan Alina membuat gadis itu menoleh seketika.

Alina kembali berdebar saat Jordan menatap dalam ke dua matanya. Untuk sesaat mereka saling terdiam dan saling pandang.

" Berikan aku nomor ponselmu," ujar Jordan tiba - tiba.

" Hah, " Alina mendadak bengong.

Astaga ,apa yang aku pikirkan sih. Apa yang kamu harapkan Alina....dia hanya ingin minta nomor ponselmu.

Jordan melepaskan pegangannya pada tangan Alina. Alina segera membuang pandangannya. Dia mengeluarkan ponselnya dan menyerahkannya pada Jordan.

...----------------...

Tinggalkan jejak nya ya,,, Like ,komentar, vote dan tambahkan ke daftar paporitnya...

1
khumay
like kk
Jans🍒
siapp mluncur thorr
lee ga-eun 🐯
oh iya Alina masih inget ga ya sama Luhan
YouTrie
okay siip
putry
ok
Anastha Brianca
meluncurrrrr....
Blue Sky
wokeh
pat_pat
asiappp
Saae
😉😉😉
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Happy Ending
YouTrie
Lanjut kak author
YouTrie
Mantap keren
Amelia💕
fix,, Alina sama Jordan...
Blue Sky
next
Anastha Brianca
laanjuuut kakkk... ku kasih bunga nih... 💐💐
Jans🍒
jdi gimana sma Luhan thor? ini keknya bakal sma jordan si alina
Jans🍒
tenyata pemeran utamanya jordan
Blue Sky
lanjut kk thor..
Anastha Brianca
next thor..
YouTrie
Jangan hanya berpacaran langsung nikah saja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!