NovelToon NovelToon
Detektif Haezel

Detektif Haezel

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:258k
Nilai: 5
Nama Author: Bundew

"Apa gunanya kau menjadi seorang detektif, jika memecahkan kasus yang menimpa istrimu saja tidak bisa!"

Konflik batin serta rasa bersalah tak berhenti menghantui hidup Haezel setelah sebuah kasus pilu menimpa istri yang begitu Haezel cintai. Sekalipun pelakunya sudah tertangkap, namun Haezel masih merasakan kejanggalan tentang kasus istrinya dan merasa kalau otak dari semua kejahatan tersebut masih berkeliaran di sekitar Haezel.

Lalu siapa sebenarnya pelaku yang sudah merencanakan kejahatan pada istri Haezel? Dan apa motivasi pelaku yang sebenarnya?

Lalu mampukah Haezel mengungkap semua kebuntuan tersebut serta memulihkan depresi yang dialami sang istri tercinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HARMONIS

"Pak Ezel, ini kopinya!" Ujar Mayra seraya meletakkan cangkir kopi di atas meja bulat yang ada di teras rumah Aileen.

"Kok panggil pak lagi?" Protes Haezel yang sedang menggendong baby Latisha di halaman rumah seraya melihat Aileen yang sibuk menyirami bunga-bunga hias koleksinya.

"Memangnya mau dipanggil apa?" Tanya Aileen seraya menghentikan sejenak aktivitas menyiram bunga.

"Maunya Ezel saja. Tapi Mayra keberatan dan minta memanggil mas. Yaudah Ezel iyain."

"Eh, sekarang malah panggil Pak lagi."

"Ezel kan bukan bapak-bapak sejenis abang Cliff," Cerocos Haezel yang langsung membuat Aileen tergelak.

"Pak detektif!" Celetuk Aileen seraya geleng-geleng kepala, sebelum kemudian wanita itu melanjutkan kegiatannya.

Sedangkan Haezel lanjut menghampiri Mayra sambil masih menggendong baby Latisha.

"Jangan panggil pak lagi, ya! Aku jadi merasa tua," pesan Haezel sekali lagi pada Mayra.

"Memang sudah tua!" Sahut Aileen usil sambil terus menyirami bunga-bunganya.

"Apa, sih, Kak?" Sungut Haezel sedikit kesal pada sang kakak.

"Kamu lagi godain Mayra atau bagaimana, Ezel? Ingat umur!" Aileen kembali berceletuk seraya meledek sang adik.

"Iya ini ingat, kok! Haezel umur delapan belas tahun! Sama seperti Mayra!" Jawab Haezel enteng yang tentu saja langsung membuat Aileen tergelak serta Mayra yang kini menahan tawa

"Delapan belas tahun? Itu berapa tahun yang lalu, Haezel?" Ledek Aileen selanjutnya yang hanya diabaikan oleh Haezel. Kakak perempuan Haezel itu memang bawel dan gemar meledek.

"Ngomong-ngomong, jangan panggil pak lagi mulai sekarang, May!" Pesan Haezel sekali lagi pada Mayra.

"Iya, Pak-"

"Eh, Mas! Maaf!" Koreksi Mayra cepat sedikit malu-malu.

"Coba diulangi!" Titah Haezel yanh masih menimang-nimang baby Latisha yang sibuk mengunyah jemari mungilnya. Dasar bayi!

"Mas Ezel," ucao Mayra lirih dan malu-malu.

"Apa? Nggak kedengeran, May! Lebih keras!" Titah Haezel lagi.

"Mas Ezel!" Mayra sedikit mengeraskan suaranya. Dan bibir Haezel langsung melengkungkan sebuah senyuman.

"Begitu, dong!" Ujar Haezel merasa puas.

"May masuk dulu, Mas! Nanti diomeli budhe kalau kelamaan disini," pamit Mayra selanjutnya seraya berlalu dari teras dan kembali masuk ke dalam meninggalkan Haezel serta baby Latisha.

"Ayo duduk dulu!" Haezel mengajak Mayra untuk duduk di kursi teras, lalu pria dua puluh empat tahun tersebut mengambil cangkir kopi yang tadi dibawakan Mayra. Haezel menghirup aromanya sebentar sebelum mulai menyesap kopi yang masih mengepulkan asap tersebut.

