NovelToon NovelToon
Polisi Bucin

Polisi Bucin

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:41.6k
Nilai: 5
Nama Author: Novi Artikasari

Bagaimana bisa dia yang aku sayang malah menghujamkan sebilah belati tajam atas nama perpisahan?

Padahal selama kami bersama, aku sudah tulus menyerahkan seluruh jiwa dan raga tanpa adanya pergulatan pikiran dan perasaan.

Jadi, sudah pasti ... bahwa aku akan bertahan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi Artikasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 2

Sebagai orang baru di kota ini, tak banyak yang aku tahu. Oleh karena itu, aku memutuskan untuk menyewa sebuah rumah yang terletak tidak jauh dari kantorku.

Kalian tahu?

Tuhan memang Maha Bijak, mengatur semua alur dalam hidup setiap hamba-Nya sesuai dengan harapan kalbu. Satu minggu bertugas di kota ini cukup membuatku sadar bahwa aku adalah manusia yang paling beruntung sedunia halu.

Kenapa bisa begitu?

Akan kuberitahu!

Sore itu aku bertamu ke rumah Pak Haji--pemilik rumah kontrakan yang aku sewa. Tentu saja aku mempunyai beberapa tujuan, sehingga memutuskan untuk menemuinya. Kebetulan beliau juga sedang berada di kediamannya.

"Begini, Pak ... saya masih bingung tentang pembayaran listrik dan airnya," ungkapku setelah Pak Haji menanyakan--hajat apa yang membawaku bertamu ke rumahnya.

"Listrik dan air itu ... satu rekening dengan rumah sebelah, Huda. Kamu bisa menanyakannya kepada mereka. Ada tiga orang mahasiswi yang tinggal di sana," jelas lelaki paruh baya itu dalam sekali tarikan nyawa.

Tolong, jangan dipraktikkan, ya!

Aku tentu saja menanggapinya dengan senyuman, sebelum akhirnya bertanya, "Maksudnya ... rumah yang terletak tepat di belakang tempat tinggal saya, Pak?"

Beliau hanya mengangguk, lalu beranjak dari peraduannya. Aku sedikit bingung, kenapa ia meninggalkanku begitu saja?

"Hira ... Almahira ...!" serunya kemudian, setelah tubuhnya berdiri sempurna di teras rumahnya. Sepertinya ia sedang memanggil salah satu penyewa rumah, yang ia maksud sebelumnya.

Beberapa detik kemudian, bisa kudengar suara seorang gadis--merdu sekali--di telinga. "Iya, Pak Haji ... ada apa?" tanya gadis itu ketika tubuhnya menyembul dari pintu rumah berlantai dua. Aku bisa melihatnya samar-samar dari balik jendela.

"Oh, Rona!"

DEG

RONA ...? Hatiku bergetar seketika mendengar namanya. Apakah dia Rona yang aku cinta?

"Almahira kemana?" Pak Haji masih saja kekeuh menanyakan nama orang yang pertama dipanggilnya.

"Kak Hira sedang pergi, Pak Haji. Sedangkan Lika ... dia sedang menerima tamu di dalam."

Kuharap gadis ini memanglah Rona yang biasa melintas di depan Polresta. Jika benar adanya, maka ... Tuhan memang sedang mengulurkan tangan-Nya.

"Ya, sudah ... kamu aja yang ke sini. Ada tetangga baru yang menempati rumah depan." Pak Haji lantas masuk kembali dan duduk di sofa yang tadi ditempatinya.

"Sebentar ya, Huda. Nanti Rona akan menjelaskannya padamu." Aku merespon beliau dengan anggukan kepala.

...***...

Beberapa menit kemudian

"Assalamu'alaikum ...," tutur gadis itu di saat tubuh idealnya memasuki mulut pintu.

"Wa'alaikumsalam ...." Pak Haji dan Aku kompak sekali menjawab salamnya dalam satu waktu.

DEG DEG DEG

MasyaAllah!

Dia memang gadis yang memenuhi isi kepala dan hatiku dalam satu minggu. Satu minggu pertama yang cukup mampu membuat jantungku menciptakan detakan merdu.

"Rona ... perkenalkan ini Huda. Tetangga baru yang bapak bilang tadi sama kamu," ucap Pak Haji ketika gadis berpipi bening itu duduk sempurna--tepat di hadapanku.

Sungguh, aku tak bisa menafikan pesonanya. Dia benar-benar memiliki kecantikan yang luar biasa. Apalagi, ketika memandangnya dalam jarak pandang seintim rasa.

Oh, Rona!

Ia tersenyum padaku sekaligus mengedikkan dagu tumpulnya yang berbelah itu--tanda penghormatan. Kutangkap senyumannya dalam bayangan tangan, lalu mendekapnya ke dalam pelukan.

