NovelToon NovelToon
MIRRA (Pacar Pura-pura)

MIRRA (Pacar Pura-pura)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah / Teen
Popularitas:667
Nilai: 5
Nama Author: Mila Kylla

" Gue suka sama lo...lo harus jadi pacar gue!!" Suara berat seorang pria membuatnya cukup gugup.

"Maaf, tapi gue suka nya sama orang lain." Mirra dengan penuh keberanian menolak pria tinggi tegap yang berada di hadapannya.

"Nggak bisa, lo harus jadi pacar gue, titik!!!" Tegas pria itu sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Mirra.


Mirra Afessya, gadis belia yang baru saja duduk di bangku kelas satu SMA itu harus dihadapkan dengan pria yang ternyata diam-diam dan pura-pura mengagguminya.

Akankah Mirra menerima pengakuan paksa itu? Ataukah Mirra akan menolaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Kylla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Calon kakak tiri

Dan setelah menerima panggilan telepon, Ajun pun kembali ke tempat duduknya. Wajahnya yang begitu sumringah tidak bisa ditutupinya, dan itu membuat Zian dan Satria tampak penasaran dengan Ajun.

" Ada apa sih Jun? Telepon dari siapa tadi? Kayaknya lo seneng banget abis nerima telepon? " Tanya Satria.

" Nggak apa-apa, tadi telepon dari sahabat gue aja,  dan dia kasih kabar baik buat gue, jadi gue seneng deh." Jawabnya.

" Kabar baik apa??" Tanya Zian.

" Rahasia, lo nggak perlu tau."

Zian pun langsung menghela nafasnya cukup berat mendengar jawaban dari Ajun yang masih saja bersikap sinis kepadanya. Sementara Satria, dia hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat bagaimana sikap Ajun yang berubah kepada Zian sejak setelah Zian berpacaran dengan Mirra.

" Udah ah, kalian berdua nih debat mulu..." Larai Satria, lalu kemudian dia menatap Zian dengan serius." Zi, ntar pulang sekolah Mirra bareng gue ya, gue ada perlu sama Mirra."

Dahi Zian langsung berkerut kedua matanya juga langsung menatap ke arah Satria dengan tatapan heran." Mau ngapain lo?"

" Gue mau ajak dia buat cari beberapa desain dekorasi buat pernikahan papa gue."

"Papa lo mau nikah lagi? Kapan? Terus kenapa lo harus ngajak Mirra? Itu kan urusan keluarga lo."

Satria menarik nafasnya dalam-dalam lalu dia menghembuskannya dengan cukup berat, kemudian Satria menatap ke arah Zian dan juga Ajun dengan tatapan seriusnya.

" Dua bulan lagi papa gue bakal nikah dan calon istri papa gue itu mamanya Mirra." Jelasnya yang tidak ingin menutup-nutupi apa yang akan terjadi di keluarganya.

Zian dan Ajun langsung terperangah, Mereka sempat tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.

" Wah, lo bercanda ya Sat? Bercandaan lo nggak lucu Sat." Ucap Ajun yang benar-benar tidak bisa mempercayai apa yang baru saja didengarnya dari mulut Satria.

" Gue serius, ngapain juga gue bercanda masalah beginian."

" Kok bisa sih Sat? Gimana ceritanya? Terus Mirra? Dia udah tau?" Tanya Zian yang juga masih terkejut dengan apa yang baru saja didengarnya.

Satria mengangguk, " ya Mirra udah tau, malam minggu kemarin gue sama keluarganya Mirra ngadain makan malam bersama dan di situ gue baru tahu kalau ternyata cewek yang bakal dinikahi sama papa gue itu mamanya Mirra."

" Wah saingan gue berkurang satu nih." Celetuk Ajun tanpa melihat situasi yang sedang terjadi.

Satria dan Zian pun langsung menatap ke arah Ajun dengan tatapan sinisnya. " Bisa-bisanya lo Jun ngomong begitu." Tegur Zian.

" Ya bener kan? Satria udah nggak bakal mungkin lagi buat ngedapetin Mirra, dia bakal jadi kakak tirinya Mirra, dan harapannya pasti udah pupus ya kan Sat? "

Satria menggeleng-gelengkan kepalanya masih tidak mengerti dengan jalan pikiran Ajun yang sudah dibutakan dengan rasa cintanya pada Mirra.

"Terserah lo aja lah Jun mau mikir gimana, intinya gue udah ngasih tau kalian kalau gue sama Mirra bakal jadi keluarga. Gue cuman nggak mau aja ada yang gue tutup-tutupin dari kalian, biar bagaimanapun kalian kan sahabat gue, dan kalian berhak tau."

"Iya Sat, thanks ya lo udah ngasih tau gue." Ucap Zian.

" Iya Zi, terus gimana? Gue boleh kan pulang bareng cewek lo nanti?" Tanya Satria lagi.

