Salsa widianto, 27tahun, seorang dokter spesialis kandungan yang usianya terbilang sangat muda, dia adalah anak salah pengusaha kaya di kota Jakarta..
Ia menyelesaikan pendidikan kedokteran diusianya yang msh sangat muda, lalu melanjutan ke dokter spesialis kandungan.. Salsa anaknya begitu cerdas, sedari sekolah dasar ia selalu mendapatkan prestasi yg memuasakan, ia juga berkesmpatan duduk di bangku SMA dengan program akselirasi yg hanya 2 tahun...
Ia memiliki paras yang begitu cantik.. Badanya yang proposional, wajah yang cantik, hidung mancung, lesung pipi yang begitu manis, serta gigi ginsul di sebelah kiri, ia memiliki rambut hitam panjang nan berkilau...
Salsa... Meskipun ia anak seorang pengusaha yang kaya raya, ia memiliki sifat yang begitu mulia, tidak sombong, dan selalu terlihat ceria.. Begitu banyak lelaki yang mengaguminya bahkan sejak ia duduk di bangku sekolah dasar...
Devano Wijaya.. 30 tahun
Seorang pria yang tampan, namun begitu cuek dan bersikap suka semaunya
Ia seorang pengusaha muda, anak seorang pengusaha terkaya juga di kota Jakarta bahkan bisnisnya sudah merambah ke ASIA..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mynamei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 21
"assalammualaikum non" ucap salam dengan nafas terengah engah...
Vano pun turun dari mobilnya mendekat salsa...
"waalaikumsalam, ada apa pak?
"betul kan non ini rumah pak latif"
Kedua satpam salsapun menghampiri, takut terjadi sesuatu pada salsa menginat kemarin salsa habis di tampar manusia iblis..
"iya pak betul, saya anaknya.. Ada apa yaa?" tanya salsa panik, tanggannya mulai bergetar..
"begini non, tadi mobil yang bapak latif kendarai menabrak tiang protal non, banyak saksi mata melihat mobil melaju begitu cepat non sampai akhrnya bapak hilang kendali.."
Salsa melemas di pelukan vano, air mata salsa sudah mentes sedari tadi...
Para satpam pun hanya bisa beristigfar mendengar kabar tersebut...
"sekarang pak latif bagaimana keadaanya" tanya Vano tegas
"bapak sempat tergencet Tuan, Karna benturan keras, bapak juga sudah tak sadar.. Bapak langsung dibawa ke RS Wijaya, karna kita menemukan tanda pengenal Non di dalam mobil.."
"Baik terimaksih pak, kami akan segera ke rs"
Salsa tersungkur lemas smbil menangis. Vano menggendongnya masuk ke dalam rumah..
Vano mengambil ponselnya.. Menelfon sekertaris Vano sekaligus tangan kanan kak Thania di Rs...
"segera menuju IGD, sebntar lagi akan ada pasien kecelakaan bernama bapak Latif. Tangani ia sebaik mungkin, dia calon mertua saya jadi tolong awasi dan kabarkan saya sedetail mungkin keadaanya, saya segera kesana...."
Perintah Vano dengan nada panik...
"Saaa kamu sabar sayang, tenang"
Bi Jumnah salah satu asisten rumah tangga salsa pun bingung apa yang terjadi...
"bii dimana kamar ibu diana?"
Dinsana tuan,
Baik, antarkan saya..
Salsa hanya duduk menngis tersedu-sedu..
tok.. Tok.. Tokkk
"tante ini Vano tante,, tante tolong cepat keluar tante, sudahi dulu tante Vano mohon"
Sementara di dalam ibu diana yang belum memulai kegiatan urutnya langsung keluar...
"ada apa Vano, kamu terlihat panik sekali, ada apa??" Tanya ibu Diana
"Ikut Vano tante..." Vano menarik pelan tangan ibu diana...
