NovelToon NovelToon
The Porch Light

The Porch Light

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Pernikahan mewah Rowan Vale-Knight dan Cathez hampa tanpa kehadiran buah hati.

Terobsesi pada kebebasan, Cathez terus menolak hamil hingga melontarkan tantangan gila: mengizinkan Rowan mencari wanita lain untuk melahirkan keturunannya.

Dikuasai rasa dikhianati, Rowan menerima tantangan tersebut.

Di malam yang sama, takdir mempertemukannya dengan Rossi Widmer—gadis terbuang yang nekat melompati mobil Rowan demi melarikan diri dari jebakan penjualan diri oleh ayahnya sendiri.

Terdesak ancaman bahaya dan pengaruh obat perangsang, penyatuan tak terduga terjadi di antara mereka.

Rowan yang terkesan oleh kemurnian Rossi memboyong gadis itu dalam pernikahan sah demi mendapatkan anak, tanpa menyadari rahasia besar bahwa Rossi sebenarnya adalah adik kandung Istrinya yang diasingkan sejak kecil.

Di antara keputusasaan, perlindungan tulus, dan intrik masa lalu yang membayangi, akankah benih cinta sejati tumbuh di tengah hubungan transaksi mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#19

Denting jam dinding di sudut lounge penthouse menunjukkan pukul satu dini hari. Keheningan malam melingkupi seluruh ruangan, hanya diiringi oleh deru halus pendingin udara dan suara napas teratur dari pria tegap yang mendekapnya.

Di dalam dekapan hangat itu, Rossi masih terjaga.

Matanya yang jernih terbuka lebar di dalam remang cahaya malam, menatap lurus ke arah pintu kaca balkon yang memantulkan pendar samar lampu-lampu pencakar langit kota.

Tubuh mungilnya meringkuk, membelakangi Rowan yang melingkarkan kedua lengan tegapnya di pinggang Rossi, menyalurkan kehangatan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.

Rumah... batin Rossi berbisik, dadanya terasa sesak oleh gumpalan kesedihan yang mendadak menyeruak.

Cerita yang ia sampaikan kepada Rowan beberapa jam lalu tentang dirinya yang bekerja menyapu dan membersihkan vila milik orang kaya bersama bibinya... semua itu adalah kebohongan.

Sebuah dongeng sederhana yang ia karang demi menutupi luka lama yang terlalu menyakitkan untuk diakui.

Vila megah di Central Valley itu bukan milik orang kaya asing. Vila itu adalah rumahnya sendiri. Tempat ia diasingkan dan dibesarkan selama bertahun-tahun sejak ia masih seorang bocah kecil.

...°°°°...

Di vila besar yang terisolasi itu, Rossi tumbuh bersama tiga orang wanita yang dipanggilnya bibi.

Bibi Betrice—seorang wanita tua berhati lembut yang mengasuhnya dengan kasih sayang tulus sejak ia masih kecil; Bibi Allen—seorang pelayan setia yang selalu menyayanginya dan melindunginya di rumah besar yang dingin itu; dan Bibi Mariella... istri kedua dari ayahnya.

Mariella tinggal di vila itu bersamanya. Satu bulan sekali, wanita itu akan pergi ke kota untuk berbelanja, lalu kembali dengan membawa pakaian-pakaian baru yang layak untuk Rossi, serta beberapa pucuk surat dari sang ayah. Namun, di balik semua fasilitas itu, Mariella adalah sosok yang sangat keras dan kejam.

Selama belasan tahun, Mariella memperlakukan Rossi dengan sangat tidak adil.

Rossi dipaksa melakukan pekerjaan-pekerjaan fisik yang berat di luar batas kemampuannya.

Dari membersihkan lantai vila yang amat luas, memasak makanannya sendiri, hingga menyikat dan membersihkan kandang kuda di area belakang. Rossi menelan seluruh perlakuan kasar itu dalam diam, berharap suatu hari nanti sang ayah akan datang dan membawanya keluar dari sana.

Hingga suatu hari, Mariella mengajaknya pergi berbelanja ke kota—sebuah penawaran langka yang menyalakan pendar harapan di hati Rossi yang polos.

Namun, harapan itu hancur menjadi debu. Rossi yang tidak pernah melihat keramaian kota mengira dirinya tersesat di tengah riuhnya jalanan. Sebelum ia sempat menyadari apa yang terjadi, beberapa pria berbadan besar menangkapnya dan menyerahkannya kepada seorang Madam yang malam itu akan membawanya ke klab malam untuk dijual.

Kehancuran Rossi mencapai puncaknya. Sang Madam dengan tanpa belas kasihan memberitahunya bahwa Bibi Mariella dan ayahnya sendirilah yang telah menjualnya.

Rasa kecewa dan penderitaan yang bertumpuk selama bertahun-tahun mendadak meledak.

Rossi mengingat kembali surat-surat yang dibawa Mariella selama ini—surat-surat yang berisi kalimat makian, umpatan, dan tuduhan kasar yang menyebutnya sebagai "anak haram" yang membawa kesialan. Dan kini, sang ayah menyempurnakan penderitaan itu dengan menjualnya seolah-olah dirinya hanyalah barang tak berharga.