" Ya jelas boleh lah, Ya kali gue mau ngelarang calon kakak tirinya buat pulang bareng calon adik tirinya." Jawab Zian sambil tersenyum ke arah Satria, sementara Ajun, dia hanya tampak acuh dan dia masih merasa senang dengan kabar gembira dari Sandra.

" Ya udahlah, udah kelar kan makan nya? Gue duluan ya ke kelas.." Ajun pun langsung beranjak dari duduknya dan tanpa persetujuan Satria dan juga Zian, dia pun pergi begitu saja meninggalkan Satria dan juga Zian.

Satria dan Zian kini hanya saling bertatap-tatapan. "Semenjak lo jadian sama Mirra, sikap Ajun jadi berubah drastis." Ungkap Satria.

"Biarin lah, males gue bahas nya."

"Tapi Zi, lo serius kan sama Mirra?"

"Kenapa lo nanya gitu?"

" Ya kan bentar lagi dia jadi adek gue, wajarlah gue mastiin lo serius nggak sama dia."

"Menurut lo gimana?"

"Kalo lo nggak serius, mending udahan aja."

"Ya...ya...gue serius deh..."

"Kok kaya terpaksa?"

"Nggak Sat, udah ah, bahas yang lain aja."

"Males ah, udah mau bel juga, mending balik kelas. "

"Yaudah."

Lalu mereka berdua pun dengan bersamaan kembali ke kelas mereka.

*****

@pulang sekolah. 

Satria langsung menghampiri Mirra begitu dia keluar dari kelasnya. "Mirra!!!" Panggil Satria sehingga Mirra langsung menghentikan langkah kakinya tepat di depan kelasnya.

"Iya kak..." Jawab Mirra kemudian.

"Pulang bareng gue ya..."

Mirra sedikit mengangguk, " Ray, Je, Sa...gue balik duluan ya bareng kak Satria." Pamit Mirra pada ketiga sahabatnya.

"Iya Mirr, ati-ati ya..." Jawab Raya, sementara Angkasa dan Jeje hanya mengangguk saja.

Mirra dan Satria pun langsung berjalan menuju parkiran mobil, dan mereka juga langsung masuk ke dalam mobil Satria begitu mereka sampai.

" Lo udah bilang sama Zian kak kalo balik bareng gue?" Tanya Mirra yang hanya ingin menghindari perdebatan dengan Zian nantinya.

"Lo tenang aja, gue udah izin kok sama Zian, kenapa emang? Dia posesif ya?"

Mirra sedikit mengerutkan alisnya." Bukan posesif sih, lebih kenyebelin aja sebenernya, apa lagi kalo gue deket sama Angkasa, atau balik bareng sama Angkasa, bisa tekanan darah tinggi dia. "

Satria sedikit tertawa." Kalo sama Angkasa sih nggak usah lo kasih paham juga gue tau Mirr,  dia emang begitu kalo sama Angkasa, Zian pasti udah cerita kan kenapa dia bisa seposesif itu kalo liat lo sama Angkasa?"

"Ya, dia udah cerita, cuma gara-gara cewek padahal, dan menurut gue Angkasa nggak mungkin deh kayak yang Zian omongin, gue tau dia."

"Ooooh, jadi lo lebih belain Angkasa ni dari pada cowok lo sendiri?" Goda Satria.

'Ishhh, kalo kak Satria tau gue nggak sepenuh hati pacaran sama Zian, dan cuma pacaran pura-pura aja,kaget kali ya dia.' gumam Mirra dalam hati. 

"Ya nggak gitu juga si kak, tapi gue tanya deh sama lo, lo sendiri gimana kak? Apa lo percaya Angkasa begitu?" Tanya balik Mirra pada Satria.

Satria sedikit tertegun, dan dia memikirkan jawaban apa yang akan di berikannya kepada Mirra.

"Kok lo diem kak? Berarti lo juga nggak seratus persen percaya kan kalo Angkasa begitu kak?"

"Gue juga masih bingung,tapi Angkasa udah sempet jelasin sih ke gue...semoga aja apa yang lo omongin ada benernya."

"Gue juga berharap gitu kak, karena Angkasa nggak mungkin lah nikung sahabatnya sendiri."

"Iya..."

Dan tidak lama setelah itu, akhirnya mobil Satria sampai di sebuah toko dekorasi yang cukup besar, di sana juga banyak contoh-contoh dekorasi pernikahan dengan desain interior yang unik.

"Wah, mewah banget tempatnya, gede pula..." Takjub Mirra begitu masuk kedalam toko dekorasi yang memang begitu luas dan juga besar, bahkan sampai ada dua lantai.

"Ini tempat rekomendasi dari papa, papa tadi kasih alamatnya."

"Mahal kayaknya kak."

"Nggak apa-apa, lo nggak usah pikirin biaya, itu udah urusan orang tua."

"Iya sih..."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!