NovelToon NovelToon
Obsesi Kakak Tiriku Hyper

Obsesi Kakak Tiriku Hyper

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Penyelamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

"Kak Luis, tolong jangan ... ini menyakitkan!" titah Laura dengan wajah memerah. Bahkan ia memalingkan wajahnya ke arah lain. "Kamu berani menegurku!" Wajah Luis nampak menyeramkan. "Kak Luis ... Maafkan aku ... " Ucapan Laura saat tiba-tiba Luis beralih menciumnya. "Ini adalah hukuman karena kamu berani menentang perintahku Laura Ana ... " Kedua bola mata Laura membelalak sempurna, saat Luis ingin ... Luis Lucian sangat membenci Laura Ana, ia menganggap jika Laura anak haram dari ayahnya yang membuat ibunya pergi. Padahal yang sebenarnya terjadi, saat Lucian berumur 15 tahun, ibunya pergi karena berselingkuh. Sementara Laura anak dari sahabat ayah Lucian yang kedua orang tuanya meninggal saat kecelakaan. Saat umur 16 tahun, Laura dibawa kerumah Lucian dan tinggal disana. Karena kelebihan yang diderita Laura, Lucian mengira Laura pernah hamil dan melahirkan. Dia terus menganggu dan mempermainkan perasaan Laura, walaupun bagi Luis, ia dan Laura saudara satu ayah. Luis akan membuat Laur

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3.

Luis menelan ludahnya yang kelu, saat melihat dada dan perut Laura yang terpampang nyata di depannya.

Ia merasa jantungnya seakan berhenti berdetak saat melihat pemandangan itu.

Laura sebenarnya marah, melihat tingkah Luis. Tapi, marah pun ia tetap kalah, karena laki-laki itu memegang kendalinya.

"Aku sudah selesai, cepat buka pintunya!!" Ujar Laura yang mana ucapannya langsung membuat lamunan Luis buyar.

Luis mengangguk.

Akhirnya Laura turun dari mobil, Luis kembali mengemudikan mobilnya dengan cepat melewati dirinya lalu melewati gerbang.

Ia masih berusaha menenangkan jantungnya yang sekarang ini sangat tidak aman.

Setelah melewati gerbang, ia melihat dari kaca spion, langkah Laura terhenti karena dihentikan oleh satpam dan guru BK.

Sebenarnya Luis tidak tega, ingin membantu Laura. Karena gadis itu terlambat akibat salahnya juga.

Tapi keinginan itu langsung lenyap, saat mengingat jika Laura adalah gadis yang lahir dari selingkuhan ayahnya.

Laura dimarahi guru BK habis-habisan, guru itu tidak tahu, jika Laura adalah putri dari Lucian Wilson.

Bukan hanya para guru saja yang tidak tahu, tapi para murid juga. Makanya Laura sering mendapatkan bullyan dari penghuni sekolah.

Laura diberikan hukuman untuk berlari mengitari lapangan sepak bola sebanyak 2 kali.

Karena sekarang jam kosong, aksi Laura menjadi perhatian para murid SMA Bintang yang sedang duduk di koridor kelas.

"Aku nggak menyangka, disekolah kita ada sekarang dewi yang sangat cantik." Celetuk salah satu murid.

"Iya aku juga nggak menyangka, walaupun bajunya terlihat kebesaran, tapi dadanya terlihat sangat sexy." Timpal yang lain.

Bisik-bisik para murid terus mengudara, hal itu juga sampai ditelinga Luis.

Ntah kenapa ada rasa tidak nyaman saat ia mendengar para murid yang memberikan pujian untuk Laura.

Apalagi para murid yang memberikan pujian adalah para murid laki-laki.

Tanpa sadar, Luis mengepalkan tangannya.

Tiba-tiba sebuah tangan melingkar di pinggang Luis, "sayang, apakah anak pelayan rumahmu bikin kamu kesal lagi?" Ujar Emma Faela pacar Luis.