Hidupnya benar-benar sangat menyedihkan.

Air mata yang sejak tadi ditahannya perlahan-lahan menetes keluar dari sudut matanya, membasahi bantal yang ia tiduri. Bahu mungil Rossi mulai bergetar pelan menahan tangis tanpa suara.

Tiba-tiba, pelukan di pinggangnya mengencang.

Rowan yang sejak tadi sebenarnya belum sepenuhnya memasuki alam mimpi, langsung menyadari perubahan sikap gadis di dalam dekapannya. Pria itu merasakan bahu Rossi bergetar dan kehangatan air mata yang merembes di lengan piamanya.

Rowan memiringkan tubuhnya, mengubah posisinya hingga ia bisa menatap wajah Rossi dari samping.

"Rossi... ada apa?" bisik Rowan lembut, suaranya yang serak menembus keheningan malam. "Kau menangis?"

Pertanyaan sederhana itu mendadak meruntuhkan seluruh pertahanan mental Rossi. Tangisan tanpa suara yang ditahannya pecah seketika. Rossi berbalik cepat, menyembunyikan wajahnya di dada bidang Rowan, menangis terisak-isak sembari meremas kain kemeja piama pria itu.

Rowan mengusap lembut rambut panjang Rossi, membiarkan gadis itu meluapkan seluruh emosi yang terpendam. Pria itu tidak bertanya lagi, ia hanya setia memeluknya, memberikan rasa aman yang tak pernah Rossi dapatkan seumur hidupnya.

Setelah beberapa menit tangisannya mereda, dengan suara parau yang putus-putus, Rossi mulai memuntahkan seluruh kebenaran yang selama ini ia sembunyikan.

Gadis itu menceritakan tentang kehidupannya di vila Central Valley, tentang perlakuan kejam Bibi Mariella, tentang pengkhianatan di klab malam, hingga isi surat-surat penuh makian yang selalu diterimanya dari sang ayah. Rossi menumpahkan seluruh rasa sakit, pengkhianatan, dan rasa tidak bergunanya sebagai seorang anak.

"Ayahku... ayahku sendiri yang membuangku, Rowan..." bisik Rossi terisak, matanya yang sembap menatap dada Rowan. "Pria bernama Abner itu... dia membenciku sampai mati. Dia menjualku seolah aku bukan manusia..."

Deg.

Tubuh Rowan mematung seketika di atas tempat tidur.

Dekapan tangannya pada tubuh Rossi mendadak membeku. Manik mata hitam Rowan membelalak lebar di dalam kegelapan kamar tidur yang remang.

Abner... Abner Widmer.

Nama itu menghantam kesadaran Rowan bagaikan petir yang menyambar di malam yang tenang.

Selama ini, Rowan mengetahui bahwa nama lengkap gadis di dekapannya adalah Rossi Widmer. Namun, Rowan tidak pernah menghubungkannya dengan keluarga Widmer yang ia kenal.

Dalam benaknya, marga "Widmer" adalah nama keluarga yang sangat umum di Amerika Serikat, dimiliki oleh ribuan orang dari berbagai kalangan. Rowan mengira Rossi hanyalah seorang gadis kebetulan dengan marga yang sama.

Namun mendengarkan detail cerita Rossi—tentang sebuah vila terisolasi di pedesaan Central Valley, tentang Bibi Mariella, dan nama sang ayah, Abner...

Memori Rowan melayang cepat pada percakapannya dengan Brian beberapa hari lalu. Saat itu, Brian memberikan laporan mengenai alamat keberadaan adik kandung Cathez yang diasingkan oleh keluarga Widmer. Alamat vila yang tertera di dalam dokumen rahasia itu... adalah sebuah kawasan terpencil di Central Valley!

Dada Rowan bergemuruh hebat, napasnya tertahan di tenggorokan.

"Rossi..." suara Rowan terdengar sangat gemetar, keterkejutan yang luar biasa terpancar dari raut wajahnya. "Apakah... apakah tempat tinggalmu di vila kawasan Central Valley... tepatnya di jalur empat dekat bukit cemara?"

Rossi menghentikan terisaknya. Gadis itu mendongak, menatap wajah Rowan dengan kening berkerut halus dan mata yang sembap.

"Bagaimana... bagaimana kau bisa tahu?" tanya Rossi bingung, suaranya terdengar parau. "Apakah... apakah kekuasaan pria kaya seperti mu bisa menebak dengan mudah di mana lokasi rumah ayahku?"

Rowan tidak menjawab pertanyaan itu secara langsung.

Pria itu menatap wajah Rossi dengan pandangan yang teramat rumit—sebuah perpaduan antara rasa bersalah, syok yang mendalam, dan rasa takjub akan betapa gila dan berpilinnya takdir yang mempertemukan mereka.

Rowan memeluk tubuh Rossi kembali, merengkuh gadis itu erat-erat ke dalam dadanya seolah takut Rossi akan menghilang jika ia melepaskannya.

