NovelToon NovelToon
Lady In Waiting

Lady In Waiting

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:434.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: kumala Nainggolan

seandainya suara - suara semangat di ujung Telepon sana, bisa aku tukar dengan kata "Hallo " dari Ibuku,mungkin akulah wanita yang paling berbahagia didetik ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kumala Nainggolan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PIANO

#Flashback#

Dua tahun lalu , di Kota Tangerang , saat itu Meilin masih kelas Dua di Kejuruan Menengah.

Mel ? " sapa Seorang Pria bertubuh tinggi besar , tampak sedang bersantai duduk disofa pada ruang tamu rumahnya , yaitu Papinya Meilin , begitulah Meilin menyapa Pria tercintanya itu.

Pria tersebut memanggil Putri semata wayangnya itu , yang tidak jauh duduk dari sisinya.

Papi dan Mami akan pergi dalam beberapa Minggu ke Luar Negri . " Pria cinta pertamanya itu melanjutkan pembicaraan.

Baik Pi ." sahut Meilin datar.

Seperti biasa , Meilin akan mendekat ke arah pria tersebut , dan kemudian memijit kaki Papinya itu dengan pelan dan lembut.

Bagi Meilin ditinggal kedua Orang Tuanya berbulan - bulan tidaklah suatu hal yang mengherankan . Wanita berumur Lima belas tahun tersebut sudah terbiasa akan hal itu .

Bahkan ia pernah diungsikan kekampung halaman Neneknya disalah satu Kota di Sumatra Utara . Dan kemudian tinggal bersama dengan Neneknya disana . Namun sang pengasuhnya yang sudah bersamanya dari sejak dia lahir , pasti akan selalu ikut serta menemaninya . karena juga kebetulan sang pengasuhnya tersebut belum menikah . Dan tentunya masih bebas untuk berpergian kerja kemanapun tuannya mengajaknya.

Gimana dengan kemajuan  belajar Piano mu nak ? " tanya Papinya lagi.

Meilin pun kembali menggeser posisi tubuhnya .Yang tadinya diarah kaki Papinya , dan kini jadi lebih dekat pada pria tersebut. Lalu dengan manjanya bersender di Lengan Papinya itu.

Ouh ia Pi ,

Aku ikut lomba musik se Kota Tangerang . boleh kan pi ? aku sudah mendaftar disekolah . " Meilin berbicara sangat semangat , dengan mata penuh pancaran bahagia , tetapi tentu tetap dengan nada manja seperti biasanya , dan kemudian mengerucutkan bibir mungilnya.

Iyaaa khah...

Wauuuu....anak Papi luar biasa . Papi bangga Sekali nak . " sahut Pria berusia Enam Puluh tahunan itu dengan senyum , sambil mengusap puncak kepala Putri semata wayangnya tersebut dengan lembut.

Sebenarnya dari beberapa hari yang lalu Meilin ingin menyampaikan mengenai ini pada Papi dan mami . Tetapi Meilin tidak ingat terus , maaf pin Meilin ya Pi ." ucap Meilin lagi dengan nada bersalah.

Tidak apa sayang , seharusnya Mami dan Papi lah yang meminta maaf , karena hanya punya sedikit waktu bersama denganmu nak ." Jawabnya lagi , dengan nada penyesalan.

Apakah Mami sudah tau ? " tanya pria itu lagi.

Belum Pi . " sahut Meilin datar.

Baiklah tidak apa sayang , biar Papi nanti yang menyampaikan pada Mamimu ." ucap pria yang masih terlihat sangat gagah tersebut.

Mmmm... " Meilin mengangguk , melanjutkan kembali pijatannya pada kaki sang Ayah handa tercintanya itu.

Kalau begitu malam ini Meilin yang bermain Piano ya ! " seru pria tersebut , dengan semangat.

Papi ingin sekali menyaksikan Putri tersayang Papi bermain Piano , sebelum semua orang menyaksikannya ! " ucapnya lagi.

Oke..." sahut Meilin dengan semangatnya juga , sembari mengangkat kedua jempolnya.

Sudah menjadi kebiasaan bagi mereka sebelum beranjak kekamar masing - masing untuk beristirahat , pasti akan selalu bermain Piano dan bernyanyi . Dan hal itu mereka lakukan jika Papinya Meilin tidak pergi keluar kota atau Luar Negri.

