NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Jadi Putri Terbuang, Sistem Es Dewa Milikku..

Reinkarnasi Jadi Putri Terbuang, Sistem Es Dewa Milikku..

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Fantasi / Tamat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: S RIANA

Kehidupanku berakhir saat ditikam tunangan dan adik tiriku sendiri.

Tapi saat aku membuka mata, aku ber Reinkarnasi menjadi Ratu es putri yang dibuang keluarga kerajaan karena "tidak punya kekuatan".

Apes? Enggak. Karena aku membawa [Sistem Es Dewa].

Misi: Selamat, Balas Dendam, dan Jadi Ratu!

Keluarga yang mengusirku? Tunggu saat aku membekukan kerajaan kalian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S RIANA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KONTRAK JIWA SANG PENGUASA KUNO

Langkah kakiku bergema pelan di sepanjang dinding lorong gua yang semakin menyempit. Semakin dalam aku melangkah, udara di sekitarku tidak lagi terasa dingin, melainkan terasa pekat oleh tekanan mana yang luar biasa padat. Saking padatnya, udara di dalam tampak berkilau seperti serbuk berlian yang melayang.

DUM... DUM... DUM...

Suara detak jantung misterius itu kini terdengar begitu dekat, berdegup seirama dengan detak jantungku sendiri. Fisik Es Dewa di dalam tubuhku bergejolak, seolah-olah mengenali energi yang berada di ujung lorong ini.

[Peringatan! Tuan Rumah telah memasuki zona 'Jantung Abyss'. Tekanan mana meningkat 500%. Disarankan untuk mengaktifkan pelindung.]

"Tidak perlu, Sistem," jawabku sambil tersenyum tipis. "Tekanan ini justru membuat mana di dalam tubuhku mengalir lebih lancar. Fisik Es Dewa milikku menyukai tempat ini."

Aku melangkah keluar dari lorong sempit dan tiba di sebuah aula bawah tanah yang sangat luas. Mataku terbelalak menatap pemandangan di depanku. Di tengah tempat itu, dikelilingi oleh pilar-pilar kristal es raksasa yang menjulang hingga ke langit-langit, terdapat seekor makhluk raksasa yang sedang mendekam.

Seekor Naga Es Kuno.

Sisiknya berwarna biru tua keperakan, memancarkan cahaya magis yang redup. Sayapnya yang besar terlipat di sisi tubuhnya, dan rantai-rantai magis berwarna hitam legam terbuat dari besi terkutuk penghancur mana melilit leher, sayap, dan keempat cakarnya, menancap kuat ke dasar bumi. Naga itu terluka parah; darah birunya yang membeku membentuk kolam kecil di bawah tubuhnya.

GROOOAWWL...

Naga itu perlahan membuka kelopak matanya. Sepasang mata vertikal berwarna emas pekat menatapku tajam. Tekanan intimidasi yang dipancarkannya membuat jubah sutra putihku berkibar hebat. Jika aku adalah Elena yang dulu, jiwaku pasti sudah hancur hanya karena tatapannya.

"Manusia... berani-beraninya kau mengusik tempat peristirahatan-ku..." Sebuah suara bariton yang berat dan berwibawa menggema langsung di dalam kepalaku melalui telepati.

Aku tidak mundur. Aku justru menurunkan tudung jubahku, membiarkan rambut perak panjangku terurai, dan menatap balik mata emas naga itu tanpa rasa takut.

"Aku tidak berniat mengusikmu, Penguasa Kuno," ujarku dengan nada tenang namun tegas. "Aku datang karena merasakan resonansi kekuatan kita. Kamu dirantai, terluka, dan dibiarkan membusuk di sini. Sementara aku... aku dibuang oleh mereka yang takut akan potensiku."

Naga itu terdiam sejenak. Matanya menyipit, mengamati seluruh tubuhku, sebelum akhirnya terbelalak menyadari sesuatu. "Aura ini... Fisik Es Dewa?! Bagaimana mungkin manusia fana memiliki fisik suci itu?!"

[Misi Tersembunyi Diaktifkan: Selamatkan atau Taklukkan Naga Es Kuno!]

[Pilihan 1: Bunuh naga yang sekarat untuk mendapatkan 5.000 Poin Sistem dan Inti Kristal Naga.]

[Pilihan 2: Bebaskan naga dan buat 'Kontrak Jiwa Simbiotis'. Hadiah: Loyalitas mutlak Naga Es,

Pembukaan Fisik Es Dewa hingga 40%, dan peningkatan kultivasi drastis.]

"Sistem, aku pilih opsi kedua," ucapku dalam hati tanpa ragu. Membunuh naga ini hanya memberikan keuntungan sesaat. Tapi menjadikannya sekutu? Aku akan memiliki kekuatan tempur tingkat bencana di sisiku.

"Aku bisa membebaskanmu dari rantai terkutuk itu," kataku lantang, ia melangkah mendekati kepala naga yang berukuran sebesar rumah itu.

