NovelToon NovelToon
The Legend Has A Risen

The Legend Has A Risen

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Lain / Fantasi / Light Novel
Popularitas:121k
Nilai: 5
Nama Author: felix ehe

Seorang siswa SMA kelas 1 bernama Felix Fortune atau dikenal sebagai Shadow di dunia maya yang dijuluki Bug sekker.
Dia meninggal karena tersetrum aliran listrik dan jiwa dia dipindahkan ke alam baka oleh sang suara misterius,Felix diberi kesempatan untuk hidup lagi tapi bukan di dunia nya melainkan didunia lain yang dipenuhi sihir dan pedang.
Felix menyetujui hal itu dan berkeinginan untuk bersantai tanpa terlibat masalah besar apapun di dunia itu,namun saat jiwa Felix sudah dipindahkan tanpa dia sadari kalau dunia yang dimaksud adalah dunia game OPEN RPG sebagai karakter nya sendiri yaitu Shadow knight yang melegenda, mau tidak mau Felix harus membuat para Sloven hidup damai juga tanpa gangguan manusia.
Perjalanan panjang sang legenda yang ditakuti oleh seluruh ras telah dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon felix ehe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ibu kota kerajaan Axtrasia..

"Aku bisa mengerti kenapa kalian waspada dengan ku." kedua tangan ku terangkat rendah, tidak bergerak dari sana "Atau saya?" Gaya bicara ku formal, pelan, tubuh ku mencoba untuk membungkuk agar wajah ku bisa sejajar dengan mereka.

Belati rapuh menunjuk lurus ke wajahku, tubuhnya gemetar dan berkeringat, wanita itu satu langkah di depan dari perempuan, gaun pelayan miliknya lusuh, ia menghalangi perempuan, satu tangan mencengkeram pergelangan perempuan itu dengan erat "Menjauhlah iblis," suaranya mendesis, tidak pernah meninggalkan tatapan ku

Perempuan itu ragu, akhirnya memegang lengan wanita tersebut dan menurunkannya. Dia tenang, tanpa ragu mulai berjalan maju, berhadapan dengan ku "Tolong berbicara dengan gaya yang kau suka saja."

Kedua tangan kembali turun, jari bersentuhan pelan menyesuaikan kerah pakaian ku, aku tersenyum dan akhirnya kembali tegak "Sungguh suatu kehormatan aku bisa mendapatkan kepercayaan dari seseorang yang terhormat."

"T.. Tuan Putri!"

"Tidak masalah, Sarah, aku tahu apa yang ku perbuat, fakta kita selamat karena.." mata perempuan itu menatap wajah ku, sebuah jeda sebelum dia melanjutkan "Bantuan orang ini, tidak bisa kita abaikan begitu saja."

"Perkenalkan, nama ku Rose. Dan untuk nama keluarga, kurasa kau sudah mengetahuinya." tubuh Rose stabil, perlahan mulai gemetar, nafasnya menjadi berat, ia keterus berusaha mempertahankan kontak mata denganku. Berkedip cukup lambat dari biasanya.

"Felix." aku tersenyum pada mereka, senyuman ramah.

Entah kenapa, setiap kali tersenyum ramah, tatapan wanita itu. Sarah, ia semakin tajam dan waspada, tangannya mencengkeram erat satu pergelangan Rose, sangat kontras dengan Rose. "Felix? Sungguh hal yang baik bisa berkenalan dengan mu. "

Sarah menarik tangan Rose, memaksa Rose untuk mundur dan menjaga jarak dengan ku. Ia masih mencengkeram belati itu dengan sekuat tenaga "Kusarankan kau untuk pergi sekarang juga dasar iblis, cukup dengan keramahan hati mu, pergi sekarang sebelum aku benar-benar membunuh mu."

"Kurasa.. Ada sedikit kesalahan pahaman disini?" aku mundur selangkah, ragu-ragu untuk melakukan pergerakan lanjut.

