💸Sugar Mommy Online💸
Lulus kuliah jadi pengangguran, sampai umur 28 tahun pun masih nganggur, nikah gak ada calon, kerja di perusahaan gak ada koneksi, bikin usaha sendiri gak ada modal. Langganan Melolo, tontonan dracin dapat cuan receh yang bermimpi jadi istri CEO tampan dan media sosial-- tempat live nya gege-oppa-phi-akang tampan yang bermodalkan tap-tap layar dan spam komentar.
Itulah Lusi, atau gadis melar yang olahraga cuma niat dalam hati--- yang bernama asli Zhu Lusi Arsana. Anak yatim-piatu blasteran Cindo.
Hingga entah dia beruntung atau memang sudah takdir nya, sesuatu mengubahnya~
***
Mohon jangan hanya sekedar mampir, bacalah sampai tuntas agar penulis juga bisa menyelesaikan cerita sampai tuntas 🥹🤧
***
Jika alur sedikit menyimpang dari judul dan sinopsis maka mohon maaf 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3 Pengikatan Sistem
Meski sempat syok mengetahui Li Zhenyu ternyata masih delapan belas tahun, Lusi tetap melanjutkan menonton live itu.
Hanya saja pikirannya sudah tidak fokus. Tatapannya masih tertuju ke layar, namun otaknya mulai ke mana-mana.
"Delapan belas tahun..." Dia memeluk guling dengan tatapan kosong. "Berarti kalau aku ngomong ‘adik manis’ sekarang jadi terasa kriminal ya..." Gumam nya namun bukan itu topik utama yang ada di pikirannya.
Di layar, Li Zhenyu masih melakukan live match dengan wajah tenangnya, sementara kolom komentar terus bergerak cepat seperti kereta tanpa rem.
Namun perhatian Lusi sudah buyar total.
Sampai tiba-tiba--- Ding!
Sebuah suara notifikasi terdengar, Lusi refleks melihat ponselnya. "Eh?" Dia membuka kolom notifikasi namun tidak ada apa-apa selain peringatan menyedihkan...Penyimpanan hampir habis.
"Yah... ternyata cuma itu." Lusi mendecih kecewa, sepertinya dia harus menghapus game baru yang baru saja di download nya dari iklan yang lewat.
Namun beberapa detik kemudian-- Ding!
Suara itu terdengar lagi, kali ini bukan dari ponselnya. Melainkan... Langsung di kepalanya!!
Tubuh Lusi langsung membeku. Lalu sebuah suara mekanis tanpa emosi terdengar jelas.
[ Ding! Sistem Pendamping Sugar Mommy diaktifkan. ]
[ Terdeteksi tubuh inang yang memenuhi persyaratan untuk memulai dari nol. ]
[ Apakah ingin menerima pemasangan? ]
"... Hah?" Detik berikutnya cahaya hologram biru transparan tiba-tiba muncul di depan wajahnya. Lusi langsung menjerit pelan lalu mundur sampai hampir jatuh dari kasur.
"Apa-apaan?!"
Di udara, sebuah layar transparan melayang tenang. Tulisan-tulisan memenuhi layar itu. Namun dia bisa memahami semuanya, di bagian paling bawah hanya ada dua pilihan sederhana.
[ Yes ] [ No ]
Ruangan kecil itu mendadak terasa sunyi. Lusi menatap hologram itu tanpa berkedip. Lalu perlahan melihat sekeliling kamarnya.
Tidak ada orang, tidak ada kamera, tidak ada suara hantu. Dia mengusap kedua lengannya, dan bulu kuduknya tidak berdiri.
"Bukan horor?" Dia lalu mengucek matanya keras-keras. Sekali, dua kali, tiga kali. Namun layar hologram itu masih melayang dengan setia di depannya. Hening beberapa detik.
Kemudian mata Lusi perlahan membesar.
Napasnya mulai cepat. Otaknya langsung teringat pada semua dracin, novel, dan cerita sistem yang pernah dia baca selama bertahun-tahun menjadi pengangguran.
"Jangan bilang..." Matanya langsung berbinar terang.
"INI SISTEM?!"
Sistem be like: Tadi gak denger saya nyebut Sistem Pendamping Sugar Mommy ta?
Tubuhnya yang tadi ketakutan sekarang malah gemetar kegirangan. "YA TUHAN!" Dia hampir menangis, Akhirnya!
Setelah bertahun-tahun menjadi warga tetap dunia halu, giliran dirinya yang mendapat cheat?!
Tanpa ragu sedikit pun, Lusi langsung menekan tulisan Yes.
Ding!
[ Memulai pengikatan... ]
Cahaya hologram berkedip beberapa kali.
[ Ding! Pengikatan berhasil! ]
Beberapa detik berlalu, Lusi berkedip, lalu berkedip lagi.
"... Terus?" Dia menunduk melihat tubuhnya.
Tidak bercahaya, tidak naik level, tidak tiba-tiba cantik, tidak ada perubahan apa pun. Suasana mendadak canggung. Senyum di wajah Lusi perlahan membeku.
"... Jangan-jangan aku beneran gila." Jantungnya mulai berdebar kencang, ia menelan ludah pelan. Dengan suara kecil penuh ketakutan, Lusi bertanya.
"K-kamu beneran sistem?" Beberapa detik sunyi, lalu suara mekanis itu kembali terdengar di benaknya.
[ Ya ]
Mata Lusi langsung membelalak.
"ASTAGA, BENAR-BENAR BISA JAWAB?!" Dia spontan menepuk-nepuk pipinya sendiri.
