NovelToon NovelToon
Kau Rebut Suamiku, Aku Rebut Putramu

Kau Rebut Suamiku, Aku Rebut Putramu

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: swetti

Avelin, seorang gadis muda yang menikah dengan pria matang bernama Zayn, kini harus menelan pil pahit ketika ia mendapati sang suami telah berselingkuh dengan cinta pertamanya.
Bukannya melabrak, Avelin justru menyusun rencana untuk membalas perbuatan mereka dengan cara yang lebih kejam.
Setelah ia mendapati wanita itu memiliki anak seusianya, ia menjadikan putra satu satunya wanita itu sebagai alat balas dendamnya.
" Velin, aku tahu kamu mendekati aku hanya sebagai alat balas dendammu kepada ibuku. Aku terima semua itu asalkan aku bisa tetap bersamamu. Aku mencintaimu Velin, maukah kau tetap bersamaku meskipun hanya sebagai pionmu?"

Apakah kedekatan mereka selama ini mampu menumbuhkan perasaan cinta di dalam hati Avelin, atau justru hanya kebencian yang mendarah daging dalam dirinya?
Yuk dukung kisah mereka hanya di sini!
Di sarankan membaca dari awal sampai akhir agar tidak mempengaruhi performa karya ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon swetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RENCANA PENDEKATAN YANG BERHASIL

Di sebuah cafe ternama di kota ini, nampak seorang wanita tomboi menghampiri Velin yang sedang duduk sambil menyesal es caffelate kesukaannya.

" Ini hasil laporan tes DNA suami lo sama anak itu." Ucap Arvha, sahabat terdekat Velin yang bercita cita menjadi seorang pengacara hebat. Ia memberikan sebuah amplop berwarna coklat.

" Thank you sayangku." Ucap Velin. Ia segera membukanya lalu membacanya dengan teliti.

" Apa tidak ada yang salah dengan laporan ini?" Tanya Velin menatap Arvha sambil memicingkan matanya.

" Seratus persen laporan itu akurat. Zayn Bramasta bukan anak suami lo tapi anak dari suami Siska sebelumnya, tuan Raharja. Beliau meninggal dunia satu tahun lalu meninggalkan hutang yang begitu banyak. Mungkin itu alasan Siska kembali ke kota ini." Jelas Arvha.

" Memang kemampuan lo nggak bisa di ragukan lagi, Vha." Puji Velin.

" Bekerja sama elo itu harus bisa seperti bunglon. Sebentar sebentar ganti profesi tahu nggak. Hari ini jadi detektif, bentar lagi jadi dokter nanti siang udah jadi pengantar makanan." Ujar Arvha.

" Ha ha ha bisa aja elo." Ucap Velin tertawa. " Tapi gue yakin, elo pasti minta bantuan sama paman Samuel." Tebak Velin.

Arvha duduk di sebelah Velin. " He he tau aja lo." Sahut Arvha.

" Siapa yang lebih tahu elo sih Vha kalau bukan gue." Ucap Velin.

" Iya iya sahabatku tersayang." Sahut Arvha memeluk sahabatnya.

" Terus rencana elo ke depannya apa Vel?" Arvha melepas pelukannya. Ia menatap sang sahabat yang selama ini telah menjadi tumpuannya.

" Sesuai rencana awal." Sahut Velin.

" Apa elo udah yakin Vel? Bukan kah lo cinta banget sama suami elo?" Tanya Arvha lirih.

" Sebelum gue cinta sama mas Zayn, dia yang lebih dulu mencintai gue. Maka sebelum dia ninggalin gue, gue duluan yang harus ninggalin dia Vha. Semua perasaan yang pernah kami miliki, tidak ada gunanya untuk saat ini." Sahut Velin merasa sedih.

" Maafin gue ya Vel, gue nggak bermaksud buat lo sedih." Arvha memeluk sahabatnya.

" Sans aja Vha. Gue nggak sedih kok. Buat apa juga gue buang buang waktu dan perasaan gue buat laki laki nggak setia seperti mas Zayn. Gue bakal balas semua perbuatannya Vha." Ucap Velin.

" Elo emang benar sahabatku, saatnya elo bangkit dan buktiin sama om Zayn kalau elo bisa bahagia tanpa dia." Arvha menepuk kedua bahu Velin. " Kalau lo butuh bantuan, gue siap kapan aja. Kalau perlu gue hajar suami lo sama selingkuhannya itu sampai tak bernyawa."

