Berlatar di Seoul, Seo Yerin adalah wanita karier sempurna yang hidupnya hancur setelah diracuni oleh suaminya sendiri dan dikhianati sahabat dekatnya. Namun setelah kematiannya, ia secara misterius kembali ke masa lalu tepat di hari saat dirinya dilamar.
Apa yang akan dia lakukan selanjutnya? Pertama, dia menghajar orang yang melamarnya tepat di hadapan semua orang dan merencanakan balas dendam kepada sahabat dan semua orang yang membuatnya menderita.
Namun di tengah usahanya mengubah takdir, ia tanpa sadar terlibat dengan seorang pria berbahaya dari dunia bawah tanah—seorang mafia dingin yang juga sedang menyiapkan balas dendamnya sendiri.
Apakah pembalasan dendamnya dapat membawanya menuju kebahagiaan? Atau malah membuatnya semakin terseret ke dalam jurang neraka? Saksikan perjalanan Yerin hanya di novel ini ☺️☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SuciptaYasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12 Bom Waktu
Larut malam. Di apartemen pribadinya, Yo-han duduk sendirian sambil menatap bulan dari balik jendela besar.
Segelas wine merah berada di tangannya. Tatapannya yang kosong sulit ditebak.
Di sofa dekatnya, sebuah tas putih milik wanita yang dia temui sebelumnya masih tergeletak di sana.
Setelah menghabiskan winenya, Yo-han berdiri dan membuka sebuah brankas tersembunyi di dalam lemari pakaiannya.
Ia mengeluarkan secarik dokumen tua yang bertuliskan "HASIL TES DNA."
Disana tertulis jelas namanya sendiri dan nama Yeon Janghwa dengan kecocokan DNA mencapai 99,99%.
Yo-han duduk perlahan di sofa sambil menatap kertas itu dalam diam. Tak seorang pun tahu kebenarannya bahwa dirinya bukan sekadar bawahan keluarga Gyeomryeon. Melainkan darah daging asli Yeon Janghwa.
Bahkan sang kepala keluarga itupun tidak mengetahui kenyataan yang sebenarnya.
Yo-han tahu dirinya akan langsung dibunuh jika rahasia ini terbongkar. Persaingan di keluarga ini terlalu sengit, bahkan seorang kakak tidak segan untuk menjebak adiknya hingga masuk penjara hanya untuk mengamankan posisinya.
Tatapan Yo-han perlahan berubah gelap.
“Ketika waktunya tiba… Aku akan mengejutkan kalian semua.”
“Siapa yang ingin kau kejutkan?”
Sebuah suara tiba-tiba terdengar dari belakang. Mata Yo-han langsung membesar.
Refleks, ia buru-buru menyembunyikan dokumen itu ke dalam tas putih milik Yerin yang berada di sampingnya.
Ia kemudian berdiri cepat.
Ternyata yang masuk tanpa izin adalah Yeon Minjoon.
Yo-han langsung menundukkan kepalanya dengan hormat. “Tuan Muda Kedua.”
Minjoon tersenyum tipis sambil melangkah masuk, matanya yang tajam diam-diam memperhatikan gerakan Yo-han barusan.
Ia melihat kearah sofa, tepatnya sebuah tas wanita berwarna putih.
"Tas wanita?” Alisnya sedikit terangkat. Ia terkekeh kecil. “Apa kau punya pacar sekarang? Jujur saja, menurutku kau tidak cocok menjalin hubungan dengan siapapun."
Pria itu berjalan mendekati sofa dengan santai sebelum mengulurkan tangan hendak mengambil tas itu.
Namun—
CKLEP.
Tangannya langsung dicengkeram kuat oleh Yo-han.
Ruangan mendadak sunyi. Yo-han menundukkan kepala cepat. “Tuan Muda Kedua…”
Minjoon menatap tangan yang mencengkeram pergelangannya. Lalu perlahan tersenyum lebih lebar. Senyum yang justru terasa semakin menyeramkan.
“Oke... Aku tidak akan menyentuh barang milikmu.”
Yo-han langsung melepas tangannya dan buru-buru menunduk lebih dalam.
“Maafkan saya.”
Minjoon terkekeh pelan. Namun detik berikutnya—
BUGH!
Lututnya menghantam perut Yo-han dengan brutal yang membuat tubuh pria itu langsung tersungkur ke lantai.
“UGH—!”
Belum selesai sampai disana—
BUKH!
Tendangan keras menghantam wajahnya. Darah langsung memercik ke lantai.
Minjoon yang biasanya selalu terlihat santai kini berubah seperti binatang buas.
“Dasar sampah…”
BUKH!
“Berani menyentuhku?”
BUGH!
“Kau mulai lupa diri?”
BUGH!
Tendangan demi tendangan terus menghantam tubuh Yo-han tanpa ampun.
Perut, rusuk, hingga wajahnya tak luput menjadi samsak daging pria yang selalu terlihat ramah itu.
Darah mulai menetes dari sudut bibirnya. Namun Yo-han sama sekali tidak melawan. Tidak mengangkat tangan. Tidak membalas.
Ia hanya diam menerima semuanya seperti samsak hidup karena ia tahu ia tidak bisa melawan, setidaknya ini bukan waktu yang tepat untuk melawan....
Minjoon mencengkeram kerah bajunya lalu mengangkat tubuhnya secara paksa. Napasnya sedikit memburu, tatapan matanya benar-benar dipenuhi kegilaan.
