NovelToon NovelToon
PENDEKAR PEDANG BERLIAN

PENDEKAR PEDANG BERLIAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Contest / Kultivasi / Pendekar / Wuxia / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Aa Petruk

Teratai Putih adalah nama sebuah desa terpencil yang letaknya jauh dari pusat keramaian kota di kekaisaran Han. Meski terletak jauh dari pusat ibu kota, namun penduduk desa Teratai Putih hidup rukun dan sejahtera berkat sumber daya alam yang melimpah.

Hingga suatu saat kedamaian desa Teratai Putih terusik oleh kehadiran kelompok perampok dan pendekar aliran hitam yang datang untuk merampas harta benda seluruh warga desa.

Penduduk desa yang awalnya hidup rukun penuh dengan ketentraman, terpaksa melewati hari-hari berselimut ketakutan yang mencekam.

Chi wei adalah seorang anak petani dari desa Teratai Putih. Dia bersama dua orang sahabatnya Tao Ming dan Yan San, setiap hari menghabiskan waktunya untuk berburu. Disaat anak-anak sebayanya sibuk belajar dan berlatih ilmu bela diri, mereka bertiga akan pergi ke hutan untuk berburu hewan liar dan berbagai macam tanaman obat. Hasil dari perburuan tersebut nantinya akan mereka jual ke tengkulak yang ada di desa Teratai Putih.

Hingga suatu ketika di sebuah hutan belantara, chi wei mengalami fenomena yang merubah jalan hidupnya. Takdir hidup yang membuat dia menjadi seorang pendekar berilmu tinggi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aa Petruk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cha 21 - Nama Yang Semakin Terkenal

Di saat seluruh penduduk desa Teratai Putih disibukkan dengan kegiatan gotong royong membangun desa, maka di waktu yang bersamaan Chi Wei akan berkeliling menyusuri jalan setapak di sekitar wilayah desa Teratai Putih.

Hal itu ia lakukan untuk berjaga-jaga barangkali ada perampok yang masih berkeliaran di wilayah tersebut. Sehingga para warga desa Teratai Putih dan sekitarnya bisa lebih fokus dalam menjalani aktivitasnya sehari-hari.

Karena menurut laporan yang ia terima, masih ada beberapa pedagang yang harus rela kehilangan barang dagangannya akibat ulah para bandit-bandit tersebut.

Setiap hari dari pagi hingga jelang malam, Chi Wei akan terus berpatroli menyusuri jalan yang biasa dilalui oleh para pengelana dan pedagang. Dan benar saja, beberapa kali Chi Wei menemukan beberapa kelompok perampok kecil yang sedang berulah.

Tidak sulit bagi Chi Wei untuk menghabisi para perampok tersebut. Tak ada satu orang pun yang berhasil lolos dari pendekar muda itu. Bahkan tidak jarang para pedagang yang ditolong oleh Chi Wei justru merasa ketakutan saat menyaksikan pendekar berparas tampan itu menghabisi kawanan perampok tersebut dengan cara yang sangat mengerikan.

Seiring berjalannya waktu, nama pendekar berrambut biru kian terkenal. Keramahannya, ketampanannya, bahkan kesadisannya dalam menghajar siapapun yang melakukan tindakan kejahatan, menjadi buah bibir yang tak pernah bosan untuk diperbincangkan.

Perlahan-lahan kabar tentang kehebatan pendekar rambut biru membuat para bandit berpikir ribuan kali untuk menjalankan aksi mereka. Terutama di wilayah sekitaran desa Teratai Putih.

Rasa aman pelan-pelan mulai dirasakan oleh warga desa Teratai Putih dan sekitarnya. Kedamaian desa yang dulu sempat hilang kini telah kembali. Namun sampai detik ini, bunga Teratai Putih kebanggan warga desa masih belum kembali mekar dan menebarkan aroma wangi yang telah lama dirindukan oleh seluruh penduduk desa. Hal itu menjadi ganjalan tersendiri dibenak Chi Wei.

