NovelToon NovelToon
Putri Titipan Mantan

Putri Titipan Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Anak Genius / Duda
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Karita Ta

"Empat tahun menikah, kau tak kunjung memberikanku keturunan! Sekarang lihatlah, aku memiliki anak dari wanita lain!" sentak sang suami sembari menunjuk wanita yang menghancurkan rumah tangganya.

Perpisahan keduanya, membuat Dinda benar-benar terpuruk. Terutama saat mengetahui suaminya selingkuh, hingga memiliki anak dari hubungan gelapnya.

"Titip putriku, Din. Tiga tahun lagi, aku bakal jemput dia," tutur mantan kekasihnya ditengah badai yang menandaskan rumah tangganya.

Kehidupan Dinda terfokus pada Glenka—bayi 18 bulan yang dititipkan padanya, dan melupakan pengkhianatan sang suami. Hingga pada akhirnya, ia telah menganggap bayi manis itu, selayaknya anak kandung.

Bagaimana kehidupan Dinda dan bayi mungil titipan mantannya? Akankah semua berakhir bahagia? Atau justru sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karita Ta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PTM | BAB 3

"Astaga, berisik banget!" erang si pria yang kini masih nyaman bergelung di bawah selimut. Dengan sangat terpaksa, Ervin mulai membuka mata begitu dering ponselnya terus berbunyi.

Melihat sang istri yang masih lelap dalam dekapannya, membuat si pria sangat berhati-hati. Lantaran tak ingin mengganggu waktu bersamanya dengan sang istri, Ervin langsung menolak panggilan tersebut.

Setelah meletakkan ponselnya dengan kasar di atas nakas, Ervin mulai menghadapkan tubuhnya ke arah samping. Melihat wajah Dinda yang masih pulas, membuatnya kembali mengenang masa-masa awal pernikahan mereka.

"Kalau dipikir-pikir, aku beruntung banget punya kamu. Iya nggak, Din?" celetuk si pria dengan menyentuh singkat hidung mancung milik istrinya.

"Udah cantik, baik, sabar, pengertian, nggak pernah nuntut yang aneh-aneh. Tuh kan, sempurna banget istriku ini ..." dengan perasaan bahagianya, pria itu semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Dinda.

Jam masih menunjukkan pukul setengah 5 pagi, sehingga membuat Ervin masih belum membangunkan istrinya. Entah mengapa, pria itu malah asik mengecup seluruh wajah sang istri hingga puas. Sampai pada akhirnya, Dinda mulai terganggu akan aktivitasnya.

"Jangan ganggu aku dulu, masih ngantuk ini." Ervin justru semakin dibuat geli oleh penuturan istrinya itu.

Bukannya menghentikan aktivitasnya, pria itu justru semakin menjadi. Ditiupnya wajah Dinda, hingga membuat beberapa helai anak rambut si wanita berterbangan. Nyatanya, usaha pria itu membuahkan hasil.

"Bisa stop, nggak?! Ini selimutnya jangan ditarik-tarik, dingin tau!" amuk sang istri yang membuat Ervin menenggelamkan wajahnya di ceruk leher si wanita. Entah mengapa, ia benar-benar merasa nyaman saat ini.

"Ini udah jam lima pagi, Sayangku. Kamu mau bangun jam berapa, hm?" gumam si pria dengan suara yang sedikit teredam.

Sedangkan Dinda, tangan wanita itu sibuk mengusap kepala sang suami. Sesekali, ia mencium aroma maskulin yang menguar dari rambut halus milik suaminya.

"Ya udah, aku bangun sekarang. Minggir dulu sana," sahutnya sembari menatap ke arah jam yang berada di atas rak televisi. Namun, Ervin justru menggelengkan kepala dan semakin mengeratkan pelukannya.

"Mau gini dulu," tolaknya dengan lembut.

Lagi dan lagi, Dinda harus menghela napas sabar. Meski sudah berumur, suaminya itu masih saja bersikap jahil pada dirinya. Namun, ketika sadar jika ini weekend, membuat si wanita pun mengalah.

