Devia keluar dari rumah karena di jodohkan oleh kedua orang tuanya. pindah ke Jakarta tanpa sepengetahuan keluarga . bekerja di salah satu perusahaan di bidang drink .
Berpacaran selama 2 tahun dengan jarak umur yang berbeda . tetapi di tahun berhubungan mereka sedang hancurnya malah adik dari sang kekasih menjodohkan dengan temennya .
bagiamana kelanjutan cinta mereka ......
jangan lupa like dan komentar yaaaaa.....👍👍👍👍👍 biar tambah semangat lagi author buat cerita wanita simpanan
dan jangan lupa FIRST LOVE pertama kali Author buat novel di aplikasi ini . semoga kalian suka ya . enjoyyyyyy
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dineefff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan bersama Bos
Beberapa Minggu sudah kerja di kantor ini . Devia sudah engak jadi bahan suruhan lagi . Karena ada beberapa anak baru yang baru beberapa hari bekerja di disini
Saat ini Devia berjalan menuju gudang . Meminta tanda tangan pak Hendra . Saat Devia melihat pak Hendra dia melihat rambut yang sudah mulai putih tapi tubuhnya itu besar sekali . Mungkin sering olahraga . Bagus sih kalo pria berbadan seperti itu .
" Makasih pak " ucapnya saat pak Hendra selesai memberikan tanda tangan
#
Singkat cerita . Beberapa bulan kemudian bekerja di perusahaan ini . Devia memiliki cukup banyak temen temen disini dan juga gaji terutama . Gaji yang lumayan bagi Devia untuk memenuhi kebutuhan
Saat ini devia keluar dari kantor berniat membeli makanan di restoran yang cukup jauh dari kantor . Hanya berjalan kaki saja
Saat Devia memesan makanan tiba tiba saja . Pak Hendra memesan juga dan langsung di bayarkan oleh bosnya itu
" Terima kasih " ucap pak Hendra kepada karyawan restoran
" Pak ? " Panggil Devia
Pak Hendra hanya tersenyum . Lalu dia mengambil makanan yang sudah di hidangkan membawa dua papan yang berisi makanan Hendra dan Devia
Devia mengikuti nya dari belakang saat Hendra berhenti di tempat yang mulai sepi . Keduanya makan bersama
" Kamu temennya Riska ? "
" Iya pak , saya temen kosan Riska "
Hendra mengagguk " bosan ya makan di kantin kantor ? "
Devia tersenyum malu " iya pak , bosan hehe "
" Saya juga bosan . Saya tadi tanya anak anak mau makan apa . Mereka malah menolak . Mereka bilang Andin mau traktir mereka . Yasudah saya jalan kesini aja " jelas Hendra
" Kamu sudah punya pacar ? "
Devia menatap Hendra " hah ? "
" Kamu sudah punya pacar ? "
" Belum pak "
Hendra mengagguk . Lalu melanjutkan makan nya Kedua nya selesai makan . Hendra langsung mengajaknya kembali ke kantor . Selama perjalanan itu Hendra terus menanyakan dan sedikit cerita masalah kantor
Melanjutkan lagi pekerjaan yang tertunda . Devia membawa berkas menuju gudang lagi dia akan bertemu dengan Riska . Memberikan berkas tersebut kepada temennya
" Via . Nanti makan pecel ayam yuk. Di deket kantor katanya enak " ucap Riska
" Siap bos " ucap Devia sambil memberi hormat kepada Riska
Tepat 8 malam keduanya sudah pulang . Sesuai rencana yang tadi mereka akan makan malam di pinggir jalan . Pecel ayam . Sangat enak menurut keduanya apalagi sambelnya.
" Ka , kamu tahu gak tadi aku ajak kamu makan siang . Kamu kan engak mau ya . Aku makan di restoran p eh ketemu pak Hendra . Dengan enaknya dia juga mesan . Akhirnya aku malah di bayarin dia . Ih sumpah gak enak banget di bayarin ka"
Riska tersenyum " pak Hendra emang gitu . Aku beberapa kali makan di kantin . Malah dia yang bayar . Terlalu baik jadi bos . Tapi kalo udah marah .wah . Seperti kerasukan setan . Satu kantor kena marah sama dia "
" Masa sih ? Kelihatan nya baik loh . Eh tapi pak Hendra umurnya berapa sih.rambutnya sudah putih ya" ucap Devia
" Hehe , kamu ilfil juga ternyata . Pak Hendra itu baru umur 34"
" Oh , sudah punya anak ? "
" Boro boro punya anak , pacar aja engak punya "
Makanan datang . Keduanya memutuskan obrolan mereka
" Gak laku atau gimana ? " Tanya Devia
" Entahlah . Selama aku kerja . Gak pernah pak Hendra bawa keluarga nya ke kantor apalagi perempuan . Mungkin dia benci perempuan "
" Mana mungkin , kalo dia benci perempuan kenapa tadi dia makan sama aku ?"
Riska merangkul pundak Devia
" Hati hati . Nanti kamu perempuan nya "
" Idih , aku lebih suka yang seumuran ya . Bukan tipe aku tuh yang sudah beruban "
" Omongan adalah doa aku akan aminkan ucapan kamu tadi . amin ya Allah . Yaudah bayar sana . Pake uang kamu dulu . Nanti aku ganti "
" eh jangan dong. amit amit "
" emm .Siap bos " ucap Devia
Menaiki motor keduanya melewati jalan raya yang sangat macet . Hingga beberapa menit kemudian tibalah di kost kostan mereka berdua
" Baru pulang sist ? " Ucap Vira temen kost kostan
Devia dan Riska bermalas-malasan jalannya . Keduanya duduk terlebih dahulu di kamar Vira . Kamar yang selalu di buka lebar setiap malam
" Huh ! Capek banget . Males mandi " ucap Devia
" Sama ,hehe " ucap Riska
" Dasar jorok " ucap Dila
" Eh weekend jalan jalan yuk , aku belum pernah loh ke Monas . Kita ke Monas yuk "
" Ok " ucap mereka semua
Devia segera bangkit dari tiduran , pamit oleh mereka semua menuju kamarnya . Devia membuka seluruh pakaiannya lalu dia ganti dengan baju tidur . Mengambil alat mandinya dan handuk lalu keluar lagi dan masuk ke dalam kamar mandi
Devia selalu mandi sekali sehari yaitu di pagi hari . Sedangkan malam nya Devia hanya cuci muka dan gosok gigi