NovelToon NovelToon
Perjodohan Karena Hutang 2

Perjodohan Karena Hutang 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cinta beda status / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 5
Nama Author: Maisy Asty

Mohon diharapkan sopan dalam berkomentar.

Sebelum membaca novel ini disarankan membaca perjodohan karena hutang yang pertama dulu ya, karena ini adalah cerita lanjutan perjodohan karena hutang pertama.

Disini saya akan menceritakan tentang kehidupan anak-anak mereka, yang tentunya tidak kalah seru dengan para orang tua mereka.

Danis adalah anak dari Risa dan Denis, Danis yang terbiasa hidup mewah dan tidak pernah kekurangan tapi tiba-tiba Denis mengambil semua fasilitas yang Denis berikan pada Danis.

Dan tentunya kenapa Denis mengambil semuanya, Denis punya alasan tertentu dan ingin membuat anaknya bisa menghargai apa yang dia punya bukan menghambur-hamburkannya tidak jelas.

Sampai akhirnya Danis hidup menjadi laki-laki biasa karena hukuman dari sang papa dan bertemu dengan seorang gadis yang sangat membenci laki-laki kaya.

Dan pertemuan itu membuat Danis jatuh hati pada gadis itu. Tapi bagaimana cara Danis jujur pada gadis itu kalau dirinya adalah anak orang kaya? Sedangkan gadis itu sangat membenci laki-laki kaya. Ya tentunya sang gadis juga punya alasan kenapa dia bisa membenci laki-laki kaya.

Penasaran dengan cerita cinta mereka? Dan bagaimana nanti Danis akan mengatakan kejujuran pada sang gadis.

Baca yuk karya Author

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maisy Asty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3.Rencana Papa Denis.

Keesokan harinya, seperti pagi biasanya lagi-lagi Danis terlambat bangun.

"Danisss.....!!" Teriak Denis dari luar pintu kamar Danis.

Ntah apa yang akan terjadi?

Danis yang masih tidur nyenyak di dalam selimut tebal, langsung bangun dengan cepat mendengar suara khas papanya.

"Aish papa." Gumam Danis.

"Iya pa, Danis sudah bangun!" Danis mengubah posisinya menjadi duduk.

"Ceklek." Denis membuka pintu kamar anaknya.

"Papa..?" Danis tersenyum, tapi sang papa menatapnya dengan tatapan garang seperti singa yang akan menerkam mangsanya.

"Jam berapa sekarang?" sentak Denis dengan raut wajah penuh amarah.

"Jam 7 lewat, maaf pa Danis terlambat lagi bangunnya." Danis sudah berdiri dan tidak berani menatap wajah garang papanya.

"Bagaimana tidak terlambat, setiap malam kamu keluyuran, kamu mabuk-mabukan dan kamu selalu pulang malam. Kamu mau jadi apa papa tanya!!" Denis mengatakan semuanya dengan begitu lantang.

Risa yang tidak sengaja ingin ke kamar anaknya, karena mau membangunkan anaknya ternyata sudah keduluan dengan suaminya.

"Denis pasti sedang marah-marah, Danis juga kenapa sih nak kamu susah sekali diatur." Batin Risa dalam hatinya.

Danis terus menundukkan kepalanya, karena takut melihat wajah garang papanya.

"Danis mau jadi anak papa." Jawab Danis dengan suara lirih.

"Anak papa, papa tidak mau punya anak bandel seperti kamu." Jawab Denis geleng-geleng kepala.

"Papa maafkan Danis, Danis tahu Danis salah pa." Danis memasang wajah memelas di hadapan sang papa.

"Anak mama." Risa hendak berjalan menuju ke tempat anaknya berdiri, tapi dengan cepat Denis menarik tangan Risa.

"Tetaplah diam! Jangan membela anak bandel ini!" kata Denis dengan begitu tegas.

Risa diam saja dan kali ini Risa berada dibelakang Denis.

"Mama." Panggil Danis dengan manja.

Risa ingin sekali berjalan menuju ke tempat anaknya berdiri, tapi suaminya menahan tangannya dengan kuat.

"Apa? kamu itu harus papa kasih pelajaran biar kamu itu sadar," sentak Denis dengan nada lantang.

Denis terus marah-marah pada sang anak, tapi Risa terus berusaha menenangkan suaminya agar amarahnya redah.

"Suamiku, biarkan anak kita mandi dulu nanti baru dibicarakan baik-baik ya!" Risa memegang tangan sang suami.

