NovelToon NovelToon
The Tyrant King'S Love Obsession

The Tyrant King'S Love Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Tiana Ayu novita

Dimulai dari Evalia dan teman sekampusnya mendaki ke gunung untuk sekian lamanya, tidak menduga menjadi awal kehidupan yang berubah.

Evalia terbangun sebagai gadis desa di suatu negeri yang tidak dia kenali dengan wajah jauh berbeda, dan sialnya dia malah membangun obsesi sang tiran perang.

apakah hidupnya kali ini adalah kesempatan kedua atau sebaliknya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiana Ayu novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 02

 Langkah kaki yang mengema di lorong istana terdengar sangat mencengkam, terlebih aura mematikan yang ada di sekitarnya.

 Pintu berlapis emas dengan pengawasan itu terbuka kala dia hendak masuk, menampilkan sosok yang duduk di singgah sana kerajaan.

 "Pangeran Felix ku dengar anda ke perbatasan berhadapan dengan warga negeri Ilos, bagaimana perkembangan mereka?" sosok dengan gaun mewah yang indah dan Tiara megah menatapnya sinis.

 Senyum sinis terbentuk di wajah tampannya, menatap sang permaisuri yang tampak sinis, tentu Felix sadar kalau tindakannya sudah diawasi oleh kedua orang itu, jadi jawabannya sudah di ketahui mereka dengan baik.

 "salam untuk kekaisaran Odelions, kabar yang saya tau negeri Ilos bekerja sama dengan kerajaan Frons, dan mungkin akan menjadi sekutu jika salah satu warga mereka menikah dengan keluarga kerajaan". Felix memberi hormat pada Sang raja, tidak peduli pada sang permaisuri.

 "itu kabar yang cukup menghawatirkan, sekali mereka bersatu tidak ada celah untuk mendekat ke negeri Ilos" raja berpikir sejenak.

 Felix melirik pangeran yang tak lain adiknya, Flery Odelions, putra dari permaisuri yang gagal diangkat jadi putra mahkota karena usianya yang masih terbilang muda.

 Kerajaan Odelions sangat merahasiakan status asli Felix yang merupakan anak haram dari raja dan gadis pelayan, karena mengira sang permaisuri mandul karena lama sekali belum mengandung keturunan raja.

 ketika Felix lahir, Sang permaisuri hamil dan lahirlah pangeran Flery, dan tentu hal itu menjadi masalah untuk permaisuri. karena putranya lahir dengan tubuh yang tidak bisa berperang, lain dengan Felix yang sangat kuat dan ahli dalam taktik perang.

Terlebih Felix diberkahi dengan aura dalam dirinya, berupa aura api yang abadi. Yang terkesan langkah di seluruh negeri yang sudah lama kehilangan para pemilik aura dan sihir.

 Flery menatap kakak tirinya datar, terlahir lemah bukanlah keinginan. Setidaknya dia pandai dalam hal kimia dan pengobatan, terkadang itu berguna jika ingin menyelakai kakak tirinya itu.

 "Yang mulia aku mendapat kabar kalau putri dari negeri Deliox akan berkunjung kemari, membicarakan kesempatan perjodohan pangeran Flery dan putri semata wayang mereka" ujar permaisuri.

 Felix tersenyum miring, yah dia tidak akan bisa menghindari permusuhan yang dilayangkan permaisuri saat ini. Trik lainnya membuat putranya menjadi penerus yang pantas.

 Felix sadar selain di incar oleh musuh negaranya, ada yang sudah berniat jahat padanya didalam kerajaan terlebih permaisuri. mana ada yang terima anak haram sepertinya menjadi penerus Kerajaan Odelions. Kalau bukan orang-orang taunya dia putra tertua permaisuri, mana mau mengakui dia menjadi pangeran mahkota.

 Selain membunuhnya dalam perang atau banyaknya tragedi menyedihkan, menikahkan Flery adalah cara lainnya, mencari gadis bangsawan atau negara yang bersahabat untuk dijadikan menantu adalah cara lain. Terlebih banyak rumor buruk tentangnya yang membuat para gadis ketakutan padanya.

 Mengingat hal itu dia teringat kejadian di perbatasan, sosok gadis itu. Gadis yang tidak takut menatap sang tiran negeri Odelions, gadis yang paham kalau burung dengan warna gelap adalah milik pangeran Odelions ini malah tampak baik pada sang burung yang punya keistimewaan terhubung dengan tuannya.

 Dalam hati dia merasa tergelitik untuk menemuinya lagi, apakah akan bisa mengingat dia adalah warga negeri Ilos, yang terkenal tidak ramah dengan Odelions.

 "Ku rasa sampai sini dulu pangeran, kamu pasti lelah dari perbatasan, istirahat dan kita bahas lagi lain waktu" ujar sang raja.

 Felix membungkukkan tubuh sebagian hormatnya, dan segera meninggalkan aula pertemuan yang terasa menyebalkan baginya.

 pakaian nya yang serba hitam memasuki kamar yang sudah diisi para pelayan yang siap melayani, mereka memberikan jubah mandi dan menyimpan jubah dan pakaian atasnya.

 Felix masuk ke ruang pemandian, uap mengepul dengan aroma bunga yang harum. Tubuhnya yang atletis memasuki kolam yang sudah tersedia, hangatnya air membuat dirinya nyaman berendam.