"Jangan, Sayang! Panas!" Haezel menjauhkan cangkir kopinya dengan cepat saat tangan mungil Baby Latisha hendak meraihnya.

Disaat bersamaan, mobil Abang Cliff yang merupakan suami Aileen, sudah tiba di halaman rumah.

"Sore!" Sapa abang Cliff pada Aileen yang langsung menyambutnya, serta pada Haezel yang tetap duduk di kursi dan memangku Baby Latisha.

"Kau terlambat sepuluh menit!" Ujar Aileen pada sang suami, sebelum wanita itu masuk ke dalam rumah membawa tas kerja Cliff.

"Kau akan minta Haezel menyelidiki aku pergi kemana selama sepuluh menit?" Tanya Cliff sedikit berseru dan ternyata sama sekali tak dihiraukan oleh Aileen.

"Dia masih posesif?" Tebak Haezel seraya menyambut sang abang ipar.

"Ya! Juga bawel dan cerewet," lapor Cliff yang sudah langsung mengambil Baby Latisha dari pangkuan Haezel, lalu menciumi putrinya tersebut dengan gemas.

"Salah sendiri mau menikahi si cerewet itu!" Ledek Haezel pada sang kakak ipar.

"Hei! Dia kakakmu! Dan kau selalu saja mencercanya," Cliff geleng-geleng kepala.

"Kami memang tak pernah akur sejak dulu," ujar Haezel blak-blakan.

"Siapa yang tak pernah akur?" Tanya Aileen yang sudah keluar lagi dari rumah seraya membawa secangkir kopi untuk Cliff.

"Kita berdua, Kak!" Jawab Haezel jujur.

"Kau itu yang selalu mengajakku berdebat!" Sungut Aileen yang hendak mengambil baby Latisha dari pangkuan Cliff. Namun dengan cepat disentak oleh sang suami.

"Kau jadinya cuti berapa hari, Ezel?" Cliff memilih untuk mengalihkan pembicaraan.

"Satu pekan! Dan Ezel akan menghabiskannya disini agar Mami dan Papi bisa berduaan di rumah," jawab

Haezel panjang lebar.

"Agar bisa godain Mayra juga pasti!" Cibir Aileen sok tahu.

"Mayra? Bukannya Haezel sudah punya pacar si Cheryl?" Cliff menatap bingung pada Aileen dan Haezel.

"Tidak usah menyebut namanya lagi, Cliff! Ezel sudah putus dengan Cheryl!" Sergah Aileen cepat.

"Putus? Kenapa bisa?" Tanya Cliff bingung.

"Tidak usah membahasnya, Bang!" Sergah Haezel cepat seraya kembali menyesap kopinya.

"Ck! Terlalu manis!" Gerutu Haezel yang sudah bangkit berdiri dan membawa serta cangkir kopinya.

"Mayra tadi menaruh berapa kilo gula." Haezel masih tak berhenti menggerutu hingga pria itu menghilang ke dalam rumah dan sepertinya hendak ke dapur untuk menginterogasi Mayra.

Modus sekali!

"Kenapa Ezel dan Cheryl putus? Kau belum cerita kepadaku, Sayang!" Tanya Cliff sekali lagi pada Aileen.

"Kau terlalu banyak bekerja, Cliff!" Jawab Aileen tidak nyambung.

"Iya makanya kamu cerita ke aku, kenaoa Haezel bisa sampai putus dengan Cheryl. Aku pikir mereka udah mau nikah," ujar Cliff lagi seraya memeriksa wajah Aileen lebih dekat dan sedikit mengusap-usap pipi istrinya tersebut.

"Auw! Sakit!" Protes Aileen menyalak pada Cliff.

"Kau jerawatan," Cliff memberitahu dan Aileen langsung merengut.

"Hormon! Tamu bulanan mau datang!" Sungut Aileen pada sang suami yang malah terkekeh.

"Jadi kenapa Ezel bisa putus dengan Cheryl?" Cliff mengulangi pertanyaannya lagi.

"Papanya Cheryl adalah tersangka utama dari kasus yang kemarin Haezel tangani. Cheryl merasa tak terima karena Haezel sudah menjebloskan papanya ke penjara. Jadi mereka putus," cerita Aileen seraya mengendikkan kedua bahunya.

"Kasus yang mana?" Tanya Cliff penasaran.