" Tentu saja elo orang pertama yang bakal gue tarik buat ngehajar pasangan selingkuh itu. Tapi sekarang belum saatnya." Ucap Velin memeluk Arvha.

Persahabatan mereka tidak hanya hubungan persahabatan pada umumnya. Mereka sudah seperti saudara yang selalu siap membantu satu sama lain. Arvha, anak yatim piatu yang akhirnya di adopsi oleh paman Velin atas permintaan Velin sendiri. Kehidupan yang dulu begitu suram kini bak berada di dalam syurga setelah Arvha masuk ke keluarga Wijaya. Seumur hidup, Arvha merasa berhutang budi pada sahabatnya.

Velin beranjak dari tempat duduknya.

" Mau kemana?" Tanya Arvha.

" Menjalankan misi pertama." Sahut Velin.

" Hah gercep amat." Ujar Arvha.

" Lebih cepat lebih baik, gue udah nggak sabar pengin liat penderitaan mereka."

" Oke gue ikut."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Mobil Velin berhenti di sebrang jalan Universitas xx tempat Bram menimba ilmu. Kebetulan ayah Velin sebagai donatur utama di Universitas tersebut. Hal ini memudahkan Velin menjalankan rencananya.

" Ngapain kita ke sini?" Selidik Arvha.

" Memainkan sandiwara." Sahut Velin.

" Hah?" Arvha mengerutkan keningnya menatap sang sahabat.

" Gue turun dulu, lo cepat pergi gih bawa mobil gue. Nanti kalau gue chat, lo baru jemput gue." Ujar Velin.

" Emangnya misi apa yang mau lo lakuin di sini? Nggak mungkin kan elo mau masuk kuliah lagi? Elo murid jenius yang menyelesaikan gelar sarjana elo dalam waktu dua tahun Vel. Atau elo mau jadi.... " Arvha menggantung ucapannya. Ia menatap Velin mencoba menebak apa yang akan di lakukan oleh sahabatnya.

" Tepat. Sesuai dugaan lo." Sahut Velin menjentikkan jarinya.

" Elo mau deketin anaknya sekarang?"

" Iya." Sahut Velin. " Gue jadi petugas UKS di sini. Elo tahu kan kalau Bram murid jurusan olahraga? So.. Peran ini sangat tepat untuk itu." Imbuh Velin.

" Gue makin nggak ngerti jalur cerita yang bakal elo mainin Vel." Arvha benar benar seperti orang bodoh saat ini. Kemarin Velin bilang mau menghancurkan Zayn dan Siska, ia akan membuat pasangan selingkuh itu kehilangan seluruh hartanya. Namun sekarang Velin malah mendekati anak dari wanita selingkuhan itu.

" Nanti elo bakal tahu sendiri. Gue turun dulu ya." Velin segera turun dari mobil.

" Bye." Velin melambaikan tangan. Ia menatap gedung setinggi langit itu sambil tersenyum smirk.

" Di sini gue bisa tahu apakah Bram tertarik sama gue atau tidak. Jika tidak, gue bakal cari seribu cara buat menarik perhatiannya. Gue yakin rencana gue nggak bakal gagal." Monolog Velin.

Velin melangkah menuju gerbang universitas xx tempat Bram menimba ilmu. Ia menyusuri lorong lorong kampus menuju kantor dekan.

Tok tok

" Masuk."

Velin membuka pintu lalu masuk ke dalam.

" Pagi om." Sapa Velin kepada seorang pria paruh baya bertubuh gagah.

" Kamu sudah datang, sini duduk." Ucapnya.

Velin duduk di depan pria itu.

" Coba kasih tahu om, kenapa kamu ingin menjadi dokter jaga di UKS? Kalau kamu mau, om bisa menjadikanmu dosen di sini. Apalagi kamu salah satu murid jenius lulusan terbaik. Apa tidak lebih baik kamu mengajar saja." Ujarnya.

" Aku di sini nggak lama kok om. Ada tujuan tertentu yang harus aku capai." Ujar Velin.

" Apa om Seno boleh tahu?" Selidik pria yang rupanya bernama Seno. Hubungannya dengan ayah Velin sangat baik bagaikan keluarga. Ia sudah menganggap Velin seperti anaknya sendiri. Mengingat jasa jasa ayah Velin sebelumnya.

" Maaf om, ini masalah pribadi. Aku tidak bisa memberitahu om. Dan aku mohon, om jangan kasih tahu papa kalau aku di sini." Sahut Velin.

" Apa hubunganmu dengan Zayn baik baik saja? Mengingat Zayn sangat mencintaimu, harusnya sih baik baik saja." Ujar tuan Seno.