"Danis, kamu mandilah terus temui papa diruang keluarga!" pinta Risa dan langsung mengajak suaminya keluar dari kamar anaknya.

Dalam hal ini Risa kudu benar-benar sabar, anaknya yang begitu manja suaminya yang begitu gampang marah gara-gara ulah sang anak.

"Dasar tidak bisa diatur, kita nikahan saja dia ma biarkan istrinya yang mengurusnya papa capek tiap hari harus marah-marah pada itu anak." Denis terus mengebu-gebu.

"Suamiku, sudahlah nanti kita bicarakan ini semua pada anak kita baik-baik! Kamu juga jangan marah-marah terus, anak juga perlu kamu lembutin biar dia itu nurut." Risa berusaha menenangkan suaminya.

.

.

Setelah beberapa lama akhirnya Danis keluar dari kamarnya, dengan setelan jas rapi tapi papanya melihat Danis masih dengan tatapan penuh amarah.

Danis duduk dihadapan kedua orang tuanya, ia sadar kalau pagi ini papanya pasti akan menyidangkannya seperti pagi-pagi biasanya.

"Marahnya papa sebentar, aku iyain, aku minta maaf tapi nanti aku ulangin lagi." Danis senyum-senyum dalam hatinya.

Danis menjadi bandel seperti ini, itu karena dulu dia pernah dikuliahkan diluar negeri oleh Denis. Tapi disana dia malah mengikuti teman-temannya yang bandel suka mabuk-mabukan.

Akhirnya Denis memindahkan kuliah Danis ke kota kelahirannya, tapi mungkin karena rasa kecanduan itu Danis hampir tiap malam minum dan suka sekali pergi ke club malam.

"Papa, Danis minta maaf." Danis memasang wajah memelasnya.

"Papa maafkan." Jawab Denis dengan cuek.

"Lihat saja nanti, papa tidak akan tinggal diam saja. Maafnya kamu itu cuma dihadapan papa dan pasti kamu akan mengulangi kebandelanmu itu lagi." Batin Denis dalam hatinya.

Tentu saja sebagai orang tua, Denis juga memikirkan cara untuk menyadarkan anaknya yang bandel dan suka menghambur-hamburkan uang tidak jelas.

"Papa paling baik deh." Danis berjalan menuju papanya lalu memeluknya.

Risa menatap mata Denis, Risa tahu dibalikin sikap manis suaminya pagi ini pasti ada niat terselubung yang Risa tidak tahu.

"Apa kamu suka mabuk-mabukan?" tanya Denis disela-sela pelukannya.

"Hanya sedikit pa," jawab Danis dengan manja.

"Baiklah, nanti malam kamu mabuk-mabukan lagi! Kalau perlu semua teman-temanmu kamu bayarin." Kata Denis disela-sela pelukannya.

Ntah mimpi apa Danis semalam, sang papa pagi ini sungguh begitu baik pada dirinya.

"Sungguh pa?" Danis memastikan.

"Sungguh anak papa, kan katanya Danis mau jadi anak papa jadi kamu harus nurut ya nak." Jawab Denis sambil tertawa dalam hatinya.

Danis melepaskan pelukannya dari papanya, lalu duduk disamping mamanya.

"Mama lihat! Papa baik sekali padaku pagi ini." Danis memeluk mama kesayangannya.

Dibelakang Danis, Denis terus senyam-senyum.

"Aku yakin pasti suamiku sedang mengatur suatu rencana." Batin Risa dalam hatinya.

"Iya nak, mungkin papa lagi kesambet kali nak. Ya sudah Danis mau sarapan dulu atau tidak?" tanya Risa dengan penuh kasih sayang.

"Tidak ma, Danis mau langsung berangkat ke kantor, oh iya ma nanti Danis pulang malam ya." Danis tersenyum pada Risa, lalu mencium tangan mamanya.

Dengan perasaan senang dan bahagia Danis langsung berangkat menuju ke kantornya.

Setelah anaknya pergi ke kantor, Denis akhirnya mengeluarkan tawanya membuat Risa menatapnya dengan tatapan agak kesal.

"Apa yang sedang kamu rencanakan?" tanya Risa dengan tatapan garang, Denis tahu pasti istrinya tahu kalau dirinya sedang merencanakan sesuatu.

"Tentu saja memberikan anakmu itu pelajaran istriku." Jawab Denis penuh kemenangan.

