NovelToon NovelToon
Bos Perkasa Mengejar Istri Nakal yang Kabur

Bos Perkasa Mengejar Istri Nakal yang Kabur

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Penyesalan Suami / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:228k
Nilai: 5
Nama Author: misshel

Demi terbebas dari tekanan Melia—ibunya, Olla memutuskan menikah dengan pria pilihan Melia bernama Alvin. Seorang pengusaha muda yang begitu kaku dan sombong.


Ia memberikan semuanya, agar di hari yang sama dia bisa melarikan diri dan hidup bebas.


Namun, kaburnya Olla setelah malam pertama, justru membawa petaka bagi Alvin Perkasa. Bagi Alvin, Olla adalah syarat mutlak agar dia bisa merebut kembali perusahaan warisan milik ibunya yang kini dikuasai oleh ayah dan kakak tirinya.

Bermacam cara Alvin lakukan, hingga akhirnya dia berhasil menemukan Olla, tetapi wanita itu justru selalu berhasil kabur setiap kali Alvin berusaha membawanya kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon misshel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabur Adventure Part 3: Musibah Yang Menyelamatkan

"Kosong, Pak!" lapor pria berbadan tegap yang baru masuk dan duduk di balik kemudi. Raut wajahnya terlihat ketakutan, tetapi dia segera mengambil ponsel untuk memeriksa alamat yang dibagikan oleh seseorang di partai.

"Sudah pasti di sini, kan?!" Alvin memandang berang sebuah rumah yang tampak kosong. Padahal ketika berangkat ke sini, dia ingin langsung meratakan tempat ini, ingin mencabik si Olla itu hingga lumpuh kalau bisa. Bahkan, Alvin membawa tongkat baseball kesayangannya, sudah dipoles hingga mengkilap.

Tapi sial sekali, ketika tiba di sini, baunya Olla saja dia tidak tercium sama sekali. Terpaksa Alvin menahan diri, jika tidak ... mereka akan ketahuan pernah kemari dan hanya akan membuat mangsa makin waspada, hingga akhirnya susah ditemukan.

Alvin menghitung jarak antara kedatangan Olla dengannya. Harusnya jarak mereka tiba tidak terlalu lama, tapi ini sudah hampir setengah jam tidak ada tanda-tanda munculnya ujung hidung wanita tesebut.

"Hei jawab!" bentak Alvin seraya menendang belakang kursi kemudi, tepat di bagian kepala.

"Saya sudah memastikan dengan pihak partai yang mempekerjakan Dokter Olla, Pak ... saya yakin sekali—"

"Tapi apa buktinya?!" Alvin makin geram sehingga langsung menempeleng kepala sopir sekaligus mata-matanya ini. "Kau sudah membuang waktuku, kau tau?!"

Pria bernama Sony itu menunduk, gemetar hingga nafasnya susah keluar, "Saya tidak bermaksud, Pak ... tapi, saya sungguh tidak salah baca atau salah lihat. Saya menemui orang partai itu secara langsung!"

"Bodoh!" sembur Alvin. Bisa-bisanya malah datang terang-terangan. "Kau tahu kan, kita siapa?"

"Maaf, Pak!" Sony sekali lagi menunduk dan memejamkan mata rapat-rapat. Dia yakin, dia tidak ketahuan, dan tidak salah baca. Dia melakukannya dengan mulus.

Alvin makin meradang hingga dia tidak bisa berkata-kata lagi. Ia mendengkuskan napas keras sampai Sony tidak berani bernapas.

"Biar saya tanya ke warga sekitar dulu, Pak!" Sony berusaha menenangkan bosnya. Perlahan dia turun, tanpa membuat suara sedikit pun.

Alvin hanya melirik sekilas Sony. Terserah saja mau melakukan apa, Alvin tidak peduli. Yang dia tahu, rumah itu kosong dan Olla masih tersangkut entah kemana. Sialan wanita itu!