"Jangan sombong, manusia kecil! Rantai ini dibuat oleh Penyihir Agung Lingkaran 8 dari Kerajaan Silversnow ratusan tahun lalu! Sihir es tingkat rendahmu tidak akan bisa menggoresnya!" gertak sang naga, meski ada nada keputusasaan dalam suaranya.

"Kerajaan Silversnow?" Mendengar nama itu, mataku berkilat kejam. "Kalau begitu, kita punya musuh yang sama. Rantai ini dibuat dengan sihir es, bukan? Maka di hadapan Fisik Es Dewa, rantai ini hanyalah mainan anak-anak."

Aku melompat, mendarat tepat di atas pilar tempat rantai utama tertancap. Aku meletakkan kedua telapak tanganku pada besi hitam terkutuk itu. Aku memejamkan mata, memanggil seluruh mana es di dalam tubuhku, lalu memerintahkannya untuk masuk ke dalam rantai.

"Sebagai pemilik Es Dewa, aku perintahkan: Tunduk dan hancurlah!"

CRAAAACK!

Mana es murni berwarna putih salju menjalar ekstrem, menutupi rantai hitam tersebut. Besi terkutuk yang katanya tidak bisa dihancurkan itu tiba-tiba bergetar hebat. Struktur magis di dalamnya dipaksa tunduk oleh otoritas es yang jauh lebih tinggi. Dalam hitungan detik, rantai-rantai itu membeku total hingga menjadi serpihan es rapuh, lalu hancur berantakan menjadi debu.

PRANG! PRANG! PRANG!

Naga es itu terbebas. Ia merentangkan sayap raksasanya, meraung keras hingga seluruh gua bawah tanah bergetar hebat. Kebebasan yang telah dirampas selama berabad-abad akhirnya kembali ke tangannya.

AUUUUUUMMMMM!

Setelah raungannya mereda, naga itu menundukkan kepalanya yang besar tepat di hadapanku, menyentuhkan moncongnya ke ujung sepatuku sebagai tanda penghormatan tertinggi.

"Aku, Frostwing, bersumpah setia kepada Pemilik Es Dewa. Kehendakmu adalah perintahku, musuhmu adalah mangsaku," ucapnya sungguh- sungguh".

"Mari kita ikat sumpah ini dalam jiwa," balasku.

[Mengaktifkan Kontrak Jiwa Simbiotis...]

Sebuah lingkaran sihir emas dan putih berukuran raksasa muncul di bawah kaki kami berdua. Seberkas cahaya jiwa berbentuk naga kecil terbang dari dahi Frostwing dan masuk ke dalam dadaku, sementara energi es murniku mengalir ke dalam tubuh Frostwing, menyembuhkan seluruh luka-lukanya dalam seketika.

BOOM!

Ledakan energi magis yang dahsyat tercipta di dalam aula tersebut. Di dalam kepalaku, suara sistem berbunyi bertubi-tubi seperti musik yang paling indah.

[Kontrak Berhasil! Anda mendapatkan hewan kontrak: Naga Es Kuno (Frostwing).]

[Fisik Es Dewa bangkit hingga 40%!]

[Sihir Anda melompati batas! Selamat, Anda telah menembus Penyihir Lingkaran 4... Lingkaran 5... Lingkaran 6 (Tahap Puncak)!]

Rambut perakku kini bersinar dengan sangat terang. memancarkan tekanan mana yang begitu masif hingga membuat udara di sekitar kami membeku secara instan. Di usiaku yang baru belia, aku telah mencapai Puncak Lingkaran 6 setara dengan ayah kandung sialanku, sang Raja Silversnow.

Aku membuka mata, merasakan kekuatan yang begitu melimpah ruah di dalam diriku. Aku menatap Frostwing yang kini menatapku dengan penuh rasa kagum dan takjub.

"Frostwing, mulai hari ini, namamu adalah Frost," ujarku sambil mengusap sisik kepalanya yang dingin. "Sembunyikan tubuh raksasamu. Kita akan mulai membangun fondasi kita di sini."

"Baik, Yang Mulia Ratu," jawab Frost. Tubuh raksasanya perlahan menyusut, berubah menjadi seekor naga kecil berukuran satu meter yang hinggap dengan anggun di bahuku.

Aku berbalik, menatap ke arah jalan keluar gua yang mengarah ke Kerajaan Silversnow. Dengan kekuatan Lingkaran 6 dan seekor naga purba di sisiku, masa-masa bersembunyi telah usai.

"Alicia... Ayah... dan mantan tunanganku yang terhormat," desisku, seulas senyum paling mengerikan terukir di wajah cantikku. "Kalian membuangku ke neraka ini karena mengira aku akan mati. Bersiaplah, karena neraka ini akan segera datang mengetuk gerbang istana kalian."

1
Sunflower_6520
Suka nih sama yang balas dendam begini...
SRIANA: terima kasih udah singgah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!