NovelToon NovelToon
Samsara Sembilan Naga

Samsara Sembilan Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Chen dulunya adalah jenius nomor satu di Kota Awan Merah. Namun, pada usia 12 tahun, Meridiannya dihancurkan oleh musuh misterius, membuatnya menjadi "Sampah" yang tidak bisa mengumpulkan Qi. Dihina oleh klannya dan tunangannya dibatalkan, Lin Chen jatuh ke titik terendah. Suatu malam, darahnya secara tidak sengaja membangunkan sebuah relik kuno peninggalan ibunya: Sisik Naga Primordial. Relik ini tidak hanya memulihkan meridiannya, tetapi juga memberinya Teknik Kultivasi terlarang: Seni Pemakan Surga Sembilan Naga. Dimulailah perjalanan Lin Chen dari kota kecil yang terpencil menuju puncak semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Balai Kitab Klan Lin

​Sinar mentari pagi menerobos masuk melalui celah jendela kamar Lin Chen. Ia berdiri di tengah ruangan, melontarkan serangkaian pukulan ke udara kosong. Setiap tinjunya menghasilkan suara desingan angin yang tajam.

​"Kekuatan fisik murni dari Ranah Pemurnian Tubuh Bintang 4 sungguh luar biasa," gumam Lin Chen sambil menatap kepalan tangannya. Ia merasa sepuluh kali lebih kuat dibandingkan masa kejayaannya dulu.

​"Hmph, jangan terlalu cepat berpuas diri," suara Mo Xuan tiba-seketika terdengar meremehkan di kepalanya. "Kau memang memiliki pondasi Qi yang kuat berkat Meridian Naga, tapi kau bertarung seperti anak kecil yang sedang mengamuk. Tanpa Teknik Bela Diri yang layak, kau hanya karung daging yang membuang-buang tenaga."

​Lin Chen mengangguk setuju. Dalam dunia kultivasi, Teknik Kultivasi (seperti Seni Pemakan Surga Sembilan Naga) digunakan untuk mengumpulkan dan memutar Qi, sedangkan Teknik Bela Diri adalah metode untuk melepaskan Qi tersebut menjadi serangan mematikan. Teknik bela dirinya yang lama sudah terlalu kaku dan tidak cocok dengan kekuatan ledakan yang ia miliki sekarang.

​"Aku akan pergi ke Balai Kitab Klan Lin untuk mencari teknik baru," putus Lin Chen.

​Setelah merapikan pakaiannya, Lin Chen melangkah keluar dari kediamannya yang usang. Kediaman Klan Lin sangat luas, menampung ratusan anggota keluarga utama dan cabang. Sepanjang perjalanan menuju Balai Kitab, beberapa pelayan dan murid klan menatapnya dengan pandangan merendahkan dan berbisik-bisik, namun Lin Chen mengabaikan mereka. Pandangannya lurus ke depan, tenang dan tak tergoyahkan.

​Bangunan Balai Kitab berdiri megah dengan tiga lantai. Semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula tingkatan teknik bela diri yang disimpan di dalamnya.

​Baru saja Lin Chen menginjakkan kaki di tangga batu menuju pintu masuk, sebuah suara yang melengking menghentikannya.

​"Berhenti di sana, Sampah! Apa kau buta huruf? Balai ini bukan tempat untuk orang cacat sepertimu!"

​Lin Chen menoleh dan melihat seorang pemuda kurus bermata licik berjalan menghampirinya. Itu adalah Lin Hai, salah satu pesuruh setia Lin Lang. Lin Hai berada di Ranah Pemurnian Tubuh Bintang 3 dan selalu gemar mencari muka di hadapan tuannya dengan menindas Lin Chen.

​"Minggir, Lin Hai. Setiap anggota Klan Lin berhak masuk ke lantai pertama Balai Kitab. Tidak ada aturan yang melarangku," ucap Lin Chen datar.

​Lin Hai tertawa keras, menarik perhatian beberapa murid lain yang ada di sekitar pelataran. "Aturan? Tetua Pertama sudah memotong habis jatah sumber dayamu! Kau pikir kau masih dihitung sebagai anggota klan? Tuan Muda Lin Lang berpesan, setiap kali aku melihat wajahmu, aku harus memberimu pelajaran agar kau sadar diri!"

​Tanpa banyak bicara lagi, Lin Hai memadatkan Qi di lengan kanannya dan melayangkan tinju ke arah wajah Lin Chen. Tinju Pemecah Angin! Itu adalah teknik bela diri tingkat dasar yang cukup mematikan jika mengenai orang biasa.

​Murid-murid di sekeliling menahan napas, bersiap melihat Lin Chen kembali babak belur memuntahkan darah seperti biasanya.

​Namun, alih-alih menghindar atau meringkuk ketakutan, tatapan Lin Chen menajam. Ia tidak mundur satu inci pun. Ketika tinju Lin Hai hampir menyentuh hidungnya, Lin Chen mengangkat tangan kanannya dengan kecepatan kilat.

​Plak!

​Suara tamparan yang sangat keras dan renyah bergema di pelataran Balai Kitab.

