NovelToon NovelToon
CEO Bangkrut Jadi Suami Kontraku

CEO Bangkrut Jadi Suami Kontraku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:873
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

BIJAKLAH DALAM MEMILIH BACAAN😎

Riko terpaksa menikah dengan Rani akibat hutang yang tidak bisa dia bayar,melihat kesempatan itu Rani langsung memberikan sebuah kontrak pernikahan,dan riko terpaksa menyetujui kontrak pernikahan itu,karena dia terlilit hutang akibat perusahaannya bangkrut setelah kalah tender dengan perusahan milik Rani.

Baca saja klo mau tau cerita selanjutnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Alasan di Balik Kontrak

Suara goresan pena di atas kertas meterai itu terdengar seperti vonis akhir bagi kebebasan Riko. Begitu garis terakhir dari tanda tangannya terbentuk, Riko meletakkan pena hitam itu kembali ke meja marmer dengan ketukan pelan yang sarat akan kepasrahan.

Rani segera menarik map hitam tersebut, memeriksa keabsahan tanda tangan Riko dengan mata elangnya yang jeli. Setelah memastikan semuanya sempurna, seulas senyum tipis—hampir tak kentara—muncul di sudut bibir merahnya. Rani kemudian menggeser lembaran cek senilai 4,5 miliar rupiah itu ke hadapan Riko.

"Utangmu lunas malam ini, Riko. Silakan hubungi pihak bank sekarang juga agar mereka membatalkan rencana penyitaan besok sore," ucap Rani formal, seolah baru saja menyelesaikan transaksi jual beli tanah.

Riko menatap lembaran kertas berharga di tangannya. Uang ini adalah penyelamat, sekaligus rantai yang akan mengikatnya selama 365 hari ke depan. Tanpa membuang waktu, Riko merengkuh ponselnya dan menghubungi nomor pihak bank yang menerornya tadi. Di depan Rani, dia berbicara dengan ketegasan yang dipaksakan, mengonfirmasi transfer dana yang akan segera masuk ke rekening penyelamatan aset Pratama Corp.

Setelah panggilan berakhir, keheningan kembali menguasai ruangan lantai lima puluh itu. Riko melipat cek tersebut, memasukkannya ke dalam saku jas, lalu kembali menatap Rani yang kini sedang merapikan lembaran kontrak pernikahan mereka.

"Urusan uang sudah selesai. Sekarang, jelaskan padaku apa saja aturan main dari kegilaan yang kamu sebut pernikahan ini, Rani," ujar Riko, melipat kedua tangannya di dada. Dia tidak mau mendikte jalannya permainan, tapi dia juga tidak ingin melangkah tanpa persiapan.

Rani berjalan kembali ke kursi kebesarannya, lalu duduk dengan anggun. "Pertama, pernikahan kita harus terlihat sangat nyata di mata publik, media, dan terutama di depan ibuku. Ibuku adalah tipe wanita yang sangat detail dan penuh curiga. Jika dia melihat ada kecanggangan sedikit saja di antara kita, dia akan langsung menyewa detektif untuk menyelidiki keaslian hubungan ini."

Riko mengernyitkan dahi. "Jadi maksudmu, kita harus berpura-pura mesra?"

"Tepat sekali," jawab Rani lugas. "Gandengan tangan, pelukan, atau bahkan panggilan sayang saat berada di luar rumah atau di acara keluarga besar adalah hal yang wajib. Aku tidak mau mendengar ada rumor di media bahwa pernikahan CEO Rani Group hanyalah sebuah rekayasa."

Bulu kuduk Riko agak meremang membayangkannya. Tiga tahun mereka saling melempar tatapan permusuhan di koridor ruang seminar bisnis atau ruang tender, dan sekarang mereka harus saling melempar senyum manis di depan kamera wartawan.

"Aturan kedua," lanjut Rani, mengabaikan ekspresi masam Riko. "Kamu harus pindah ke rumah pribadiku malam ini juga. Barang-barangmu bisa diurus besok, tapi malam ini kamu harus sudah tidur di sana. Ibuku sering datang berkunjung tanpa mengetuk pintu di pagi buta untuk memeriksa kehidupanku. Jika dia tidak menemukan jejak keberadaan seorang pria di rumah itu, habislah kita."

"Tunggu dulu," potong Riko cepat, suaranya naik satu oktav. "Pindah ke rumahmu? Dan tidur di sana? Jangan katakan kalau kita harus berbagi ranjang yang sama, Rani. Di dalam kontrak, hubungan kita murni bisnis."