Ibu diana dan kedua ARTnya pun mengikuti langkah Vano ke ruang tamu, dari kejauhan sudah terdengar suara salsa menngis, membuat hati mereka makin tak karuan menerka-nerka apa yang terjadi, terlihat salsa sedang menngis begitu kencang ...
"vanoo!!! Jawab tante ada apa ini, kenapa salsa?"
Bentak tante Diana
Vano menghelakan nafasnya
"baik tante, vano harap tante tenang, jadi aku dan salsa barusan dapat kabar bahwa om latif mengendarain mobil Salsa dan mengalami kecelakaan..."
Air mata ibu Diana pecah, tumpah ruah sambil berpelukan dengan Salsa..
" tante, skrng kita ke RS, om latif sudah di bawa ke rs"
Kedua ART dirumah itu ikut menngis...
"bi tolong bantu saya" ART pun mengerti. Membantu memapah nyonya nya ke arah mobil Vano....
Vano memapah salsa tentunya...
Kedua supir dan dua satpam pun merasa haru..
"pak ada yang bisa mebgendarai mobil saya, Antarkan kita ke rs"
Tanyaaa Vano..
"saya bisa den" ucap pak ringgo
"oke baik ini kuncinya, oh iya bii tolong siapkan baju ganti salsa, dn beberapa keperluan lainnya, nanti tolong di antar ke RS."
Vano yang memiliki jiwa pemimpin dan rasa tenang terhadap setiap masalah cukup matang memberikan setiap intruksi meskipun dalam keadaan tertekan suatu masalah....
Merekapun berangkat,, mobil melaju dengan cepat...
Vano pun duduk di kursi depan.. Terlihat
Salsa dan ibu diana berpelukan sambil menguatkan satu sama lain..
Vano kembali menghubungi Sekertaris di Rs...
"bagaimana..... Oke lakukan"
"tenang saa, papa sudah sampai di RS dan sudah ditangani beberapa dokter, akan segera di ctscan dan rontegen bagian kaki"
Salsapun menghela nafas.. Setidaknya papa sudah sampai RS namun air mata nya tetap berlinang...
Vano masih sibuk dengan ponselnya..
Vano menelfon sandi...
"tolong selidiki, kecelakaan di depan perumahan the exclusive recidance, cari sedetal mungkin" perintah Vano
Vano pun melanjutkan mengirim pesan singkat ke mamanya..
📨 mam, papinya salsa kecelakaan sekarang di RS Kiita. Tolong mam datang ke rs untuk menemani tante Diana dan Salsa... Beliau sangat sedih mah Vano ga tega... Tx mam.
Mereka tiba di dRS... Mereka menuju IGD, ternyata pak latif baru saja di pindah ke ruang ICU..
Mereka berlarian menuju ICU. Salsa terlihat masih menggunakan baju tidurnya...
Sampai di depan ruang ICU, pasien hanya boleh dintemani 1 orang...
Salsapun memilih masuk lebih dulu, melihant dan mengecek keadaan papinya...
Air mata Salsa tumpah melihat banyak alat terpasang di tubuh sang ayah...
Salsapun hampir pingsan, Salsa dibawah keluar oleh suster jaga di dalam .
Vano yang melihat Salsa menangis merasa hati nya begitu hancur..
Ibu Diana di persilakan masuk..
Sementara Salsa masih di dekap Vano..
"sabar sayang, kita berdoa semoga papi gpp"
Ucap Vano
"van, kenapa papi naik mobilku, mobilku mobil jelek Van... Kenapa juga papi nyetir sndiri van.."
Tangis Salsa
"sayangg, ini takdir Allah, ini musibah sayang.. Kamu tenang yaa aku yakin papi akan segera sadar" uca Vano yang tak melepas memeluk salsa, dan terus menciumi kepala atas salsa..
Dokter datang dan menjelaskan kepada Vano dan Salsa..