​Tidak ada teknik bela diri yang rumit. Tidak ada gerakan mencolok. Hanya sebuah tamparan tangan kosong yang dilapisi oleh sedikit Qi dari Meridian Naga.

​"Arghhh!"

​Lin Hai menjerit histeris. Tubuhnya terpelanting di udara bagaikan layang-layang putus, berputar dua kali sebelum menghantam pilar batu dengan keras. Giginya rontok dan darah segar mengalir dari sudut mulutnya saat ia pingsan seketika.

​Keheningan mutlak menyelimuti pelataran. Rahang para murid yang menonton seolah jatuh menyentuh tanah.

​Lin Hai... seorang kultivator Bintang 3... dikalahkan dengan satu tamparan oleh si "Sampah" Lin Chen?!

​"Berisik sekali," gumam Lin Chen santai sambil mengibaskan debu dari telapak tangannya. Ia melangkahi tubuh Lin Hai yang pingsan dan berjalan masuk ke dalam Balai Kitab seolah tidak terjadi apa-apa.

​Di dalam balai, rak-rak kayu jati berjejer rapi, dipenuhi dengan ratusan gulungan bambu dan buku usang. Lin Chen mulai memilah-milah teknik tingkat dasar yang ada di rak lantai satu, mengabaikan tatapan tercengang dari Tetua Penjaga yang ternyata menyaksikan kejadian di luar dari balik jendela.

​"Buku-buku ini semuanya sampah," kritik Mo Xuan di dalam kepalanya, suaranya terdengar seperti bangsawan yang dipaksa makan makanan sisa. "Tinju Daun Gugur? Tendangan Kera Beruk? Astaga, apakah ini yang disebut teknik bela diri di era ini? Pergi ke sudut tenggara, di rak paling bawah yang tertutup debu itu."

​Mengikuti instruksi Mo Xuan, Lin Chen berjongkok dan menarik sebuah gulungan bambu hitam yang sudah setengah lapuk. Judulnya samar-samar terlihat: [Tapak Guntur Pecah - Tingkat Fana Menengah]

​"Tingkat Fana Menengah?" Mata Lin Chen berbinar. Di lantai satu, seharusnya hanya ada teknik Tingkat Fana Dasar.

​"Gulungan itu cacat dan tidak lengkap, makanya dibuang ke lantai satu," jelas Mo Xuan. "Bagi orang biasa, berlatih teknik yang tidak lengkap bisa membuat meridian meledak karena aliran Qi yang salah. Tapi dengan Meridian Nagamu, ledakan Qi sekecil itu hanya seperti gigitan nyamuk. Ambillah, teknik ini mengandalkan kekuatan ledakan brutal, sangat cocok dengan sifat kekuatanmu saat ini."

​Lin Chen mengangguk puas. Ia membawa gulungan itu ke meja pendaftaran. Tetua Penjaga menatap Lin Chen dengan penuh arti, lalu melihat judul gulungan tersebut.

​"Nak, gulungan ini tidak lengkap. Kau bisa melukai dirimu sendiri," peringat Tetua itu.

​"Saya mengerti risikonya, Tetua. Saya hanya ingin mempelajarinya untuk referensi," jawab Lin Chen sopan namun tegas.

​Setelah pendaftarannya dicatat, Lin Chen segera kembali ke kamarnya. Ia tahu bahwa mengalahkan anjing peliharaan seperti Lin Hai bukanlah pencapaian besar. Ketika Lin Lang mengetahui hal ini, pembalasannya pasti akan lebih kejam. Waktunya sebelum Ujian Klan hanya tersisa kurang dari sebulan.

​Lin Chen membuka gulungan Tapak Guntur Pecah dan mulai menghafal rute sirkulasi Qi-nya.

​"Jika kau hanya mengandalkan energi spiritual tipis di udara klan ini, bahkan dengan Seni Pemakan Surga Sembilan Naga, kau tidak akan sempat mengejar Lin Lang," kata Mo Xuan memecah konsentrasi Lin Chen. "Teknikmu butuh asupan energi yang masif. Darah, daging, dan inti spiritual dari Binatang Iblis (Demonic Beasts) adalah makanan terbaik."

​Lin Chen menutup gulungan di tangannya, matanya menatap tajam ke arah jendela, menembus dinding kediaman klan menuju ke utara kota. Di sana, membentang pegunungan gelap yang diselimuti kabut tebal.

​"Pegunungan Kabut Darah," gumam Lin Chen. Tempat paling berbahaya di sekitar Kota Awan Merah, surga bagi para pemburu liar dan mimpi buruk bagi kultivator lemah. "Baiklah. Kalau begitu, mari kita berburu."

1
yos helmi
biasanya kalau up nya satu dua bab.. ng akan tamat..
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍💪💪💪💪💪
yos helmi
biasanya cerita ng pernah selesai.. putus di tengah jln.. 🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣👍
yos helmi
🤣🤣👍🤣🤣🤣👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🙏🤣👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄👍👍👍👍😄👍😄
yos helmi
💪💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍🤣🤣🤣🤣🤣💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍l👍l👍l👍l👍l👍l💪💪💪ĺ
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!