NovelToon NovelToon
Istriku Mengubah Hidupku

Istriku Mengubah Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ramirisss

Bumi mengalami kehancuran dengan munculnya banyak Monster melalui retakan dimensi, hingga bencana ini disebut sebagai The Chaos.

Manusia mulai beradaptasi dan berevolusi. Kini setiap manusia punya Status Window sebuah layar hologram mengambang yang hanya dapat dilihat oleh pemiliknya. Dan manusia pun disebut sebagai Userator. Namun tidak semua Userator itu kuat, karena syarat menjadi kuat adalah Awakening.

Arka adalah Userator biasa yang belum Awakening, ia bekerja sebagai kuli bangunan. Tiba-tiba dinikahkan dengan seorang gadis bernama Sisil untuk melunasi hutang Ibunya.

Siapa sangka setelah menikah—Arka malah Awakening, kekuatannya meningkat.

[Bahagiakan Istrimu untuk mendapatkan banyak keuntungan dan meningkatkan kekuatanmu!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramirisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 3 Langkah awal

​Keesokan harinya, untuk pertama kali dalam sejarah hidupnya, Arka mengambil jatah cuti bulanan dari proyek bangunan tempatnya bekerja. Mandornya sempat mengomel, tetapi Arka tidak peduli. Ada hal jauh lebih penting yang harus ia urus hari ini.

​Sekitar jam sembilan pagi, matahari bersinar cerah menembus celah-celah jendela kontrakan. Arka sudah bersiap dengan pakaian ternyaman yang ia miliki. Ia melangkah ke arah pintu, berniat keluar untuk menguji sejauh mana batas kemampuan barunya.

​"Aku pergi dulu, ya, Sisil," pamit Arka, tangannya sudah memegang gagang pintu.

​Sisil yang sedang merapikan meja makan menoleh, matanya mengerjap lembut. "Iya, Mas. Apa... pulangnya bakal lama?"

​"Mungkin sampai sore. Ada beberapa urusan penting yang harus kuselesaikan di luar," jawab Arka. Ia sengaja merahasiakan tujuannya agar Sisil tidak perlu cemas memikirkan bahaya berburu monster.

​Sisil mengangguk patuh, seulas senyum terbit di wajah manisnya. "Ya sudah, nanti sore aku akan masak makanan yang enak untuk makan malam kita. Mas hati-hati di jalan, ya."

​"Oke, Sayang," ucap Arka spontan. Sebelum melangkah keluar, ia mendekat dan mendaratkan satu kecupan hangat di pipi istrinya.

​Cup!

​Sisil tersentak kecil. Dalam sekejap, semburat merah merona hebat di kedua pipinya. Ia menunduk dalam-dalam, meremas ujung apronnya karena terkejut sekaligus malu. Sebagai pasangan yang baru menikah secara kilat, ia jelas belum terbiasa dengan perlakuan manis yang tiba-tiba seperti itu.

​Sementara Sisil masih terpaku menahan debar jantungnya, Arka sudah bergegas pergi dan menghilang di balik pintu.

​Sisil menyentuh pipinya yang masih terasa hangat bekas kecupan tadi. "Rasanya... Mas Arka semakin manja padaku," bisiknya pada diri sendiri, bibirnya melengkung membentuk senyuman bahagia.

​Namun, sedetik kemudian bayangan keintiman mereka tadi malam mendadak terlintas di benaknya. Wajah Sisil makin memanas seperti kepiting rebus. "Ahhh, kenapa aku jadi kepikiran hal mesum itu lagi, sih?! Lebih baik sekarang aku fokus bersih-bersih rumah!" ucapnya menggeleng-gelengkan kepala, mencoba mengusir pikiran nakal dengan menyibukkan diri.

​Di lain sisi, Arka berjalan membelah pusat kota menuju gedung Serikat Userator.

​Di era baru ini, semua manusia memang terlahir sebagai Userator 1 Star, yang pada dasarnya tidak berbeda dengan manusia biasa. Namun, bagi siapa pun yang ingin aktif berburu monster di zona bahaya, mereka wajib mendaftarkan diri, membuat Lisensi Berburu (Hunting License), dan mendapatkan Kartu Resmi Userator.

​Beruntung bagi Arka, suasana kantor serikat pagi itu terbilang lengang. Tanpa perlu mengantre lama, ia langsung melangkah menuju meja resepsionis yang dijaga oleh seorang wanita muda berseragam rapi.

​"Selamat datang, Tuan. Ada yang bisa saya bantu?" sapa resepsionis itu dengan senyum profesional.

​"Saya ingin mendaftar untuk Lisensi Berburu dan membuat Kartu Userator," jawab Arka tenang.

​"Baik, mohon tunggu sebentar." Wanita itu berbalik, mengambil beberapa berkas formulir dari rak di belakangnya, lalu menyodorkannya ke hadapan Arka.

​"Silakan dibaca terlebih dahulu syarat dan ketentuannya, Tuan. Jika Anda setuju, Anda cukup menanda tangani bagian bawah berkas ini," jelasnya ramah. "Setelah itu, saya memerlukan Kartu Tanda Pengenal Anda untuk proses pemindaian data dan pencetakan kartu."

​Arka menarik berkas tersebut dan mulai membacanya dengan saksama. Isinya memuat regulasi umum yang sebenarnya sudah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat:

​Userator 1 Star: Tingkatan dasar seluruh umat manusia (warga sipil biasa).

​Userator 2 Stars: Tingkatan yang dicapai setelah memberikan kontribusi nyata dalam mengalahkan monster dan mengumpulkan poin kontribusi.

​Userator 3 s.d. 5 Stars: Elite tempur dan pilar pertahanan benua.