"pagi dr. Salsa, pak Vano.. Dari hasil ct-scan dan rontegen.. Untuk bagian kepala semuan aman tidak ada yang perlu di khawatirkan, namun bagian kaki kanan bapak latif mengalami kerusakan otot, kita harus melakukn tindakan oprasi"
"lakukanlah yang terbaik"ucap Vano..
Sementara Salsa hanya menangis dalam pelukan vano..
"baik pak, kami akan mempersiapkannya"
"tunggu dok, kenapa papi saya masih belum sadar" tanya salsa dengan isak tangisnya
"pak latif mengalami syok berat dok, sehingga hingga saat ini beliau masih tak sadarkan diri.. Tapi dokter tenang saja, kondisi pak latif jauh lebih membaik"
Dokter menjelaskan kepada vano dan salsa.
"dok tolong selamatkan papi saya," pinta Salsa
"baik dok, saya akan memersiapkan segala sesuatunya.. Saya mohon bantuan doa dan semangat dari pihak keluarga, saya permisi dok"
Dokter pun pamit, dan segera meninggalkan salsa dan Vano, tak lama berselang ada beberapa polisi datang mengampiri salsa dan vano...
"selamat siang, dengan keluarga bapak latif" ucap salah satu polisi
vano pun menjawab
"iya pak,.. Bagaimna pak"
Tanya vano
"begini pak, dari hasil olah TKP dn pemeriksaan ada kendaraan.. Ini merupakan kecelakaan tunggal, sesuai hasil pemeriksaan sudah di pastikan ini karena rem kendaraan Blong, terdapat beberapa kerusakan yang terlihat sengaja.. Bahkan selang bensinpun terdapat kebocoran, untung saja mobil tidak terbakar saat kecelakaan.. Namun kami harus tetap memintai keterangan korban jika sudah memungkinkan"
Polisi menjelaskan kepada salsa dan vano..
Vano dan salsa tercengang syok mendengar penjelasan dokter..
"terimakasih atas bantuanya pak, saya akan menyuruh orang saya untuk mengecek CCTV di rumah bapak latif ,, saya mengira ada unsur kesengajaan, karena kemarin sore, anak buah saya masih mengantarkan mobil tersebut ke rumah bapak latif dari RS ini..."
"baik pak itu sangat membantu kami...setelah kami cek mobil tersebut atas nama Salsa, siapakah Salsa?"
"iya dok mobil itu atas nama saya, saya anaknya." sahut Salsa dengan cepat..
"kapan nona Salsa terakhr mengendarai mobil tersebut?"
Tanya polisi sambil mencatat
"jumat pagi pak, dan semua keadaan mobil masih sanggat baik, semua berfungsi sebagaimana mestinya"
"baik nona Salsa, saya akan menindak lanjuti kasus ini dengan cepat, kami permisi dulu"
"terimakasih pak, silakan"
Ucap Vano...
Salsa semakin tak kuasa menahan tanggisnya, salsa tidak terlepas dari pelukan vano..
Vano sangat merasakan kekecewaan dn kekhawatiran salsa. Hati vano ikut sakit melihat salsa tak henti menangis ..
Setelah 1 jam bapak latif pun masuk ruang operasi, saat itu ibu widya sudah datang..
Mereka ber empat duduk menunggu di depan ruang operasi...
Salsa dengan menggunakan baju tidurnya masih terus menngis sambil berdzikir, terlihat salsa merebahkan kepalanya di dada bidang vanoo..
"saa apa kmu mau mandi, persiapan solat zuhur, tadi bi inah udh antar baju kamu.."
Tanya Vano
"aku mau nunggu papi van" ucap Salsa sambil menggelengkan kepala...
"oprasi berjalan 2-3 jam saa, lebih baik kamu mandi, terus kita solat zuhur"
Salsapun mengangguk..
"yaudh ayo ikut aku.." ajak vano sambl membantu salsa untuk bangun dari duduknya..
terlihat ibu Diana sedang tertidur di bahu ibu Widya..Vano menghampiri mereka..