Sakit, berarti ini nyata.
Dadanya langsung dipenuhi campuran takut, syok, dan antusias. "Kalau begitu..." napasnya sedikit gemetar, "kamu bisa bantu aku?"
[ Ya ]
[ Terdeteksi tuan rumah memiliki keinginan kuat untuk maju namun keadaan tidak ada yang berjalan sesuai rencana]
Mata Lusi sedikit memerah, tidak ada yang tahu dari penampilan konyol nya bahwa dia memiliki mimpi dan keinginan kuat yang selalu dia kubur untuk bisa bangkit dari keadaan nya. Namun dia sadar akan sesuatu yang menimpa nya, dia tidak bisa maju sekuat apapun dia berusaha.
[ Sistem adalah Sistem Sugar Mommy. ]
[ Sistem terikat dengan tuan rumah untuk mencari pria-pria muda yang memenuhi persyaratan agar dapat terikat dengan tuan rumah. ]
"... Hah?" Kesedihan yang di rasakan nya seketika sedikit menguap, kalimat itu terdengar aneh. Namun sebelum Lusi sempat berpikir lebih jauh, layar hologram kembali berubah.
Beberapa menu di dalam layar hologram mulai muncul satu per satu. [ Misi ] [ Item ] dan [ Status ]
Lusi langsung menatap layar itu seperti manusia kelaparan melihat buffet hotel bintang lima.
Mulutnya perlahan terbuka. "ASTAGA..." Tangannya gemetar menyentuh layar hologram itu.
"Ini beneran sistem..." Selama bertahun-tahun membaca cerita fantasi dan dracin absurd, akhirnya... Tokoh utama kali ini adalah dirinya sendiri.
Lusi menekan satu per satu dari tiga vitur itu, yang pertama adalah item-- tidak ada apapun disanaa. Lalu yang kedua adalah Status, saat dia menekan dan masuk ke dalam layar status dia bisa melihat beberapa deretan huruf dan angka.
[ Nama: Zhu Lusi Arsena ]
[ Umur : 28 Tahun ]
[ Kesehatan : 45 ]
[ Kecerdasan : 70 ]
[ Penampilan : 55 ]
[ Saldo: Rp 2.800.500 ]
Zhu Lusi Arsana hidup sendirian di sebuah kamar kos kecil berpetak sempit di sudut kota. Kamar itu bahkan tidak memiliki kamar mandi pribadi, sehingga setiap pagi ia harus mengantre bersama penghuni lain hanya untuk mandi atau mencuci pakaian. Dinding kamar yang lembap, kipas tua yang berbunyi berisik, dan kasur tipis yang mulai kempes sudah menjadi bagian dari kesehariannya. Kehidupan Lusi tidak pernah benar-benar mudah, terlebih setelah kedua orang tuanya meninggal. Ibunya meninggal saat ia baru berusia delapan belas tahun, tepat ketika dirinya mulai memasuki dunia perkuliahan. Sedangkan ayahnya menyusul satu tahun setelah ia lulus kuliah. Sejak saat itu, ia benar-benar hidup sendiri tanpa tempat bergantung.
Masa kuliahnya sendiri sebenarnya tidak berjalan baik. Semua bermula karena seorang nona kaya di kampusnya tidak menyukainya. Alasannya sederhana sekaligus menyebalkan, karena Lusi memiliki pacar tampan yang diinginkan wanita itu. Awalnya hanya berupa sindiran kecil dan tatapan tidak suka, namun perlahan hidup Lusi mulai dipersulit. Teman-teman mulai menjauh, beberapa proyek kelompok mendadak tidak menginginkannya, bahkan gosip-gosip buruk tentang dirinya beredar tanpa jelas asalnya.
Lusi tahu ada campur tangan wanita itu di balik semuanya, tetapi ia tidak memiliki kekuatan ataupun koneksi untuk melawan. Untungnya ia tetap berhasil lulus dengan lancar dari jurusan IT di universitas ternama. Namun dua tahun setelah lulus, hubungannya dengan sang pacar akhirnya kandas juga.
Setelah lulus kuliah, kehidupan Lusi justru semakin buruk. Ia sudah melamar pekerjaan ke banyak perusahaan IT, mengirim CV berkali-kali, memperbaiki portofolio, bahkan mengikuti kursus tambahan demi memperbesar peluang diterima kerja. Namun hasilnya tetap nihil. Tidak ada panggilan, tidak ada balasan, tidak ada kesempatan.
Lama-kelamaan, Lusi mulai berpikir bahwa semua kesialan itu mungkin masih ada hubungannya dengan nona kaya dari masa kuliahnya dulu. Terlalu banyak kegagalan aneh yang terjadi tepat ketika ia hampir mendapatkan pekerjaan.
Karena tidak bisa terus berharap diterima di perusahaan besar, Lusi akhirnya mencoba bekerja di tempat lain seperti minimarket dan toko kecil. Namun seolah nasibnya sudah di tentukan sial, hidup nya tidak berjalan dengan baik. Kadang tempat kerjanya bermasalah, kadang ia dipersulit rekan kerja, kadang gajinya terlambat dibayar. Hingga perlahan semangatnya habis sedikit demi sedikit.
Pada akhirnya ia menjadi pengangguran sejati yang bertahan hidup dari sisa uang peninggalan kedua orang tuanya.
semangat terus ya~~~😋😋😋
semangat terus ya~~~/Grin//Grin//Grin/
semangat terus/Proud//Proud//Proud/
semangat terus ya~~~/Hey//Hey//Hey/