Keduanya sudah berpacaran sejak SMP.

"Nggak," sahut Luis dingin dan ketus. Bahkan ia menjauhkan tangan Emma dengan jijik.

Emma sendiri menahan rasa sakit dan tidak nyaman dalam hatinya, beginilah sikap Luis padanya.

Selalu dingin dan tidak berperasaan, tapi ntah kenapa ia sangat mencintai laki-laki itu.

Karena ada kalanya Luis bersikap sangat manis dan romantis, yang paling penting Luis tipe laki-laki setia yang tidak pernah memiliki rumor sengaja menggoda gadis lain. Bagi Emma hal itu sudah lebih dari cukup.

Sejak kecil, Emma hanya hidup bersama ayahnya.

Ayahnya sangat menyayanginya dan memanjakannya. Dia juga sangat setia pada ibunya; sejak kepergian sang ibu, ayahnya tak pernah berniat mencari pengganti.

Namun, empat tahun lalu, saat ayahnya menghadiri reuni, ia bertemu dengan mantan pacarnya.

Sejak saat itu, Emma melihat senyum yang sudah lebih dari sepuluh tahun tak pernah muncul di wajah ayahnya.

Setelah kepergian ibunya, ayahnya memang tak pernah tersenyum lagi.

Melihat perubahan itu, Emma akhirnya merestui ayahnya menjalin hubungan dengan wanita lain.

Ia memikirkan hubungan ayahnya dan hubungannya dengan Luis hingga ke pelaminan; tak mungkin ayahnya tetap sendiri selamanya saat ia menjadi istri Luis nantinya.

Jadi, ia memilih mendorong ayahnya untuk menikah lagi.

Kini, kehidupan di rumah terasa sangat sempurna.

Ibu tiri Emma sangat baik, bahkan wajahnya sedikit mirip dengan Luis, hal itulah yang membuat Emma semakin menyukai ibu tirinya.

Melihat Luis yang kesal dan pergi, Emma hanya bisa memandang punggung laki-laki itu seraya menggelengkan kepalanya.

Ivy Gunawan sahabat Emma tiba-tiba menepuk punggungnya, "Emma kenapa kamu nggak menghalangi Luis pergi? Takutnya kalau diam-diam dia bertemu gadis lain."

Emma hanya menanggapi ucapan Ivy dengan senyuman tipis.

Sementara sahabat Emma yang lain Sofia Thea menimpali. "Ivy, Emma dan Luis sudah pacaran lebih dari lima tahun. Tapi selama ini belum ada rumor buruk. Apalagi di SMA Bintang belum ada gadis yang kecantikannya bisa mengalahkan Emma."

Ivy nampak tidak setuju dengan ucapan Sofia. "Tapi lihatlah gadis itu, walaupun dia itu anak pelayan. Tapi kecantikannya semakin hari tidak bisa diremehkan."

Sofia hanya menggelengkan kepalanya, "maksudmu Laura? ... "

Ivy mengangguk.

Sofia menambahkan, "walaupun Laura itu sangat cantik, tapi dia sama sekali nggak bisa dibandingkan dengan Emma. Dia itu siapa? Hanya anak pelayan."

Emma yang mendengar ucapan Sofia, sontak semakin mengembangkan senyumannya, ia tentu senang mendapatkan pujian seperti itu. Lalu ia berjalan lebih dulu meninggalkan kedua temannya

Setelah itu, Ivy dan Sofia nampak mengejar langkah kaki Emma.

Setelah capek berlari, Laura sendiri memilih pergi berjalan ke arah taman belakang, setelah berlari dua putaran tenaganya terkuras habis. Apalagi ditambah Luis yang menghisap ASI-nya.

"Sepertinya, nanti dirumah aku harus banyak makan."

Baru saja membuka kotak bekalnya, tiba-tiba tangannya sudah ditarik kasar oleh seseorang.

Laura mendongak, tatapan beradu dengan Luis, "tuan muda Luis. Mau membawaku kemana?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!