Tak selang sepuluh menit, Sony datang dengan tangan dan tubuh makin gemetar. Dan Alvin tidak perlu bertanya untuk mengetahui apa hasilnya.

"Shiiiiiit!" Kakinya yang panjang kembali menerjang jok di depannya. Jika saja tidak malu, ingin rasanya Alvin menangis saking frustrasinya, tetapi baginya menangis adalah kelemahan.

Dia harus bagaimana untuk membuat ibunya tersenyum di surga? Wanita cantik kesayangannya itu pasti tersiksa melihat keserakahan suaminya dan ketidakberdayaan anak satu-satunya ini.

"Olla sialan! Dimana kamu sembunyi, brengsek!" geram Alvin.

"Tolong jangan umpat istri berharga anda, Pak," pinta Sony takut-takut. Wanita secantik itu kenapa di umpat begini, sayang bener.

Alvin mendelik kesal seraya memajukan tubuh ke depan. Ia meraih kerah baju Sony dan mengayunkan tinjunya.

Sony ketakutan hingga memejamkan matanya rapat.

Alvin berdesis marah dan menarik lagi tangannya. Haish ...!! Peruma juga menghajar Sony. Dia tahu, Sony sudah berusaha.

***

"Entah ini pilihan yang benar atau tidak, tapi rasanya terlalu berat bagiku!" Olla memijat lengannya yang sakit dan kaku, setelah semalam digunakan sebagai bantal. Dia tidur di bangku kayu panjang, digigit nyamuk hingga pipi dan kakinya banyak bekas merah juga barut akibat digaruk.

Mata Olla menatap kosong ke jalanan yang mulai ramai. Polisi juga entah pergi kemana. Sesekali ia menggosok hidungnya yang mampet. Rasanya dia akan terkena flu. Haish ... menyebalkan. Menyerah saja nggak sih? Kembali ke rumah dan menjadi ....

Olla langsung berdiri, membeliak dan dendam menyala lagi di matanya begitu ingat Alvin beserta kekejamannya. "Nggak! Nggak bisa begini!"

Tapi ... kalau nekat ke desa itu, dia masih akan di sini sampai entah kapan!

Olla terduduk lemas. "Ya ampun! Kenapa aku baru merasa nggak berdaya sekarang sih?" Ya, betapa lemahnya dia.

"Kenapa aku nggak kabur aja sih? Ngapain aku bengong di sini?" Olla berdiri dan mengikat rambutnya yang berantakan. Ia meraih tas dan memeriksa isinya. Memang ada gunting dan perlengkapan medis lain, yang akan ia gunakan untuk bekerja selama di desa. Ia hanya berjaga kalau membutuhkan alat tersebut nanti.

Olla bisa menunjukkan kalau dia dokter, hanya dia tidak punya surat tugas atau semacamnya. Lagipula, dia bisa ke sini karena bantuan seseorang di partai dan Vincent. Jadi ... karena terdesak dia terpaksa meminta bantuan Vincent—terpaksa sekali ya, ingat—walau dia benci pria itu setengah mati.

Pria itu memang punya pengetahuan yang bagus soal lowongan kerja, terkenal di kalangan dokter, tetapi pria itu selalu saja bersikap dingin dan tidak mudah. Olla malas berdekatan dengannya. Sumpah.

"Cih, dasar pria aneh!" maki Olla seraya membuang ludah. Meski dia tetap berterimakasih, tapi mumpung Vincent tidak melihat jadi tidak masalah meluapkan kekesalan.

"Ah, kebetulan—"

"Oo-oow!" Olla terhuyung mundur saking kagetnya saat seorang polisi muncul begitu saja di depannya. Polisi itu juga sama kagetnya dengan Olla.

"Ya ampun, Bu Dokter!" Polisi itu mengusap dadanya. "Ngagetin aja!"

"Bapak yang ngagetin!" bentak Olla seraya menguasai dirinya kembali. "Jadi saya boleh pergi, kan, Pak?"