Rose hanya menghela nafas panjang, sempat melirik kearah Sarah dan akhirnya ia berbicara "Tidak pernah menyangka Dark Mage seperti mu, akan membantu kami. Kau pasti.. Punya suatu permintaan yang ingin dikatakan?"

"Dark Mage?"

Rose menatap ku bingung, alisnya terangkat "Kau Dark Mage bukan?"

Aku diam sejenak, akhirnya dengan cermat meraba setiap ujung pakaian ku sendiri, mencari apapun itu yang bermanfaat. Mungkin lambang? Mungkin juga suatu hal yang lain, tapi tidak ada yang menarik. Aku kembali menatap Rose "Maaf seperti apa ciri-ciri mereka?"

"Tidak ada ciri spesifik dari mereka, selain kemanapun mereka pergi, wajah mereka tertutup oleh jubah tapi yang pasti. Mereka melakukan kontrak dengan para iblis untuk menggunakan kekuatan kegelapan. Dan kau.."

"Oh maksudmu yang ini?" dengan santai, aku mengerahkan kembali bola gelap di atas telapak tangan ku, inti dari bola itu warnanya keunguan. Sesuatu kompleks dan mendalam, menyebar dari bola tersebut, melahap setiap partikel disekitarnya

"Sihir Kegelapan! Sekarang kau mau berpura-pura menjadi orang bodoh?! Dark Mage!!" suara Sarah meninggi, belati yang ada di tangannya, kapan saja bisa ia lempar, tapi akar-akar pohon, dari bawah tanah sudah menahan pergelangan Sarah, mencegahnya. Mata Sarah terbelalak, ia langsung menatap Rose "Tuan putri!"

"Kekuatan mu.. Ada yang aneh, ini.. Ini bukanlah kekuatan yang biasanya ku lihat." Rose mengabaikan apa yang dikatakan Sarah, matanya melebar dan terpana pada inti dari bola tersebut.

Aku diam sejenak, melirik ke kaki ku sendiri, tangan-tangan mencengkeram kaki ku disana, mereka membisikkan berbagai macam hal, kalimat yang tidak pernah bisa dimengerti tapi aku mengerti.

"Ini kekuatan ku sendiri." salah satu yang mereka bisikkan pada ku, itu lah kalimat yang selalu mereka tekankan.

Fokus Rose hancur, matanya berkedip cepat. Sekarang ia menatap wajahku, raut wajahnya menjadi gelap, tatapannya lebih intens  "Apa maksud mu?"

Suara Rose rasanya menjadi terpecah, ada sesuatu yang lain datang, berlari kemari. Bukan hewan, bukan juga angin yang lewat "Tunggu sebentar." aku berbalik, menatap lurus kearah hutan "Bagaimana caranya membagikan kekuatan ku?"

"E.. Eh?" Rose tanpa sadar menoleh kearah yang sama, dia tidak berkutik dan akhirnya melanjutkan "Tarik sem.."

"Terlalu rumit." Rose menggelengkan kepalanya, ia pelan-pelan memegang ujung kain lengan ku, tangan Rose mengambil tangan Sarah

"Genggam seperti kumpulan pasir kasar, sebarkan."  cengkeraman Rose erat, Sarah mencoba untuk berbicara. Ia tidak sempat melakukannya, tangan ku sudah mengepal, terayun mengikuti udara.

"Itu mereka bos! Cepat!" teriakan terdengar dari antara rerumputan, sekelompok bandit, keluar dari dalam hutan, langkah mereka terhenti melihat tombak-tombak gelap, menusuk mayat-mayat dan menggantungnya

"A.. Apa-apaan ini." satu diantara mereka dengan zirah besi dan lambang suatu organisasi, ternganga, senjata yang ia genggam terjatuh ke tanah

Bandit-bandit tanpa pikir panjang berjalan, menyusuri daerah sekitar "Tombak itu.. Nampaknya ulah Dark Mage?" tanya yang lain.