Rani menatap Riko dengan tatapan meremehkan, seolah-olah ketakutan Riko adalah hal yang menggelikan. "Jangan terlalu percaya diri, Riko. Aku tidak sudi berbagi ranjang dengan pria yang menganggapku pengkhianat selama tiga tahun ini. Rumahku memiliki kamar utama yang cukup luas. Di sana ada sebuah sofa panjang yang cukup nyaman untuk ukuran tubuhmu. Kamu akan tidur di sana setiap malam selama satu tahun ini."

Riko mengembuskan napas kasar. "Tidur di sofa? Bagus sekali. Dari seorang CEO, sekarang statusku turun menjadi tunawisma yang menumpang di sofa mantan partnernya."

"Mantan partner yang sudah melunasi utang miliaranmu," koreksi Rani tajam, mengingatkan Riko pada posisi tawar mereka yang tidak seimbang. "Aturan ketiga, urusan pekerjaan kita tetap terpisah. Pratama Corp adalah urusanmu, dan Rani Group adalah urusanku. Uang yang kuberikan hanya untuk melunasi utangmu saat ini, bukan modal untuk membangun kembali tokomu yang hancur itu. Kamu harus bangkit dengan usahamu sendiri tanpa menggunakan nama besarku atau sepeser pun uang perusahaanku."

Mendengar hal itu, harga diri Riko yang sempat terkubur kembali menyengat. Dia menegakkan bahunya, menatap Rani dengan tatapan menantang yang membara. "Kamu tidak perlu memperingatkanku tentang hal itu, Rani. Tanpa kamu minta pun, aku tidak akan pernah sudi menyentuh uangmu lagi. Aku akan membuktikan padamu, dalam waktu satu tahun ini, aku bisa membangkitkan Pratama Corp dari abu kemunduran dengan otakku sendiri!"

Rani tertegun sesaat melihat binar tekad di mata Riko. Sorot mata itu... adalah sorot mata yang sama yang dia lihat tiga tahun lalu saat mereka pertama kali bermimpi menaklukkan dunia bisnis bersama. Ada rasa hangat yang aneh mendadak menyelinap di dada Rani, namun dengan cepat dia menepisnya dan kembali memasang topeng dinginnya.

"Bagus kalau begitu. Aku suka pria yang tahu diri dan punya ambisi," ucap Rani, nadanya sengaja dibuat datar. "Dan aturan terakhir, tidak boleh ada pihak ketiga. Selama satu tahun ini, kamu dilarang dekat dengan wanita mana pun, begitu juga aku dengan pria lain. Skandal perselingkuhan akan menghancurkan saham perusahaanku."

"Sepakat," jawab Riko singkat. "Lalu bagaimana dengan pernikahan kita? Kapan itu akan dilangsungkan? Kamu bilang ibumu memaksamu menikah minggu depan dengan si brengsek Hendra itu."

Rani melirik jam tangannya yang melingkar cantik di pergelangan tangan kirinya. "Besok pagi, jam sembilan tepat. Kita akan mendaftarkan pernikahan kita di Kantor Catatan Sipil secara tertutup. Hanya akan ada aku, kamu, asistenku Gita, dan kedua orang tuaku yang sudah kupaksa datang untuk menjadi saksi."

"Besok pagi?!" Riko terperanjat. "Kenapa mendadak sekali? Aku bahkan belum menyiapkan setelan jas yang layak untuk sebuah pernikahan!"

"Pernikahan kita adalah pernikahan darurat, Riko. Bukan pesta resepsi mewah di hotel berbintang lima," sahut Rani sembari berdiri dari kursinya. Dia menyambar tas kerjanya dan berjalan menuju pintu keluar ruangan. "Jas apa pun yang kamu punya di lemarimu, pakai saja. Yang penting besok kamu terlihat rapi dan tidak memalukan di depan ibuku. Sekarang, ikut aku pulang. Mobilku sudah menunggu di bawah."

Riko berdiri mematung di tempatnya selama beberapa detik, memandangi punggung Rani yang berjalan menjauh. Segala hal di hidupnya berubah terlalu cepat dalam waktu beberapa jam saja. Sore tadi dia adalah seorang pria yang meratapi kebangkrutan di meja kerjanya, dan malam ini dia sedang berjalan mengekor di belakang seorang wanita kuat yang besok akan resmi menjadi istrinya.

Dengan langkah berat namun tak punya pilihan lain, Riko melangkah mengikuti Rani menuju lift. Malam ini, permainan gengsi dan takdir di antara dua mantan rival yang terluka resmi dimulai di bawah atap yang sama.

Bersambung..

Tinggalkan like,sahabat ku🌹☕ yang ini juga jgn lupa

1
Markario Putra
Mohon tinggalkan komentar kalian untuk karya baru ku ini gaiss,ini karya aku yg ke 3 gaiss,maklumm lah penulis baruu😄😄😄
Terimakasih untuk kalian yang mau mampir di karya kecil ini🙏
jangan lupa like,hadiah juga jgn lupa🤣🤣😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!