"Ayo cepetan sholat subuh, keburu habis waktunya!" dengus si wanita sembari mencoba untuk bangun. Mau tak mau, akhirnya Ervin pun mengiyakan ucapan sang istri. Namun sebelum itu, ia menyempatkan untuk mencuri sebuah kecupan dari bibir tipis milik Dinda.

"Morning kiss, right?" goda si pria sembari mengedipkan sebelah matanya.

Sontak, Dinda pun terpingkal-pingkal melihat tingkah random suaminya itu. Dibantu oleh Ervin, wanita itu mulai bangkit dari posisinya. Tak ingin membuang waktu lebih lama, keduanya pun segera bersiap untuk menjalankan kewajibannya.

"Sayang, aku ada urusan mendadak. Nggak papa, kan, aku tinggal sebentar?" ungkap Ervin ketika mereka berdua telah selesai menjalankan sholat. Sontak, Dinda mengerutkan keningnya lantaran bingung.

"Mau kemana kamu, Mas? Harusnya hari ini kamu libur," papar si wanita sembari menyimpan kembali mukenanya.

Untuk sejenak, keduanya duduk saling berhadapan. Pria berwajah tegas itu, sibuk mengecek ponselnya dengan wajah panik, seolah ada hal darurat yang harus ia lakukan. Mendapati hal tersebut, membuat Dinda mencoba untuk melihat layar ponsel suaminya.

"Kamu apa-apaan, sih?!" murka si pria dengan bentakan yang ditujukan pada sang istri.

Saat itu juga, hal mengejutkan terjadi ketika Ervin menyentak tubuh istrinya dengan kasar. Sontak, tubuh ramping wanita itu sempat terhuyung ke samping, dan sikunya mengenai pinggiran nakas.

Hanya karena Dinda mengintip layar ponsel miliknya, Ervin melakukan hal demikian. Sontak, pria itu terkejut atas tindakannya sendiri. "Siku kamu berdarah, Sayang ..."

Dinda langsung terdiam saat itu. Tatapannya teralih, seolah enggan untuk menatap wajah sang suami. Lantas, sebuah senyum kecut menghiasi wajah lembut si wanita.

"Maaf, aku refleks aja tadi. Kamu nggak pap--" Ucapan pria itu seketika terpotong, begitu melihat Dinda mulai beranjak dari posisinya.

"Sayang, tunggu dulu," pintanya sembari menyusul Dinda untuk berdiri. Tanpa memedulikan ucapan Ervin, wanita tersebut langsung pergi begitu saja dari kamar. Untuk sejenak, ia merasakan hatinya sedikit nyeri mendapati prilaku kasar dari Ervin.

"Aku bisa jelasin, Sayang. Kamu dengerin dulu, ya?" desak si pria sembari mengikuti langkah kaki istrinya.

Begitu sebuah tangan berusaha mencekal pergelangan tangannya, Dinda langsung menghempasnya begitu saja. Melihat siku istrinya yang berdarah, Ervin langsung berlari menuju sebuah loker yang berada di ruang tengah.

Tanpa menunggu lama, ia segera berbalik menghampiri sang istri. Pikirannya kalut, menyesali tindakannya pada Dinda beberapa saat lalu. Bahkan ponselnya yang terus-terusan berdering, masih berusaha ia hiraukan.

"Astaga, ini siku kamu luka. Maafin kecerobohan aku ya--" lagi dan lagi, Dinda tak menghiraukan ucapan Ervin. Wanita itu langsung merebut kotak obat yang ada di tangan suaminya, berniat segera menjauh.

"Nggak usah repot-repot, aku bisa obatin sendiri," tegasnya sembari menahan ringisan perih pada sikunya.

Ervin hanya terdiam, begitu melihat sang istri yang bersikap dingin padanya. Pria itu menatap nanar punggung sang istri yang mulai menjauh. Saat dirinya hendak menyusul, ponselnya kembali bergetar.

"Argh! Aku akan mengeyahkan wanita murahan ini!" makinya setelah membaca pesan yang masuk di ponselnya.

Ervin tak lagi berniat untuk membantu sang istri mengobati lukanya. Pria itu berpikir, lebih baik menuntaskan masalah yang datang padanya saat ini. Untuk urusan istri, ia akan menyelesaikan belakangan nanti.