"Ayahmu..." bisik Rowan dengan suara parau yang sarat akan penyesalan mendalam, "...adalah ayah mertuaku, Rossi. Maafkan aku..."

Kalimat yang keluar dari mulut Rowan terdengar sangat konyol dan membingungkan di telinga Rossi.

Rossi terkekeh pelan di dada Rowan, menganggap pria itu sedang berusaha menghiburnya dengan lelucon aneh di tengah suasana haru.

"Wah... gila. Tentu saja dia ayah mertuamu, Rowan... karena kau sudah menikahi ku."

Rowan menggelengkan kepalanya pelan di atas kepala Rossi. Pria itu mengencangkan pelukannya, lalu menundukkan wajahnya hingga berhadapan lurus dengan mata Rossi yang membelalak.

"Bukan begitu, Rossi..." bisik Rowan dengan nada bicara yang teramat serius, tanpa ada sedikit pun kilatan bercanda di matanya. "Maksudku... istri pertamaku... wanita bernama Cathez... adalah putri dari pria yang kau panggil ayah itu. Cathez adalah kakakmu."

Deg.

Dunia Rossi seolah berhenti berputar seketika.

Otot-otot di tubuh mungilnya menegang kaku. Senyuman tipis di bibirnya menguap tanpa sisa, digantikan oleh tatapan kosong yang dipenuhi oleh rasa tidak percaya yang luar biasa.

"A... apa?" cicit Rossi, suarasa nyaris tak terdengar. "K-kakak?"

"Iya," jawab Rowan mantap, mengusap pipi Rossi yang basah oleh air mata dengan ibu jarinya. "Cathez Widmer... wanita yang selama empat tahun ini menjadi istriku... adalah putri dari Abner Widmer. Dia adalah kakakmu, Rossi."

Rossi mematung di tempatnya. Pikiran gadis itu mendadak berubah menjadi padang hampa yang kacau-balau.

Selama belasan tahun hidup terisolasi di vila Central Valley, Rossi sama sekali tidak pernah tahu bahwa ia memiliki seorang kakak perempuan.

Abner tidak pernah menceritakan keberadaan Cathez kepadanya, dan Mariella pun tidak pernah membocorkan hal itu. Yang Rossi tahu, ia adalah putri yang dibuang dan dibenci oleh ayahnya.

Dan kini... pria yang baru saja menyentuhnya, pria yang memberikannya kehangatan di malam hari, dan pria yang dinikahinya secara rahasia... ternyata adalah suami dari kakak kandungnya sendiri!

"Istri pertama yang kau ceritakan itu..." suara Rossi bergetar hebat, matanya membelalak menatap Rowan dengan kepanikan yang mendalam, "...adalah putri dari ayahku?!"

Rowan mengangguk pelan, menatap Rossi dengan pandangan penuh kepedihan. Takdir telah merajut sebuah benang kusut yang teramat rumit di antara mereka berdua—sebuah kenyataan pahit yang kini membentang lebar di dalam kamar penthouse tempat mereka berada.

1
Nurul
kalau bisa, kehamilan jangan ditunda-tunda
Mia Camelia
hahaa rasaiin ketauan ,rowan ngumpetin anak gadis🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkww🤣
total 1 replies
alunanfiksimalam
Wanita jahat
nayla tsaqif
Uhh,, marathon bacanya thor,, tp nyampe jg bab 20🤭
Rosdianah 🌷: Waaah luar biasa kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Rossi 😍😍😍
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
bikin semua kejahatan catzhes terbongkar
Rosdianah 🌷: siap kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Huwaa😭 knp q ketinggalan notifnya,, tau2 udah bab 20 ajahh,,! Semangat 30 menit pasti selesai baca💪
Rosdianah 🌷: Huhuhu semangat kak reader 🥰🫶
total 1 replies
Mia Camelia
so sweet banget sih mereka brdua🥰🥳
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳
total 1 replies
Mia Camelia
aduh ngenes banget ngliat rowan nanggis ky bgitu🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: hahaha🤣
total 1 replies
Mia Camelia
cathez gak tau diri banget cowo sekelas rowan di sia sia kan😔
Rosdianah 🌷: huhuhu
total 1 replies
Mia Camelia
rowan jahat banget sih cuma mau ngambil anak nya doang🤣🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: perlu digampar anak Daddy satu itu🤣
total 1 replies
Mia Camelia
rosi polos banget yaa, cocok nih sama rowan🥰🥰🥰
Mia Camelia
semua nya mudah klo rowan udh niat 😂🤣
Mia Camelia
hehe rowan kebelet banget pingin anak🤣🤣
Rosdianah 🌷: bisa bayangin lah ka🤣🤣🤣
total 1 replies
Mia Camelia
ehmm pertemuan yg tak terduga😂
Rosdianah 🌷: hihihi🤭
total 1 replies
Mia Camelia
horeee 🥳 akhir nya kisah rowan publish juga🥰😄😂😂
aku pasti baca thor mpe abis🥰🥰🥰
Rosdianah 🌷: Huhuhu terharu, Ma'aciww kak, Semoga suka sama ceritanya.
Happy Reading 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!