Andara dan Indira adalah dua gadis kembar identik, namun memiliki sifat yang berbeda. Dimana Andara memiliki sifat mandiri, dan sangat cuek dan juga sering di cap sebagai wanita sombong dan tak tersentuh. Sedangkan sifat Indira begitu lembut membuat siapa pun pasti akan menyukainya, namun tidak dengan Kai Arshaka Sanjaya.
Kai adalah seorang laki-laki tampan yang selalu menjaga dua gadis kembar itu, namun siapa sangka Kai menyukai salah satu di antara dua gadis kembar tersebut. Bahkan Kai rela melakukan apapun demi mendapatkan sang pujaan hatinya.
Siapakah salah satu gadis kembar itu? Apakah Andira yang memiliki sifat lemah lembut? Atau Andara yang cuek? Penasaran! simak terus ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadisti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ternyata bukan dia
Kediaman Sanjaya.
Mobil yang di kemudikan oleh Dimas sudah tiba di kediaman Sanjaya, yang tak lain adalah tempat tinggal kedua orangtua, Kai. Kai menghela nafasnya kasar, ia menatap bangunan mewah yang bercat warna putih itu dari dalam mobil. Sudah lima tahun ia meninggalkan rumah mewah itu, dan rumah mewah itu sama sekali tidak berubah.
"Silahkan, bos." Ucap Dimas setelah ia membukakan pintu mobil untuk bos dinginnya itu.
Kai hanya menatap Dimas sekilas, kemudian ia pun segera turun dari dalam mobilnya. Kai mulai berjalan melangkahkan kedua kakinya memasuku rumah mewah tersebut, sementara Dimas, ia langsung membuka bagasi mobil bosnya, kemudian ia pun segera menurunkan koper milik bosnya, lalu berjalan mengekori sang bos memasuki rumah mewah itu.
"Selamat datang tuan muda, silahkan masuk." Sambut salah satu pelayan penuh hormat.
Kai hanya mengangguk, ia pun segera masuk dan berjalan menuju ruang keluarga. Cristy yang melihat kedatangan putra semata wayangnya pun langsung berhambur memeluk Kai, sementara Arga, hanya terdiam sambil menatap putranya dengan tajam, namun percayalah, Arga pun sama merindukan Kai seperti istri kesayangannya itu. Akan tetapi, Arga selalu menutupinya dengan tampangnya yang dingin.
"Sayang, kamu sudah sampai. Mama sangat merindukanmu, Kai." Ucap Cristy dalam pelukan putra semata wayangnya itu.
"Iya, mah. Aku juga sangat merindukan mama." Jawab Kai sambil membalas pelukan sang mama.
"Bagaimana kabar mama selama ini?" Tanya Kai setelah ia melepaskan pelukannya.
"Mama tidak baik-baik saja, karena mama selalu merindukan putra mama ini." Sahut Cristy sambil membawa Kai menuju sofa.
"Maafkan aku, mah. Aku... " Ucapan Kai tercekat di tenggorokannya.
"Sudahlah, Kai. Yang penting sekarang kamu sudah ada di sini dan berkumpul dengan kita lagi." Sela Cristy sambil menatap putranya lekat.
Arga yang sedari tadi melihat interaksi keduanya pun mulai mengeluarkan suaranya.
"Apa kalian tidak melihat keberadaanku?" Tanya Arga kesal, seolah-olah kehadirannya di abaikan oleh istri dan juga putranya itu.
"Siapa suruh papa tidak mengeluarkan suara." Ucap Kai sambil berjalan menghampiri papanya.
"Kamu ini, baru datang sudah bikin papa kesal." Seru Arga sambil menatap tajam putranya, kemudian memeluknya. "Kali ini papa maafin, tapi tidak dengan lain kali." Sambung Arga sambil melepaskan pelukannya.
"Tidak ada lain kali, pah. Lagian aku akan tinggal disini mulai sekarang." Sahut Kai membuat Arga dan juga Cristy bahagia.
"Baguslah. Papa pegang ucapanmu." Ucap Arga sembari menepuk pundak putranya itu.
Kai hanya mengangguk, ia kembali melangkahkan kedua kakinya menghampiri sang mama.
Kai menjatuhkan bokongnya di atas sofa, namun matanya terus menelisik ke sudut-sudut ruangan, seperti sedang mencari seseorang.
"Ada apa, Kai?" Tanya Cristy penasaran.
"Tidak ada apa-apa, mah." Jawab Kai sembari meraih minuman yang memang sudah di siapkan sebelum dirinya datang.
"Mama tahu, kamu pasti sedang mencari seseorang kan?" Ucap Cristy tepat sasaran.
"Ti,, tidak, mah. Mama salah tebak." Sahut Kai sedikit gugup.
Cristy tersenyum, ia sangat yakin jika putranya itu memang sedang mencari seseorang yang ia beritahukan melalui telpon tadi. "Tebakkan mama pasti benar. Kamu tenang saja, dia sedang berada di toilet. Mungkin sebentar lagi dia akan keluar." Ucap Cristy membuat Kai salah tingkah.
Kai tersenyum kaku, kemudian ia meletakan minumannya kembali di atas meja. Ia benar-benar merasa sangat gugup menantikan seseorang yang selalu ia rindukan selama ini.
Tidak lama kemudian seorang perempuan cantik berpenampilan feminim berjalan menghampiri dirinya dengan senyuman yang mengembang dari sudut bibir perempuan cantik itu.
Kai yang menyadari kehadiran perempuan cantik itu pun seketika mengembangkan senyumannya, namun ketika melihat perempuan cantik itu berdiri tepat di hadapannya, seketika senyuman manis yang tersungging dari sudut bibir Kai pun menghilang.
"Selamat datang Kai, maaf aku telat menyambutmu pulang." Ucap perempuan cantik itu dengan nada suaranya yang begitu lembut dan halus.
"Ternyata bukan dia." Batin Kai merasa sangat kecewa ketika harapannya tidak sesuai dengan kenyataannya.
Bersambung.