NovelToon NovelToon
Tak Akan Aku Biarkan Kau Ambil Suamiku, Mbak!

Tak Akan Aku Biarkan Kau Ambil Suamiku, Mbak!

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan
Popularitas:646
Nilai: 5
Nama Author: Aryani Ningrum

Laras demi membahagiakan ibunya yang menginginkan cucu, rela menerima suami temannya yang dijadikan barang jaminan agar bisa mendapatkan uang yang banyak.

Seiring berjalannya Waktu, Laras benar-benar jatuh cinta pada suami jaminannya yang bernama Rayyan. Demikian pula Rayyan yang ternyata amnesia karena kecelakaan dan ditemukan oleh istri pertamanya( Naya) ia jatuh cinta pada Laras.

Mengetahui suaminya ternyata kaya raya, Naya ingin kembali pada suaminya dan melakukan berbagai usaha untuk memisahkan Rayyan dan Laras.

Akankah Laras bahagia dengan Rayyan? Siapakah yang akan dipilih Rayyan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani Ningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 3 Perjanjian

Siang yang cerah, di bawah sinar matahari yang panas membakar. Naya pulang dengan membawa cek bertuliskan angka lima ratus juta. Naya sangat bahagia karena seumur hidup dia belum pernah memiliki atau pun melihat uang sebanyak lima ratus juta.

"Dengan uang ini aku akan membeli semua barang branded dan juga perabotan rumah. Oh iya, aku juga akan membeli mobil biar kalau ke mana-mana tidak kepanasan!" gumam Naya dengan langkah yang begitu riang gembira.

Sesampainya di rumah, ia tidak menemui suaminya Rayyan.

"Hmm, mas Rayyan pasti mau jualan. Biarin ajalah, bicaranya nanti aja, sekarang aku kemasi semua barangnya. Lagian mas Rayyan juga gak bakal bisa menghamili wanita itu, dia gak bakal bisa memuaskan mbak Laras, karena belum apa-apa sudah loyo duluan!" gumam Naya memasukkan semua baju Rayyan di dalam tas koper.

Rayyan dan Naya menikah enam bulan lamanya. Akan tetapi belum punya anak karena Rayyan terlalu lemah untuk bisa membuahi Naya. Dan hal itu membuat Rayyan selalu tunduk dan patuh pada semua yang diperintahkan oleh Naya. Apalagi masalah keuangan, Rayyan serahkan semua hasil penjualannya pada sang istri yang sudah menolongnya dari musibah kecelakaan enam bulan yang lalu.

Awal kenal Rayyan dengan Naya, dimulai saat Rayyan tiba-tiba ditabrak mobil dari belakang hingga Rayyan koma dan hilang ingatan. Naya yang merasa kasihan karena Rayyan tidak ingat siapa jati diri dan dimana ia tinggal pada akhirnya Naya merawat Rayyan hingga pulih dan bisa bekerja.

"Sudah waktunya bagimu untuk membalas semua kebaikanku selama ini, Mas! Jadilah lelaki yang berguna jangan hanya mengandalkan uang hasil jualan siomay mu itu," ucap Naya seraya puas melihat semua baju milik Rayyan sudah berpindah tempat ke dalam koper.

Naya menarik koper berisi baju Rayyan ke luar dari kamarnya. Tepat saat Naya membawa keluar koper itu, Rayyan pulang dari jualan siomay.

"Lhoh, Nay. Kamu mau pergi kemana, Sayang?" tanya Rayyan terheran mengapa istrinya mengeluarkan tas koper yang masih lumayan bagus yang biasa buat berpergian si Naya ke luar kota, entah untuk apa, Rayyan tidak tahu.

"Kebetulan kamu sudah pulang, Mas. Ada yang ingin aku sampaikan. Sekarang duduklah dan dengarkan baik-baik," ucap Naya menarik tangan sang suami untuk duduk di sofa yang sudah banyak tambal sulamnya.

"Ada apa, Naya? Kali ini kamu pergi untuk berapa lama lagi?" tanya Rayyan menatap Naya dengan tatapan memelas. Rayyan sering ditinggal begitu saja oleh Naya dalam lama waktu yang tidak bisa dia prediksi.

"Kamu diam dulu, Mas. Dengarkan aku. Kali ini yang pergi bukan aku, melainkan kamu, Mas!" jawab Naya dengan serius.

"Apa maksudmu? Aku mau pergi ke mana?! Aku tidak punya rumah, Naya," sahut Rayyan dengan tatapan bingung.

"Makanya dengar dulu, Mas! Jangan main potong. Tunggu sampai aku jelaskan sampai tuntas. Apa kamu mau dengarkan, mas?" tanya Naya meminta Rayyan untuk diam dan mendengarkan apa yang akan dia katakan sampai selesai.

"Okey, Mas dengarkan," jawab Rayyan manggut-manggut dan memulai mode serius mendengarkan.

"Begini, Mas. Aku terjebak dalam masalah. Aku memiliki hutang pada rentenir dan harus dibayar dua hari lagi. Untuk melunasi hutang itu, aku minta bantuan mas untuk menjadi suami kontrak teman aku. Namanya mbak Laras. Dia ingin menikah untuk menyenangkan hati ibunya yang akan mengancam bunuh diri jika mbak Laras dalam waktu dua hari tidak segera menikah. Untuk itu aku menawarkan mas untuk menjadi suami dari mbak Laras."

"Stop, Naya! Apa maksudmu? Kamu ingin aku menikah lagi? Apa kamu sudah tidak menginginkan aku tinggal di sini lagi? Aku tahu dan aku sadar jika aku lelaki yang tidak berguna. Aku tidak bisa memuaskan mu di ranjang dan tidak bisa memenuhi semua keinginan mu menjadi orang kaya. Tapi, saat ini aku sedang berusaha, Naya. Tolong sabar sedikit lagi!" protes Rayyan dengan tatapan menghiba pada Naya.

"Mas! Dengarkan dulu. Bukan aku tidak mau hidup dengan mas Rayyan lagi. Akan tetapi pernikahan mas dengan mbak Laras itu hanya satu tahun. Setelah itu mas bisa kembali hidup bersama Naya lagi. Selama satu tahun itu mas tinggal bersama mbak Laras. Setelah kontrak selesai mas bisa kembali lagi bersama Naya!" Naya berusaha meyakinkan suaminya untuk mau mengikuti apa yang ia rencanakan untuk bisa memiliki uang yang banyak.

Rayyan terdiam mencoba mencerna kembali apa yang dikatakan oleh Naya. Rayyan menghirup oksigen sebanyak ia mampu untuk melepaskan sesak di dada. Sebagai lelaki harga dirinya sudah hancur karena sudah dijadikan barang jaminan oleh istrinya sendiri. Apa yang bisa dibanggakan dari dirinya? Toh ketampanan pun tidak lah cukup bisa mengenyangkan perut istrinya.

1
falea sezi
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!