Polisi itu tertawa kecil. "Boleh-boleh! Kami akan antar ke kota tujuan dengan selamat sebagai bentuk permintaan maaf!"

"Saya bisa naik bis, Pak ... nggak usah repot! Lagian saya nggak apa-apa—haatcing!"

Olla bersin sangat keras.

"Nah kan, Bu Dokter nggak usah sungkan. Sudah kewajiban kami untuk melindungi warga kami!" Polisi itu tersenyum seraya menyilakan Olla keluar.

Olla mendengkus tak suka. Tapi dia tetap berjalan keluar.

"Mari Bu Dokter." Polisi itu membukakan pintu segala, tersenyum seperti seorang sopir penjilat yang ada di film-film.

Olla menatap sekeliling. Polisi lain juga tersenyum.

Ya sudah sih, nggak mungkin Polisi berniat jahat padanya. Dia dokter. Pasti bisa melakukan sesuatu nanti. Tasnya penuh benda tajam. Em, maksudnya gunting tadi. Dia tidak punya pisau bedah, karena dia bukan dokter bedah.

Begitu Olla naik, polisi di luar sana langsung berbicara satu sama lain.

"Dia dokter dari partai P, yang kerja sama dengan pejabat di kota itu. Mengingat ada beberapa desa yang belum ada dokternya, jadi Dokter ini yang ngisi. Ya taulah, tahun depan kan pemilu. Jadi mereka sedang ambil hati agar banyak yang milih."

Olla mendengarnya dengan jelas sebab kaca mobil tidak tertutup sepenuhnya.

"Selain itu, aku khawatir dia bukan orang sembarangan, lalu menuntut balik karena salah tangkap. Lagian semalam agak menakutkan, kan? Kelihatannya dia bukan orang yang lemah dan menyerah gitu aja! Lihat semalam dia bahkan nggak merengek atau apa. Tidur saja tenang gitu, padahal dia orang kota!"

Olla tersenyum sinis. Jadi begini biar terlihat tangguh? Jadi apa sikapnya dulu membuatnya terlihat lemah? Ah, boleh dipraktekkan sikapnya yang ini. Tidak mengeluh, tidak merengek, dan tenang.

"Kita berangkat ya, Bu!"

Olla dan polisi itu saling pandang melalui kaca spion tengah. Mereka saling melempar senyum. Olla tersenyum licik, sementara polisi itu sedikit takut.

"Bapak tau kan, saya bisa melaporkan balik tindakan Bapak semalam?"

Polisi itu membeku. "Bu—"

"Tapi bisa saja tidak kalau Bapak mau bantu saya."

Keduanya saling pandang lagi. Lagi-lagi, senyum licik Olla keluar. Dan membuat polisi itu sedikit gemetar. Apa mau wanita ini?

