Assalamualaikum,di baca yuk!
Muhammad Khalid Juhair♡
"Ku titipkan cinta ini hanya pada-Mu,jagalah hatiku dan hatinya dari rasa kecewa,hingga waktu itu tiba.Persatukanlah kami dalam restu dan Ridho-Mu."
Khulaifah Sabira Nur Baiti Shalihah♡
"Cinta kita adalah yang terbaik karena imanku bertambah.Kau membantuku di dunia,dan karena itu aku ingin kembali bertemu denganmu di surga."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ula_Ula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masih rahasia
Hubungan antara Khalid dan Khula masih rahasia hanya di ketahui segelintir orang,Khalid yang meminta itu agar Khula tidak terlalu kepikiran karena bentar lagi Khula akan Ujian.
Khula sekarang sedang berdua dengan Khalid,rasa nya ini berbeda,Khula sangat deg degan.
"Habibati kamu kenapa?"tanya Khalid duduk di samping Khula.
"A-aku nggak papa."
"Kamu nggak suka yaa karena nikahnya sama aku,kamu mau nya sama Jay Jay itu ya?hmm"
"B-bukan gitu..."Khula dengan cepat menggeleng.
"Lalu apa?"
"Aku masih gugup,pak Ustadz jangan ganggu aku dulu ih..."sifat keceplosan Khula keluar lagi.
"Oh kamu gugup ya?jangan gugup atau takut sama saya Khula,saya nggak akan meminta sesuatu yang seharusnya hak saya,saya akan menunggu kamu siap?tapi kamu cium sama peluk itu harus sering."Khalid memeluk Khula,Khalid menjadi manja di hadapan Khula.
"Makasih pak Ustadz."Khula memeluk balik Ustadz Khalid.
"Kamu jangan khawatir ya,jangan suka sama orang lain siapa sih namanya itu..."
"Saya suka juga bukan berarti mau nikah sama dia pak,dia nonis ya kali..."
"Nah makanya itu kamu suka saya aja,kamu udah suka belum sama saya?"tanya Khalid menggesekan hidung mancungnya ke pipi Khula.
Khula merasa geli,"Nggak tahu,ih pak Ustadz geli..."
"kamu imut banget habibati,aku kayak pedofil nggak ya yang menikahi gadis SMA."
"Pak Ustadz umurnya juga baru 22 masih muda atu..."
"Iya sih."
diam sejenak mereka sekarang sama2 gugup tak tahu ingin bicara apa.
"pak Ustadz jadi alasan pak Ustadz perhatian karena ini ya..."
"Iya dong,masa sama istri sendiri nggak perhatian.."
"aku udah berpikiran buruk tentang pak Ustadz,maaf pak."
"Memangnya kamu berpikiran apa?"Khalid penasaran.
"Saya kira bapak baik di depan aja di belakang asal nyentuh yang bukan mahram."
"Nggak habibati,kamu curiga gitu wajar sih soalnya pas itu kamu nggak tahu dan aku megang2."
"Heem."
Akhirnya mereka melanjutkan ngobrolnya sampai Khula sudah harus kembali ke kamarnya.
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam,Khula lama banget?ngapain sama Ridwan di sana?"tanya Fadya
"Ah nggak papa,orang tua kami nelfon."
"Maaf Fadya,Qila aku benar2 harus berbohong sama kalian..."batin Khula.
"masalah Ustadz Khalid ma Ustadzah Robiah gimana ya..."Qila sedang rebahan dan memikirkannya.
"Udah selesai kayaknya,aku dengar Abi Abdul marah2 lagi."jawab Fadya.
"biarlah,puas banget Ustadzah di marahin,enak banget nyuruh2 Ustadz Khalid nikah lagi,apalagi sama dia ogah banget aku..."Qila ogah ogahan.
"Aku juga ogah,apalagi istri Ustadz Khalid..."
"aku juga nggak mau..."batin Khula.
Keesokannya,Hari pertama Khula sudah tahu bahwa dia istri Ustadz Khalid.
Ustadz Khalid bersyukur karena Khula menyukainya.
"Alhamdulillah terima kasih ya Allah."batin Khalid memperhatikan Khula yang tertawa kecil dengan kedua temannya ntah apa yg di bahas.
"Assalamualaikum ngelamunin aja oh lagi liatin bini nya..."Ustadz Ali memperhatikan Ustadz Khalid.
"Waalaikumsalam,haha kayak kamu nggak aja Ustadz Ali..."
"Saya nggak bisa,istri saya kan bantu bapak jualan kalau ada aja pelanggan genit udah abis sama saya."
Khula sadar jika dirinya di perhatikan,membuat nya malu.
Ustadz Khalid tersenyum pada Khula sebelum pergi.