​Userator 6 Stars: Puncak tertinggi kemanusiaan. Jumlah mereka di seluruh dunia sangat sedikit dan bisa dihitung dengan jari. Untuk mencapai tingkatan ini, seorang Userator tidak hanya butuh poin kontribusi biasa, melainkan harus menumbangkan sejumlah monster ancaman tertinggi secara mandiri.

​Klasifikasi Monster:

​Common, Elite, Overlord, dan Calamity.

​Catatan Tambahan: Terdapat satu klasifikasi teoretis di atas Calamity, yaitu Tingkat Cosmic. Beruntung, hingga tahun 2050 ini, monster tingkat Cosmic belum pernah menampakkan diri. Jika hal itu terjadi, eksistensi Bumi mungkin berada di ambang kepunahan mutlak.

​Regulasi Serikat:

Serikat Userator berhak memotong pajak sebesar 10% dari setiap transaksi penjualan material dan kristal inti monster guna operasional dan pemeliharaan keamanan kota.

​Setelah memastikan tidak ada klausul yang merugikannya, Arka membubuhkan tanda tangannya di atas materai virtual, lalu menyerahkan Kartu Tanda Pengenalnya kepada resepsionis. Wanita itu segera memasukkan kartu tersebut ke dalam mesin pemindai.

​Hanya butuh waktu beberapa menit hingga mesin itu mengeluarkan bunyi bip pelan.

​"Proses selesai. Ini Kartu Userator beserta Lisensi Berburu Anda, Tuan Arka. Harap dijaga dengan baik agar tidak hilang," ujar resepsionis sambil menyerahkan sebuah kartu berteknologi tinggi yang memancarkan pendar keperakan.

​"Terima kasih. Berapa total biayanya?" tanya Arka sembari meraba saku celana mencari ponselnya.

​Resepsionis itu tersenyum ramah. "Untuk pembuatan pertama, seluruhnya gratis tanpa dipungut biaya. Namun, jika kartu hilang atau rusak, akan dikenakan denda dan biaya cetak ulang. Hal yang sama juga berlaku jika kelak Anda ingin melakukan upgrade tingkatan kartu."

​"Baik, saya mengerti. Terima kasih banyak," pamit Arka, lalu melangkah keluar dari gedung serikat.

​Sembari berjalan, Arka menimang kartu barunya. Kartu Userator ini memiliki fungsi yang sangat krusial. Selain sebagai bukti legalitas berburu dan perekam poin kontribusi, kartu ini juga terintegrasi langsung sebagai rekening bank khusus. Semua hasil penjualan buruan akan langsung ditransfer ke sana. Namun, kartu ini memiliki batas limit penyimpanan saldo. Jika kelak uangnya bertambah banyak, ia harus meng-upgrade kartu tersebut ke tingkat yang lebih tinggi.

​Beberapa puluh menit kemudian, Arka tiba di batas luar kota, tepatnya di sebuah distrik terbengkalai yang kini ditetapkan sebagai Zona Perburuan Pemula. Tempat ini dipenuhi puing-puing bangunan kuno yang telah runtuh dan ditumbuhi tanaman liar yang merambat tak beraturan. Karena retakan dimensi di wilayah ini tidak terlalu stabil, monster yang keluar dari sana hanyalah monster tingkat Common.

​Grrr...

​Suara geraman rendah bergema dari balik reruntuhan beton. Arka menghentikan langkahnya. Dari balik semak-semak mutasi, muncul segerombolan serigala berbulu hitam dengan mata yang memancarkan aura keunguan yang pekat. Tatapan mereka lapar, langsung mengunci Arka sebagai target mangsa yang empuk.

​"Ini adalah langkah pertamaku untuk mengubah nasib," gumam Arka, menatap gerombolan predator itu tanpa rasa takut sedikit pun.

​Awooo!

​Pemimpin kawanan melolong, memicu puluhan serigala lainnya untuk melesat maju menyerbu Arka dengan kecepatan tinggi, taring-taring tajam mereka berkilat siap mengoyak daging.

Arka mengambil kuda-kuda statis. Ia menjulurkan tangan kanannya ke depan dengan telapak terbuka. Detik berikutnya, ia melepaskan sihirnya.

​CRAAAK!

​Bersambung..

1
Alia Chans
lanjut thor😣
like+ bunga🌹✍️






kalo berkenan mmpir y thor😉
Arts: makasih udah mampir
total 1 replies
**Maulina**
lanjut thor💪
Arts: siap, ditunggu ya
total 1 replies
Zem Pioneer
namalu dapin bg?
Zem Pioneer: temen cewek gw baru putus namanya sisil ga lama ini,kali aja lu cowoknya yg gamon...sorry dah 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Dell AliNka
up yg banyak Tor
Arts: ditunggu ya
total 1 replies
Nyxara_09
keren! btw semangat kak!
Nyxara_09: iya kak, maaf yaa🙏
total 2 replies
sakura
...
Kim Borahae
hii, ceritanya seru.. SUKAAAA😍 Semangat terus ya 💪.


Btw saya pun baru mula menulis novel, kalau ada masa boleh singgah profile dan like .. terima kasih /Grin/
Key Kastara
Halo author, smangat selalu buat cerita kerennya 😍👍
Arts: makasih
total 1 replies
Sahabat Oleng
Hadir thor☝️
Arts: thankyou udah hadir
total 1 replies
Ofu Madu
💪
Ofu Madu
bagus👍..up yg bnyk torr
Arts: ditunggu ya, makasih udah mampir
total 1 replies
Ofu Madu
lanjut 👍
cila_aa
ihh seruu next chapter selanjutnya thor/Smile/
Arts: makasih udah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!