1
YPermana
miss ini kapan dilanjut?? 🥺🥺🥺
Daniah Andini
astagaaa, aku sudah sejauh ini, ternyata Hiatus setahun lamanya?
ada apa dengan kak misshel?
tumben2an ini
Daniah Andini
POV Olla: pegang erat aku vin, jangan pernah lepaskan, kalau kamu melepasku aku yang akan mencengkerammu menemprlimu bagai lintah agar kamu tak mudah melepasku
Daniah Andini
panji semoga berusaha menyelamatkan nyawa ool
Daniah Andini
sukurin sajalah, habis keras kepala bgt
Daniah Andini
Andika tidak waras yah, Alvin bukannya anaknya, sedang Demian hanya anak bawaan
Daniah Andini
Karena tujuan pernikahannya dari awal sudah salah, Ola capek ke ibunya, Alvin untuk syarat mengambil harta warisan ibunya
Sofiyana Sofi
karyamu sungguh bagus banget thor,, dilanjutin aja ceritanya thor,, biar pembacanya senang,, semoga autor selalu sehat, dan dapat update terus ceritanya.. kami para pembaca selalu mengunggu karya² u thor.. lanjutin ya Thor agar tidak menggantung ceritanya.. satu² dulu yg diselesaikan ceritanya thor,,
Rita Tanti
Luar biasa
Ayachi
Thorrr, Lanjutin dong thorr karyanya yang ini, plisss, gantung bangettt😭 udah hmpir setahun loh thorrr karyanya ga up lgi, pliss thorr up lgi😭🙏🥺💞
Ayachi
Thorr udah setahun lohh😭 kenapa ga di lanjuttin?😭 Hubungan Olla dan Alvin Masi dalam kesalahpahaman, Alvin pikir Olla Masi ingin bebas sperti saat olla belum mencintainya dulu, TPI Alvin ga TW Olla udah ada rasa sama dia, teruss Olla pake lupa lgi taruhan yg dia buat sama Alvin mengenai Wika, jdinya Olla mikir Alvin ga butuh dia lgi... Waduhh stidaknya jangan gantungin disaat mereka hubungan mereka belum baik² sja dong thorrr 😭 mana Alvin Masi belum sadarkan diri lgi, dihh gantung banget... mana udah setahun lagi, ini beneran ga mw dilanjutkan Thorr?😭 ceritanya lebih menarik dari kisahnya Dinka jujur😭💞
Ayachi
sindrom Stockholm klo ga salah
Ayachi
ANJIRRttt sakit jiwa, gada hati. Rill udah gada hati, ga tau diri, ga tau malu lagi. HEYY! Andika is just Grace's driver! Cuma gelandangan yg di angkat derajatnya dan apa? bukannya bersyukur dan berterimakasih malah ngelunjak, membunuh, bahkan tanpa belas kasih menyiksa anak kandung hanya karena lahir dari wanita yg dia ambil harta dan nyawanya, udah gitu tiap peringatan kematian Grace malah berpesta pora. GILAAA Rill sih GILAA. Rumah sakit jiwa atau penjara harusnya tempatnya
Ayachi
Jelas Olla emosi pas tahu, Damian dan Andika dengan tega meracuni orang² di desa demi mempertahankan harta yg bukan milik mereka, entah gimana Olla bisa tahu
Ayachi
Jika di logika kan, Cinta tidak ada kaitannya dengan bisnis, bisnis yah bisnis itu hal material yg tidak bisa di hubungkan dengan perasaan pribadi seseorang yg bersifat privasi, dalam bisnis jika memakai perasaan tanpa melihat keuntungan yah bukan bisnis menguntungkan malah merugikan dan hanya orang bodoh yg melakukan bisnis tapi mau merugi.

Hanya karena wasiat harus memiliki pasangan baru dapat mewarisi bisnis tersebut, bukti nyata seperti buku nikah sudah cukup untuk memenuhi syarat. Hal seperti cinta tidak dapat dijadikan syarat karena sesungguhnya perasaan adalah suatu hal yg tak bisa di lihat, bisa dibuktikan tapi tetap tidak diketahui bukti tersebut tulus atau tidak.

Jadi, si tua Andika dan Damian kalian yg tidak memiliki perasaan dan hanya dibutakan harta harusnya lebih paham hal tersebut tapi malah sok² bijak/baik + sok tau menilai pernikahan seseorang demi mempertahankan yg bukan milik kalian. Sudah Jelas Tololnya + tak Tau malunya deh😏
Ayachi
Si Alvin mau sok²an kuat nahan gitu, emng Lo Cassanova, yg pro? Rasain tuh lemes dibuat olla
Ayachi
Oll, brani Skali kmu😭 Polisi loh itu yg kamu ancemm😭😭
'Nchie
ya kalian memang serasi. Olla Alvin ..sama di curangi keluarga sendiri
'Nchie
jangan metong dong Olla kasian Alvin...meskipun sama2 gilanya tapi kalian cocok😂
'Nchie
cerita Olla malah seru banyak ngakaknya...Sony . Sony ..kasian banget kamu 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!