Bandit dengan baju zirah itu menggigit bibirnya, ia langsung memukul salah satu dari mereka, membentak dengan nada tinggi "Cari kemana perginya mereka!! Kita tidak bisa kehilangan putri Axtrasia sekarang juga!"

******

"Ini aman. Kalau kita pergi lewat sini, kemana kita akan berakhir?" tangan ku menyingkirkan ranting-ranting pohon, memberikan pandangan lebih untuk Rose dan Sarah.

Sarah mengernyit, matanya menjelajahi lingkungan sekitar hutan, hingga akhirnya ia menjawab  "Landers, Ibu kota Axtrasia." perkataan Sarah padat, ia mengakhiri kalimatnya dengan mendengus dan menolak untuk menatap kearah ku

Rose masih bersembunyi di balik badan ku, satu gerakan canggung, aku memiringkan tubuh, cukup hingga aku bisa melihat Rose dari sudut mataku. Rose terengah-engah, tangannya gemetar hebat, mengepal di sisi dadanya

Lutut ku menekuk, menyentuh tanah, badan ku turun dan wajah ku cukup dekat dengan wajahnya "Maaf aku tidak menyangka itu akan berefek pada dirimu." kedua tangan ku ingin menyentuh, tapi terhenti di tengah, melambung di udara.

"Tidak apa-apa.. Bukan salah mu." Kepala Rose terangkat, senyum tipis tersungging diwajahnya, wajahnya berkeringat dan nafasnya pelan-pelan mulai terkendali.

"Keberatan jika aku menggendong mu?" pertanyaan itu, memicu sesuatu yang lebih tajam dari pisau, aku bisa merasakannya. Meskipun tidak ada senjata tajam yang tertunjuk padaku, seseorang ada yang menaruh amarah pada ku.

Rose mengangguk, menelan ludah dan berbisik "T.. Tentu."

Tangan ku menempel di sisi tubuh Rose, pelan-pelan mengangkatnya, menempelkan tubuhnya dengan dada ku "S.. Sarah, tolong pimpin jalan. Kau sebisa mungkin juga menekan kekuatan mu, akan terjadi masalah jika orang-orang menyadari mu." Rose menunjuk lurus kedepan, Sarah hanya mengangguk tanpa protes.

"Kalau kau sudah merasa lebih baik, secepatnya beri tahu padaku. Aku akan menurunkan mu."

Bersambung

1
Pembenci MC naif dan lemah
gelap
Pur Wani: bg inpokan cerita yg MC nya ga naif dan lemah
total 1 replies
Pembenci MC naif dan lemah
mantap
Ardi Provision
suruh rahasiakan sama perempuan ya gini deh, jangan bilang2 ya, sekampung pada tahu 😂😂😂😂🤣🤣🤣
Ardi Provision
di cangkul sekalian 😂😂😂😂
saran thoor pakai bahasa baku, dirampok kek
kakek sholeh
hhhhh
kakek sholeh
kek nama pejabat dpr
Muhamad Abdul Ghofur
karya luar biasa untuk aku yang gak buat novel
mmahsun.az
kapan up thor?
Djinn Samaora
noo my religion
farel Ramadhan
bjir lauhul Mahfud 😅
Askipシ︎
semangat thor, ntahlah mau komen apa gatau juga wkwk.. /Sweat/
pembacasetia
eehh jangan2 iblis yg mindahin jiwa tuh
ji ruxue
babi haram, membunuh gk dosa/Smile/
Mayang Sari
terpukaauuuu
๑ ̊ ·٭ᜊ яσυυ ̊ • ࿐
sugoii..
Nurul
Haya Bus
Nurul
preman exp ngak tuh😅
Buana Lukman
bagus
Nino Ndut
cape bacanya..kok kayak bocah alay begini mc nya yak
felix ehe: santai masi eipsode awal....mungkin?
total 1 replies
Felix Fortune
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!