Namun, sejak namanya semakin terkenal, setiap hari kediaman Chi Wei selalu kedatangan tamu. Baik dari penduduk desa Teratai Putih atau penduduk desa lain. Mereka datang dengan berbagai macam alasan.

Ada yang datang sekadar mengucapkan terimakasih karena pernah ditolong Chi Wei, ada yang berniat berguru ilmu bela diri, bahkan ada pula orang tua yang datang membawa anak gadisnya untuk dijodohkan dengan pendekar rupawan tersebut.

Dengan tangan terbuka, ibu Chi Wei dan si kembar menyambut siapapun yang datang mengunjungi mereka. Entah berapa banyak hadiah yang diterima dari orang-orang tersebut. Mulai dari makanan, pakaian, bahkan perhiasan.

"kakak, apa yang harus kita lakukan dengan hadiah-hadiah ini?" Tanya Chi Meilin kepada Chi Wei.

"Kalian bisa mengambilnya sesuka kalian." jawab Chi Wei menyaksikan si kembar yang seolah kebingungan.

"tapi ini terlalu banyak, Kak." Timpal Chi Mexia.

"kalau begitu kalian bisa membagikannya kepada teman-teman kalian." ucap Chi Wei sambil berjalan menuju kamarnya.

"hmmm...menurut ibu bagaimana?" Chi Meilin meminta pendapat lain dari ibunya.

"Xia'er, Lin'er, lakukan saja apa yang dikatakan kakak kalian." Jawab Xin Yia sambil tersenyum lembut.

"Baiklah kalau begitu, besok kami akan membagikannya kepada para tetangga." timpal Chi Meilin yang di balas senyuman hangat oleh Xin Yia.

Sementara itu di dalam kamar, Chi Wei duduk bersila sambil memejamkan mata.

"Guru.....ada yang ingin aku bicarakan." Chi Wei berkata membatin.

"ada apa Wei'er?" jawab Lung Huo menggema dalam pikiran pemuda gagah itu.

"ini tentang bunga Teratai Putih, kenapa satu bunga yang tersisa di danau hingga saat ini tidak pernah mekar lagi?"

"Wei'er, sejak enam bunga Teratai Putih dicuri, energi yang tersisa di dalam bunga tersebut menjadi tidak stabil. Jika satu bunga yang tersisa memaksakan diri untuk mekar, maka dia akan kehilangan banyak energi dan akhirnya akan mati."

"lalu apa yang harus aku lakukan, Guru?"

"Untuk saat ini tidak ada yang bisa yang kau lakukan selain menjaganya agar tidak ada yang mencurinya."

"tapi kau tidak perlu cemas, karena para siluman pun akan datang bergantian untuk menjaga bunga Teratai Putih, tentu saja kalian para msnusia tidak dapat melihat wujud siluman tersebut, kecuali kau Wei'er."

"maksud Guru?"

"kau tidak hanya bisa melihat para siluman tersebut, bahkan kau mampu masuk ke alam mereka jika kau mau."

"hmmmmm... apakah enam bunga yang dicuri bisa tumbuh lagi, Guru?"

"tentu saja bisa, tapi tidak saat ini. Kau tahu Wei'er bunga teratai putih hanya akan mekar jika enam bunga yang hilang telah tumbuh kembali."

"kapan itu Guru?"

"itu hanya terjadi jika engkau telah bertemu dengan Lin Ling dan menikahinya. Karena hanya kalian berdua lah yang mampu mengembalikan bunga teratai putih seperti dulu lagi."

"Di mana aku bisa menemukannya guru? bahkan penduduk desa Teratai Putih tidak ada yang bermarga Lin."

"kau tenang saja Wei'er, tidak perlu terburu-buru. Kau masih sangat muda, selain menemukan Lin Ling, masih banyak tugas berat menantimu."