Silahkan Nona Meilin ! " serunya sambil membentangkan kedua tangan nya , mengarah Meilin pada Piano yang terletak tidak jauh dari ruangan keluarga tersebut , tempat mereka bersantai sebelumnya.

Baiklah Tuan Albert , terima kasih . " sahut Meilin membungkukkan setengah tubuh nya , kemudian dengan anggun melangkah kearah Piano.

Lagu apa yang akan Nona Meilin nyanyikan ? " tanya pria tambun itu lagi , ketika mereka berdua sudah berada didekat Piano tersebut , seolah - olah mereka benar - benar sudah berada pada perlombaan Musik .

Saya akan menyanyikan lagu "yo te amo " Pak Albert . " sahut gadis remaja itu lagi , dengan percaya diri dan senyum manisnya.

Bolehkan saya mengiringi lagu anda , dengan petikan Gitar saya Nona Meilin ?" tanya Albert lagi , dengan tatapan mengarah pada Gitar buatan Portugal yang masih menempel ditembok , tepat diatas Piano tersebut , yang masih terbungkus rapi . Lalu kemudian kembali memandang pada anak satu - satunya tersebut.

Dengan senang hati Pak Albert . " sahut Meilin , dengan senyum merekah.

Albert pun mengambil Gitar yang menyangkut ditembok tersebut , yang masih terbungkus oleh pembungkus berwarna hitam.

Meilin kemudian menyalakan Piano ,

lalu menyetelnya sesuai lagu yang akan ia nyanyikan.

Kemudian dengan percaya diri , Meilin menekan Tuct demi Tust pada balok - balok Piano itu . Begitu juga dengan Albert , pria tersebut mulai memetik senar demi senar tali Gitarnya.

Siapa pun yang mendengar nada Piano Meilin , yang dipadu dengan suara Gitar Papinya itu , akan pasti berdecak kagum , terpesona.

*

jangan pelit ya,,untuk memberikan vote nya.

pliss berikan sedikit waktu anda para pembacaku untuk me like dan mengomentari juga , itu adalah dukungan untuk para penulis.

sedikit waktu untuk like dan mengomentari,menjadi penyemangat untuk ku

trimakacihhh***

1
Leita Rauli Silaban
Sorry thor. agak bingung dgn alur cerita yg lompat lompat. Mgkn krn sy krg cerdas🙏
Leita Rauli Silaban
thor..agak gerah nich.....bnyk yg kata" nya nggak pas penulisannya. cthnya Ipen. high hell
Leita Rauli Silaban
td meilin kyknya ke mesjid. kok hbs itu ada Jesus nya. bingung🤫🙄
Leita Rauli Silaban
lanjut thor. btw gaya bahasanya fibuat lbh nyanrai dong thor. nggak kyk ad jarak gitu.
rayo78
jeleknya aku tuh... klo akhir g happy end, gak bakal aky baca tor😩
Sarmini Ujianto
kok yg like mkn sedikit sih
Sarmini Ujianto
ternyata aku sdh pernh membc novel ini ingatny wkt meilin d bali cm cm satu sahbt dan g duka sm hp
Sarmini Ujianto
biar bs komunikasi mk meilin hrs punya hp catuh
Sarmini Ujianto
sabar thor
Sarmini Ujianto
bahasa apa itu thor
Ida Martinah
knp harus mati thor.......apa rwncanamu thor
neng toyib: terima kasih sudah mampir dan memberi komen dari sentuhan kakk😂😂😂

Belum punya rencana apapun kak.
masih menikmati rencana Yang Tuhan kasih.

Silahkan mampir dinovel qu yg lainnya kak, judulnya EGP. hanya itu yg bisa Up setiap hari. walau cuma sedikit.

big love for you my reader
total 1 replies
velishya
😭😭😭😭😭😭
maria sutriyana
awal cerita yang menarik
Herlina Bio
suka. lanjut thor
Vera😘uziezi❤️💋
Aqu datang dan mampir untuk menyimak dulu
ka ,el
suka
catarina
bagus
nie rya
seru
najah robiah
begini dong novel, bukan hnya sekedar cerita, tp ada pesn yg terkandung. didalamnya
danu
banyak hal yg dipetik dr cerita ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!