Aaaah, sepertinya tubuhku sedang melayang!

Tentu saja, aku juga melakukan hal yang sepadan. Membalas senyumannya dan memadukan pandangan.

"Sudah kerja atau masih kuliah, Mas?" tanyanya padaku kemudian.

Aku agak terkesiap, karena sebelumnya masih tenggelam dalam senyuman bodoh yang hampir saja membawaku dalam kondisi yang memalukan.

"Ehm ... saya ... saya masih kuliah, Mbak."

Bohong!

Aku sedang menipunya. Kenapa?

Lain waktu akan kuberitahu alasannya.

"Oh, dimana? Semester berapa?" Ternyata ia masih melanjutkan interogasinya.

Sebenarnya aku ingin terpingkal-pingkal ketika melihat wajah seriusnya. Namun, tentu saja aku menahannya di dalam sana. "Di Universitas Negeri dekat sini, fakultas ekonomi, semester tiga."

"Oh, berarti kita satu universitas dong." Dia tersenyum lebar, menampilkan ekspresi wajah yang sanggup meluluhkan jiwa para pria. "Tapi ... fakultas kita beda."

Aduuuh, barisan gigi putihnya itu!

Aku sampai melupakan satu hal--jika Pak Haji masih duduk anteng di sana. Namun, sepertinya beliau tidak masalah menjadi racun nyamuk bagi kami berdua.

Haha!

Setelah itu, Pak Haji menimpali dengan beberapa kata. Meminta Rona untuk menjelaskan sesuatu yang ingin aku ketahui sebelumnya. Gadis itu pun menjelaskan bagaimana sistem pembayarannya.

Aku bahkan tak peduli dengan apa yang ia sampaikan. Pandanganku hanya fokus pada ekspresi dan gaya bicaranya yang begitu tegas dan memukau hingga sukses menambat perasaan.

1
sapar ajh
sumpah gak jela bet dah endingnya
NA_SaRi: terima kasih sudah baca kakak🙏
total 1 replies
Yu Gina
Pemilihan kata yang epic
NA_SaRi: terima kasih kak🙏
selamat membaca
total 1 replies
MissHaluuu ❤🔚 "NingFitri"
ahhh gak jdi baca deh.. soalx endingx gak sesuai harapan. gak happy ending 😫
NA_SaRi: eaaak semangat move on ya
total 13 replies
Machan
wes, kek gitu aja.
bang heru ... sun dulu lah😘

lanjutin shara dong, mak. gua masih pinisirin ma tuh pangeran silimin.😜😂
NA_SaRi: eaaaaaa
total 7 replies
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Ternyata.... kita masih sama 😂
Gak bisa bikin novel panjang 🤣🤣🤣
NA_SaRi: mau dong, tp kok eke ketagihan ngopas ya
total 7 replies
Machan
bang huda ... gua gak komen apa" lah
NA_SaRi: abang mau pamit, neng
udh abis tabungan bab abang🤣🤣🤣
total 1 replies
Machan
yang rajin, nyonya. cus, lanjut yang baru
NA_SaRi: ogah, Mak
Capek bikin judul baru
total 1 replies
ᏗᏝᎥᎮᏋᎴᏋ
Romannya mau abis😂
NA_SaRi: Hooh🤧
lanjut ngopas aufar🤣
total 1 replies
Machan
paling panjang berapa ratus kata ini, mak?
NA_SaRi: tergantung masing2 sih mak🤭🤗🤗
total 3 replies
Lady Meilina (Meilina07.)
wih baru nih Kak 😍😍
KOwKen
sugoi lu. bisa up segini bnyk tiap ari. lah gua 500 kata, satu bab.
hahahaha..
NA_SaRi: Hahaha, pake ilmu 🤣
total 1 replies
ᏗᏝᎥᎮᏋᎴᏋ
like gk bisa pintas ye, sekarang🙄
NA_SaRi: NT aja, MT kgak, Bang
total 1 replies
Machan
ngebut, bu
NA_SaRi: Hahhahahahhaa
total 1 replies
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
perasaan kok, pendek amat ya....
nyampe nggak nih 1000 kata 🙄
NA_SaRi: Gak nyampe, Ka🤣
total 1 replies
Kristina Situmeang
cantik
NA_SaRi: Makasih🥰🤗
total 1 replies
Kristina Situmeang
mampir dulu. mudah mudahan cocok.
NA_SaRi: Selamat datang, Kak
Lanjut deh, dijamin cocok🥰
total 1 replies
KOwKen
kekuatan seribu tangan, hajar seek..

pantasn terejana sepi
NA_SaRi: Hahahahaha🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐
mau abis..🤣🤣🤣🤣
NA_SaRi
Makasih, Ka🥰
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Bunga-bunga bermekaran hanya untukmu~
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!