"untuk masalah bunga teratai putih kau tidak perlu khawatir, karena tidak akan ada satu orang pun yang mampu mencurinya."

"kalau begitu kenapa para siluman menjaganya?"

"Wei'er, apa kau tahu arti dari sebuah sikap terimakasih?"

Chi Wei berpikir sejenak mencoba memahami apa yang dimaksud Lung Huo. Setelah dia teringat penjelasan Lung Huo tentang khasiat bunga teratai putih selama di alam roh, Chi Wei pun mulai mengerti.

"Baik Guru, aku mengerti."

"Baiklah Wei'er, ada lagi yang ingin kau tanyakan?"

"sebenarnya masih banyak yang ingin aku tanyakan kepada Guru, termasuk tentang peti kuno yang ditemukan oleh Ghuo Lan. Tapi entah kenapa malam ini mataku merasa sangat ngantuk, rasanya sudah cukup lama aku tidak tidur."

"hmmm...baiklah sebaiknya kau beristirahat, aku lihat hari ini kau tampak sangat lelah." ucap Lung Huo mengakhiri obrolan mereka.

Tanpa Chi Wei sadari Lung Huo pun memikirkan peti kuno tersebut.

"belum saatnya Wei'er mengetahui hal ini." gumam Lung Huo membatin.

1
Noordian Nazmy
hmmmm....kultivasi ganda
Edwin Keitaro
A
Armoire
Aih... Jadi ilfeel bacanya Thor liat kelakuan Lin Ling kek anak kecil gituh... Seharusnya dia bisa menempatkan diri posisi nya sebagai pendamping ketua sekte, sebagai pemimpin di desa Teratai Putih, tau bagaimana yg mana harus di prioritas kan mana yg ga ... Buat apa menjadi pendamping, wajah cantik , tapi ga bisa menempatkan diri , manja , childish... Haduh.... Author nya sendiri juga bikin alur plot nya GA MENDUKUNG .. Payah ... Sampe sini aja lah..
bob: halo kak, kalau suka baca novel fantasi timur, coba baca novel judulnya " zaman para dewa" semoga kakak suka..
total 1 replies
Armoire
Semoga dengan paras tampan nya... Chin Wei ga menjadi cowo yg kegatelan ma cewe2 yg pastinya terpesona n kegatelan ma Chin Wei 🤦‍♂️🤦‍♂️🤦‍♂️🤦‍♂️
Rajo kaciak
enak bacanya, mc nya g play boy ,di tunggu kelanjutan ceritanya
Rajo kaciak
cerita nya terlalu kereen
Rajo kaciak
mantap, mudah2an hanya seorang wanita nya , karna rata2 kultivator punya bnyk istri 🤣🤣
bob: halo kak, kalau suka baca novel fantasi timur, coba baca novel judulnya " zaman para dewa" semoga kakak suka..
total 1 replies
Nay Galcite Nay Galcite
😎😎
John Travolta
thor ga ada update lagi kah?
dofi hendriyanto
rekomendasi
Khairul Azman Abdul Kahar
waduhhhh kenapa tidak diambil cincinnya
Bocil
cwritanya bagus thor. tapi untuk suara audionya musiknya terkalu keras jd merusak suara lainya.
Didik Setyawan
aq bingung saat bca seorang yg d'panggil pangeran it anakx jenderal,trs anakx raja/kaisar d'panggil pa y??????????????????
Didik Setyawan
tingkatan pendekar kok lucu pke bingit sich,s'tauku gelar dewa yg akhir tp nie lucu bingit.masa pendekar bumi trs dewa bumi,pendekar langit trs dewa langit.n raja Mlah yg akhir,emang gelar raja lbih tinggi drpd dewa wkwkwk,,
Roynaldi Ananda
àuthor kan lulusan pesantren tebu ireng
Roynaldi Ananda
author sialan
Hary
KAMPRET.... 🤣
Omen Aura
keren menghibur😄
Omen Aura
kopi luwak😄😄
Rahardian
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!