Tulisan di karya ini masih acak-acakan ya kak. ini karya pertama saya masih belum tahu antara puebi dll
kehidupan itu bagaikan impian, semuanya butuh perjuangan, kesedihan, penderitaan, keahagiaan semua sudah ada yg mengatur,
kita hidup harus mempunyai prinsip, jika prinsip sudah tidak ada, kegundahan akan menyelimuti, takdirku tak seberuntung mereka , kebhgiannku, masa masa bermainku,semuanya sudah di ramapas dan menghilang bersama kejadian yang menimpa org tuaku,
jika aku bisa memilih, aku akan memilih agar tidak di lahirkan ke dunia ini, tapi aku lercaya, di setiap penderitaan pasti akan ada kebahagiaan,
aku yakin roda akan berputar pada nasibku, saat ini hanya bersabar dan ikhlas yang aku terapkan
aku akan berusaha dan akan selalu berdoa
agar cahaya itu datang di kehidupanku
kepercayaan, adalah kekuatan yg sebenernya, aku percaya ini cobaan dari Tuhan, ikhlas ku menerima kenyataan
ikhlas ku menerima cobaan,
harapanku hanyalah tuhan berikan aku kesempatan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fiah MSI probolinggo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sebuah harapan
Pembicaraan mengenai kakek itu meminta sang cucu menikah pun selalu menjadi topik saat sarapan pagi, karena sekarang kakek dan cucu itu jaranga sekali bisa bersama, kecuali di pagi hari,
Suatu saat, saraoan.pagi itu juga tidak bisa lagi di hindari,
Akhirnya mereka sama-sama duduk di meja makan tanpa mengeluarkan kata sepatah pun,
Karena memang peraturan keluarga dulu kalau makan tanpa harus ada yang bicara akhirnya mereka selesai makan, saat sang cucu ingin melangkah kan kakinya, kakek itu menghetikannya kembali,
"tunggu"ucap sang kakek
"ada apa kek"ucap malas sang kakek,
"kapan kamu akan menyusul kakakmu menikah?"pertanyaan yang sudah sering kakek nya lontarkan,
"belum saatnya kek,"jawab pria itu dengan enggan,
"rumah ini sudah terlalu sepi saat kakakmu ikut kerumah suaminya kakek juga butuh teman dirumah yang bisa merawat kakek,"ucap kakek
"secepatnya saya akan mempertimbangkan keinginan kakek"ucap pasrah sang cucu,
Selalu itu yang menjadi pembahasan antara kakek dan cucu itu,
Tanpa basa-basi laki-laki itu melangkahkan kakinya yang jenjang, ya dia laki-laki terkaya, di negara itu, namanya terkenal bahkan sampai keluar negri, parasnya yang tampan, membuat semua wanita ingin memilikinya,
sayangnya dia sudah memiliki kekasih yang begitu ia cintai
Sampailah dia di depan gedung besar internasional,
dgn sigap semua pengawal berjajar pria itu langsung masuk dengan pengawal pribadi bisa di sebut asisten
"Lex.. kirim pengawal untuk mengawasi kakek,
dia pergi ke pedesaan tanpa membawa pengawal satu pun, aku khawatir,"ucap pria itu dengan sikap pongahnya,
tanpa membantah Alex melaksanakan tugas dari tuannya hanya anggukan kepala yang di tunjukkan
sampailah tuan muda itu di ruangannya,
dia bersandar sebentar di kursi kerjanya sambil memikirkan perkataan kakeknya dan berfikir dalam-dalam,
ia langsung mengambil handphone dan menelfon seseorang.