“Aku benci caramu diperlakukan ayah. Semua orang memujimu. Semua orang takut padamu. Apa kau mulai lupa kedudukanmu hanya karena perlakuan orang-orang rendahan itu?”
Tangannya mencengkeram semakin kuat. “Kau tidak lebih dari anjing pemburu keluarga Gyeomryeon. Jadi tundukkan wajahmu dan makan tulangmu ketika aku menyuruhmu.”
Tatapan mereka bertemu sangat dekat.
“Kau mengerti?”
Darah menetes dari dagu Yo-han ke lantai. “Saya mengerti.”
Hening.
Beberapa detik kemudian—
Minjoon akhirnya melepaskannya. Yo-han yang sudah dilepaskan kembali bangkit dan merapikan pakaiannya seolah tidak terjadi apa-apa.
Minjoon meliriknya dan terkekeh. "Itu baru sikap anjing yang patuh."
Senyum lembutnya mulai muncul kembali di wajahnya yang dipenuhi bercak darah. “Mulai sekarang kau akan menuruti perintahku. Terus awasi Taeguk dengan benar. Kau mengerti?”
Yo-han mengangguk paham.
Minjoon terkekeh. "Ikuti aku, aku punya tugas untukmu."
Yo-han tidak punya pilihan selain mengikuti langkah pria itu.
Wajahnya penuh lebam dan darah namun ekspresinya tetap dingin. Ia mengusap darah di bibirnya dengan tangan, dan saat itu juga matanya berubah saat melihat punggung Minjoon.
Bukan kepatuhan, bukan ketakutan, melainkan dendam yang begitu gelap dan dalam.
Dendam yang selama ini ia sembunyikan dengan sangat sempurna untuk menyiapkan satu bom besar yang akan mengguncang seluruh keluarga mafia itu.
....
Keesokan paginya, Yerin sudah berangkat bahkan sebelum matahari benar-benar naik.
Ia sengaja pergi lebih awal untuk menghindari kemarahan ayahnya di meja makan. Ia tahu jika berita dirinya yang mengikuti kencan buta pasti sudah sampai ke telinga ayahnya.
Jadi Yerin memilih kabur daripada mendengar omelan yang tidak ada habisnya.
Namun begitu turun di depan gedung Seorin Fashion, langkahnya langsung berhenti.
"Hah... Apa lagi sekarang?"
Di depan pintu masuk, Cha Minhyuk berdiri diaana sambil membawa buket bunga mawar.
Yerin langsung menutup mata lelah. "Lolos kandang singa masuk kandang buaya..." gumamnya.
Begitu melihat Yerin, wajah Minhyuk langsung cerah.
“Yerin!” sapanya.
Namun Yerin bahkan tidak menjawab. Ia terus berjalan melewatinya seolah pria itu hanyalah sebuah pohon bonsai.
Minhyuk buru-buru mengejar di belakang.
“Dengar dulu… aku benar-benar minta maaf soal sebelumnya. Aku seharusnya membicarakan acara lamaran itu denganmu dulu sebelum memutuskannya.”
Ia terus bicara sambil mengikuti langkah Yerin.
“Aku hanya terlalu bersemangat. Aku ingin semuanya sempurna untukmu. Tapi ternyata caraku salah. Jadi jangan bersikap seperti ini..."
Yerin masih tetap diam, langkahnya dingin dan cepat.
"Yerin, aku mencintaimu lebih dari apapun. Dan aku tahu kau juga masih mencintaiku!"
Yerin tiba-tiba berhenti yang membuat Minhyuk langsung tersenyum lega.
“Aku tahu kau tidak mungkin marah selamanya. Aku paling mengenalmu.”
Ia mengulurkan bunga itu sambil tersenyum manis. “Apa sekarang kita baikan?”
Yerin menatap bunga itu beberapa detik lalu menerimanya tanpa bicara.
Minhyuk makin senang.
Namun detik berikutnya—
PLAK!
Buket bunga itu langsung menghantam wajahnya dengan keras.
Kelopak bunga beterbangan ke udara seperti musim gugur yang indah.
Suasana mendadak sunyi. Beberapa pegawai yang lewat langsung membeku.
Minhyuk menatap tidak percaya. "Yerin... Apa yang—"
“Aku rasa kau tidak mengerti maksudku. Biar aku ulangi, hubungan kita berakhir di sini. Jadi jangan pernah muncul di hadapanku lagi.”
Yerin berbalik hendak pergi namun wajah Minhyuk langsung berubah penuh amarah.
“Seo Yerin!” teriaknya sambil mencengkeram pergelangan tangan Yerin dengan kasar.
Yerin langsung memberontak.
“Lepaskan!”
Tarikan itu membuat tubuhnya hampir kehilangan keseimbangan. Ia hampir jatuhnya, namun tiba-tiba ada seseorang yang menahan bahunya dari belakang.
Yerin tersentak lalu menoleh dan mendapati seorang pria tinggi berdiri di belakangnya. Wajahnya tampan dan rapi. Kacamata tipis membuatnya terlihat elegan dan intelektual.
Pria itu adalah Lee Jeong-won, asisten sekaligus bawahan Yo-han.
biasa'a akan mengulangkan kejadian" sblm'a
keren crita'a
bagus alur'a... jgn smp gk lanjut ya thor
oowh... ternyata anak pungut yg menguasai dunia bawah calon'a yerin, gpp yg penting kuat smua
😂🤭
betul g yaa🤔
lanjuuut thor💪
aah inilah org yg akan menolong yerin, seorang dr dunia bawah