"Pelajaran apa? Awas saja kalau kamu sampai membuat anakku terluka." Risa menatap Denis dengan tatapan tajam.

"Aku tidak akan menyakitinya, aku juga tidak akan memukulnya. Kamu tenang saja istriku!" Denis menjulurkan lidahnya pada Risa.

"Aku hanya ingin dia merasakan kehidupan yang sesungguhnya saja sayangku." Batin Denis dalam hatinya.

Sungguh biarpun mereka sudah tua, tapi hubungan mereka masih sangat mesra.

Risa terus ngedumel tidak jelas, tapi Denis langsung menarik Risa masuk ke dalam pelukannya.

"Kamu tidak usah kawatir, aku akan melakukan yang terbaik untuk anak kita." Denis berusaha meyakinkan istrinya, disela-sela pelukannya Denis mencium kening sang istri dengan lembut.

"Aku percaya padamu suamiku, tapi jangan sampai menyakiti anak kita ya!" Lirih Risa disela-sela pelukan sang suami.

"Iya sayang aku janji." Jawab Denis yang tidak mau membuat istrinya terlalu kawatir pada anak kesayangannya.

.

.

Malam menujukan pukul 9 malam, seperti perintah sang papa malam ini Danis sedang bersenang-senang disebuah club malam yang biasa dirinya datangin.

"Kalian semua pesanlah apapun yang kalian mau, malam ini aku yang akan membayar semua pesanan kalian!!" Teriak Danis dengan lantang.

Dafa ternganga mendengar apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu.

"Apa dia akan membuat masalah lagi," Batin Dafa dalam hatinya.

"Danis, apa kamu mau membuat Om Denis marah lagi?" tanya Dafa dengan nada agak kencang.

"Papa tidak akan marah, karena ini papa yang menyuruhnya." Jawab Danis sambil menikmati minuman yang mengandung alkohol itu.

"Ini semua Om Denis yang menyuruh?" tanya Dafa dengan nada kaget.

"Iya ini papa yang menyuruh!" Jawab Dani.

Ntah apa yang akan terjadi malam ini?

BERSAMBUNG 🙏

Terimakasih para pembaca setia 😊

1
Elis Mulyawati
pertama baca bingung
Borahe 🍉🧡
namanya beda satu huruf doang dgn bapaknya 😁
Borahe 🍉🧡
Hy salam kenal smuanya sy pembaca bru dilapak ini. smoga bagus yah ceritanya
ok
Arief Juniardi
klo udah smbuh ,buang aja tu bini nya si Riska itu ,saat nya bersm anakmu anin mungkin dikit mnbus salah mu Levin,
eni chenny
karyanya bagus
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak🙏
total 1 replies
Wrin Budayani
author ..aku gal terima, kenapa danis kalah calep dari rifki dan dafa ? harusnya dia yg paling cakep ...😭😭 dan koreksi ..maaf ..bukan mitting tapi meeting.
Marlida Yusuf
trims
ajang
sempit banget dunia ini ya Thor
Aprilia Herawati
ngapel tukang bubur tiap hariii😂😂😂😂😂😂
Reva Novianti Pasaribu
Thor emang suara anak bayi yg baru lahir suaranya eya.....eya......
bukannya suara bayi oek.....oek...oek
Reva Novianti Pasaribu
salut banget sama Selly dia rela di madu
Reva Novianti Pasaribu
makanya kalo jadi wanita jangan murahan
dasar fani
Reva Novianti Pasaribu
hahahhah ternyata tiga detik masih berlaku😂😂
Reva Novianti Pasaribu
tapi sayang nya Danis sama Anin sebentar lagi akan menikah 😂😂
kasian si rifki
Dewa Putu Subagia
di sini Danis sangat salah !!! knp meladeni ngobrol ? buka peluang utk Fani mendekat, kalau emang merasa sdh menikah seharusnya Danis menjaga jarak dan tidak membuka peluang Fani mendekatinya.😡😡😡
Dewa Putu Subagia
Anin pasti mil hamil
Asim Bae
thor gimana si ini kn judulna hutang
Maisy Asty: Baca Perjodohan Karena Hutang 1 dulu kak, nanti akan paham kak 🙏
total 1 replies
Sri Sudarmini
yang denis ini anaknya risa apa suaminya risa sih....
kok sama denisnya namanya...
Andika Alvi alvi
Tarek sis mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!