"Ya Allah jantung aku nggak bisa di ajak kompromi..."Khula bisa merasakan detak jantungnya tidak normal.
"Khula kamu nggak papa?"Fadya sedikit cemas khawatir.
"Ah iya nggak papa kok cuma ngecek detak jantung aja."
"lah Khula kamu gabut amat ya sampe ngitung detak jantung,aku mau nyoba juga ah."Qila ikut ikutan Khula.
"Kalau kamu ngitung nggak selesai2 kecuali malaikat maut datang ke kamu."ucap Fadya pada Qila.
"Eh amit amit..."Qila mengeri.
"Aku pengen jujur sama kalian tapi kapan ya takut kalian nggak menerima."Khula memperhatikan kedua temannya.
___
Ridwan di kamarnya sangat senang sekarang karena kakaknya dan kakak iparnya bisa menerima satu sama lain.
"Ahhh alhamdulillah.."Ridwan merasa lega,seperti nya batu kerikil yang mengganjal sudah pergi.
"lo kenapa?seneng banget kayaknya..."tanya Darren.
"aku seneng aja emang nggak boleh?"
"Jangan2 kamu punya pacar ya..."
"Astagfirullah,ya nggak lah aku nggak pacaran."
"Terus seneng karena apa?apa yang membuat mu sangat senang?"Darren makin penasaran nggak biasa2 nya Ridwan seperti itu.
"Ah nggak papa ingat kejadian lucu aja kemarin pas ketemu Ustadz Khalid."
"Ustadz Khalid?denger2 dari Ikhsan kalian deket ya?"
"Iya,Umi Ratna Umi nya Ustadz Khalid teman bunda aku."
"Berarti Khula juga?"
"Oh iya dong,pasti."
"kok kamu kelihatan seneng kayaknya kalau Khula deket sama Ustadz Khalid?bukannya Ustadz Khalid udah menikah?"pertanyaan pertanyaan dadi Darren terus terlontar.
"Nah tipe kakak ipar yang aku mau yang kayak Ustad Khalid,nggak harus Ustadz Khalid."
"orangnya Ustadz Khalid harus."sambung Ridwan dalam hati.
"Hmm aku harus baik2 nih sama Ridwan."batin Darren.
___
Hari ini kedua orang tua Khula dan Ridwan datang lagi.
"Nak kamu udah tahu?maafkan Ayah jika nggak bilang dulu sama kamu..."Raka mengusap kepala anak gadisnya.
"Nggak papa Ayah,Khula tahu pilihan Ayah pasti yang terbaik."
"Kalau Khalid menyakiti kamu bilang aja sama Ayah,Ayah pukul nanti."
Khalid yang ada di situ hanya mendengarkan dengan seksama,Ayah mana yang tidak khawatir dengan putrinya.
"Ridwan kamu juga baik2 ya jangan pacaran."pesan bunda Syafirah.
"Nggak Bunda,Bunda apaan sih."Ridwan mengelak.
"Tapi bukannya kamu suka sama salah satu santriwati?"Khula pernah melihat Ridwan mencuri pandang pada Sarah.
"mana ada."Ridwan mengelak.
"Bagaimana dengan Sarah?"Khula terang-terangan.
"Ohh jadi anak Ayah satu ini menyukai Sarah,Khula bagaimana Sarah menurutmu?"tanya Ayah Raka.
"Baik Ayah,sholehah,pendiam,cantik lagi."puji Khula,Khula juga mau kalau Ridwan nanti menikah dengan yang seperti itu,tapi pilihan jatuh ke tangan Ridwan sendiri tentu juga dengan jalan takdir Allah.
"Ih Apaan sih kak."Ridwan malu.
"Jangan malu Ridwan,kamu sudah remaja menyukai itu wajar,tapi jangan sampai pacaran pacaran Zina,lebih baik kamu doakan saja yang terbaik kalau dia jodoh kamu Allah In Sya Allah kalian akan bersama,kalau tidak jangan di paksa,berarti dia bukan jodoh kamu,Allah sudah merencanakan semuanya kita hanya bisa menerima nya saja."Ucap Ustadz Khalid.
"Iya bang,Ridwan mau fokus sekolah dulu kok."
"Aduh senengnya bunda punya anak sholeh sholehah,mantu juga sholeh."Syafirah merasa bersyukur.
"Bunda juga bersyukur karena menikah dengan Ayah kan?iya dong pasti."Ayah Raka dengan pedenya.
"Nggak ah."
"Bunda sama Ayah kayak anak muda aja,Khula jadi pengen tahu Ayah sama Bunda pas muda."
Raka dan Syafirah saling melirik,"rahasia."Ucap mereka berdua bersamaan.
sy sdh lama buka dinoveltoon. to baru mlm ini minat bc, ternyata bagus....👍👍👍
☝ gadir & nyimak.