" Hubungan kami baik kok om. Pokoknya aku nggak bisa kasih tahu om tentang masalah ini." Velin menjeda ucapannya.

" Oke itu urusan anak muda. Om tidak akan ikut campur. Entah apa rencanamu, om harap kamu tidak melakukan hal di luar batas. Tapi kalau kamu butuh bantuan, kamu bisa kasih tahu om."

" Terima kasih sebelumnya om. Kalau begitu aku permisi." Ucap Velin beranjak dari tempat duduknya.

" Silahkan, selamat bekerja keponakan om yang cantik."

Velin segera keluar dari ruangan itu sebelum tuan Seno curiga. Ia berjalan menuju UKS. Ia duduk bersandar di kursi sambil merenungi nasibnya.

" Mas Zayn, aku semakin tidak mengerti dengan dirimu. Aku harap kau tidak akan menyesali pengkhianatanmu." Gumam Velin.

Tok tok

Velin menoleh ke arah pintu,

Deg...

Mendadak jantung Velin berdetak kencang. Rupanya umpan yang ingin ia dapatkan datang sendiri secepat ini. Padahal ia belum ada persiapan apapun.

" Maaf bu, teman saya terluka."

Dua pria berjalan mendekatinya, yang berjalan dengan tertatih.

" Kamu." Bram terkejut melihat Velin di sana.

" Silahkan duduk, saya akan mengobatinya." Ucap Velin secepat mungkin menguasai dirinya.

Bram berjalan menuju ranjang di bantu oleh temannya.

" Gue tinggal dulu Zayn, elo nggak apa apa kan sendirian?"

" Nggak apa apa Yo, thanks ya."

Tyo menatap Velin, " Saya titip teman saya bu, saya yakin Zayn pasti cepet sembuh kalau di obati wanita secantik kamu." Tyo terpesona dengan kecantikan wajah Velin. Baru kali ini ada dokter muda di Universitasnya.

" Kamu bisa aja." Sahut Velin.

" Gue pergi dulu bro." Tyo meninggalkan ruangan itu meninggalkan Bram bersama Velin.

Velin mengambil kapas dan alkohol lalu duduk di kursi berhadapan dengan Bram. Ia melihat luka di lutut Bram yang lumayan dalam hingga darah menetes ke kaki Bram.

" Kenapa kamu di sini? Sejak kapan?" Tanya Bram penasaran.

" Aku di sini kerja, baru masuk hari ini." Sahut Velin sambil membersihkan luka Bram.

Bram memandang Velin dengan penuh kekaguman.

" Dia benar benar cantik alami. Ini pertemuan kedua kami, kenapa kebetulan sekali?" Pikir Bram dalam hati.

" Apa ini sakit?" Tanya Velin mendongak hingga manik mata mereka bertemu.

Bram menggeleng, " Melihatmu, aku tidak akan pernah merasakan sakit. Apalagi jika aku bisa memilikimu."

Deg...

Entah mengapa tiba tiba jantung Velin berdebar kencang.

Velin tersenyum lalu fokus pada luka Bram. Ia meneteskan povidone iodine lalu menutupnya dengan kasa.

" Untuk sementara lukanya jangan sampai terkena air dulu biar cepat kering." Ucap Velin membereskan peralatannya.

" Sepertinya untuk ke depannya, aku bakal sering terluka supaya aku bisa bertemu denganmu." Ucap Bram konyol.

Velin menatap Bram, " Jangan lukai dirimu sendiri demi orang lain. Kau harus bisa menjaga diri agar tidak terluka oleh orang lain." Ucap Velin penuh arti.

Velin kembali duduk di kursinya di ikuti Bram yang juga duduk di kursi depannya.

" Mendengar ucapanmu, sepertinya kamu pernah tersakiti. Apa tebakanku benar?" Tanya Bram menatap Velin.

" Ya, kau benar. Aku memang sedang tersakiti." Sahut Velin.

" Siapa yang berani menyakiti wanita cantik sepertimu? Beritahu aku, aku bakal hajar orang itu." Ucap Bram penuh semangat.

" Suamiku."

Jeduaarrrr...

" A.. Apa?" Pekik Bram terkejut. " Kamu sudah bersuami?"

TBC...

1
Siti Khalimah
brarti zain suka velin sejak umur 13 thor?
VANESHA ANDRIANI: makasih dah mampir kakak
total 2 replies
Mba Yun
dobel update thor
VANESHA ANDRIANI: satu satu aja ya.. author lagi g fit
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!