"Aku pergi," ucapnya sembari mengambil kunci mobil dan jaket yang menggantung di dekat pintu masuk. Tanpa menoleh ke arah Dinda, pria itu bergegas keluar rumah begitu saja.

Sedangkan Dinda, wanita itu hanya menatap datar kepergian suaminya. Bahkan disaat seperti ini pun, Ervin tetap memutuskan pergi meninggalkan dirinya sendirian.

"Mari kita lihat, kebohongan apa yang sedang kau sembunyikan. Kau tidak akan bisa mengelabuhiku lagi," gumam si wanita dengan tatapan kosong ke arah depan.

Tak ingin mengambil pusing, Dinda segera membersihkan darah yang membekas di sikunya. Setelah semuanya selesai, wanita itu mulai beranjak untuk membuka pintu dan jendela rumahnya.

Wanita yang sudah mengarungi bahtera rumah tangga selama 4 tahun itu, mulai mengerjakan pekerjaan rumahnya sendirian. Semenjak menikah, keduanya memutuskan untuk tidak menyewa ART dikarenakan Dinda masih sanggup mengerjakannya sendirian.

"Siapa yang telfon pagi-pagi begini?" herannya begitu mendengar ponselnya berdering.

Diletakkannya pakaian kerja sang suami, kemudian tangannya mengecek ponsel berwarna gold miliknya. Melihat nomor asing yang menghubunginya, semakin membuat wanita itu bertanya-tanya.

"Maaf sebelumnya, dengan siapa saya bicara?" Belum sempat ia mendengar jawaban, panggilan tersebut telah diputuskan sepihak. Dengan kening yang berkerut, Dinda mengecek kolom pesan yang muncul di notifikasi.

"Mbak, siang ini bisa datang ke rumah sakit kota? Saya akan melahirkan anak suamimu,"

1
vita
jd penasaran apa yg d lakukan raka, apa berobat ya.
Happy Kids
pertanyaan macam apa ini
Happy Kids
inget bukkk.. yg bikin dinda gini ya anakmuuu.. gila ibuknya bener bener
Happy Kids
pret
Happy Kids
asli ni perempuan muna bgt. gatau malu.
Happy Kids
krn dirimu dah nemu yg baru wkwkkw jenita ups
Happy Kids
caper. aslinya bersorak soraii. orang kl emng nyesel nyakitin rumah tangga org lain hrs nya sadar diri. bukan malah living together 🤣 inimah nikmati aja dia alurnya 😅
Happy Kids
kasih tau tu anaknya. jgn kumpul kebo mulu
Happy Kids
apasiiii kepoo. bukan istri tp kaya nuntut laporan mulu. sbnernya dah niat bgt tu jenita ngerebut. tp sok sok an aku gamau nyakitin orang. hilih
Happy Kids
kan uda ada jenita yg masih kinyis kinyis trs kasih anak ke dia..
Happy Kids
kalau kaya gtu, dirimu yg semena mena dong wkwk slalu anggap bakal dimaafin mulu
Happy Kids
mreka tinggal bareng? kumpul kebo?
Happy Kids
munak aja ni anak org 🤣
Happy Kids
pulang? wajib bgt gtu? lagian ibu nya jenita katanya kecewa, tp dianya sendiri ngebiarin anaknya sering2 interaksi sama bojo orang 😅 pada ga punya pendirian dan prinsip. hrsnya dg gt dia ajak anaknya pulang dan awasi biar gausa aneh aneh. kl ngebiarin gini ya sama aja dia ga didik. pake sok sok an bilang gagal didik anak.
Happy Kids
anak org caper bgt
Happy Kids
nah mulai dia ga bisa lepas dr jenita. itulah. dahlah sama jenita aja
Happy Kids
katanya lelah nyakitin org. tp dianya nempelin ervin mulu dan berharap dicintai ervin. muna bgt dah
Happy Kids
punya otak? menurutmu?
vita
hanya bs kasih secangkir kopi n seiket bunga buat nemenin nulis ceritanya 💪💪💪💪
Karita Ta: Hai kaak vitaa, salam kenal dari karitaa yaa. Terimakasih sudah menyempatkan mampir dan tinggalkan jejaknya. Semoga hari-harimu menyenangkan yaa 😍🫰
total 1 replies
vita
sll suka sama ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!