 Dia menoleh melihat peliharaan nya baru kembali, tangan nya terulur untuk menyentuh kepala sang burung, sepintas dia melihat memori sang burung mengenai gadis itu.

 "menarik baru kali ini ada seorang wanita yang berhasil membuatku penasaran dengannya" kekehnya.

 Felix tersenyum miring ketika wajah gadis itu terpintas lagi di kepalanya, gadis yang sangat berbeda. Cocok dengan posisi permaisuri untuknya.

 "bagaimana kalau kita bertemu lagi, mungkin aku akan nekat melakukan itu" kekahnya.

...****************...

 "Eva sejak kapan kamu membaca itu?".

 Suasana yang menenangkan membuat Eva nyaman membaca buku mengenai sejarah penyihir dan ahli aura, dan dia tidak sadar kalau luantys mendekatinya.

 "ah sejak bosan dilarang oleh mama keluar, kupikir ini bagus juga di baca" Eva kembali membaca.

 "Wah sepertinya akan ada yang tertular rajin ke perpustakaan nih" cengir Glen.

Eva hanya terkekeh, yah mungkin Leo akan ada teman menuju perpustakaan mengingat hanya dia seorang yang sering kesana sendiri, berbeda dengan Glen dan luantys yang punya kesibukan sendiri dan paling anti di perpustakaan.

Leo yang merasa disindir hanya mendengus, ikut menghampiri Eva dan berbaring disebelahnya, dengan tangan menjadi bantalannya.

"abaikan saja mereka Eva, maklum mereka tidak tau seberapa dibutuhkannya pengetahuan" ujarnya santai.

Eva tersenyum, dan melihat pemandangan danau di depannya.

sudah tiga hari setelah dia terbangun, ini pertama kalinya dia keluar dan melihat keadaan luar rumah. Memang banyak hal menakjubkan yang dia lihat di kehidupan nya sekarang, terkhususnya danau yang ada didepannya.

negeri Ilos memang terkenal akan alam yang indah, dan menyimpan sedikit sihir dari para penyihir terdahulu yang dulu pernah tinggal disana. Katanya jika terpilih oleh benda alam yang masih memiliki sihir, akan ada anak negeri Ilos yang memiliki sihir. Dan jarang itu terjadi karena sihir itu sendiri sangat singkronisasi pada wadahnya.

Itu alasan banyak negeri ingin mendapatkan negeri Ilos yang tidak dipimpin raja maupun apapun, mereka hidup sebagai halnya bertetangga. Mereka percaya kuasa sihir hutan jika terjadi masalah, terlebih mereka cukup makmur jadi tidak perlu berpasokan dari negeri lain, malah negeri lainnya yang meminta pasokan dari negeri Ilos.

Eva menoleh, tangannya terulur ketika seekor burung dengan warna merah berpendar orange mendarat ditangannya, burung itu melengking indah sekilas mirip burung api legenda, tapi yang ini tidak ada apinya.

"seperti biasa ratu alam kembali" celetuk Glen melihat burung itu berkicau manis di tangan Eva.

Eva hanya terkekeh, sejak pemilik tubuh ini masih kecil, sepertinya alam negeri Ilos sangat menyukainya, terkhusus para hewan yang paling menonjol menunjukkan ketertarikan mereka, Eva dulu tidak masalah dan tidak peduli kalau sihir hutan Ilos sedang memilih nya, karena dia merasa tidak mungkin terpilih hanya karena hal seperti dia dekat dengan alam.

Tapi Eva yang sekarang sedikit ragu, kalau seandainya benar kalau dia mungkin dipilih menjadi wadah sihir berikutnya. Karena dia sempat melihat jendela transparan miliknya di cermin, statusnya yang masih kosong yang seharusnya jelas dia hanya gadis biasa atau seorang ahli pemburu, tapi tidak.

"semoga saja tidak sih, mengingat negeri Odelions sangat ingin sekali pemilik sihir di dataran ini"batinnya.

Keempat orang itu menoleh ketika mendengar suara langkah kaki, Izkye muncul dibalik semak-semak dengan alat buruannya.

"rupanya disini kalian" Izkye tersenyum melihat putrinya.

"papa hendak berburu kah?" eva menutup buku bersamaan dengan Leo bangkit dari posisi tidurnya.

Izkye mengangguk. " Leo, Glen kalian tadi dicari ibu kalian".

"terimakasih memberi tau paman Izkye" ujar Glen.

Izkye tersenyum, menatap Eva. "jangan menuju area timur, belakang ini sering terdengar gosip penjaga negeri Odelions sedang berkeliaran disana".

"iya, kamu tidak akan kesana " ujar luantys.

Izkye pamit hendak berburu sebelum hari semakin gelap, Glen dan Leo pamit untuk segera menemui ibu mereka. Sedangkan luantys hendak berburu tanaman herbal untuk koleksi obatnya. Menyisakan Eva sendiri.

Angin yang berhembus terasa nyaman, dan seketika membuatnya merasa mengantuk. Dia mencoba berbaring dengan buku menjadi bantalan dan mulai terlelap nyaman, para burung mengerubungi nya seperti hendak menjaganya dari hewan buas.

Tampa sadar kalau hewan itu sudah menemukannya.

...****************...

1
Alia Chans
saling support, sabi kali ya😍✍️👈
Wawan
Salam kenal Buat Eva ✍️
anggita
like iklan👍☝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!