"hallo sayang"ucap seseorang di balik ponsel,
"ke kantorku sekarang"ucap pria itu,
hanya memberi perintah dan langsung mematikan ponsel nya, ya begitulah sifat tuan Adnan Khiar Kusuma,
orang yang bicara tanpa basa-basi meski kepada kekasihnya sekalipun
tak lama kemudian kekasih nya sudah tiba di kantor, orang-orang kantor tidak ada yang suka dengan sifat sombong dan angkuhnya kekasih boss nya itu,
gadis itu langsung membuka pintu tanpa mengetok pintu
"Sayang ada apa kamu menyuruhku kesini kangen ya...."ucap gadis itu,
(seraya merangkul Adnan dari belakang )
Adnan langsung melepaskan rangkulan itu dan memegang ke 2 tangan wanita itu.
"kamu benar-benar mencintaiku kan....."ucap Adnan
"ya tentulah sayang,"ucap wanita itu,
"kalau begitu kita menikah bulan ini"ucap Adnan tiba-tiba,
dengan kagetnya wanita itu melepaskan tangannya.
"apa!!! menikah...., kamu tidak serius kan sayang..."ucap wanita itu
"loh aku serius, kita sudah pacaran lebih dari satu tahun,terus apa salahnya kita menikah,"ucap Adnan, yamg merasa aneh dengan kekasihnya itu,
"aku belum siap sayang.... beri aku waktu untuk berfikir ya sayang.."ucap wanita itu,
merayu Adnan agar mau mengabulkan permintaanya
dengan penuh kasih sayang Adnan meng iyakan kemauan pacarnya itu, tiba-tiba suara pintu di ketok
"tok..tok...tok,..."
"masuk"
Alex masuk
"salam tuan, saatnya anda meeting tuan (seraya menganggukkan kepalanya,/hormat)
"baiklah antarkan nyonya Erika keluar dan pastikan dia selamat sampai kerumahnya,(seraya mencium kening kekasihnya)
" hati-hati di jalan"ucap Adnan,
"baik sayang"ucap wanita itu,
Erika pun berlalu dari ruangan Adnan, Adnan selalu menuruti kemauan Erika dalam segi apapun, tanpa terkecuali,membuat semua wanita iri padanya.
Sedangkan kakeknya sudah berada di pedesaan itu, beliau mengecek para pekerjanya dan menyapa mereka.
"bagaimana pekerjaan kalian tidak ada yang terganggu..??
"tidak ada pak malah kami senang,"ucap salah satu dari pekerja,
"pak Harun (seraya memanggil seseorang yang tidak begtu jauh )
"iya pak"ucap Harun,
"bagaimana para pekerja.....?"ucap sang kakek
"Alhamdulillah sudah bertambah banyak pak malah banyak yang masih gadis-gadis yang semangat bekerja,"ucap pak Harun, selaku pekerja di kebun teh itu,
"terutama yang di sebelah sana pak,"imbuh pak Harun,
"semangatnya luar biasa dan hasil kerjanya juga tidak mengecewakan,"lanjut Harun menilai Tania,
"Syukurlah kalo begitu pak Harun, beri mereka bonus buat yang giat bekerja agar tidak sia-sia semangat mereka,"ucap sang kakek,
"baik pak"ucap serius Pak Harun
tiba waktu istirahat
gadis yang tadi di tunjuk pak Harun ternyata adalah Nanda, yang lain istirahat, cuma Nanda yang masih bekerja pikirnya agar hasilnya banyak,
" Hai nak, tida istirahat dulu"ucap kakek itu, (sapa pak Khiar)
"ti..tidakk tuan... tidak apa-apa.."
"tapi tubuhmu butuh istirahat nak..".
"tidak apa-apa tuan sudah terbiasa saya begini,"
Nanda tidak tau kalau orang tua itu adalah pemilik perkebunan itu, dengan kaget nya Nanda melihat arah bapak itu
bapak itu memegang pipi Nanda seraya berkata
"ini kenapa kok lebam semua nak,??"
Nanda kaget dan bingung
"tidak apa-apa pak ini saya jatuh (berbohong )
"baiklah lebih hati-hati lagi ya...."
"baik pak terimakasih perhatiannya pak"
BERSAMBUNG