"Yang pria gay dan sslalu lolos dari jeratan hukum itu. Rernyata selama ini Papanya Cheryl yang mem-back up karena-"

"Papanya Cheryl gay juga?" Tebak Cliff sik tahu."

"Aku tak tahu soal itu. Ezel tidak cerita detail," jawab Aileen yang enggan bercerita lebih jauh lagi.

"Mungkin juga Cheryl memang bukan jodohnya Ezel," ujar Aileen selanjutnya berpendapat.

"Tapi kau jodohku, kan?" Tanya Cliff mengalihkan pembicaraan secara tiba-tiba.

"Kumat bucinnya!" Cibir Aileen pada sang suami.

"Biarin ya, Latisha! Nanti biar Latisha cepat punya adik lagi," Cliff mengerling nakal pada Aileen seolah memberikan kode.

"Ish! Latisha masih kecil juga!" Aileen refleks mencubit lengan Cliff dan pasangan suami istri itu kembali bercengkerama di teras rumah.

Semua pemandangan itu tentu saja tak luput dari pandangan Haezel yang hanya langsung mengulas senyum melohat keharmonisan keluarga sang kakak. Semoga kelak Haezel kuga bisa membangun keluarga seharmonis itu bersama gadis yang ia cintai.

.

.

.

Terima kasih yang sudah mampir.

Jangan lupa like biar othornya bahagia.

1
Siti patma
Dari semua novelmu thor laki2 dan perempuanya memiliki jiwa yang besar dan hati seluas samudera
Siti patma
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Puspita Sari
wkwkwkkwk . bener kan dugaan ku othornya hadehh bikin nyesek
Puspita Sari
ih ceritanya kok malah dibuat gini sih ..udh Mayra diperkosa ini malah si ezel dibikin bercinta sama Cheryl trs nti dibikin lah anak Mayra ternyata bukan anak ezel eh malah Cheryl hamil anak ezel gtu kah ...AQ baru baca nih cerita
yuiwnye
sptnya Randu,,,,😎🤔
yuiwnye
sptnya ada kata² yg didengar may ttg ezel waktu diperkokos ya Thor 😎
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
MSKI DITENGAH CERITANYA ADA TRAGEDI, NMUN ENDINGNYA HEPI. JDI TRHIBUR BANGET BACA CERITANYA..
Sulaiman Efendy
ANAK KANDUNG BERAT LO TRIMA, ANAK PERKOSAAN MLH LO YAKINI ANAK KANDUNG LOO
Sulaiman Efendy
MLAH CHARLOTE YG MMG ANAK KANDUNG HAEZ, BKNNYA ZELYRA...
Sulaiman Efendy
HRSNYA SAMA, CMA HAEZ TKUT KCEWA JIKA HSIL DNA ZELYRA MNGATAKN BUKAN ANAKNYA, MKANYA HAEZ GK MAU MLAKUKAN DNA..
Sulaiman Efendy
BALASAN SETIMPAL BUAT REYNOLD..
Sulaiman Efendy
DIMUTILASI SAMA CHERYL
Sulaiman Efendy
BRRTI ZELYRA MMG BUKAN BENIH HAEZ, WKTU HAEZ KBABLASAN SBLM TRAGEDI, BSA JDI BENIH HAEZ BLM JDI, MLH BENIH REY DN BENIH PARA PMRKOSA YG JDI..
Sulaiman Efendy
CHARLOTE ANAK HAEZEL DGN CHERYL INSIDEN HAEZ DIJEBAK..
Sulaiman Efendy
PNASARAN, ZELYRA BENIH HAEZ ATAU BENIH REY DN BENIH CAMPUR2 PARA PMERKOSA MAYRA.. GK DIJELASIN, DN DICERITA RANDU & LEA JUGA GK DIJELASIN
Sulaiman Efendy
REYNOLD DI BUNUH DN DIMUTILASI OLEH CHERYL..
Sulaiman Efendy
TAPI ITU BNIH HAEZ ATAU PMERKOSA, HRSNYA OTHOR JELASIN BIAR READER GK PNASARAN..
Sulaiman Efendy
HAMIL TU MAYRA, KIRA2 BENIH HAZEL ATAU BENIH PARA PEMERKOSA..
Sulaiman Efendy
APA SI REY JUGA IKUT MNIKMATI TUBUH MAYRA...???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!